Jumat, 11 Januari 2013

-Kejujuran yang langka-

Semua kenangan yang manis terbayang kembali
Aku sadar semuanya akan dan harus berlalu
Tetapi ada perasaan sayang akan kenangan tadi
Aku seolah takut menghadap ke muka
Dan berhadapan dengan masa kini
Dan masa lampau terasa nikmatnya

#Dia yang memberikan segala untuknya, tapi tidak membalas sebaliknya. Bertahan dengan kondisi itu, menetap dengan itu adalah pilihanmu. Miris hati melihat keadaannya tapi bisa apa.
"Kenapa kamu masih bertahan disana?" tanyaku
"Terserah sudah, emang bodoh aku!" jawabnya jelas
Percakapan singkat saat itu membuat hening suasana. Batu pun g akan pindah jika bukan atas kehendaknya, Tapi tegakah kita membiarkannya?? Sendiri dalam kubangan, seperti orang bodoh yang g jelas yang dilakukannya. "kasih kita 1 alasan kenapa kamu memilih tinggal??" tanya ku lagi
"aku g tau, aku g butuh alasan buat melakukannya" jawabnya lagi.

Aku kira ada yang di sebut cinta suci
Tapi itu cemar bila kawin
Aku pun telah pernah merasa jatuh simpati
Pada orang-orang tertentu
Dan aku yakin itu bukan nafsu

#Rasa bosan menunggu, rasa enggan bicara dan berteori memaksa tangan besi bergerak. Kami terpaksa melakukannya, kadang teori g akan berguna jika melawan batu berbeda dengan pohon. Batu hanya akan bergerak jika diberi dorongan bukan lisan yang g berguna dan g bisa di pertanggung jawabkan lisensinya. "Mau sampe kapan kamu disana?" tanyakuu
"G tau, udahlah!!! kalo waktunya datang juga keluar kok" jawabnya
Mirip dengan hachiko (Anjing setia dari jepang) yang menanti dengan setia majikannya ditempat dimana dia berpisah. Begitupun juga dengan dia yang setia menunggu dikubangan meski g ada syarat dan ketentuan berlakunya. Kita membahas kejadiannya lho yah, bukan bentuknya. AWAS salah paham

#Sebulan bukanlah waktu yang lama untuk merubah ini, itu alasan dia. Tapi kita g perduli, kita bosen dengan janji dan janji yang g jelas alurnya
"Waktu kamu 30 hari dari hari ini untuk membuat keputusan!!" ujarku
"kurang lah, aku g bisa apa-apa" jawabnya lirih
"g mau tau, 30 hari lagi kita tunggu jawabmu!!" tegas ku
Sebenarnya simple hanya memilih diantara dua, namun memang tidak gampang

Minggu-minggu ini adalah hari-hari yang berat
Karena dia memutuskan bahwa dia akan mempertahankan prinsip
Atau menyerah pada keadaan

#Waktu g akan menunggu diri ini siap
Waktu g akan slowmotion
Waktu akan terus berjalan tanpa peduli diri ini
Dalam kondisi seperti apa
Itu alasan kami memecutmu. Memang agak tidak manusiawi karena memang dia bukan manusia dikala itu. PIkiran dan hatinya seolah sengaja di off kan, dan kejadiannya yang menimpanya seperti sinyal wifi tanpa password yang bisa diakses semua orang. Miris kan ngelihatnya. Hanya orang g bisa melihat yang tidak merasa iba padanya, meski dia g ingin dikasiani tapi tetap kasian aja ngelihatnya

Kita memang menghargai kebebasan
Tapi tidak menuhankan kebebasan
Yang berujung pada fanatik
Tanpa adanya alasan yang logis

#Tanpa terasa 30 hari telah berlalu, dan sengaja juga kubuat agenda pergi tuk menjauh saat itu. Karena memang aku g pernah siap mendengarnya, meski sudah tau jawabannya tanpa harus dia berucap.
Terkadang kesabaran itu melebihi kata-kata, dan lisan sebenarnya bukan yang prioritas kala itu.
Malam hari ke 30, dengan hujan yang membuat suasana sedikit melankolis, seolah langit pun mengerti nuansa dan tujuan dari percakapan malam itu, sedikit memberi manipulasi air yang menetes saat itu.
"Ini sudah jatuh tempo dan apa jawabanmu?" tanya ku  simple
"hmmm, gimana yah sebenarnya pingin keluar tapi'....." jawabnya agak berat
"Mungkin untuk berdiri bisa dan untuk kelur totalitas belum deh " tambahnya
Suatu yang jauh dan diluar harapan kami, berasa g berguna dan g berharga. Tapi untuk menghibbur diri kita cukupkan percakapan singkat malam itu dengan sedikit ucapan selamat tinggal semu. Dengan langkah berat kutinggalkan dia disana dengan pilihannya kala itu.

Hari itu, hari dimana hati mulai membatu
Bermula dari apa yang dirasa
Turun ke hati
Dan mengeras menjadi batu

#5 hari ku pergi ke tempat tanpa sinyal dan tanpa berhubungan dengan dunia luar. Sengaja meninggalkan urusan duniawi. Hanya bisa mengirim DOA sebagai pengganti SMS, tapi keren juga lah yah
saat dimana diri g bertemu,
mata tidak saling menatap
tangan tidak saling berjabat
tapi hati saling mendoakan

Bayangan itu g akan memudar meski hujan mengguyur kepala.
Nama yang diukir dimana g akan ada yang menggantinya
Kuterbangkan rasa dimana dia bisa bebas memilih
Sejak sejarah luka terkuak
Kita menjadi orang baru sebagai manusia

-Kejujuran yang langka-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar