Tak ada kemudian
Tak ada hari esok.
Yang ada hanyalah kisah tanpa akhir
# Akhir-akhir ini aku kehilangan sosoknya, ntah dia yang ngehindar atau memang aku yang kehabisan huruf untuk menceritakannya. Suara cethar membahana yang dulu ada kini kian meredup seolah lampu petromak yang kehabisan bahan bakar. Mencari jawaban atas apa yang tidak diketahui meski bisa dipikirkan sendiri, tapi tidaklah puas jika hanya berprasangka. Kita bisa memperkirakan semua jawaban yang logis tapi tidak pada realita dan fakta.
"dalam laut dapat diukur, dalam hati siapa yang tau"
Saat dimana manusia tidak dapat memberikan kepuasan atas jawabannya, kemana harus bertanya kalau bukan pada Sang Pencipta!! Dia yang menciptakan skenario dan alur beserta benang merah dari tiap tragedi ini. Hanya ada 3 hal yang kupercaya didunia ini, Tuhan, gunung dan key-board. G mungkin pergi ke gunung disaat tanggungan orang tua masih di pundak, dan cuaca lagi g bersahabat. Hanya akan mengantar nyawa dan meninggalkan banyak kesalahan karena belum bisa berbuat baik kepada siapapun termasuk yang terdekat.
#
Kini ku tau kenapa ia menghilang
Kini ku tau kenapa ia menghindar
Percaya dengan apa yang dipikirankan
Sadar dengan apa yang dilakukan
Saat dimana sendiri itu damai
Saat dimana lari itu solusi
Meninggalkan apa yang telah dibina
Melepaskan apa yang telah ditangan
Takut menyakiti jika berkata
Takut dihadang jika bicara
Takut merusak jika bertingkah
Itulah yang ada dipikirannya
"Yakinlah bahwa semua yang nyata berawal dari mimpi
Dan jangan lupakan terkadang kenyataan tak seindah mimpi" (Ibu Negara)
# Beranjak pergi mencari tempat dimana semua dapat mengalir, kita alirkan saja semua hingga kita temukan dia saat waktunya tiba. Saat dimana kita benar-benar siap tuk menggenggamnya secara utuhh, tanpa secuil pun potongan yang kurang dan hilang. Itulah yang ada dipikiranku saat itu (mencoba positive thinking). Berawal dari tiada, Menjadi ada karena ketiadaan, Berakhir pula dengan ketiadaan. Jalan yang dipilihnya memang berat, begitu banyak yang dipertimbangkan hingga sulit tuk dijelaskan alur dan kronologisnya.
Pergi bukan untuk lari
Pergi bukan untuk menghindar
Tapi pergi untuk menjaga
Rasa sakit yang akan terjadi
Alasan klasik dan belum logis disaat itu, berasa jadi cenayang (paranormal di korea) dia ternyata. Ntah bagaimana ilmu itu dia dapatkan hingga berani berstatement seperti itu yang menurutku mendahului kehendak-NYA. Siang itu cuaca g cerah, mendung dan berkabung cocok dengan suasana hati kami saat itu (ciiiiiiiiiiiiiiieeeeeeeeeeeee kami, uhuk uhuk). Suara petir pun bergetar hingga berasa ketulang, maklum atritis jadi ikutan berasa nyerinya. Berharap hujan segera turun menyapu kegelisahan dan menahan ku sejenak ditempat dimana ku dapat berdiri dan merenung untuk suatu alasan. "Salah satu saat dimana doa lekas dikabulkan adalah saat hujan turun", momen itulah yang kutunggu agar doaku lekas terjamah dan jawaban itu lekas ku dapat.
#
Jika yang dia lakukan salah
Biarlah tetap dalam keadaan salah
Karena dia g bisa memberi contoh yang benar
Kita lah yang menunjukan hal yang benar
Hanya cerita yang di bawanya
Hanya kisah yang di ujarnya
Hanya jejak yang di tinggalnya
Hanya kenangan yang di titipnya
Tetaplah berjalan dijalur yang kamu yakini
Meski semua orang menjauhi
Atau kamu menjauhi semua orang
Aku tetap akan menjadi orang pertama yang ada disisimu ( PATRICIA I )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar