Selasa, 29 Januari 2013

PATRICIA XI

Lari dari kehidupan nyata
Pergi dari kenyataan
Ntah apa yang dia cari
Ntah apa yang dia mau

#malam ini berasa gerah banget, ntah rambutku yang mulai penjang dan tak terawat sehingga menimbulkan suasanan tidaknyaman. Atau memang karena langit yang lagi menggerung hingga malam pun masih berasa suasana lambayung senjanya meski samar-samar transparan dilatar langit. Masih berharap dengan sebuah keajaiban seperti dalam negri dongeng, apa memang keajaiban itu adanya di cerita khayalan manusia??? Tapi masih saja dia berharap dengan sesuatu yang sama, dan mungkin dialah yang paling jenuh daripada kita yang sekedar mengingatkan karena kita tidak menopang bebannya. Kita hanya menguranginya meski itu g membantu banyak bahkan percuma sepertinya.

Dia selalu merasa harus memberikan pertolongan
kepada orang2 seperti mereka, selalu merasa kasian
tapi dia lupa dialah yg terlihat normal dan tidak kurang satupun
yang sebenarnya lebih membutuhkan pertolongan didunia ini
Dia yang lebih patut dikasiani

#terlihat jelas sosok gadis belia yang sendirian disana, pindah dari satu tempat ke tempat lain. PIndah dari satu waktu ke waktu lain seolah ada yang dicarinya ntah itu apa, cuma dia yang tau saat itu. "aku ingin melihatmu pergi" itu yang diujarnya pada langit sore kala itu. Saat dia sendiri, ingin rasa ada disampingnya, mendengar ungkapan kalbunya, mengetes seberapa keras egonya. Mungkin dikala itu memang sendiri itu pilihannya, terlihat jelas jjiwa kekanak-kanakannya bangun lagi setelah sekian lama dibius dalam egonya. Berharap hujan turun dikala langit sedang tersenyum, darimananya hujan bisa turun tuh??

Dia tetaplah sebuah tembok
Bukan karang yang hidup dilautan
Dan sebuah tembok
G akan bisa hidup dilautan 

Pasir sekalipun g akan bisa
Menutup semua lautan
Hanya sebagian kecil
Dan itu bukan prioritas

#Dia masih tetap gadis ajaib, sementara itulah yang dia lakukan dengan berjuta cara untuk mengatasinya sendiri. Ingat dengan tokoh "DORAEMON"?? yang punya beribu alat untuk mengakali problematika kehidupan NOBITA. Doraemon menggunakan alatnya untuk membantu nobita dan jarang kita tahu dia menggunakan untuk dirinya sendiri. Mungkin karena kemiripan bentuk kali yah yang sam sama bulat mukanya huahahahahahhahaha (*ngebayangin aja yah).

Semoga cinta nya
Tidak seperti nobita yang mudah menangis
Tidak seperti giant yang sering egois
Tapi seperti doraemon yang penuh dengan keajaiban

Sabtu, 26 Januari 2013

"Semua urusan ini sedikitpun belum terlihat ujung terangnya'

#Aku rasa kalimat ini sesuai untuk diangkat jadi tema tulisan ini. Sambil nunggu sepatu yang dijemur kering, karena kalo ditinggal tidur bahaya jika hujan turun bisa ndak bakal kering lagi deh.

Jika ingin merasa bebas, keluarlah sekalian
Sakit memang, tapi cepat atau lambat
Bebas akan membuatnya keluar
Atau keluar yang membuat bebas?

Banyak orang takut melakukannya
Berpikir terlalu panjang
Berhitung terlalu rumit
Padahal setelah bebas,malah berseru lega

#Benar benar omong kosong menyedihkan manusia yang setiap hari justru sombong atas kehebatan dalam otaknya. Gimana tidak dengan bangganya mempersulit yang simple, apa namany kalo bukan kurang kerjaan?? Hari ini ada banyak hal yang dipikirkannya. Hujan juga tak kunjung datang karena memang dengan hujan dia bercerita sambil menari-nari (mode INDIA mas mbak bro). Seperti hari-hari sebelum-sebelumnya dan masih akan tetap sama dijalurnya sehingga g akan ada yang berubah.

Pilihan ada tiap langkah kaki yang bersangkutan
Saat ragu mulai datang dan ujung tidak terlihat
Disitulah keyakinanmu akan pilihan diuji
Melanjtukan yang tak pasti dengan penat sudah melanda
Atau berpaling dan kembali tapi terlalu jauh tuk diraih

Andai semua orang tau makna kesendirian baginya
Merasakan apa yang ada dikepalanya
Hanya bisa mendengar kosong
Dan cuma hatinya yang diyakini

Rabu, 23 Januari 2013

- Sepenggal kisah untukmu disana -

Janganlah bersedih karena kau mati muda
Kamilah yang kurang beruntung
Kami kehilangamu disaat kami belum rela melepasmu
Kebahagiaan itu terlalu singkat untuk kami

#Masih teringat jelas dalam memory, bukan maksud untuk melepaskan dan melupakan karena memang bukan hal yang mudah saat itu. Senyum yang singkat itu membekas dihati, meski hari yang berat terus kamu lalui sepanjang usiamu. Perkenalan kita bukan di lingkungan yang baik, kebersamaan kita tuk keluar dari lingkungan itu
"kamu dimana e?? mending kamu pulang!" rasa khawatir kala itu
"g mau, biarin aku mati, g ada yg sayang ma aku. Ortuku aja g peduli knp km peduli??" jawabnya ketus
"tanpa km sadari banyak org yang sayang ma kamu, kamu terlalu fokus dengan rasa sakitmu hingga lupa dengan kebahagiaan disekitarmu" mencoba menenangkan
Malam itu akhirnya dia mau pulang dan kekhawatiran sejenak berakhir

Kami peduli meski kami tak dianggap
Kami datang meski tak diharap
Ibarat kertas kanvas dengan noda di tengah
Terfokus dengan noda dan lupa dengan bagian bersihnya

#Beberapa hari g ada suara hingga berfikir semua baik-baik saja. Diam itu "EMAS" katanya hingga g ingin merepotkan orang disekitar dan bisa melakukan semua sendiri. Kadang POLOS dengan BODOH tuh beda tipis dan banyak, Segala yang tersembunyi pasti akan ketahuan juga ntah bau atau bentuknya, Kabar tak sedap menghantam kuping kami. Dia masuk RS karena insiden tempo hari dan hampir merenggut nyawanya tuk kesekian kali rupanya. Ntah berapa banyak nyawa yang ia punya hingga berulang kali menyakiti diri hanya tuk mengalahkan rasa sakit dari luar.
"Mau sampe kapan km kayak gini?" tanya ku
g ada suara keluar dari bibirnya
"Inikah yang kamu mau?? berakhir dalam kesendirian?? terlahir sendiri itu takdir tp mati dalam kesendirian itu pilihan!" mulai berceramah lagi. Ntah sejak kapan saya menjadi penceramah ulung (katanya), kalo prilaku mungkin belum baik karena didikan liar dan hidup dijalan tapi apa yang kudapat dan baik itulah yang kubagi bukan yang g enaknya
"Mungkin kami memang g berharga karna kasta kita berbeda, dan kamu tau kemana harus mencari. Tangan kami g akan pernah tertutup untukmu" kalimat terakhir dan pergi menjauh
"Kalian g tau seberapa kalian berharga lebih dari sebuah keluarga untukkku saat ini, tapi maaf g ingin kalian sakit karena keluarga ku" ungkapan hatinya yang kita terima melalui sebuah pesan sms

Saat bibir tak sanggup berucap
Bukan alasan tidak menyampaikan maksud
Zaman telah berubah,
Bicara g akan membuatmu di tembak mati

#mungkin buat apa bilang semua itu secara jelas kepadaku atau kami semua. Karena belum tentu kami mengerti apa yang dirasakannya. Mungkin itu yang ia pikirkan, kami hanya bisa menerka dan mengira-ngira. Masih teringat jelas kata-kata terakhirmu, senyum, pesan, kelakuan terakhirmu
"Maaf yah jika selama ini hanya menyusahkan kalian semua. Aku akan hidup dihati kalian, kelak kita akan bertemu lagi. Dengan kondisi yang berbeda" seolah waktu berhenti dan bendungan retak hingga air mata menetes mendengar kalimat itu terucap darinya. Sebuah pertanda dan perasaan yang g enak merubah suasan disana, Kami g ingin hal itu terjadi, kami g ingin kejujuran itu menjadi penutup cerita kita, tangan lemahnya menyapu air yang menetes dan dengan senyum dia berkata "aku sayang kalian semua"

Kita g pernah tau kapan bahagia ini berakhir
Kita g pernah tau kapan perpisahan datang
Kita g pernah menduga apa yang akan terjadi
Kita g pernah menduga apa ending kisah kita

Kunci bahagia adalah menikmati kebahagiaan yang ada disekitar tanpa melupakan rasa sakit yang dialami
- Sepenggal kisah untukmu disana -

Selasa, 22 Januari 2013

Gn. Andong (1743 mdpl)

Belum bisa dipercaya Kebesaran Tuhan di wujidkan dalam puncak Tapal Kuda (Gn Andong), dengan 4 puncak terangkai bentuk "U" yang terpisah jalan setapak < 1 m besarnya dan kanan kiri jurang yang jika kurang beruntung juga kehembus angin dan BAM, jatuhlah kebawah ituh orang.

# Sore itu hujan mulai berjatuhan dengan hembusan angin yang kencang diketinggian 1500 mdpl. Kami yang cuma bertiga masuk kedalam rumah baru dengan 500 orang penghuni baru juga tapi kamilah kaum minoritas. Bukan karena apa tapi yang 2 bukan orang jawa jadi g ngerti penghuni lain ngomong apa.
"mas, teman saya yang 2 dari luar jawa jadi g ngerti bahasa jawa" kata ku pada salah satu tuan rumah
dengan sedikit kaget langsung dia meminta perhatian semua penghuni yang sekitar 100 orang sore itu
"Minta perhatian bentra, ini kita kedatangan keluarga baru" ungkapnya kepotong
"asalnya dari mana mas?" tanya nya sejenak
"yang satu dari bengkulu, satunya kalbar, saya jatim" jawabku singkat
"Ya, saudara kita jauh jauh datang tuk bergabung dengan kita semu" lanjutin jelasnya

Saudara adalah saat dimana kita g perlu kenalan
Saat dimana kita dirangkul tanpa meminta
Saat dimana kita datang karena peduli
Suatu panggilan hati tanpa ada alasan

Menyalahkan keadaan karena kita dirugikan
Menyalahkan benda mati atas kesakitan
Kenapa bukan menyalahkan diri kita
Karena kita bumi ini terluka

#Jiwaku terpanggil karena nya, saya bukan pecinta alam karena masih membantu dalam perusakan alam melalui pembuangan sampah di alam. Menyalahkan mereka tapi kita pun berlaku sama?? Kita lebih kejam dari mereka artinya, meski g akan pernah kita akui hal itu. Mencoba bertahan tapi tak mampu, kumantabkan langkah tuk berangkat hari itu meski menjadi kaum minoritas

Bagaimana bisa kamu bertahan dalam kepalsuan itu
Topeng megah itu kah yang membuatmu bertahan
Atau alibi yang tidak sengaja
Menjadikan palsu menjadi biasa

Ibarat sebuah noda dalam kanvas
G bisa dihapus tanpa meninggalkan bekas
Minimal g akan ada noda kedua
Meski bekas pertama g akan hilang total

#Hujan turun malam itu membuat suasana makin merapat. Ada yang langsung berangkat hingga kloter ke 5 atau 6 aku lupa. Tiap koter ada 20 atau lebih orang berangkat ke atas meski dalam kondisi hujan saat itu dan kami memilih bertahan diruangan karena memang g bawa tenda jadi berangkatnya dipaskan sunrise saja biar pas momentumnya.
"ayo gi berangkat aja, wong cuma 2 jam berarti g tinggi ini" kata temanku
"jangan bicara ketinggian disini karena memang ketinggian hanyalah sebuah tanda dan g akan lebih tinggi dari mata kaki kalian nanti jika sudah diatas" jawabku
Kami enggan berangkat karena memang hujan jadi yah dipending dulu sampai g hujan lagi. Berjalan dimalam hari dengan kondisi hujan yang basah, licin, lembab dan berkabut sangatlah berbahaya karena sebelumnya ada insiden di klotre sebelumnya yang berangkat. Ada cewek yang ntah halusinasi sampe g bisa ngontrol kesadarannya, mirip orang kesurupan lah. Makanya kita pending sampe jam 3 pagi.

# Mentari baru muncul sekitar jam setengah 5 pagi. Muncul malu-malu dibalik gunung merbabu dan merapi disi selatannya. Dispot terbaik di tangah hutan pinus sebelum puncak kami habiskan waktu tuk menantinya keluar dari peraduannya. Meski kabut gunung dengan setia nungguin kami menghabiskan moment ini

Kabut datang dan pergi
Silih berganti seiring angin yang berhembus
Begitu juga dengan masalah
Silih berganti selama nafas ini masih ada

Jangan menyalahkan keadaan karena kita yang menentukan.
Jangan berharap ada yang berubah jika tetap diam dan menunggu

- Jaga senyum itu agar tetap ada -

Jumat, 18 Januari 2013

Keras kan suara mu

Dan "LUKA" ini menunjukan bahwa kau masih bersamaku

#Cuaca makin hari makin g jelas, ntah galau apa memang murka terhadap kita semua. Manusia selalu menyalahkan alam tanpa berfikir siapa yang hanya bisa membuat sampah dan tanpa bisa menguranginya. Kita berasa aman, nyaman, punya segalanya saat berada didalam rumah tapi saat rumah itu g ada apakah bisa kita bertahan??? Kusangsikan itu kawan.

#Cuaca mulai enggan bersahabat, cuaca sulit diprediksi kapan ia menurunkan hujan. Hingga baju harus sedia dua untuk ganti dijalan. hujan bisa turun kapan pun dia mau, begitupun pelangi yang bisa muncul tanpa pemberitahuan lewat hujan. Terlintas sosok yang dikenal diantara orang-orang neduh dipinggir jalan dikala hujan saat itu
"kamu kenapa e disini sendirian macam orang ilang??" tanya ku
"gpp" jawabnya gitu aja cb
"habis pergi ma dia kah?? trs kmn makhluknya??" tanya ku kedua kali
"pergi ma yg lain" jawabnya sayu
"ntah mata aku yg hebat apa memang matamu yg lagi bocor sampe airnya netes tuh?" mcoba mengalihkan
"gpp kok, cuma tadi kehujanan aja bekasnya!" ngelesnya lagi

Berhentilah terisak
Seka dia yang menetes
Sangat disayangkan dia keluar
Untuk hal yang tidak berguna

Dia g pernah bisa tegas terhadapmu
Bukan karena dia tak berprinsip
Tapi karena ia takut kehilanganmu
Karena dia tau kemampuanmu

Seberapa keras usahamu
Seberapa besar rasamu
Lantanglah bicara padanya
Meski percuma adalah jawabannya

#Bukan hal yang mudah tuk mengubah haluan sebuah kapal disaat badai itu datang. G akan bisa merubah batu menjadi patung dengan artistik tinggi jika batunya enggan dijamah. Untung aja suara hati g akan bisa di loudspeker kan yah, jadi g bakal tau dirinya kalau apa yang tertusuk padanya berdarah padaku (bahasa filsafahnya).
"Kamu nungguin dia, dan dia menuju yang lain, hmmm" ledek ku
"Y mau gmn lagi" jawabnya enteng gt
"Kau sendirian disini, dingin, nah dia?" kok agak marah yah aku yh
"ndak tau, biarlah dia tetap dijalannya" jawabnya mulai keras
"okelah kanjeng gusti, mending kita balik daripada disini sampe subuh" ajak ku pergi karena memang mentari udah pamit mau balik ke peraduannya dan rasa dingin mulai menjelma dalam tusuk-tusuk angin yang lewat. Mau ndak mau harus balik sih sebenarnya, karena memang g akan ada yang datang menemuinya saat itu.

Terkadang kita bisa hidup
Tanpa harus disisinya
Tanpa harus bersamanya
Cukup dengan melihat punggungnya

Banyak orang menyangsikan dan meragukan apa yang dilakukannya. Karena keterbatasan hanyalah sebuah batas yang dibuat sendiri oleh logika, dan itu g berlaku jika kita bicara hati dan perasaan. Lampauilah batasan itu hingga kau tau dimana akan berhenti tuk menjalani hidup selayaknya manusia normal.

Selasa, 15 Januari 2013

Triangle Spot

Saat kau hilang
Hati ku merasa kehilangan
Se-kumel apapun kau
Dirimu tetap indah dimata ku

Kau lah teman dekat ku
Teman yang selalu menemaniku
Pernahkah kau menangis??
Pernahkah kau berontak??

Aku kasian padamu
Terpuruk dan terkucilkan
Rasa gerah menemaniku
Saat kau tak bersamaku

Jeritan tawamu tak ku dengar lagi
Tak pernah ku bayangkan
Tak pernah ku mimpikan
Kesunyian hidup tanpamu

Kaulah pemimpin diantara pemimpin
Karena tanggung jawabmu
Begitu besar menjaga
Beban yang ku punya

- Hary 'Pacur -

PATRICIA X

Tak ada sekarang
Tak ada kemudian
Tak ada hari esok.
Yang ada hanyalah kisah tanpa akhir


# Akhir-akhir ini aku kehilangan sosoknya, ntah dia yang ngehindar atau memang aku yang kehabisan huruf untuk menceritakannya. Suara cethar membahana yang dulu ada kini kian meredup seolah lampu petromak yang kehabisan bahan bakar. Mencari jawaban atas apa yang tidak diketahui meski bisa dipikirkan sendiri, tapi tidaklah puas jika hanya berprasangka. Kita bisa memperkirakan semua jawaban yang logis tapi tidak pada realita dan fakta.

"dalam laut dapat diukur, dalam hati siapa yang tau"

Saat dimana manusia tidak dapat memberikan kepuasan atas jawabannya, kemana harus bertanya kalau bukan pada Sang Pencipta!! Dia yang menciptakan skenario dan alur beserta benang merah dari tiap tragedi ini. Hanya ada 3 hal yang kupercaya didunia ini, Tuhan, gunung dan key-board. G mungkin pergi ke gunung disaat tanggungan orang tua masih di pundak, dan cuaca lagi g bersahabat. Hanya akan mengantar nyawa dan meninggalkan banyak kesalahan karena belum bisa berbuat baik kepada siapapun termasuk yang terdekat.

#
Kini ku tau kenapa ia menghilang
Kini ku tau kenapa ia menghindar
Percaya dengan apa yang dipikirankan
Sadar dengan apa yang dilakukan

Saat dimana sendiri itu damai
Saat dimana lari itu solusi
Meninggalkan apa yang telah dibina
Melepaskan apa yang telah ditangan

Takut menyakiti jika berkata
Takut dihadang jika bicara
Takut merusak jika bertingkah
Itulah yang ada dipikirannya

"Yakinlah bahwa semua yang nyata berawal dari mimpi
Dan jangan lupakan terkadang kenyataan tak seindah mimpi" (Ibu Negara)

# Beranjak pergi mencari tempat dimana semua dapat mengalir, kita alirkan saja semua hingga kita temukan dia saat waktunya tiba. Saat dimana kita benar-benar siap tuk menggenggamnya secara utuhh, tanpa secuil pun potongan yang kurang dan hilang. Itulah yang ada dipikiranku saat itu (mencoba positive thinking). Berawal dari tiada, Menjadi ada karena ketiadaan, Berakhir pula dengan ketiadaan. Jalan yang dipilihnya memang berat, begitu banyak yang dipertimbangkan hingga sulit tuk dijelaskan alur dan kronologisnya.

Pergi bukan untuk lari
Pergi bukan untuk menghindar
Tapi pergi untuk menjaga
Rasa sakit yang akan terjadi 

Alasan klasik dan belum logis disaat itu, berasa jadi cenayang (paranormal di korea) dia ternyata. Ntah bagaimana ilmu itu dia dapatkan hingga berani berstatement seperti itu yang menurutku mendahului kehendak-NYA. Siang itu cuaca g cerah, mendung dan berkabung cocok dengan suasana hati kami saat itu (ciiiiiiiiiiiiiiieeeeeeeeeeeee kami, uhuk uhuk). Suara petir pun bergetar hingga berasa ketulang, maklum atritis jadi ikutan berasa nyerinya. Berharap hujan segera turun menyapu kegelisahan dan menahan ku sejenak ditempat dimana ku dapat berdiri dan merenung untuk suatu alasan. "Salah satu saat dimana doa lekas dikabulkan adalah saat hujan turun", momen itulah yang kutunggu agar doaku lekas terjamah dan jawaban itu lekas ku dapat.

#
Jika yang dia lakukan salah
Biarlah tetap dalam keadaan salah
Karena dia g bisa memberi contoh yang benar
Kita lah yang menunjukan hal yang benar

Hanya cerita yang di bawanya
Hanya kisah yang di ujarnya
Hanya jejak yang di tinggalnya
Hanya kenangan yang di titipnya

Tetaplah berjalan dijalur yang kamu yakini
Meski semua orang menjauhi
Atau kamu menjauhi semua orang
Aku tetap akan menjadi orang pertama yang ada disisimu ( PATRICIA I )

Minggu, 13 Januari 2013

Opsi

Waktu itu seperti aliran sungai.
Kita tidak bisa menyentuh air yang sama untuk kedua kalinya.
Karena air yang terus mengalir,
Akan terus berlalu dan tidak akan pernah KEMBALI

#Masih teringat insiden-insiden dimasa lalu, baik yang indah (macam ada aja). dan sisanya yang masih berasa dipikiran. Sepeti anak kecil yang menonton filmnya sendiri, ngakak guling-guling, senyum-senyum g jelas, dan just say "kok bisa aku dulu gitu yah ?" Suatu kejadian yang agak sedikit riskan sebenarnya karena memang sedikit problematika
"saya cuma bisa ngasih dua opsi" ujarku dengan sedikit berat
"apa saja opsinya?" tanyanya lemas
"Yang pertama itu bertempur didalamnya, yang mana kamu yang harus berjuang sendirian disana. Dan jika kamu g berani maka semua akan menjadi sulit. Kita hanya bisa ngasih support" jelasku dengan lancar
" hmmm, agak sulit, coba yang kedua opsinya gimana coba??" tanyanya lebih antusias
"klo yang kedua tuh, kita memutuskan hubungan sebelum semuanya berkembang terlalu jauh" ujarku
Ia terlihat ragu-ragu dalam mencari jawaban/alasan, ia mencoba memberikan opsi tambhan di opsi yang kedua agar kami menjadi SAHABAT (katanya). Dan terkadang ia sendiri yang tak ingin memikirkan soal itu

#Dia berada dalam pilihan yang harus mulai pake korban, dirinya atau dianya yang harus jadi tumbal keadaan. Pasti sakit dan tinggal menunggu kapan waktunya seperti bomj waktu yang pasti akan meledak kalo belum kadaluarsa.
"Saya hanya tidak mau menyakiti anda dari sudut manapun!" ujarnya agak terbata-bata
Kata anda dan saya yang terucap darinya seolah bersifat sangat formal, bukanlah sebuah percakapan seorang yang pernah menjadi atau akan menjadi SAHABAT (katanya). Sangat diragukan jika dia lulus UAN dengan nilai Bahasa Indonesia lebih dari standar kelulusan (just kidding), mungkin agar terlihat serius bukan ciyuuus.
"Jika kau disana, saya takkan kesana. Kalau saya disana dan kau datang, saya lah yang pergi" jawabku. Saya merasa jika tetap menjadi teman sepertinya sudah terlambat. Karena memerlukan proses waktu dan satu-satunya cara adalah agar kita saling mnejauh. Dia nampak galau (bahasa anak jaman sekarang yang sampe sekarnag aku pun g ngerti artinya) hingga percakapan nih sudah menyita waktu makan pagi siang dan nyemil sore. Sangat sulit menebak apa yang dirasakannya karena dia selalu tersenyum, tapi sorot matanya berbicara sendiri hingga kupingku g bisa mendengarnya dengan jelas.

#Percakapan diakhiri dengan istigfar yang banyak dan rasa soft dari  ice cream disaat itu pengganti sarapan, makan siang, makan sore. Terkadang aku berfikir kenapa aku harus jadi orang baik???. G ada alasan yang jelas dan dasar yang logis, terkadang aku cuma ingin jadi diri aku sendiri. Aku g perduli dengan basa-basi, celotehan orang (makhluk yang g tau dunia tp berteriak2 tentang dunia )g penting. Saya pikir sekali-kali orang juga harus mengerti perasaan dia, Mengapa harus selalu DIA yang mengrti perasaan orang lain?
" kamu hebat untuk ukuran mu!" kalimat pembuka sambil makan ice cream
"Biarin sudah!!, semua akan indah pada waktunya" alibi klasiknya keluar
Sebenarnya kami pun mikir keras, orang-orang senang padanya karena jujur, baik, unik dan "never say NO". Sudah lama kami memperkirakannya, namun saat kejadian ini datang semua berasa sakit. Tapi g terjadi suatu anarkisme meski emosional sebgai makhluk ciptaan tuhan ada. Saya berfikir kita lebih tenang dan dewasa dalam menghadapinya.

# Mudah-mudahan suatu hari nanti
   Dia akan tumbuh dan menjadi Wanita dewasa
   Yang berani menghadapi semua tantangan
   Dan menikmati hidup indah

Saya tidak menganjurkan mu keluar dari lingkungan ini karena hidupmu sudah jelas. Dalam lingkungan ini kau akan hidup dalam dunia sempit, berputar dalam siklus yang jelas dalam kepalsuan dunia. Tapi saya akan mendukungmu disini atau disana, dimanapun kau akan berada

- inspirated by Opsi -

Sabtu, 12 Januari 2013

SAHABAT (katanya)

Ia selalu melihat dunia ini hitam dan putih
Pada saat yang putih mnejadi kelabu
Ia menjadi amat kecewa
Seharusnya ia melihat isi dunia kelabu selalu

#Beberapa hari ini hujan turun g tentu, sebatas lewat namun cukup mebuat basah jalan raya. Angin berhembus keutara membawa banyak dari samudra hindia (pelajaran geografi klo g salah).
" Apa yang kau rasa hari ini?" tanyaku
" hahahhaha, tenang masih aman kok" jawabnya dengan unik
Semua orang pun tau bahwa itu bukan lah jawabannya, jawaban menghibur diri. Ntah apa yang mengganjal dipikirannya, jangan kan kita, dia sendiri aja belum tentu tau apa yang jadi pikirannya dia.
"Tuh anak kenapa? lagi kumat??" tanya ku pada salah satu orang lain di sekiitar kami
"Nggak kok, kayaknya. Tp g tau juga deng!" jawabnya meragukan
Bahkan seorang SAHABAT (katanya) yang hafal betul tingkah lakunya juga tidak menjamin bahwa dia juga tau apa yang difikirkan dan dirasakan sahabat (katanya) nya.

#Ntah kenapa akhir-akhir ini aku menjadi makhluk melankolis. Aku merasa settingan alam pun sama seolah mendukung hal itu terjadi. Terkadang alam pun mengerti gitu apa yang ku rasakan saat itu.

Bagai letusan merapi
Bnagun kan ku dari mimpi
Sudah waktunya berdiri
Mencari jawaban KEGELISAHAN HATI (Ost. Gie)

Lirik lagu cahaya bulan mengiringi kondisi itu disaat hujan turun (melow banget gue yah). Tak ape lah dalam kondisi hujan lagu yang didenger yang kurang rock dikit. Semua kembali berputar dalam porosnya begitupun otakku yang mencoba menelaah dengan cermat kelakuannya saat itu. Dan forum ritual pun kembali dibuka secara paksa
"itu makhluk kenapa e? masih dengan masalah kemarin po??" tanya ku memulai porum
"BIARLAH, cukup aku dan tuhan yang tau!!" jawab makluk yang lain saat itu
Sebenarnya g ada masalah berarti sih sampe ituh porum harus diungkit dan mencuat kepermukaan. Dunia bukanlah hitam dan putih saja, seprti itulah sekiranya di pikiranku. Masih ada abu-abu, masih ada merah menyala, masih ada hijaunya harapan, masih ada gelapnya jurang dll yg g bisa diperjelas karena bukan sub tema malam itu.

#Saya kecewa melihat pola-polanya
Mengapa tidak mau terus-terang?
Seorang manusia dinilai dari
Keterus-terangan dan moralnya

Kita harus menerimanya dan berusaha biasa dengan pola-pola seperti ini. Karena justru akan membelot jika harus dipertegas dan diperjelas. Kenapa harus dipersulit jika memang dasarnya dipermudah?? Itu lah SAHABAT (katanya) mengerti tanpa dijelasin, mendekat tanpa dipanggil, pergi tanpa ucapan good bye.

NB : Penggalan cerita ini hanyalah aliran emosi waktu luang yang mati. Jika ada kemiripan apapun g ada unsur snegaja dan g ada unsur menyengajakannya. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan karena saya hanya seonggok daging yang dikaruniai sepotong HATI oleh kanjeng gusti ALLAH

Jumat, 11 Januari 2013

-Kejujuran yang langka-

Semua kenangan yang manis terbayang kembali
Aku sadar semuanya akan dan harus berlalu
Tetapi ada perasaan sayang akan kenangan tadi
Aku seolah takut menghadap ke muka
Dan berhadapan dengan masa kini
Dan masa lampau terasa nikmatnya

#Dia yang memberikan segala untuknya, tapi tidak membalas sebaliknya. Bertahan dengan kondisi itu, menetap dengan itu adalah pilihanmu. Miris hati melihat keadaannya tapi bisa apa.
"Kenapa kamu masih bertahan disana?" tanyaku
"Terserah sudah, emang bodoh aku!" jawabnya jelas
Percakapan singkat saat itu membuat hening suasana. Batu pun g akan pindah jika bukan atas kehendaknya, Tapi tegakah kita membiarkannya?? Sendiri dalam kubangan, seperti orang bodoh yang g jelas yang dilakukannya. "kasih kita 1 alasan kenapa kamu memilih tinggal??" tanya ku lagi
"aku g tau, aku g butuh alasan buat melakukannya" jawabnya lagi.

Aku kira ada yang di sebut cinta suci
Tapi itu cemar bila kawin
Aku pun telah pernah merasa jatuh simpati
Pada orang-orang tertentu
Dan aku yakin itu bukan nafsu

#Rasa bosan menunggu, rasa enggan bicara dan berteori memaksa tangan besi bergerak. Kami terpaksa melakukannya, kadang teori g akan berguna jika melawan batu berbeda dengan pohon. Batu hanya akan bergerak jika diberi dorongan bukan lisan yang g berguna dan g bisa di pertanggung jawabkan lisensinya. "Mau sampe kapan kamu disana?" tanyakuu
"G tau, udahlah!!! kalo waktunya datang juga keluar kok" jawabnya
Mirip dengan hachiko (Anjing setia dari jepang) yang menanti dengan setia majikannya ditempat dimana dia berpisah. Begitupun juga dengan dia yang setia menunggu dikubangan meski g ada syarat dan ketentuan berlakunya. Kita membahas kejadiannya lho yah, bukan bentuknya. AWAS salah paham

#Sebulan bukanlah waktu yang lama untuk merubah ini, itu alasan dia. Tapi kita g perduli, kita bosen dengan janji dan janji yang g jelas alurnya
"Waktu kamu 30 hari dari hari ini untuk membuat keputusan!!" ujarku
"kurang lah, aku g bisa apa-apa" jawabnya lirih
"g mau tau, 30 hari lagi kita tunggu jawabmu!!" tegas ku
Sebenarnya simple hanya memilih diantara dua, namun memang tidak gampang

Minggu-minggu ini adalah hari-hari yang berat
Karena dia memutuskan bahwa dia akan mempertahankan prinsip
Atau menyerah pada keadaan

#Waktu g akan menunggu diri ini siap
Waktu g akan slowmotion
Waktu akan terus berjalan tanpa peduli diri ini
Dalam kondisi seperti apa
Itu alasan kami memecutmu. Memang agak tidak manusiawi karena memang dia bukan manusia dikala itu. PIkiran dan hatinya seolah sengaja di off kan, dan kejadiannya yang menimpanya seperti sinyal wifi tanpa password yang bisa diakses semua orang. Miris kan ngelihatnya. Hanya orang g bisa melihat yang tidak merasa iba padanya, meski dia g ingin dikasiani tapi tetap kasian aja ngelihatnya

Kita memang menghargai kebebasan
Tapi tidak menuhankan kebebasan
Yang berujung pada fanatik
Tanpa adanya alasan yang logis

#Tanpa terasa 30 hari telah berlalu, dan sengaja juga kubuat agenda pergi tuk menjauh saat itu. Karena memang aku g pernah siap mendengarnya, meski sudah tau jawabannya tanpa harus dia berucap.
Terkadang kesabaran itu melebihi kata-kata, dan lisan sebenarnya bukan yang prioritas kala itu.
Malam hari ke 30, dengan hujan yang membuat suasana sedikit melankolis, seolah langit pun mengerti nuansa dan tujuan dari percakapan malam itu, sedikit memberi manipulasi air yang menetes saat itu.
"Ini sudah jatuh tempo dan apa jawabanmu?" tanya ku  simple
"hmmm, gimana yah sebenarnya pingin keluar tapi'....." jawabnya agak berat
"Mungkin untuk berdiri bisa dan untuk kelur totalitas belum deh " tambahnya
Suatu yang jauh dan diluar harapan kami, berasa g berguna dan g berharga. Tapi untuk menghibbur diri kita cukupkan percakapan singkat malam itu dengan sedikit ucapan selamat tinggal semu. Dengan langkah berat kutinggalkan dia disana dengan pilihannya kala itu.

Hari itu, hari dimana hati mulai membatu
Bermula dari apa yang dirasa
Turun ke hati
Dan mengeras menjadi batu

#5 hari ku pergi ke tempat tanpa sinyal dan tanpa berhubungan dengan dunia luar. Sengaja meninggalkan urusan duniawi. Hanya bisa mengirim DOA sebagai pengganti SMS, tapi keren juga lah yah
saat dimana diri g bertemu,
mata tidak saling menatap
tangan tidak saling berjabat
tapi hati saling mendoakan

Bayangan itu g akan memudar meski hujan mengguyur kepala.
Nama yang diukir dimana g akan ada yang menggantinya
Kuterbangkan rasa dimana dia bisa bebas memilih
Sejak sejarah luka terkuak
Kita menjadi orang baru sebagai manusia

-Kejujuran yang langka-

Selasa, 08 Januari 2013

PATRICIA IX

Tidak semua akan berjalan baik
Mendapat jalan yang datar itu musibah
Karena g dipercaya untuk menapaki dunia
Kemana kau menghindar dari pilihanmu

Hari dimana semua mulai berubah
Dimana hati mulai membatu
Dimana mata enggan melihat
Dimana bibir enggan berucap

Kehidupan selalu meminta untuk dikaji
Masa lalu selalu memohon untuk dipertimbangkan
Masa depan selalu jadi anak tiri
Masa kini selalu jadi bidang mengeluh

Kita terlahir dengan dua mata didepan
Agar tidak selalu melihat ke belakang
Sebuah niat pun tidaklah cukup
Kita harus merealisasikannya

Dia juga manusia
Kurasa ada yang mengganggunya
Hingga dia mulai tenggelam
Dalam keragu-raguannya

Menghilang dalam pandangan
Membuat sekitar menjadi hening
Saat apa yang diharapkan menjauh
Saat yang diimpikan g bisa tercapai

Sudah sepatutnya bahwa kita harus segera
Menentukan akan menjadi seperti apa hari esok
Abaikan dahulu tentang masa depan
Karena rasanya telampau egois

Membuat kita menjadi pesimis
Membuat kita menjadi ragu
Untuk sekedar mengharapkannya
Untuk sekedar mengkhayalkannya

Lari dari kenyataan bukanlah dirimu
Menghindar dari pilihan bukanlah kamu

Senin, 07 Januari 2013

- saat senja-

Disudut taman Yogyakarta
Masih dengan dia yang setia
Langit sore yang cerah
Tidak panas dan sedikit berawan

Skripsi mudah berganti judul
Begitupun dengan pilihan hidup
Bisa berubah kapan pun
Tanpa menunggu mau atau tidak

Kita diperbudak siklus
Memberontak membuatku sengsara
Tapi menjalaninya adalah takdir
Seperti duri ikan yang masuk di tenggorokan

Meski sakit harus dijalani
Meski sulit harus dilewati
Bukan untuk disesali
Tapi untuk dihadapi

Aku menulis karena aku ingin
Aku bercerita karena aku berbagi
Bukan berfikir kenapa bisa?
Tapi bagaimana melewatinya

Hanya butuh satu langkah
Yang bisa untuk dilakukan
Bukan memikirkan yang tidak bisa
Tidak harus langkah yang besar

Sekedar kata "MAU"
Sekedar langkah "KECIL"
Sekedar mengangkat "KEPALA"
Itulah yang ku butuhkan

- saat senja-

Minggu, 06 Januari 2013

Dan masih hujan (lagi)


terlalu sayang tuk dilewatkan
terlalu eman tuk di tinggalkan
terlalu dingin tuk dirasakan
keterlaluan jika diterjang

banyak orang mengaku suka hujan
tapi g pernah menari dibawahnya
banyak orang mengaku rindu hujan
tapi g sedikit yang molor saat hujan

setengah jendela terbuka
sebuah pencahayaan yang redup
sebuah settingan melankolis
sebuah keyboard dan layarnya

seperti inilah kita
g mampu merubah apapun
saat kita tidak bergerak
dan berharap waktu akan merubah nya

mimpi hanya lah khayalan
kumpulan ego manusia dalam bentuk hologram
menjadi berwujud dan dapat dirasa
meski belum bisa tuk disentuh secara nyata

manusia adalah makhluk yang diturunkan kebumi
dan ditinggalkan untuk sendiri
karena engkau adalah sebuah fenomena nyata
dan harus membentuk alammu sendiri

takdir baik dan takdir buruk
nasib baik dan nasib buruk
surga dan neraka
disediakan karena perilaku kita

itulah alasan mengapa ada slogan
"terlahir sendiri itu takdir, dan mati sendiri itu pilihan"
itu juga yang menyebabkan kenapa ada penjelasan
"satu satunya yang pasti di dunia hanyalah ketidak pastian"

bertahan dalam ketidak pastian itu g salah
tapi akan menjadi salah
saat tidak memilih yang bisa dipastikan
tapi itulah pilihan

Jumat, 04 Januari 2013

PATRICIA VIII

Berusaha menghadirkan dalam hati dan juga dalam kehidupan orang lain 

Masih dengan gadis belia yange mencoba menaklukan dunia
Sampai saat ini belum juga bersih dari bekas lumpur
Kesalahan yang membuat hatinya mati
Pilihan yang membuatnya berhenti

Rasa kagum dengan dunia
Rasa sayang dengan sesama
Modal nya menaklukan dunia
Hingga enggan tuk menolak

Apa yang tumbuh dalam hati
Sulit dimengerti orang lain
Bahkan dirinya sendiri
Sulit dijelaskan karena tanpa alasan

Mimpi yang diyakini
Hati yang dipercayai
Ditumbuhkan seorang diri
Diwujudkan pula seorang diri

Berharap orang lain akan mengerti
Tanpa diminta
Tanpa diucapkan
Tanpa disangka

Dimulai dari diri sendiri
Sahabat dan keluarga
Orang-orang disekitar
Dunia pun akan mengikuti

Tidak bisa langsung merubah
Tidak bisa langsung berbalik
Mulai dari yang kecil
Sekalipun itu g berpengaruh banyak

Banyak orang sudah bersamamu
Banyak juga yang meninggalkanmu
Sedikit yang setia kepadamu
Sedikit pula yang disampingmu
 
Ndak perlu menyebut mereka batu
Hanya karena mereka belum sejalan
Ndak perlu takut kehilangan mereka
Karena mereka g akan kemana-mana

JUJUR lho

Idealisme adalah mimpi dan tetap akan menjadi mimpi
Karena memandang dunia yang tidak terlihat
Dan realisasinya tidak diupayakan
Lantaran tidak bisa direalisasikan di bumi ini (Anonim, 2013)

Kadang dunia menentang
Kadang dunia menghadang
Kadang dunia melawan
Apa yang kita yakini

Merelakan semua tetap menjadi mimpi
Dunia adalah tempat orang bermimpi
Tapi kita g bisa hidup tanpa mimpi
Apa yang membedakan kita nantinya

Kepalsuan telah meracuni dunia
Evolusi kemunafikan kian menjadi
Kejujuran seolah membutuhkan perlindungan
Karena telah menjadi barang langka

Orang jujur menjadi kaum minoritas
Terasing dan terisolasi dari dunia
Dan lebih baik mati rasa
Dari pada peka dan ikut arus

Saatnya untuk menyerah akan datang
Saat nafas ini berhenti tuk seterusnya
Saat jantung ini berhenti berdetak
Giliran kalian yang meneruskan

Apa yang telah kami tinggalkan
Bukan membiarkannya
Hilang dibawa angin gunung
Luntur diterpa tetesan hujan

A.N.D.A

Saat mata menatap
Saat bibir tersenyum
Saat tangan hendak menggapai
Saat hati sudah g karuan

Terasa berat tuk mengucap nama
Terasa sulit tuk memanggil nama
Terasa cukup dnegan melihat
Hingga momentum pun terlewat

Saat sebuah nama
Saat sebuah sosok
Saat sebuah senyum
Belum bisa diukir didalam hati

Bukan dari mana ANDA berasal
Bukan sejak kapan ANDA datang
Bukan siapa ANDA sebenarnya
Tapi bagaimana ANDA merasuk

ANDA bisa menjadi batu
ANDA bisa menjadi anak anak
ANDA bisa menjadi orang dewasa
ANDA bisa menjadi orang bodoh

Ntah siapa dan apa ANDA sebenarnya

Kamis, 03 Januari 2013

Kegelisahan Hati

Menyerah pada nasib buruk dan menyalahkan takdir adalah sampah.
Kita diberi tangan, kaki, organ lengkap untuk berjuang
Meski sakit dan enggan tuk beranjak
Meski takut dan g ingin hal itu terulang

Memang terkadang apa yang kita harapin
G bisa terwujud saat itu juga
Dimana orang lain mampu mewujudkannya
Rasa iri itu ada tinggal gimana kita menanggapinya

Aku g berdoa lewat tulisan
Aku g berharap dari tulisan
Aku menulis untuk mengungkapkan
Aku menulis untuk menjelaskan

Terkadang kertas lebih peka dari telinga
Terkadang pena lebih tanggap dari lidah
Benda matipun seolah hidup
Benda hiduppun seolah mati (atau pura-pura)

Mendapat hal yang sebaliknya dari harapan itu sakit
Apalagi melihat orang lain mendapat yang dia harapin
Kodrat manusia adalah iri
Sejauh mana manusia mampu mengaturnya

Tetaplah tersenyum meski dunia mulai geram
Tetaplah berdiri meski terus dihantam
Tetaplah percaya dengan apa yang ditulis
Tetaplah percaya dengan apa yang terbaik yang direncanakan


Rabu, 02 Januari 2013

Jejak yang di tunjukkan

Aku hanya lah pendaki
Bukan MAPALA
Bukan Pecinta ALAM
Bukan Penggiat alam bebas

Mendaki hanya untuk menikmati
Mendaki hanya untuk bersyukur
Tapi belakangan ini
Cuaca enggan bersahabat
Langit enggan tersenyum

Banyak pendaki tersesat
Banyak pendaki hilang
Ada yang meniggal
Dan banyak yang kritis

Gunung bukan untuk ditaklukan
Karena gunung g bisa ditaklukan
Gunung bisa dicapai
Gunung bisa didaki

Bukan untuk disombongkan
Bukan untuk hura-hura
Namun untuk belajar, mengerti
Berfikir, dan Berjuang

Kadang dia itu cantik
Kadang dia itu malaikat
Kadang dia itu nakutin
Kadang dia itu iblis

Ndak bisa di prediksi
Ndak bisa di pastikan
Hanya bisa diperkirakan
Dari tanda dan jejak yang ditunjukkan

Semoga amal ibadah pendaki yang telah tiada semua diterima disisiNYA
Semoga kita bisa belajar dari kejadian ini
Membuat sadar dan mawas diri
Jangan meremehkan sesuatu
Sekalipun itu hal yang kecil

Sisa-sisa Nyawa

Diamana pun kamu berada
Disitulah aku ada
Namun tidak berlaku sebaliknya
Aturan klasik yang ditetapkan sendiri

Belajar memaknai
Belajar mengerti
Belajar membaca
Tujuan dan alur dari takdir

Memenuhi segala keinginan (ambisi)
Yang ku tau hanyalah tentang kepuasan
Memanipulasi perasaan
Mengakali dengan pikiran

Tertimbun dalam penyesalan
Terjebak dalam lumpur kesalahan
Enggan beranjak tuk keluar
Karena tak mampu memaksakan kemampuan

Ternyata hujan pun g mampu
Membersihkan diriku dari lumpur
Apalagi mengeluarkanku
Kekecewaan yang dibuat sendiri
Sakit yang dipasang sendiri

Pembunuhan perasaan
Pembiusan hati
Ntah nyawa sisa berapa
Untuk bertahan sampe akhir perjuangan

Selasa, 01 Januari 2013

3676 mdpl (part 5)

Mungkin di part ini kalo bisa dihabiskan ceritanya, sekalian habis lah ya.
G perlu dipanjang-panjangkan karena memang sudah panjang.
G perlu disingkat karena mang sulit tuk disingkat
Begitu pun waktu (g bisa dipercepat mau p[un di slow motion)

11.00 (Oro-Oro Ombo)
Dinamakan itu karena memang berupa hamparan padang yang luas, namun sayang semuanya telah mengering kecuali tanaman lavender yang berada disisi kanan
Puncak mahameru ada dibalik bukit didepan sana jadi masih belum bisa dilihat dari tempat ini. Mata ini masih enggan terpejam tuk selalau menatap ekagungan TUHAN yang ditunjukan melalui tempat ini. Bibir g berhenti mengucap rasa syukur karena nafas ini masih ada tuk bisa bernafas disini. Berjalan diantara padang sabana yang setinggi dada lumayan membuat diri ini merasa disambut kerumunan penghuni semeru, serasa kehangatan rangkulan mereka.
14.00 (Pos Kalimati)
Manusia hanya bisa berencana, Allah yang menentukan. Begitupun dengan ROP kami.  Semula kami ingin ngecamp di Pos Arcopodo (2999 mdpl) untuk malam kedua agar mendekati puncak saat summit. Namun apa daya pundak ini telah memar dan pegal sehingga akan lebih efektif bila ngecamp di pos ini dan malamnya lanjut muncak. Keputusan dipending karena memang sempat hujan siang itu, jadi opsinya ada dua
A. di Kalimati tapi jam 12 start muncak
B. di Arcopodo start jam 2 tapi turunnya harus bawa beban lagi

Sambil nunggu hujan, ada sebuah insiden di kalimati (21-12-2012) yang mana seorang pendaki tersesat saat pergi ke sumber mani. Untungnya pendaki ketemu saat sore sebelum rombongannya turun untuk melapor. Bisa ditutup pendakian bila saat itu g ketemu orangnya dan g akan pernah ada cerita ini. Memang banyak pendaki hilang dan tersesat karena terlalu meremehkan gunung dan merasa mampu tuk menaklukannya.
Back ke opsi, karena hujan juga jadi opsi A yang kita pilih. Tenda didirikan dan mulai makan siang terus langusng tidur agar malamnya punya tenaga cukup untuk summit. Pernah dengar kata-kata ini "Yakinlah ada pelangi setelah hujan turun". Tapi percaya g kalau pelangi duluan datang baru hujannya turun. Alhamdulillah saya melihatnya meski masih mikir kok bisa yah???

23.30 (Start dari Pos Kali Mati)
Berbekal mental, doa, sedikit ritual kecil sebelum berangkat. Berangkat 5, muncak 5, pulang pun harus 5, Masih merinding aja di malam yang dingin aja bila teringat mahasiswa UB yang hilang dijalur Kali Mati- Arcopodo. Berharap itu tidak terjadi pada kami, dan dengan bismillah kami pun mulai berangkat. Sebenarnya sih g jauh dar Pos Kali Mati ke pucak sekitar 2,7 Km namun karena traknya jadi memang lama. Dari Kali Mati ke Arcopodo aja butuh 1,5 jam karena memang jalannya yang setapak dengan kanan kiri jurang yang sering menyesatkan pendaki. Banyak juga akar-akar pohon (oyot kesempar) yang harus jadi perhatian khusus saat berjalan. Tracknya kepuncak sangat istimewa dengan batu/ rock yang diteriakan yang diatas saat ada bongkahan batu akan longsor dan membahayakan pendaki dibawahnya.

                                                 24-12-2012 (Pagi hari)
Jalan berpasir dan batu besar yang belum tentu 1 langkah ketas didapat meski sudah 3 lagkah dilakukan. Sudut kemiringannya juga lumayan e bikin pegal dikaki hehehhee. Tapi percayalah semua akan indah pada waktunya saat perjuangan,mu berakhir sampai ditujuan telah ditetapkan.

06.00 (Puncak MAHAMERU)
Suatu keajaiban bisa sambai disini, bersyukur adalah hal pertama yang dilakukan. Persiapan dokumentasi adalah wajib karena saya "g mau membuang kesempatan pertama dan berharap pada kesempatan kedua". Beberapa foto dan dokumenter sudah tersimpan buat cerita hari tua kelak. Meski kaum minoritas tetap g membuat lupa siapa yang berjasa dan membuat ku seperti sekarang.





Untuk HIMFA UII,
rumah baruku diperantauan. Mengajarkan arti beban yang dibawa dibalik sebuah nama






Untuk Kafein UII 2009
Mereka yang mengajarkan arti keluarga, membuatku merasa berguna dan ada tempat tujuan saat g tau jalan untuk pulang. Jalan yang diambil diawal berbeda dan bertemu di satu titik akhir ini. Cara kita masing-masing untuk mengangkat nama "KAFEIN", dan ini cara saya untuk mengayominya.


Thanks to :
Arifin Santoso S. Farm., Apt ( S2 nya masih mau lulus)
Bangkit Marlanda
Riko Riva'i
Ichwan Afifi
Fitry Apryliani

Yang pasti juga buat orang tua, Bunda Edny, Patricia, dan yang pasti semua yang mendoakanku. Tanpa restu kehendak Tuhan YME juga g akan bisa terwujud mimpiku ini.
 
G ada yang lebih berarti dari sebuah pencapaian dengan perjuangan sendiri. Kepuasan sudah didapat namun kepuasan sejati g akan terpenuhi seutuhnya sampai aku mati. Selama nafas ini masih ada, hati ini akan siap untuk terus mendaki dan mengejar puncak-puncak yang lain. Agar selalu bersyukur dan tetap menjadi rendah diri dihadapan Sang Pencipta.

Thank to semua perhatian, doa dan dukungan
Persembahan terkahir untuk semuanya,
Teruslah kejar mimpimu meski kamu menjadi kaum minoritas,
Sendiri dan terasing bukan alasan untuk mneyerah dan menjadi orang lain