Jumat, 18 Januari 2013

Keras kan suara mu

Dan "LUKA" ini menunjukan bahwa kau masih bersamaku

#Cuaca makin hari makin g jelas, ntah galau apa memang murka terhadap kita semua. Manusia selalu menyalahkan alam tanpa berfikir siapa yang hanya bisa membuat sampah dan tanpa bisa menguranginya. Kita berasa aman, nyaman, punya segalanya saat berada didalam rumah tapi saat rumah itu g ada apakah bisa kita bertahan??? Kusangsikan itu kawan.

#Cuaca mulai enggan bersahabat, cuaca sulit diprediksi kapan ia menurunkan hujan. Hingga baju harus sedia dua untuk ganti dijalan. hujan bisa turun kapan pun dia mau, begitupun pelangi yang bisa muncul tanpa pemberitahuan lewat hujan. Terlintas sosok yang dikenal diantara orang-orang neduh dipinggir jalan dikala hujan saat itu
"kamu kenapa e disini sendirian macam orang ilang??" tanya ku
"gpp" jawabnya gitu aja cb
"habis pergi ma dia kah?? trs kmn makhluknya??" tanya ku kedua kali
"pergi ma yg lain" jawabnya sayu
"ntah mata aku yg hebat apa memang matamu yg lagi bocor sampe airnya netes tuh?" mcoba mengalihkan
"gpp kok, cuma tadi kehujanan aja bekasnya!" ngelesnya lagi

Berhentilah terisak
Seka dia yang menetes
Sangat disayangkan dia keluar
Untuk hal yang tidak berguna

Dia g pernah bisa tegas terhadapmu
Bukan karena dia tak berprinsip
Tapi karena ia takut kehilanganmu
Karena dia tau kemampuanmu

Seberapa keras usahamu
Seberapa besar rasamu
Lantanglah bicara padanya
Meski percuma adalah jawabannya

#Bukan hal yang mudah tuk mengubah haluan sebuah kapal disaat badai itu datang. G akan bisa merubah batu menjadi patung dengan artistik tinggi jika batunya enggan dijamah. Untung aja suara hati g akan bisa di loudspeker kan yah, jadi g bakal tau dirinya kalau apa yang tertusuk padanya berdarah padaku (bahasa filsafahnya).
"Kamu nungguin dia, dan dia menuju yang lain, hmmm" ledek ku
"Y mau gmn lagi" jawabnya enteng gt
"Kau sendirian disini, dingin, nah dia?" kok agak marah yah aku yh
"ndak tau, biarlah dia tetap dijalannya" jawabnya mulai keras
"okelah kanjeng gusti, mending kita balik daripada disini sampe subuh" ajak ku pergi karena memang mentari udah pamit mau balik ke peraduannya dan rasa dingin mulai menjelma dalam tusuk-tusuk angin yang lewat. Mau ndak mau harus balik sih sebenarnya, karena memang g akan ada yang datang menemuinya saat itu.

Terkadang kita bisa hidup
Tanpa harus disisinya
Tanpa harus bersamanya
Cukup dengan melihat punggungnya

Banyak orang menyangsikan dan meragukan apa yang dilakukannya. Karena keterbatasan hanyalah sebuah batas yang dibuat sendiri oleh logika, dan itu g berlaku jika kita bicara hati dan perasaan. Lampauilah batasan itu hingga kau tau dimana akan berhenti tuk menjalani hidup selayaknya manusia normal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar