Kita terlahir dengan kepribadian berbeda
Kita hidup dengan takdir yang berbeda
Kita memiliki cara pikir yang berbeda
Masihkah ada yang bisa membuat kita sejalan?
Kecewa sering dialami
Sakit sering dirasakan
Marah sering diredam
Batas tetap menjadi sebuah pedoman
Bukan maksud sok tau tapi memang tau
Bukan maksud sok ngerti tapi memang ngerti
Bukan maksud sok pintar tapi memang pintar
Dan itu yang membuat kita berbeda
Tidak mungkin monyet disuruh berenang
Atau ikan harus memanjat pohon
Aku memilih apa yang kalian hindari
Bukan berarti aku tak bisa melampaui kalian
Secara hitam diatas putih kalian diakui
Tapi tidak ada pengakuan dari dunia
Lantas apa yang kalian harapan?
Tulisan bisa direkayasa lantas apa dunia bisa kalian rekayasa
Jangankan sebuah tulisan
Perkataanpun banyak yang dimanipulasi
Muka aja banyak yang menggunakan topeng
Doa aja banyak yang dipalsukan
Bukan karena dia hebat lantas semua orang mengakui
Justru karena semua orang mengakui lantas dia menjadi hebat
Apa hanya sekedar ingin dilihat hebat?
Tanpa tahu arti hebat yang dimaksudkan
Dapatkan pengakuan dunia dengan tindakan
Bukan secarik kertas yang sering disebut ijasah
Bukan sepatah dua patah dan berpatah patah kata
Yang menguap setelah ditutup dengan salam
Jumat, 25 Oktober 2013
Senin, 21 Oktober 2013
Kenapa Begitu
Saat yang terlihat tidak sesuai keinginan
Saat yang diinginkan jauh dari harapan
Saat yang dibicarakan tak lagi sama
Saat keadaan berubah berbalik
Sebuah titik balik dari semua
Kebaikan yang berhenti ditengah jalan
Perhatian yang menguap begitu saja
Seakan ditinggal untuk berjalan sendiri
Sejak awal memang tidak diminta
Sejak awal memang tidak dibutuhkan
Dan apa yang dipaksakan
Memang tidak selalu baik
Seolah mental dan berbalik
Apa yang diberikan dipertanyakan
Apa yang dikatakan diragukan
Apa yang dilalui dipandang sebelah mata
Mengapa pilihan selalu meninggalkan resiko
Melepas dan kehilangan adalah bagian taruhan
Rasa tak enak hati menjadi beban
Rasa tak tahu diri menjadi pikiran
Masih saja mempertanyakan apa yang disembunyikan jawabannya
Masih saja mengusakan apa yang hasil akhir telah ditetapkan
Semua tergantung cara mengartikannya
Dan tak ada yang bisa menyalahkan hal itu
Saat yang diinginkan jauh dari harapan
Saat yang dibicarakan tak lagi sama
Saat keadaan berubah berbalik
Sebuah titik balik dari semua
Kebaikan yang berhenti ditengah jalan
Perhatian yang menguap begitu saja
Seakan ditinggal untuk berjalan sendiri
Sejak awal memang tidak diminta
Sejak awal memang tidak dibutuhkan
Dan apa yang dipaksakan
Memang tidak selalu baik
Seolah mental dan berbalik
Apa yang diberikan dipertanyakan
Apa yang dikatakan diragukan
Apa yang dilalui dipandang sebelah mata
Mengapa pilihan selalu meninggalkan resiko
Melepas dan kehilangan adalah bagian taruhan
Rasa tak enak hati menjadi beban
Rasa tak tahu diri menjadi pikiran
Masih saja mempertanyakan apa yang disembunyikan jawabannya
Masih saja mengusakan apa yang hasil akhir telah ditetapkan
Semua tergantung cara mengartikannya
Dan tak ada yang bisa menyalahkan hal itu
Kamis, 17 Oktober 2013
Sayu-Sayu Terdengar
Suara yang lama tak kudengar
Meski aku berada disampingnya
Meski aku sering melihatnya
Dimana ia menyembunyikanya
Namun kemarin
Suara itu kembali
Suara itu terdengar sama
Dan masih tak ada yang berubah
Rasa yang sama
Bentuk yang sama
Jumlah yang sama
Namun kondisinya yang berbeda
Memang masih pada tempatnya
Memang masih sama sejak awal
Dan masih tertata dengan rapi
Hanya saja keadaanya tak lagi baik
Kita semua punya tujuan awal
Mulai berubah seiring berjalannya waktu
Dan mendekati bagian akhir
Apakah akan sama seperti awal atau akan berubah??
Apa dia akan bahagia saat dia bersamaku??
Apa aku akan bahagia saat aku bersamanya??
Aku mengetahui batasan dirinya
Tapi dia jauh lebih mengerti batasan dirinya sendiri
Hidup didunia hanya sebentar
Dan tidak ada gejala renkarnasi (setidaknya begitu)
Membuatnya sia-sia atau memberikan yang terbaik
Setidaknya untuk diri sendiri jika orang lain belum mampu
Memilih bukanlah soal sulit
Hanya mau atau tidak
Menjalani adalah yang lebih sulit
Karena hidup itu menjalani bukan memikirkannya
Jika itu merugikan dirimu
Bukan berarti memberikan keuntungan untukku
Karena aku bukan TUHAN
Yang menentukan yang terbaik untuk setiap manusia
Meski aku berada disampingnya
Meski aku sering melihatnya
Dimana ia menyembunyikanya
Namun kemarin
Suara itu kembali
Suara itu terdengar sama
Dan masih tak ada yang berubah
Rasa yang sama
Bentuk yang sama
Jumlah yang sama
Namun kondisinya yang berbeda
Memang masih pada tempatnya
Memang masih sama sejak awal
Dan masih tertata dengan rapi
Hanya saja keadaanya tak lagi baik
Kita semua punya tujuan awal
Mulai berubah seiring berjalannya waktu
Dan mendekati bagian akhir
Apakah akan sama seperti awal atau akan berubah??
Apa dia akan bahagia saat dia bersamaku??
Apa aku akan bahagia saat aku bersamanya??
Aku mengetahui batasan dirinya
Tapi dia jauh lebih mengerti batasan dirinya sendiri
Hidup didunia hanya sebentar
Dan tidak ada gejala renkarnasi (setidaknya begitu)
Membuatnya sia-sia atau memberikan yang terbaik
Setidaknya untuk diri sendiri jika orang lain belum mampu
Memilih bukanlah soal sulit
Hanya mau atau tidak
Menjalani adalah yang lebih sulit
Karena hidup itu menjalani bukan memikirkannya
Jika itu merugikan dirimu
Bukan berarti memberikan keuntungan untukku
Karena aku bukan TUHAN
Yang menentukan yang terbaik untuk setiap manusia
Tak bermaksud menyuapi
Kecewa adalah rasa yang wajar
Marah adalah cara mengungkapkan
Memang tidak pantas namun itulah adanya
Berbohong tetap tidak dibenarkan
Saat apa yang direncanakan tak sesuai harapan
Saat apa yang diberikan tak mendapat respon yang baik
Saat yang diupayakan mendapat tanggapan yang buruk
Masih bisakah kita menerima??
Pilihan memang hak mutlak setiap manusia
Tapi kami lebih dulu terjun dalam dunia ini
Kami lebih dulu merasakan apa yang tak sempat kalian rasakan
Dan kami pikir kalian tidak perlu merasakan apa yang tak ingin kalian rasakan karena memang zamannya sudah berbeda dikala itu
Kalian tidak perlu jatuh untuk merasa apa itu rasa sakit
Tidak perlu mematikan lampu untuk belajar bertahan dalam gelap
Tidak perlu menjadi batu untuk kuat menahan badai
Tidak perlu menjadi banyak orang untuk dikenal banyak orang
Kalian berhak protes
Kalian berhak memberontak
Kalian berhak mengelak
Tapi kalian tak berhak menghujat karena kalian tidak pernah tau alasan apa yang mendasari hal itu
Marah adalah cara mengungkapkan
Memang tidak pantas namun itulah adanya
Berbohong tetap tidak dibenarkan
Saat apa yang direncanakan tak sesuai harapan
Saat apa yang diberikan tak mendapat respon yang baik
Saat yang diupayakan mendapat tanggapan yang buruk
Masih bisakah kita menerima??
Pilihan memang hak mutlak setiap manusia
Tapi kami lebih dulu terjun dalam dunia ini
Kami lebih dulu merasakan apa yang tak sempat kalian rasakan
Dan kami pikir kalian tidak perlu merasakan apa yang tak ingin kalian rasakan karena memang zamannya sudah berbeda dikala itu
Kalian tidak perlu jatuh untuk merasa apa itu rasa sakit
Tidak perlu mematikan lampu untuk belajar bertahan dalam gelap
Tidak perlu menjadi batu untuk kuat menahan badai
Tidak perlu menjadi banyak orang untuk dikenal banyak orang
Kalian berhak protes
Kalian berhak memberontak
Kalian berhak mengelak
Tapi kalian tak berhak menghujat karena kalian tidak pernah tau alasan apa yang mendasari hal itu
Kamis, 03 Oktober 2013
Tak Lagi Muda
Saat dimana kita sengaja terjaga
Sengaja datang karena panggilan jiwa
Meski berawal dari sebuah kata kebetulan
Keadaan yang memang aneh dan tak terelakan
Kita dituntut mengerti ketidakadilan
Kita dipaksa menerima yang tidak dinginkan
Kita wajib melihat yang tak ingin dilihat
Kita diharuskan menyukai apa yang tidak disukai
Kita memang masih disuapi
Tak ada yang bisa menyangkalnya
Sekalipun ego memaksakannya
Kita tetap mengindahkannya
Usia tak lagi muda
Umur kian bertambah
Waktu tak lagi lama
Menipis seiring berjalannya waktu
Tak ada yang bisa diberikan
Tak ada yang bisa dilakukan
Tak ada yang bisa ditunjukkan
Terjebak dalam pilihan yang telah ditetapkan
Semoga impian semakin dekat
Harapan tak lagi menjauh
Cita dan cinta tak lagi menghindar
Seiring mendekatnya akhir hidup
Banyak yang merayakan
Tak sedikit juga yang mengabaikan
Ada yang berbahagia
Ada pula yang menyayangkan
Lakukan yang membuatmu bahagia
Jangan ikut arus bahagia orang lain
Kamu berhak akan hal itu
Diusia yang menapaki kepala 2
HBD
Sengaja datang karena panggilan jiwa
Meski berawal dari sebuah kata kebetulan
Keadaan yang memang aneh dan tak terelakan
Kita dituntut mengerti ketidakadilan
Kita dipaksa menerima yang tidak dinginkan
Kita wajib melihat yang tak ingin dilihat
Kita diharuskan menyukai apa yang tidak disukai
Kita memang masih disuapi
Tak ada yang bisa menyangkalnya
Sekalipun ego memaksakannya
Kita tetap mengindahkannya
Usia tak lagi muda
Umur kian bertambah
Waktu tak lagi lama
Menipis seiring berjalannya waktu
Tak ada yang bisa diberikan
Tak ada yang bisa dilakukan
Tak ada yang bisa ditunjukkan
Terjebak dalam pilihan yang telah ditetapkan
Semoga impian semakin dekat
Harapan tak lagi menjauh
Cita dan cinta tak lagi menghindar
Seiring mendekatnya akhir hidup
Banyak yang merayakan
Tak sedikit juga yang mengabaikan
Ada yang berbahagia
Ada pula yang menyayangkan
Lakukan yang membuatmu bahagia
Jangan ikut arus bahagia orang lain
Kamu berhak akan hal itu
Diusia yang menapaki kepala 2
HBD
Langganan:
Postingan (Atom)