Pergi dari kenyataan
Ntah apa yang dia cari
Ntah apa yang dia mau
#malam ini berasa gerah banget, ntah rambutku yang mulai penjang dan tak terawat sehingga menimbulkan suasanan tidaknyaman. Atau memang karena langit yang lagi menggerung hingga malam pun masih berasa suasana lambayung senjanya meski samar-samar transparan dilatar langit. Masih berharap dengan sebuah keajaiban seperti dalam negri dongeng, apa memang keajaiban itu adanya di cerita khayalan manusia??? Tapi masih saja dia berharap dengan sesuatu yang sama, dan mungkin dialah yang paling jenuh daripada kita yang sekedar mengingatkan karena kita tidak menopang bebannya. Kita hanya menguranginya meski itu g membantu banyak bahkan percuma sepertinya.
Dia selalu merasa harus memberikan pertolongan
kepada orang2 seperti mereka, selalu merasa kasian
kepada orang2 seperti mereka, selalu merasa kasian
tapi dia lupa dialah yg terlihat normal dan tidak kurang satupun
yang sebenarnya lebih membutuhkan pertolongan didunia ini
Dia yang lebih patut dikasiani
#terlihat jelas sosok gadis belia yang sendirian disana, pindah dari satu tempat ke tempat lain. PIndah dari satu waktu ke waktu lain seolah ada yang dicarinya ntah itu apa, cuma dia yang tau saat itu. "aku ingin melihatmu pergi" itu yang diujarnya pada langit sore kala itu. Saat dia sendiri, ingin rasa ada disampingnya, mendengar ungkapan kalbunya, mengetes seberapa keras egonya. Mungkin dikala itu memang sendiri itu pilihannya, terlihat jelas jjiwa kekanak-kanakannya bangun lagi setelah sekian lama dibius dalam egonya. Berharap hujan turun dikala langit sedang tersenyum, darimananya hujan bisa turun tuh??
Dia tetaplah sebuah tembok
Bukan karang yang hidup dilautan
Dan sebuah tembok
G akan bisa hidup dilautan
Pasir sekalipun g akan bisa
Menutup semua lautan
Hanya sebagian kecil
Dan itu bukan prioritas
#Dia masih tetap gadis ajaib, sementara itulah yang dia lakukan dengan berjuta cara untuk mengatasinya sendiri. Ingat dengan tokoh "DORAEMON"?? yang punya beribu alat untuk mengakali problematika kehidupan NOBITA. Doraemon menggunakan alatnya untuk membantu nobita dan jarang kita tahu dia menggunakan untuk dirinya sendiri. Mungkin karena kemiripan bentuk kali yah yang sam sama bulat mukanya huahahahahahhahaha (*ngebayangin aja yah).
Semoga cinta nya
Tidak seperti nobita yang mudah menangis
Tidak seperti giant yang sering egois
Tapi seperti doraemon yang penuh dengan keajaiban
#terlihat jelas sosok gadis belia yang sendirian disana, pindah dari satu tempat ke tempat lain. PIndah dari satu waktu ke waktu lain seolah ada yang dicarinya ntah itu apa, cuma dia yang tau saat itu. "aku ingin melihatmu pergi" itu yang diujarnya pada langit sore kala itu. Saat dia sendiri, ingin rasa ada disampingnya, mendengar ungkapan kalbunya, mengetes seberapa keras egonya. Mungkin dikala itu memang sendiri itu pilihannya, terlihat jelas jjiwa kekanak-kanakannya bangun lagi setelah sekian lama dibius dalam egonya. Berharap hujan turun dikala langit sedang tersenyum, darimananya hujan bisa turun tuh??
Dia tetaplah sebuah tembok
Bukan karang yang hidup dilautan
Dan sebuah tembok
G akan bisa hidup dilautan
Pasir sekalipun g akan bisa
Menutup semua lautan
Hanya sebagian kecil
Dan itu bukan prioritas
#Dia masih tetap gadis ajaib, sementara itulah yang dia lakukan dengan berjuta cara untuk mengatasinya sendiri. Ingat dengan tokoh "DORAEMON"?? yang punya beribu alat untuk mengakali problematika kehidupan NOBITA. Doraemon menggunakan alatnya untuk membantu nobita dan jarang kita tahu dia menggunakan untuk dirinya sendiri. Mungkin karena kemiripan bentuk kali yah yang sam sama bulat mukanya huahahahahahhahaha (*ngebayangin aja yah).
Semoga cinta nya
Tidak seperti nobita yang mudah menangis
Tidak seperti giant yang sering egois
Tapi seperti doraemon yang penuh dengan keajaiban
Tidak ada komentar:
Posting Komentar