Hujan masih bersama kami
Para penghuni bumi yang disewakan Tuhan
Kita hanya menempati dan meminjam
Tak pantas jika berkeluh kesah dan meghujat pemiliknya
Kita punya apa untuk melakukan itu
Kita bisa ngapain untuk berlaku seperti itu
Kita itu siapa untuk ngelakuin itu
Jawabannya kita bukan apa apa
Mereka yang terlahir sudah kaya
Mereka yang terlahir sudah beruntung
Bukan berarti mereka bisa menjadi Tuhan
Bukan berarti mereka bisa melakukan apapun
Justru mereka terbatasi dengan semua itu
Tak bisa mengenal apa itu berjuang
Tak bisa mengerti apa itu usaha
Terlahir sudah nyaman bukan sebuah parameter bahagia
Hidup gak harus enak (Keadaannya) yang penting bisa dinikmati. (Roki_B)
Dan aku sepakat dengan kata-kata itu
Kita tak bisa memilih keadaan apa yang diberikan Tuhan
Kita hanya bisa menjalaninya sekalipun kita yang menciptakan sendiri rasa itu
Teringat sebuah majas yang memperhalus kalimat
Hiduplah untuk dirimu, bukan orang lain yang menghidupkanmu
Atau bisa menggunakan bahasa anarkis agar jelas
Kamu dilahirkan tuh buat apa?
Terdengar aneh jika terucap dari orang macam aku
Untung ada tulisan yang mampu mewakilinya
Padahal dalam Kitab juga jelas disebutkan
"Jangan lihat orangnya, tapi lihat apa yang diucapkannya"
Tapi itu sudah tidak berlaku bagi mereka (bacanya bukan semua)
Seseorang menilai dari cover, sampul atau apalah mereka menyebutnya
Jangan pedulikan hal nggak penting semacam itu
Meski niat baik tak jarang mendapatkan tanggapan yang tak baik
Tetaplah bertahan atas apa yang diyakini
Bukan mengikuti trend dan banyak tidaknya pengikut
Mereka tak bertanggung jawab juga saat kamu terjatuh
Mereka juga tak membuatkan monumen saat kamu mati
Bukan karena kita masuk suatu daerah
Maka kita diakui sebagai orang daerah
Tapi karena orang daerah mengakui kita
Maka kita bisa masuk ke suatu daerah
Rabu, 20 November 2013
Dialah Orangnya
Dulu aku disambut dengan bahagia
Dulu aku dipeluk dengan hangat
Dulu aku yang menjadi kebanggannya
Hingga dia tau akhir yang kupilih untukku
Aku tak pernah mengerti apa yang diucapkannya
Hingga saat dimana jawaban itu ku dapat dikemduian hari
Aku hanya bisa percaya bahwa dia mencari pembenaran
Atas apa yang terjadi dikemudian hari
Seolah menjadi tuhan
Seolah mengerti cerita
Seolah membuat keadaan
Seolah paling benar dan tak bisa salah
Ntah apa yang dirasaknnya akan keberadaanku
Apa aku mengganggunya
Apa aku menjadi bebannya
Apa aku menjadi harapannya
Tiada yang tahu akan hal itu
Selain dirinya, otaknya dan hatinya
Dan tak ada yang mengerti
Selain egonya dan kepentingan pribadinya
Tak ada yang bisa kuberikan padanya
Dia yang memungutku dikala itu
Dia yang mendidikku waktu dulu
Dia yang membuatku seperti sekarang
Apa aku memang tak pantas untuknya
Apa aku memang tak berguna baginya
Atau memang aku hanya akan menjadi beban
Atau ternyata aku merupakan pengganggu hidupnya
Disaat aku tak berguna baginya
Aku akan lebih berguna bagi orang lain
Dia memang tak mengucapkannya
Tapi itu yang dia ingin aku mengetahuinya
Aku menyadarinya meski dia enggan mengakuinya
Dia hanya tak berani mengatakannya
Dia hanya ingin dunia membuat persepsi sendiri
Dan dia akan tersenyum dengan semua itu
Setidaknya aku mengerti meski tidak tahu benar atau salah
Dia bukan tak menginginkanku
Dia bukan membuangku
Dia ingin aku lebih berguna untuk orang lain
Hidup tidak untuk diri sendiri
Hidup tidak untuk aku dan dia
Hidup tidak untuk kami dan mereka
Tapi hidup untuk Kita Semua
Dulu aku dipeluk dengan hangat
Dulu aku yang menjadi kebanggannya
Hingga dia tau akhir yang kupilih untukku
Aku tak pernah mengerti apa yang diucapkannya
Hingga saat dimana jawaban itu ku dapat dikemduian hari
Aku hanya bisa percaya bahwa dia mencari pembenaran
Atas apa yang terjadi dikemudian hari
Seolah menjadi tuhan
Seolah mengerti cerita
Seolah membuat keadaan
Seolah paling benar dan tak bisa salah
Ntah apa yang dirasaknnya akan keberadaanku
Apa aku mengganggunya
Apa aku menjadi bebannya
Apa aku menjadi harapannya
Tiada yang tahu akan hal itu
Selain dirinya, otaknya dan hatinya
Dan tak ada yang mengerti
Selain egonya dan kepentingan pribadinya
Tak ada yang bisa kuberikan padanya
Dia yang memungutku dikala itu
Dia yang mendidikku waktu dulu
Dia yang membuatku seperti sekarang
Apa aku memang tak pantas untuknya
Apa aku memang tak berguna baginya
Atau memang aku hanya akan menjadi beban
Atau ternyata aku merupakan pengganggu hidupnya
Disaat aku tak berguna baginya
Aku akan lebih berguna bagi orang lain
Dia memang tak mengucapkannya
Tapi itu yang dia ingin aku mengetahuinya
Aku menyadarinya meski dia enggan mengakuinya
Dia hanya tak berani mengatakannya
Dia hanya ingin dunia membuat persepsi sendiri
Dan dia akan tersenyum dengan semua itu
Setidaknya aku mengerti meski tidak tahu benar atau salah
Dia bukan tak menginginkanku
Dia bukan membuangku
Dia ingin aku lebih berguna untuk orang lain
Hidup tidak untuk diri sendiri
Hidup tidak untuk aku dan dia
Hidup tidak untuk kami dan mereka
Tapi hidup untuk Kita Semua
Kamis, 14 November 2013
Katakan Selagi Sempat
Cinta itu buta karena tidak melihat dengan mata
Cinta itu tuli karena tidak medengar dengan teling
Cinta itu gila karena tidak berfikir dengan otak
Tapi itulah yang sering kita alami
Seseorang dengan hati sekeras batu
Seseorang dengan ego setegar karang
Seseorang dengan pikiran setinggi gunung
Tetap tak berdaya menghadapi cinta
Memang tidak adil saat kita mencintai
Yang dicintai mencintai yang lain
Yang lain juga mencintai yang lainnya
Lantas siapa yang salah dalam siklus ini?
Apa kita salah mecintainya?
Apa dia mencintai orang yang salah?
Apa yang lain salah karena memutuskan yang dicintai?
Itulah kehendak bebas
Sesuatu yang tak pernah bisa dipaksakan
Sesuatu yang tak pernah bisa ditebak
Sesuatu yang tak pernah bisa dinalar
Dengan kata tanya mengapa dan kok harus dia?
Dunia
memang terkadang tidak adil, mengapa bahagia tak pernah datang padaku
renung Niken dikala itu. Hujan masih jelas membasahi lingkugnan
disekitarnya. Niken terlahir dikeluarga kaya raya tanpa sedikitpun
merasa kurang dalam hal materi atau apapun yang dibutuhkan pasti bisa
didapatkan. Namun, ada satu hal yang tak dapat diberikan keluarganya
yang kaya raya itu, yakni kebahagiaan. Kesibukan kedua orang tua
memaksanya untuk tinggal hanya bersama pengasuhnya yang malah menjadi
ibu niken selama ini. Niken adalah anak tunggal dikeluarga ini,
lengkaplah sudah makna kesepian dan rindu kebahagiaan keluarga utuh yang
selalu dimimpikannya.
Kehidupan cinta juga tak
berpihak kepadanya, semua laki-laki yang mendekatinya hanya tergiur pada
harta yang dimilikinya. Cinta, sayang dan perhatian yang diumbar
semata-mata hanya untuk harta. Memang tak dipungkiri dijaman sekarang
bahwa uang berbicara dan semua akan mengalir begitu saja. Niken tak
begitu menggubris semua itu, karena memang bukan itu yang ingin dia
dapatkan selama ini. Hingga tuhan menjawab doa niken selama 16 tahun,
seorang laki-laki yang jauh dari kaya dan berpenampilan biasa-biasa saja
karena memang jam pulang sekolah sudah lama berakhir. Pertemuan pertama
diterminal bus kecil dikala hujan rintik-rintik saat itu.
Setelah
kejadian singkat itu, bisa dibilang 2/3 hati niken telah dimiliki
laki-laki itu. Suatu kejadian yang tidak bisa dipercaya, banyak yang
berasal dari golongan dan kasta yang sama. Lantas mengapa memilih kaum
jelata? Itulah yang dipikirkan semua orang akan pilihan niken saat itu.
Ingin mengulang kejadian yang sama maka setelah selesai sekolah, niken
langsung menunggu ditempat dimana dia bertemu dengan laki-laki itu
kemarin. dan memantapkan niat untuk tidak pulang sebelum bertemu
dengannya. Tik tik tik tik, tetesan hujan mulai menetes diatap halte dan
hembusan angin mulai menjadi dingin. Beberapa bis telah lewat dan
berlalu begitu saja tapi laki-laki itu tak kunjung datang.
Putus
asa mulai menghantui, keraguan mulai memancing niken untuk meninggalkan
tempat itu. Dari kejauhan terlihat sosok seorang laki-laki yang berlari
menuju halte itu. Tak ada suara yang keluar dari bibir kedua anak adam
saat itu hingga angin berhembus lebih kencang dan niken merasa
kedinginan akibat itu. Laki-laki itu lalu memakaikan jaketnya padda
niken meski ia tak mengenalnya saat itu, "biar tidak kedinginan, mau
pulang kemana?" kalimat pertama yang keluar setelah sekian waktu. "ke
daerah stasiun lama" jawab niken. tak banyak yang bisa di ucapkan karena
ntah apa yang menahan bibir niken saat itu. Niken pun tak sanggup
mengatakan bahwa niken menunggu laki-laki itu disana.
Niken pun diantar pulang karena hari mulai gelap dan cuaca tak kunjung membaik hari itu.
Tapi
siapa yang menduga bahwa pertemuan itu menjadi yang pertama dan
terakhir untuk mereka berdua. Hari-hari berikutnya tak ada lagi
pertemuan karena niken dipindahkan ke kota lain oleh orang tuanya. Niken
yang tak sempat mengungkapkan apa yang dirasa, menjelaskan apa yang
dipikirkan, dan hanya jaket laki-laki itu yang ia simpan sampai saat
ini.
Terkadang kita sering berharap pada kesempatan kedua
Tanpa memaksimalkan kesempatan pertama
Mengabaikan kesempatan pertama
Seolah kesempatan kedua pasti ada
Tak ada yang bisa dilakukan saat semua terlambat
Tak ada yang bisa dirubah saat telah ditetapkan
Tak ada yang bisa ditarik saat telah dilepaskan
Tak ada yang bisa diperbaiki saat telah berlalu
Selasa, 12 November 2013
Tak Sempat Merasakan
Dia terlahir didunia tanpa pernah mengenal siapa yang meninggalkannya
disana. Tanpa pernah mengerti mengapa ia ditinggalkan. Tanpa bisa
memilih tersenyum dalam dekapan hangat keluarga. Hujan baru saja
mengguyur kota tercinta ini, suasana dingin masih kerap terasa dalam
menusuk kulit setiap orang dikota ini. Kebanyakan mereka menghabiskan
waktu didekat perapian tanpa pernah peduli banyak yang kedinginan tanpa
atap dan hangat diluar sana. Dia ditinggalkan disana, sebuah yayasan
bagi mereka yang kelahirannya tidak dinginkan. Andai dia bisa memilih,
dia pun tidak ingin dilahirkan tanpa mengenal siapa ayah dan ibunya.
Bersyukurlah kita semua yang mengenal, mengerti, melihat dan bisa
menyentuh wajah kedua tuhan (bacanya ayah dan ibu) di muka bumi ini.
Dimana ada yang pergi, pasti ada yang datang untuk menggantikannya
begitulah alam menjawab.
Seorang wanita mendekat dan
menatap dengan hangat, seolah mengerti rasa yang tak pernah dialaminya.
Diangkat dan digendong anak itu dan dibawa jalan-jalan disekitar
yayasan. Timbul keinginan wanita itu untuk selalu bersama anak itu,
seolah ikatan itu terjalin begitu saja seperti ibu dan anak. Dengan
harap cemas wanita itu mengutarakan apa yang diinginkan kepada suaminya.
Tanpa sepengetahuan suami, wanita itu tiap hari datang dan mengunjungi
anak itu. Wanita itu menghabiskan waktunya bersama anak itu, dan
memperkenalkan diri sebagai ibunya dan suaminya sebagai ayahnya. Wanita
itu memberi anak itu nama "Gio". Apakah semua ini sebuah pertanda? Apa
yang Tuhan rahasiakan dibalik pertemuan wanita ini dengan Gio (nama yang
wanita itu berikan padanya)?
Beberapa bulan kemudian,
kejadian yang tidak pernah diinginkan terjadi pada wanita itu. Tuhan
memanggilnya lebih cepat dari usianya, wajahnya masih muda, kulitnya
belum keriput dan semua begitu cepat terjadi. Gio hanya bisa menangis
berhari-hari karena wanita itu tak lagi mengunjunginya. Wanita yang
setiap hari bermain bersamanya, wanita yang dipanggilnya "mama" dengan
belajar berbicara. Gio tak lagi ceria seperti biasanya semenjak wanita
itu tak lagi mengunjunginya, gio lebih memilih diam karena tenaganya
mulai habis. Tangisnya tak membuat wanita itu datang untuk saat ini.
Beberapa hari setelah kepergian wanita itu, sepucuk surat datang untuk suaminya dari yayasan yang sering dikunjungi wanita itu.
"Sebelum
istri anda meninggal, dia datang dan meminta saya untuk menuliskan
surat ini untuk anda. Dia ingin memberitahukan anda bahwa dia telah
mengangkat anak dan memberinya nama Gio. Mungkin dia tahu bahwa anda tak
pernah menyetujuinya, tapi tanpa anda tahu bahwa istri anda setiap hari
datang kemari dan bermain bersama gio. Istri anda berharap anda bisa
menerimanya seperti anda menerima anak kandung anda sendiri. Jika anda
mencintai istri anda maka anda juga mencintai gio karena istri anda
menaruh harapan besar pada gio"
Seakan tak percaya,
akan apa yang didengar dari surat yang dibuat oleh istrinya. Seolah
istrinya mengerti bahwa usianya tak lagi lama. Inikah alasan
perbincangan waktu itu. Dan Gio telah diadopsi orang lain setelah suami wanita itu mengetahui keinginan istrinya yang terkahir.
Menjadi ayah adalah takdir setiap laki-laki
Menjadi ayah bukanlah hal yang mudah
Menjadikan ayah dari anak adalah harapan seorang wanita
Menjadikan ayah dari anak bukan hal yang sepele
Kesempatan tak selalu datang dengan kejelasan
Kesempatan terkadang tak datang diwaktu yang tepat
Harapan tak selalu diucapkan diawal
Harapan terkadang hadir disaat tak terduga
Kita tak pernah tahu apa yang dilakukannya
Kita tak pernah mengerti apa yang diusahakannya
Kita hanya bisa menuntut tanpa mendengar
Kita hanya bisa meminta tanpa peduli
Beruntunglah kita masih bisa meminta
Beruntunglah kita masih bisa melihat
Beruntunglah kita masih bisa mendengar
Apa yang belum tentu dimiliki orang lain
Tunjukkan bahwa kita memang terlahir untuk berguna
Buktikan bahwa perjuangan mereka (ayah dan ibu) tidaklah sia-sia
Senin, 11 November 2013
Kamu Hidup Kan?
Terlahir sendiri itu pasti
Karena tak mungkin kita semua terlahir dari rahim yang sama
Namun, berjalan sendiri itu pilihan
Itu adalah hak mutlak setiap manusia
Kata itu sering aku gunakan untuk mencerna
Apa yang aku lakukan
Apa yang mereka lakukan
Dan apa yang kita semua lakukan
Bukan cuma mereka yang berjalan disampingku
Bukan cuma mereka yang ada disekitarku
Melainkan mereka semua yang kutemui dijalanku
Menjadi pernak pernik pilihan hidupku
Banyak harapan yang kita bawa
Disini (bacanya pilihan kita), tempat kita mengasingkan diri
Saat semua menatap sinis dan rendah
Tapi derajat kita jauh lebih tinggi dari mereka
Karena kita berani menggunakan apa yang punya
Dan menunjukkan kesemua orang bahwa kita hidup
Bukan menutupi yang diri seolah mati
Tenang dan tengggelam dalam keadaan nyaman
Bukan soal memberontak
Bukan soal mencari onar
Bukan soal mencari kesenangan
Tapi ini soal hati
Hati terbentuk dengan kebebasannya
Bebas dalam segala hal
Bebas dalam bermacam bentuk
Bebas dalam berbagai cara
Tapi sadarlah bahwa semua itu adalah Hidup
Hidup yang tidak hanya diatas kertas
Hidup yang tidak selalu hitam diatas putih
Hidup yang tidak harus digambar dan ditulis
Tunjukkan bahwa kita semua itu terlahir hidup
Bukan dihidupkan layaknya benda mati yang dapat energi
Karena tak mungkin kita semua terlahir dari rahim yang sama
Namun, berjalan sendiri itu pilihan
Itu adalah hak mutlak setiap manusia
Kata itu sering aku gunakan untuk mencerna
Apa yang aku lakukan
Apa yang mereka lakukan
Dan apa yang kita semua lakukan
Bukan cuma mereka yang berjalan disampingku
Bukan cuma mereka yang ada disekitarku
Melainkan mereka semua yang kutemui dijalanku
Menjadi pernak pernik pilihan hidupku
Banyak harapan yang kita bawa
Disini (bacanya pilihan kita), tempat kita mengasingkan diri
Saat semua menatap sinis dan rendah
Tapi derajat kita jauh lebih tinggi dari mereka
Karena kita berani menggunakan apa yang punya
Dan menunjukkan kesemua orang bahwa kita hidup
Bukan menutupi yang diri seolah mati
Tenang dan tengggelam dalam keadaan nyaman
Bukan soal memberontak
Bukan soal mencari onar
Bukan soal mencari kesenangan
Tapi ini soal hati
Hati terbentuk dengan kebebasannya
Bebas dalam segala hal
Bebas dalam bermacam bentuk
Bebas dalam berbagai cara
Tapi sadarlah bahwa semua itu adalah Hidup
Hidup yang tidak hanya diatas kertas
Hidup yang tidak selalu hitam diatas putih
Hidup yang tidak harus digambar dan ditulis
Tunjukkan bahwa kita semua itu terlahir hidup
Bukan dihidupkan layaknya benda mati yang dapat energi
Selasa, 05 November 2013
Hanya Tentang Pilihan
Sudah lama rasanya
Hingga lupa atau amnesia
Banyak berubah dan berbeda
Namun inilah yang menjadi perdebatan
Tujuan yang sama ingin diraih
Namun menempuh jalan yang berbeda
Kultur dan keadaan yang berbeda
Begitu juga tradisi yang dijunjungkan
Aku tak pernah tahu
Benar atau salah yang telah dipilih
Selama ini aku hanya menjalaninya
Tanpa pernah memikirkannya lebih jauh
Saat aku diusir dari rumah
Saat keluargaku tak menganggapku ada
Disaat aku sendiri, termarjinalkan dan menjadi minoritas
Mereka datang menjulurkan tangan
Keluarga tanpa dasar kepentingan
Keluarga tanpa pernah mengenal satu sama lain
Orang asing menjadi keluarga
Keluarga menjadi orang asing
Kenapa hanya mereka yang baik yang dipandang
Dan mereka yang kurang baik dianggap tidak ada
Aku memang bukan contoh yang baik
Tapi aku tak pernah mengajarkan hal yang buruk
Tak peduli apa yang kalian pikir tentangku
Tak penting celotehan kalian dibelakangku
Seseorang hanya dianggap saat dia mengungkapkannya daripada sekedar memikirkannya
Hingga lupa atau amnesia
Banyak berubah dan berbeda
Namun inilah yang menjadi perdebatan
Tujuan yang sama ingin diraih
Namun menempuh jalan yang berbeda
Kultur dan keadaan yang berbeda
Begitu juga tradisi yang dijunjungkan
Aku tak pernah tahu
Benar atau salah yang telah dipilih
Selama ini aku hanya menjalaninya
Tanpa pernah memikirkannya lebih jauh
Saat aku diusir dari rumah
Saat keluargaku tak menganggapku ada
Disaat aku sendiri, termarjinalkan dan menjadi minoritas
Mereka datang menjulurkan tangan
Keluarga tanpa dasar kepentingan
Keluarga tanpa pernah mengenal satu sama lain
Orang asing menjadi keluarga
Keluarga menjadi orang asing
Kenapa hanya mereka yang baik yang dipandang
Dan mereka yang kurang baik dianggap tidak ada
Aku memang bukan contoh yang baik
Tapi aku tak pernah mengajarkan hal yang buruk
Tak peduli apa yang kalian pikir tentangku
Tak penting celotehan kalian dibelakangku
Seseorang hanya dianggap saat dia mengungkapkannya daripada sekedar memikirkannya
Langganan:
Postingan (Atom)