Jumat, 19 Juli 2013

Baru Saja Berlalu

Malam yang sama
Bulan yang sama
Bintang yang sama
Angin malam yang sama

Tidak ada yang berubah
Rasa dan bentuknya masih sama
Hanya keberadaannya yang beda
Keadaan yang memaksa untuk berbeda

Hari-hari ini memang sulit
Saat dimana orang-orang
Yang dulu ada saat kita senang
Kini mereka telah tiada

Dan kita harus mencari
Kita harus menghadirkan
Orang yang bersedia dihadirkan
Saat kondisi tidak lagi senang

Carilah seseorang yang menunggumu mapan untuk bahagia
Bukan seseorang yang mencarimusetelah mapan untuk bahagia
(Aragon, G., 2013)

Dialah yang harusnya kita cari
Ntah dia ada di alam mana
Ntah bagaimana bentuk dan rupanya
Ntah kapan kita akan menemukannya

Cobaan itu memang berat
Ujian itu memang nyata
Jangan dikeluhkan untuk disesali
Jangan disalahkan untuk tidak bergerak

Jumat, 12 Juli 2013

Masa Lalu

Sulit untuk dijelaskan
Susah untuk diungkapkan
Bukan malu atau tabu
Lidah seakan enggan bergerak

Tentang apa yang dialami
Tak lepas dari apa yang sudah dilewati
Haruskah bercerita dari awal
Atau menjawab apa yang ditanya saja

Aku tidak tau apa yang dia ungkapkan
Aku tidak mengerti apa yang disampaikannya
Aku tidak lupa dengan semuanya
Aku hanya terbatas untuk mengingat semuanya

Aku tidak apa-apa dengan semua ini
Tak ada yang berubah dariku
Memang tidak akan kembali seperti dulu
Karena kita tidak bertahan untuk masa lalu

Ibarat kopi yang telah disajikan
Akan dingin jika terlalu lama
Jika dipanaskan lagi untuk mempertahankan suasana
Rasa dan keadaanya tak lagi sama

Apa yang kau rasakan saat ini
Apa yang kau keluhkan hari ini
Apa yang kau sayangkan kemarin
Kini menjadi bahasan kami ditempat ini

Aku hanya bisa memilihkan kata yang tepat
Aku hanya ingin menjawab yang ditanyakan
Tidak ingin menceritakan asal muasal
Karena tidak ada yang berhak mendengarnya

Caranya itu

Aku tak pernah menemukan
Aku tak pernah mendapatkan
Cara yang pantas untuk menyampaikan
Cara yang layak untuk bercerita

Ada yang bilang harus dibuktikan
Ada yang bilang harus ditunjukan
Ada yang bilang harus dirasakan
Apa kah itu jadi tujuan awal?

Tangan ini kehilangan rasa
Kehilangan alasan untuk bergerak
Karena apa yang diinginkan
Tak bisa menjadi kenyataan

Seseorang terkadang tidak bisa menerima
Tidak bisa memaafkan
Tidak bisa mempercayai
Apa yang telah terjadi ternyata berbeda

Apa yang salah dengan harapan
Apa yang salah dengan keinginan
Kita memang tidak hidup dengan harapan
Tapi adanya harapan membuat kita hidup

Jika kau merasa kehilangan
Adalah saat hujan menyapu debu
Saat air sungai membawa kesedihanmu pergi
Kau salah besar sodari

Saat aku tak berhak memiliki
Kenangan masa lalu yang masih tertinggal
Kehilangan rasa itu nyata
Dan aku mengalaminya

Rabu, 10 Juli 2013

Masalah itu

Pertolongan selalu Allah berikan kepada hambanya atas cobaan yang diujikan kepada umatnya.
Namun kita yang terlalu buta untuk melihatnya, terlalu keras untuk menyadarinya

Semua manusia yang pernah hidup
Pasti pernah memiliki masalah
Pasti pernah merasa diuji
Dan masalah itu yang membuat kita lebih baik

*Di sebuah masjid saat itu, ada seorang kakek-kakek yang sedang beribadah disana dengan jamaahnya yang lain. Sangat khusuk hingga tak berasa jika waktu yang ia disana sudah terlalu lama dan dia memutuskan untuk kembali ke penginapan. Suhu disana siang itu mencapai 27 derajat, sangat panas jika dibandingkan daerah tropis. Saat kakek itu sampai dipintu keluar alangkah kagetnya dia karena sandalnya hilang dan sandal temannya yang datang bersama dengannya tidak. Ujian pertama dikala itu,dengan cuaca yang begitu panas dan terik membuat aspal siang itu sangat panas bagai penggorengan tapi kakek itu tetap menjalaninya dengan kaki telanjang tanpa alas yang melindunginya.

*Seorang anak remaja bersama ayahnya melewatinya dan memandang wajah kakek itu. Kakek itu hanya bisa berkata "lost...." dan menunjuk kearah kakinya yang tanpa alas. Anak remaja itu melepaskan gandengan tangan ayahnya dan mendekati kakek itu. Dengan isyarat menempelkan kedua tangan dibahu agar kakek itu mengerti dan bersedia digendongnya. Namun, anak itu hendak terjatuh karena ia tak kuasa menahan beban yang terlalu berat untuk anak remaja itu. Ia mencoba memaksa dan terus memaksa meski ia tak kuat namun akhirnya ia sadar, memaksakan hanya akan membahayakan kakek itu nanti. Seseorang yang besar badannya tiba datang dari arah berlawanan menawarkan diri untuk menggendongnya. Menggunakan isyarat yang sama dengan anak remaja itu karena berbeda perawakan sudah bisa terlihat dari tempat yang berbeda dan bahasa yang berbeda.

Kita sering dihadapkan dengan berjuta problematika
Kita sering mengeluh tidak bisa kalo seperti ini
Kita sering merasa cobaan ini terlalu berat
Tanpa kita pernah sadar bahwa bantuan itu selalu ada

Tapi kita tak pernah bisa merasa
Karena kita ingin menentukannya
Dengan siapa kita akan dibantu
Dengan bagaimana kita dibantu

Terkadang bantuan itu
Datang dari orang yang tidak kita duga
Kadang dari orang yang tidak kita inginkan
Tapi begitulah adanya

Pasti ada bantuan disetiap cobaan
Pasti ada pilihan disetiap jalan
Dan ada hikmah disetiap kejadian
Dan balasan disetiap perbuatan

Selasa, 09 Juli 2013

Akhirnya PATRICIA

Alhamdulillah, akhirnya buku ini jadi juga. Dia adalah alasan buku ini ada menjadi tema untuk tulisan pertama di bulan ramadhan ini. Semua bisa menjadi dia, semua bisa menjadi Patricianya masing-masing. Buku ini berisikan tentang dia yang tak bisa kuceritakan melalui lisan karena mungkin perdebatan hanya akan membaa petaka segala umat. Karena tak semua bisa diterima dengan baik, tidak semua bisa dicerna dengan mudah dan tidak semua bisa dikatakan dengan benar. Aku hanya bisa menceritakan lewat sini dan aku merekamnya dengan ini. Kalian (Pembaca) insyaallah akan mengerti tanpa perlu mengalami, dan maaf juga buku ini tidak dijual dimanapun karena aku tak punya biaya untuk mencetak dan menitipkannya ditoko-toko buku terdekat. Aku memasukkannya di online shop www.nulisbuku.com, disana aku menitipkannya. Laku tidak laku bukan hal yang penting lagi, bisa berwujud buku aja alhamdulillah banget.

Dia adalah alasan buku ini ada, aku memang mendedikasikan untuk dia. Dia yang pernah ada sekaligus tak pernah bisa ada dulu. Pikiran perlu disiapkan karena tidak semua alasan akan bisa dinalar dan diterima otak dengan baik. Mental juga perlu ditata karena kamu harus siap menerima bahwa kabar itu benar adanya. Tak banyak yang bisa ku kupas dari buku ini karena alur ceritanya maju mundur, sehingga  akan sangat panjang jika harus diceritakan detailnya. Intinya hanyalah dia melakukan apa yang hatinya katakan tak peduli teman-temannya, sahabatnya bahkan dunia menentangnya. Dia tetap akan melakukan apa yang diyakininya meski dia akan tersingkir dan terlupakan. Sedikit perjalanan menemukan jawaban, efek falling in love darinya yang membuat cerita ini hidup dan bersanding dengan kenyataan pada umumnya.

Kita yang menentukan hidup akan menjadi seperti apa dan akan kearah mana. Tuhan memberikan kita pilihan dan tidak akan merubah keadaan suatu kaum jika kaum itu tidak merubahnya. Jangan pernah takut atas apa yang telah dipilih, tidak ada pilihan yang salah, semua benar jika kita berani menghadapinya. Dan akan menjadi salah jika kita menyalahkan keadaan dan mengabaikan resiko dan tidak menghadapinya. Membuat semua menjadi tidak jelas dan tidak tau nasib pilihan yang ditentukan, lari dari masalah bukan sebuah solusi. Kami hanya memberikan solusi yang terbaik menurut kami dan dirimulah yang menentukan yang paling tepat diantara yang terbaik untuk menjadikannya yang terbaik.
 
Seorang teman ndak perlu banyak karena kita tidak butuh untuk tawuran atau menghancurkan berhala, sedikit asal memang bisa diandalkan saat kita kesusahan. Dia yang bisa ada dan bisa tidak saat kita susah tapi ada saat kita susah. Itulah yang perlu kita pertahankan. Bukan mereka yang hanya ada saat kita senang dan menghilang saat kita susah (efek jalan-jalan men).

*mungkin itu yang bisa kuceritakan sedikit tentang buku ini. Sisanya bisa dibeli untuk mengetahui kisahnya dan kemungkinan lanjutannya akan menyusul.

Jumat, 05 Juli 2013

Kamu itu

Aku terbiasa menunjuk orang lain
Aku selalu menuding orang lain
Aku tak pernah ingin kalah
Aku tak pernah rela disalahkan

Aku melihat dari sisi yang benar
Dan aku punya argumen yang kuat
Alasan dan pikiran yang logis
Ibarat sebuah batu yang tegak disana

Aku tidak bisa melihat dari belakang
Karena mataku menatap ke depan
Melihat sekitar yang terlihat
Menangkap yang tidak terlihat

Kalianlah yang melihatku
Kalianlah yang menilaiku
Kalian juga yang mengamati
Apa yang tidak bisa aku lihat

Tidak memperhatikan dengan seksama
Bukan berarti tidak mendengarkan
Tidak melihat secara langsung
Bukan berarti tidak tau

Kita bukan lagi anak dibawah umur
Kita berhak berpendapat dengan bebas
Tanpa takut di pelototin orang dewasa
Tanpa takut suara kita tidak didengar

Tidak akan pernah ada yang tau
Jika tidak ada yang keluar dari bibir itu

Senin, 01 Juli 2013

Hujan itu......

Suara khas yang merdu terdengar
Hawa yang identik dengan dirinya
Tak perlu lama untuk mengingatnya
Seolah harpa akan bergetar sendiri

Hujan memanipulasi keadaan
Hujan menghalangi keinginan
Hujan menunda harapan
Hujan merubah ekspresi

Hujan memang terbaik untuk urusan ini
Dia ahlinya untuk cara ini
Dia pendengar yang baik
Dia juga penari yang handal

Banyak orang yang bahagia
Bisa menari bersamanya
Banyak orang yang lega
Saat bercerita dengannya

Hujan tak memberikan solusi
Tapi dia mendengar hingga akhir
Hujan tak memberikan bahagia
Tapi dia mengajak kita merasa bahagia

Dia datang dengan banyak cara
Dia datang dengan berjuta rasa
Tapi dia tak selamanya ada
Tak juga selamanya pergi

Apa kita menyalahkan hujan
Saat matahari menyinari dunia
Apa kita menyalahkan bulan
Saat hujan tak datang saat ada bulan

Bukan yang terbaik yang dia berikan
Tapi yang tepat dikala itu
Kita yang membuatnya terbaik
Disaat dan keadaan yang tepat