Hari itu hari minggu, hari dimana giliran diriku dan saudara-saudaraku diijinkan mesuk kedunia ini. Aku adalah gadis yang Engkau berikan kehidupan dan waktu untuk bisa merasakan apa yang disebut Dunia. Aku dilahirkan dalam keluarga yang sangat menarik dimana ibuku adalah anak tunggal, begitu juga dengan nenek dan buyutku yang lainnya. Usiaku kini mencapai 22 tahun andai aku masih hidup dan aku kembali lebih awal 5 tahun yang lalu tepatnya tahun 2009.
Terlahir sendiri memang sebuah takdir
Namun tumbuh dan berjalan sendiri itu adalah sebuah pilihan
Aku tak mengenal siapapun
Aku tak tahu apapun sebelumnya
Apakah ini yang dinamankan keberuntungan
Hingga semua orang menginginkan apa yang diberikan padaku
Apakah ini yang disebut kebahagiaan
Hingga semua orang ingin merebutnya dariku
Ambillah jika kalian menginginkannya
Itu hanyalah sampah yang terbuat dari emas
Memang indah, berkilau dan mahal
Namun disitulah kegunaannya sebagai sampah
Sejak aku membuka mata untuk pertama kali, sejauh mata memandang hanya ada harta, kekayaan dan barang mewah. Tapi aku tak mengenal apa yang orang lain sebut cinta, kasih sayang, bahagia dan kusadari bahwa hal itu tak bisa kubeli dan kutukar dengan apa yang orang tuaku miliki serta apa yang Tuhan berikan padaku. Saat itu aku merasa Tuhan Maha Adil itu nggak benar hingga saat ini baru kusadari setelah kulihat sendiri dengan mata ini dan dari atas sini. Apa yang tuhan berikan padaku saat itu tidak akan kudapat meski aku bekerja selama 100 tahun kelak, namun pemberian itu memang diberikan diawal agar aku bisa merasakannya tanpa perlu bekerja keras selama itu. Tuhan memang tak mengijinkanku terlalu lama karena banyak orang jahat yang tak menginginkan keberadaanku.
Apa yang kulakukan hingga mereka membenci kehadiranku
Aku tak mengenal mereka semua
Aku hanya ingin merasakan bahagia, dicintai dan mencintai layaknya orang normal
Apa permintaan ku terlalu berlebihan dibandingkan harta yang Engkau berikan
Tuhan Maha Adil dan kini aku percaya
Rencanaya jauh lebih indah dari yang kubayangkan
Apa yang ditunjukkan hanyalah sebagian kecil dari endingnya
Yang buruk bukan berarti tidak baik
Yang kusesali adalah aku terlambat menemukan bahagia lebih cepat
Mendekati akhir waktu baru kutemukan sebuah arti bahagia dari dia
Dia yang tak pernah kutemui, tak pernah kudengar suaranya
Dia yang memberiku cinta, kasih sayang dan bahagia yang orang lain sebut-sebut
Terima Kasih Tuhan atas kesempatan darimu untuk sejenak merasakannya
