Kami adalah orang-orang yang memilih meninggalkan zona nyaman,
meninggalkan kehidupan bersama orang tua, meninggalkan orang-orang yang dicintai.
Hanya untuk sebuah keluarga baru yang ntah ada dimana keberadaan mereka,
seperti apa bentuk rupa mereka, seperti apa kebiasaan hidup disana
dan akankah kita diterima atau tidak disana.
Tapi kami mengambil resiko itu hanya untuk sebuah panggilan
yang jiwa kami miliki disetiap hembusan nafas
adalah hanya untuk
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Berawal dari ketidaksamaan, bermodalkan sebuah harapan yang berbeda tapi kami dipersatukan oleh sebuah jalan yang kami sebut takdir. Tidak mudah untuk mencapainya dan tidak banyak juga yang mempercayainya. Air mata, harapan, emosional dan doa mewarnai perjuangan kami semua disini. Ada yang harus merelakan adiknya tidak mampu membayar SPP hanya untuk memiliki ongkos untuk mengikuti seleksi. Ada yang membuang uang tabungannya hanya untuk datang sebagai peserta cadangan dan berharap sebuah keajaiban dimana peserta utama tidak datang hari itu. Ada yang bermodal uang seadanya dan t testidur dimana saja disaat malam menjelang hari seleksi itu tiba.
Kami ditempatkan di 20 puskesmas yang berbatasan langsung dengan negara lain baik berbatasan secara darat atau secara laut. Kita tidak akan kembali selama 2 tahun dan setelah itu nanti akan ada surprise bagi kita semua, ntah ada yang menikah diantara kami atau ada yang menjadi warga lokal dilokasi penempatan. Kami disebar dalam 8 provinsi yang berbatasan langsung yakni Aceh, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat dan Papua. Satu bulan telah kami lewati bersama dan begitu banyak suka cita yang kami alami bersama. Sulit untuk dijelaskan namun sebuah chemistry keluarga telah terjalin diantara kami.
Kami mungkin menjual keinginan kami, tapi kami mendapatkan cerita
yang tidak mungkin dapat kalian beli dimanapun kalian mencarinya.
