Minggu, 04 Mei 2014

Untuk Ayah

"Sabar adalah hal terbaik yang bisa dilakukan saat tak bisa melakukan apapun"

Ayah...
Mengapa pensil ini sulit menggambarkan wajah tampanmu diatas kanvas
Mengapa untuk menulis tentangmu pun, tanganku kian kaku
Padahal semua telah kau berikan untuk anakmu ini

Aku tahu engkau pemalu...
Engkau malu mengatakan aku lelah saat kami menyambutmu didepan pintu.
Engkau malu mengatakan tidak ada saat kami diam-diam iri pada anak tetangga
Engkau malu mengatakan lapar saat kami masih ingin menambah lauknya

Tapi umur tidak bisa berdusta ayah
Sekuat apaun pengabdianmu terhadap keluargamu
Umur tetap akan mbuatmu tersungkur...
Tapi mengapa kau tak pernah mau untuk jujur..
 
Sementara dari bahasa tubuhmu saja, dia lelah dengan perjuanganmu..
Saya tahu itu sakit ayah..
Saya pun kian malu dalam wujudku
Saya...saya...ingin memnjadi dirimu ayah...
‪#‎Tercipta‬ setelah kudengar suaranya mlalui telfon... (by Taufiq Ahmad)

Bertatap muka denganmu tak lagi mudah
Bercanda denganmu tak lagi lama
Bahkan nyaris ku lupakan bahwa engkau yang menghidupiku selama ini
Sibuk menghabiskan kesenangan ditempat ini

Maafkan aku ayah
Maaf... Maaf.. dan Maaf
Aku tak kunjung selesai disini bukan berarti aku betah disini.
Aku hanya tak ingin engkau akan lebih terbebani kelak saat usiaku tak lagi bisa dihitung dengan jari
Kerinduanmu yang begitu dalam pada putramu
Akan jauh lebih dalam jika aku adalah putri bagimu
Engkau takut menggangguku hingga menunggu aku menghubungimu lebih dahulu
Menatap telepon dengan penuh harap berharap akan ada kabar dari kami putra putrimu

Engkau bangun sebelum kami bangun
Mempersiapkan kebutuhan kami tiap hari
Engkau tidur setelah kami terlelap
Berharap kami mendapatkan semua hari ini

Engkau berangkat sebelum kami sempai melihat wajahmu
Dan engkau terkadang pulang setelah kami tertidur hingga kami tak sempat melihat wajah lelahmu
Engkau tak ingin kami melihatnya
Taku kami khawatir akan keadaanmu

Terakhir aku mencium tanganmu
Kulitmu tak lagi mulus seperti dahulu
Terakhir kupeluk tubuhmu
Tak kurasa kekarnya badanmu yang dulu

Ayah adalah orang yang kuinginkan bangga dengan apa yang kujalani
Ayah tak akan meminta namun kitalah yang harus mengerti
Seberapa kita menanyakan kesehatannya dibandingkan dia menanyakan kesehatan kita?
Seberapa sering dia berdoa untuk kita dibandingkan dengan kita mendoakannya?

Kita hanya bisa berlisan untuk membahagiakan orang tua
Belum ada hal konkret yang bisa membenarkan hal itu
Kita ingin meringankannya tapi kita masih boros dengan keuangan
Kita ingin membahagiakannya tapi waktu kita hanya beberapa menit  untuknya

Waktu yang termakan usia
Atau usia yang termakan waktu
Adalah dua hal yang tak mungkin bisa dikembalikan
Penyesalan tak akan membuat semua lebih baik

Jika tak ingin ada penyesalan, jangan ada hal sia-sia yang diprioritaskan
Uang yang tak digunakan masih bisa kita simpan
Apa waktu yang tak digunakan akan bisa kita simpan layaknya uang?
Aku tak bisa menjamin hal seperti itu

Ijinkan aku membahagiakan mu Ayah sebagai wujud aku adalah putramu, dan aku ingin ibu tersenyum bahagia melihatku mampu melakukan baktiku padamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar