Senin, 27 Januari 2014

Hujan Bikin Buyar

Hujan baru saja menyapa
Setelah seharian dimanjakan matahari
Gantian hujan mengambil alih
Alur cerita malam ini

Tetesan tetesannya membiaskan permukaan
Meresep dalam tanah dan menguap
Bau khas menusuk tajam dihidung
Sentuhan lembut meraba kulit

Berteman dengan kalian merupakan sebuah anugrah tuhan
Sebuah pencapaian yang tak ditargetkan
Namun memberi banyak manfaat
Berteman itu tidak boleh milih milih tapi harus pilih pilih

Terkadang kita memang membutuhkan sebuah moment
Dimana kita menceritakan siapa kalian dimataku
Mencaritahu siapa aku dimata kalian
Bukan untuk berdebat yang saling mencari pembenaran

Kita semua benar
Karena tidak ada yang protes
Kita semua sama
Karena tidak ada yang anggap berbeda

Jangan biarkan semua menjadi sia-sia
Karena kita telah membangunnya
Memang tak ada yang kita tuntut
Tapi bukan berarti diabaikan begitu saja

Mencoba tidak peduli sama sekali
Tapi itu bukan solusi
Mencoba bertahan dalam ketiadaan
Bukan sebuah aksi karena tak terlihat

Aku memang tak mengerti kehidupanmu
Dan aku juga tidak terlalu tertarik dengannya
Tapi aku paham dengan posisimu
Dan aku mengerti keinginanmu

Biarkan esok tetap menjadi kejutan tuhan untuk kita
Jadi kita bebas berkreasi untuk hari ini
Buat apa terlalu membebani hari ini dengan esok
Belum tentu juga esok akan berbaik hati dengan hari ini

Yang Lalu Bukan Untuk Berlalu

Dulu aku pernah menulis tentangmu, mencoba mengabadikan tiap moment saat bersamamu. Karena ku pikir saat itu adalah yang terbaik yang bakalan aku miliki seumur hidupku. Tapi tak bisa kupungkiri juga bahwa ditengah jalan aku akan bertemu dengan dia, mereka, dan yang sekarang disebut kami. Dikala itu dirimu adalah yang terbaik karena dijaman itu memang dirimulah yang paling kurasa pas, paling cocok dan seolah hanya dirimulah yang ku butuhkan untuk hidup

Dirimu adalah yang terbaik dikala itu
Dan kupikir itu akan berlaku seterusnya
Namun ternyata ku salah
Karena jawaban itu baru datang sekarang

Aku yang tak pernah tahu apa itu hidup
Aku yang tak pernah tahu apa itu dunia
Aku hanya melihat dari dua mata yang dipinjamkan tuhan
Aku hanya mendengar dari dua telinga yang dianugrahkan tuhan

Seiring waktu berjalan, bertemu dengan banyak dia dia dia dan dia yang lain. Tentu dengan cara dan kondisi yang berbeda dimana tak mungkin kita mengacu atau berpatokan pada kondisi sebelumnya. Apa kita bisa hidup dengan masa lalu di masa yang sekarang? Menggabungkan dua kehidupan disatu masa? Ntah apa yang ada dipikiranku saat itu. Menganggap semua itu mutlak, kalo tidak A ya B, padahal kemutlakan sejati itu hanya milik TUHAN karena Tuhan adalah maha sempurna.

Aku hidup dijaman sekarang
Tapi mengapa masih berasa dijaman dulu
Awalnya kebenaranku adalah mutlak untukku
Sampai waktu menunjukkan salahnya melalui dia dan kalian

Kalian menunjukkan bahwa apa yang terlihat
Belum tentu apa yang ingin ditunjukkan
Kalian juga menerangkan bahwa apa yang dikatakan
Belum tentu apa yang ingin dimaksukan

Aku datang bukan karena sebuah kepentingan
Begitu juga dengan kalian semua (setidaknya begitu)
Dan disaat semua mulai berubah lagi
Karena jaman akan terus berubah dan lagi

Aku belajar berjalan dari kalian
Aku belajar berlari dari kalian
Aku belajar membunuh dari kalian
Dan aku belajar hidup juga dari kalian

Kalian memang bukan satu satunya tempatku belajar
Masih ada dia dia dia dan dia yang lain-lainnya
Meski sekarang tak mungkin sama seperti dulu
Tapi dululah yang membuat kita seperti sekarang

Disaat kita tak cocok dengan suatu keadaan
Berhentilah mengeluh, berhentilah menghujat
Karena dunia tak akan melunak saat kita hanya mengeluh
Tapi dunia tak akan menolak dengan keinginan kita

Minggu, 26 Januari 2014

Hanya Mengingatkan

Mendung tak berarti hujan
Cocok untuk kegalauan hujan hari ini
Dimana kondisi bumi tak lagi ramah
Gempa sempat menyapa kita semua

Ntah apa yang mengusiknya
Ntah apa yang mengganggunya
Ntah apa yang diinginkannya
Ntah apa juga yang ingin disampaikannya

Dia memberikan keindahan
Dia memberikan kekayaan
Dia memberikan kerusakan
Dia memberikan kepercayaan

Hanya Tuhan dan dia yang tahu
Apa yang terbaik untuk kita semua
Dia hanya mengkondisikan jalan
Tapi kita yang sering melupakannya

Jika ada yang pernah bilang
Hiduplah untuk orang lain
Bukan Hidup karena orang lain
Ku rasa itu tidak berlebihan

Tapi memang jarang ada orang baik
Yang mudah hidupnya dinegara ini
Menjadi kaum minoritas dan terasingkan
Namun aku percaya bahwa semua ada hikmahnya

Selama matahari masih terbit dari timur
Roda hidup akan terus berputar
Sang waktu akan tetap jadi hakim yang bijaksana
Tak ada yang perlu dikhawatirkan

Meski kebenaran sejati hanya ada dilangit
Bukan berarti didunia tak ada kebenaran meski itu semu
Kita hidup hanya sebentar tapi lumayan lama
Bertahanlah dengan apa yang kamu yakini

Hidupmu tergantung dari tanganmu
Tangan mereka hanya membantu membawakan
Jangan menggantungkan diri pada orang lain
Bukan berarti juga kita mampu hidup sendiri

Kita tidak berbicara materi yang disampaikan
Hanya sekedar cara yang kurang tepat
Seorang kawan hanya mengingatkan jika kita salah
Karena kita hidup bersama dengan mereka semua

Jumat, 24 Januari 2014

Apa Kabar NEF

Apa kabar yang disana
Maaf, lama sudah tak ngirim kabar
Pasti Tuhan menjagamu dengan sangat istimewa disana
Tuhan memberikan tempat terindah disana

Tuhan maha sempurna
Dia merencanakan dengan indah
Dan apa yang tak sempat diberikannya didunia
Pasti akan diberikan disana

Apakah semua masih sama
Atau telah berbeda
Mengikuti alam yang tak lagi sama
Lama tak ku lihat senyum itu

Hari ini adalah hari itu
Hari dimana semua berakhir
Semua yang direncanakan
Semua yang diimpikan

Maaf karena belum bisa membahagiakanmu
Maaf karena belum sempat menemukanmu
Maaf karena belum bisa membuktikan apapun
Maaf karena hanya meninggalkan luka saat itu

Sejenak menutup mata
Merasakan apa yang tak sempat dirasakan
Sejenak menutup telinga
Berharap temukan rekaman suara yang terlupa

Waktu terus berputar maju
Tanpa sedikitpun menoleh kebelakang
Tapi kenangan itu tak pernah bergeser
Masih rapi pada tempatnya

Mengeja namamu aja aku tak bisa
Berasa asing meski telah mengenal lama
Membayangkan wajahmu saja aku lupa
hahahaha, karena kita tak pernah bertatap muka

Bukannya tak sayang
Tapi urusan kami disini masih banyak
Kami tak ingin menyusul segera atau mendahului
Karena Tuhan sudah mengagendakannya sejak dulu

Baik-baik disana
Kami akan baik-baik aja disini
Dia akan tumbuh seperti keinginanmu
Percayalah dan hanya itu yang kita butuhkan

RIP (NEF 24 Januari 2009)

Selasa, 21 Januari 2014

Beranjak Hilang

Tak banyak yang bisa ditulis
Tak banyak yang bisa diceritakan
Alasan itu kian memudar
Keinginanpun mulai bergeser

Sejenak berpaling bukan berarti berubah
Pergi bukan berarti meninggalkan
Ntah apa yang dimaksud
Ntah apa yang diinginkan, cuma dia yang tau

Hujan masih bersama kami
Setia tanpa mengenal waktu dan tempat
Dia datang kapanpun dia ingin
Dia turun dimanapun dia mau

Tapi hujan sedikit spesial
Dia menutupi rasa sakit kita
Dia memicu rasa bahagia kita
Dia mampu mengalirkan semua

Itulah yang membuatnya ditunggu
Dipersilahkan masuk tanpa ijin
Dibebaskan berkunjung tanpa perlu menunggu
Sedikit berbeda dengan kita

Kita juga berhak datang kemanapun kita mau
Tapi kita tak berhak masuk kedalamnya
Tanpa ijin dia yang berkuasa disana
karena hak kita dibatasi hak orang lain

Dia yang berkuasa
Dia yang memiliki
Dia yang punya aturan
Dan dia yang punya alasan

Seseorang akan merasa terusik
Jika ada tamu tak diundang
Seseorang yang tak dikenal
Dia yang memaksa datang

Datang dan pergi silih berganti
Memang hal yang wajar
Bukan berarti hal yang diinginkan
Tapi itulah yang orang sering sebut dengan hidup

Senin, 20 Januari 2014

Sendiri Itu Wajar

Mungkin dirasa normal
Bisa saja dianggap wajar
Tak perlu mendengarkan sisanya
Tak perlu mengetahui endingnya

Saat dimana kepalsuan yang terjadi
Dianggap sebuah kebenaran atas nama persepsi
Persepsi pribadi dan manipulasi sendiri
Apakah ada yang salah?

Bersyukur atas apa yang dimiliki
Menerima apa yang diberikan
Tanpa pernah menuntut lebih
Apalagi berharap lebih dari seorang manusia

Semua sudah ada yang punya
Dan kita hanya dititipi
Baik yang berwujud atau pun tidak
Dan terkadang kita sendiri yang mengakuinya

Merasa sendiri adalah hal yang wajar
Hanya saja tergantung bagaimana kita menyikapinya
Dan saat ini hal itu sulit untuk dirasakan
Zaman modern membuat praktis segalanya

Saat kesendirian itu datang berkunjung
Sambutlah dia layaknya tamu agung
Karena dia membuatmu berfikir tentang orang lain dan dirimu sendiri
Dia yang tak pernah merasa sendiri tak akan pernah mengerti

Jangan kamu usir rasa itu
Jangan kamu abaikan rasa itu
Jangan kamu lari dari rasa itu
Dialah yang membuatmu mengerti

Kita tak akan mampu merubah apapun
Jika tidak bisa merubah diri sendiri
Bukan merubah orang lain
Apalagi dunia

Tapi tenang lah
Tuhan maha tau ambang batas kemampuan kita
Semoga apa yang kita inginkan segera terwujud
Tapi jangan lupakan orang-orang disekitar kita

Bukan hanya kita yang berhak atas itu
Karena disana ada hak orang lain juga
Jangan egois atas apa yang kita inginkan
Karena bukan hanya kita yang menginginkannya

Minggu, 19 Januari 2014

Diam Itu Emas (Katanya)

Kembali terulang
Kembali terjadi
Seolah de javu
Atau apalah orang menyebutnya

Apa itu salah
Apa itu benar
Apa itu belum selesai
Hingga waktu memberikan moment yang sama

Rasa peka yang berlebihan darinya
Membuatnya seolah mampu menelaah dengan benar
Ketidakpekaanmu yang seolah dibawah rata-rata
Membuatmu tak pernah mengerti apa yang dimaksudkannya

Ibarat dua sisi mata koin
Hanya bisa berjalan beriringan
Terlihat bersama
Bukan berarti selalu sama

Sebuah ketidaksengajaan
Sebuah ketidaktahuan
Sebuah ketidaknyamanan
Sebuah pilihan

Memang sulit untuk dimengerti
Karena sudah terjadi sebelum disadari
Bertanya pun percuma
Menjelaskanpun sia sia

Tak ada yang akan percaya
Karena cuma kamu yang tahu
Bukan dia, kami atau mereka
Dan wajar jika hal itu terjadi

Terkadang sebuah alasan sudah bukan menjadi jawaban
Alasan hanyalah sampah bagi mereka yang mengelak
Alasan adalah mereka yang dicari untuk menjawab
Sedang jawaban sesungguhnya tak perlu dicari

Jawaban selalu ada bagi mereka yang bertanya
Bukan diam dan menyimpulkan sendiri
Menjadikan jawaban sebuah alasan
Menggunakan alasan sebagai jawaban

Tak ada yang berubah
Sejak awal memang seperti itu
Anggap saja tak pernah terjadi
Setidaknya rasa semu itu akan hilang dengan segera

Senin, 13 Januari 2014

(Masih) Dia dan Dia Yang Satunya

Hujan membalas apa yang ku tulis tadi siang
Dia datang lebih awal dan pergi paling akhir
Hujan juga bisa ababil ternyata
Macam generasi praktis saat ini

Hujan ibarat DVD atau VCD Player
Mampu memutar kembali apa yang telah direkamnya
Mampu menunjukkan bagian detail tiap detiknya
Mampu menjelaskan apa yang tak dituliskan

Hujan bukanlah kawan karena kepentingan
Hujan tak pernah punya urusan dengan kita
Dia datang karena dia menginginkannya
Dia juga datang karena kita menginginkannya

Kita tak pernah tau yang mana milik kita
Karena kita tak pernah benar-benar memilikinya
Sebentar disini dengan kita, bisa jadi esok dengan orang lain
Atau bahkan dengan semua orang yang membutuhkannya

Emang kamu mau cemburu jika hujan bersama lainnya
Atau kamu bakalan ngambek kalau hujan g datang seperti biasa
Hujan itu milik semua orang
Semua yang merasa saja tentunya

Suara kembang api pun terkadang meramaikannya
Seperti suara mereka malam ini
Berteriak lantang seolah tak ada beban
Tak ada sedikitpun rasa takut pada mereka

Jangan bertanya seolah itu ada jawabannya
Mereka berani menentang saat mereka ditindas
Mereka ingin berjalan bersama
Bukan bergantian layaknya fasilitas umu

Memang sedikit memaksakan
Namun itu lebih baik daripada terlena
Memandang dari balik tubuhnya
Mendengar tanpa melihat

Dia menginginkan kehebohan dan menarik perhatian
Layaknya hujan malam ini yang turun dengan lantang
Meski itu dapat membahayakan hidupnya
Setidaknya dia bakalan mati dengan sedikit berarti

Berarti baik atau buruk bukan urusan kita
Kita hanya mencoba membuat dan merancang
Hasil bukan kita yang menentukan
Penilaian bukan kita juga yang memberikan

Karena begitu banyak penilaian yang diberikan
Mau berapa kali berubah jika nururtin mereka
Jangan berubah karena sebuah penilaian
Tapi rubahlah hasil penilaian itu

Dia dan Dia yang satunya

Akhir-akhir ini hujan sering datang terlambat
Ntah apa yang membuatnya betah ditempat lain
Apa yang membuatnya lebih menarik disana
Atau justru disini yang mulai membosankan

Sama dengan seseorang yang ku ingat
Dia datang saat dirimu tak lagi sendiri
Dia adalah tamu yang tak diundang
Dia juga bukan bukan orang yang ingin diusir dengan segera

Dia dengan pilihanya
Dirimu dengan pilihanmu
Tak ada yang akan berbeda
Tak ada yang akan berubah

Setidaknya keadaan itu yang mereka inginkan
Tapi itu hanyalah apa yang dirasakan
Bukan apa yang mudah diwujudkan
Bukan hal yang sulit untuk diabaikan

Meski itu adalah hal yang diinginkan
Saat dimana ada yang baru menutupi yang lama
Tak ingin kehilangan keduanya
Namun mengabaikan salah satunya

Sekuat apapun bertahan memegang keduanya
Akhirnya akan lepas juga
Ibarat memegang utara dan selatan
Semakin didekatkan maka semakin jauh

Benar kata GIE
Keadilan sejati hanya ada dilangit
Yang dibumi hanya dibuat adil
Dengan cara menyelaraskan timbangannya

Menyamakan porsi bukan berarti membuatnya adil
Karena dia dan dia yang satunya adalah berbeda
Yang membuat dia dan dia yang satunya sama
Adalah dirimu

Sabtu, 11 Januari 2014

Sebut Saja Ritual

Saat dimana kita tak pernah memiliki alasan yang jelas
Tak tahu apa dan bagaimana bisa terjadi
Hanya saja semua adalah siklus hidup
Dimana ada yang datang pasti ada yang pergi

Diantara senang dan sedih
Diantara mau dan tidak
Tapi itu hanyalah tanda
Bahwa dia memberi kesan disini

Jika hidup itu makalah
Kalianlah refrensinya (Tuti, 2014)
Jika hidup itu skripsi
Kalianlah daftar pustakanya (Bangkong, 2014)

Ritual sederhana menjelang sebuah kepergian
Hanya perasaan tak suka
Bukan berarti tak ingin
Karena kita hanya menjalani lakon

Sekedar memberikan salam perpisahan
Sebagai ganti ucapan sampai jumpa
Bukan selamat tinggal atau semacamnya
Sebagai janji yang bakal ditepati suatu hari

Tempat yang mungkin sama
Suasana yang hampir sama
Waktu yang jelas berbeda
Keadaan yang pasti tak sama

Kemanapun kita pergi kelak
Rumah akan tetap menjadi tujuan pulang (Motto Truk)
Apa yang dibawa (bacanya beban hidup)
Tak sebesar wadahnya (bacanya ukuran badan)

Tak ada yang merupakan kebetulan
Semua hanya takdir yang sudah diatur
Jauh sebelum semua terjadi
Dengan sedikit bumbu terlihat seolah menjadi kebetulan

Aku bertemu denganmu
Aku bertemu kalian
Aku bertemu mereka
Aku berada disini

Dengan membahas apa yang telah dilewati
Mengenang apa yang pernah dilalui
Sedikit mengobati rasa rindu
Rindu akan rasa yang tak akan bisa terulang