G perlu dipanjang-panjangkan karena memang sudah panjang.
G perlu disingkat karena mang sulit tuk disingkat
Begitu pun waktu (g bisa dipercepat mau p[un di slow motion)
11.00 (Oro-Oro Ombo)
Dinamakan itu karena memang berupa hamparan padang yang luas, namun sayang semuanya telah mengering kecuali tanaman lavender yang berada disisi kanan
Puncak mahameru ada dibalik bukit didepan sana jadi masih belum bisa dilihat dari tempat ini. Mata ini masih enggan terpejam tuk selalau menatap ekagungan TUHAN yang ditunjukan melalui tempat ini. Bibir g berhenti mengucap rasa syukur karena nafas ini masih ada tuk bisa bernafas disini. Berjalan diantara padang sabana yang setinggi dada lumayan membuat diri ini merasa disambut kerumunan penghuni semeru, serasa kehangatan rangkulan mereka.
14.00 (Pos Kalimati)
Manusia hanya bisa berencana, Allah yang menentukan. Begitupun dengan ROP kami. Semula kami ingin ngecamp di Pos Arcopodo (2999 mdpl) untuk malam kedua agar mendekati puncak saat summit. Namun apa daya pundak ini telah memar dan pegal sehingga akan lebih efektif bila ngecamp di pos ini dan malamnya lanjut muncak. Keputusan dipending karena memang sempat hujan siang itu, jadi opsinya ada dua
A. di Kalimati tapi jam 12 start muncak
B. di Arcopodo start jam 2 tapi turunnya harus bawa beban lagi
Sambil nunggu hujan, ada sebuah insiden di kalimati (21-12-2012) yang mana seorang pendaki tersesat saat pergi ke sumber mani. Untungnya pendaki ketemu saat sore sebelum rombongannya turun untuk melapor. Bisa ditutup pendakian bila saat itu g ketemu orangnya dan g akan pernah ada cerita ini. Memang banyak pendaki hilang dan tersesat karena terlalu meremehkan gunung dan merasa mampu tuk menaklukannya.
Back ke opsi, karena hujan juga jadi opsi A yang kita pilih. Tenda didirikan dan mulai makan siang terus langusng tidur agar malamnya punya tenaga cukup untuk summit. Pernah dengar kata-kata ini "Yakinlah ada pelangi setelah hujan turun". Tapi percaya g kalau pelangi duluan datang baru hujannya turun. Alhamdulillah saya melihatnya meski masih mikir kok bisa yah???
23.30 (Start dari Pos Kali Mati)
Berbekal mental, doa, sedikit ritual kecil sebelum berangkat. Berangkat 5, muncak 5, pulang pun harus 5, Masih merinding aja di malam yang dingin aja bila teringat mahasiswa UB yang hilang dijalur Kali Mati- Arcopodo. Berharap itu tidak terjadi pada kami, dan dengan bismillah kami pun mulai berangkat. Sebenarnya sih g jauh dar Pos Kali Mati ke pucak sekitar 2,7 Km namun karena traknya jadi memang lama. Dari Kali Mati ke Arcopodo aja butuh 1,5 jam karena memang jalannya yang setapak dengan kanan kiri jurang yang sering menyesatkan pendaki. Banyak juga akar-akar pohon (oyot kesempar) yang harus jadi perhatian khusus saat berjalan. Tracknya kepuncak sangat istimewa dengan batu/ rock yang diteriakan yang diatas saat ada bongkahan batu akan longsor dan membahayakan pendaki dibawahnya.
24-12-2012 (Pagi hari)
06.00 (Puncak MAHAMERU)
Suatu keajaiban bisa sambai disini, bersyukur adalah hal pertama yang dilakukan. Persiapan dokumentasi adalah wajib karena saya "g mau membuang kesempatan pertama dan berharap pada kesempatan kedua". Beberapa foto dan dokumenter sudah tersimpan buat cerita hari tua kelak. Meski kaum minoritas tetap g membuat lupa siapa yang berjasa dan membuat ku seperti sekarang.
Untuk HIMFA UII,
rumah baruku diperantauan. Mengajarkan arti beban yang dibawa dibalik sebuah nama
Untuk Kafein UII 2009
Mereka yang mengajarkan arti keluarga, membuatku merasa berguna dan ada tempat tujuan saat g tau jalan untuk pulang. Jalan yang diambil diawal berbeda dan bertemu di satu titik akhir ini. Cara kita masing-masing untuk mengangkat nama "KAFEIN", dan ini cara saya untuk mengayominya.
Thanks to :
Arifin Santoso S. Farm., Apt ( S2 nya masih mau lulus)
Bangkit Marlanda
Riko Riva'i
Ichwan Afifi
Fitry Apryliani
Yang pasti juga buat orang tua, Bunda Edny, Patricia, dan yang pasti semua yang mendoakanku. Tanpa restu kehendak Tuhan YME juga g akan bisa terwujud mimpiku ini.
G ada yang lebih berarti dari sebuah pencapaian dengan perjuangan sendiri. Kepuasan sudah didapat namun kepuasan sejati g akan terpenuhi seutuhnya sampai aku mati. Selama nafas ini masih ada, hati ini akan siap untuk terus mendaki dan mengejar puncak-puncak yang lain. Agar selalu bersyukur dan tetap menjadi rendah diri dihadapan Sang Pencipta.
Thank to semua perhatian, doa dan dukungan
Persembahan terkahir untuk semuanya,
Teruslah kejar mimpimu meski kamu menjadi kaum minoritas,
Sendiri dan terasing bukan alasan untuk mneyerah dan menjadi orang lain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar