Cinta itu buta karena tidak melihat dengan mata
Cinta itu tuli karena tidak medengar dengan teling
Cinta itu gila karena tidak berfikir dengan otak
Tapi itulah yang sering kita alami
Seseorang dengan hati sekeras batu
Seseorang dengan ego setegar karang
Seseorang dengan pikiran setinggi gunung
Tetap tak berdaya menghadapi cinta
Memang tidak adil saat kita mencintai
Yang dicintai mencintai yang lain
Yang lain juga mencintai yang lainnya
Lantas siapa yang salah dalam siklus ini?
Apa kita salah mecintainya?
Apa dia mencintai orang yang salah?
Apa yang lain salah karena memutuskan yang dicintai?
Itulah kehendak bebas
Sesuatu yang tak pernah bisa dipaksakan
Sesuatu yang tak pernah bisa ditebak
Sesuatu yang tak pernah bisa dinalar
Dengan kata tanya mengapa dan kok harus dia?
Dunia
memang terkadang tidak adil, mengapa bahagia tak pernah datang padaku
renung Niken dikala itu. Hujan masih jelas membasahi lingkugnan
disekitarnya. Niken terlahir dikeluarga kaya raya tanpa sedikitpun
merasa kurang dalam hal materi atau apapun yang dibutuhkan pasti bisa
didapatkan. Namun, ada satu hal yang tak dapat diberikan keluarganya
yang kaya raya itu, yakni kebahagiaan. Kesibukan kedua orang tua
memaksanya untuk tinggal hanya bersama pengasuhnya yang malah menjadi
ibu niken selama ini. Niken adalah anak tunggal dikeluarga ini,
lengkaplah sudah makna kesepian dan rindu kebahagiaan keluarga utuh yang
selalu dimimpikannya.
Kehidupan cinta juga tak
berpihak kepadanya, semua laki-laki yang mendekatinya hanya tergiur pada
harta yang dimilikinya. Cinta, sayang dan perhatian yang diumbar
semata-mata hanya untuk harta. Memang tak dipungkiri dijaman sekarang
bahwa uang berbicara dan semua akan mengalir begitu saja. Niken tak
begitu menggubris semua itu, karena memang bukan itu yang ingin dia
dapatkan selama ini. Hingga tuhan menjawab doa niken selama 16 tahun,
seorang laki-laki yang jauh dari kaya dan berpenampilan biasa-biasa saja
karena memang jam pulang sekolah sudah lama berakhir. Pertemuan pertama
diterminal bus kecil dikala hujan rintik-rintik saat itu.
Setelah
kejadian singkat itu, bisa dibilang 2/3 hati niken telah dimiliki
laki-laki itu. Suatu kejadian yang tidak bisa dipercaya, banyak yang
berasal dari golongan dan kasta yang sama. Lantas mengapa memilih kaum
jelata? Itulah yang dipikirkan semua orang akan pilihan niken saat itu.
Ingin mengulang kejadian yang sama maka setelah selesai sekolah, niken
langsung menunggu ditempat dimana dia bertemu dengan laki-laki itu
kemarin. dan memantapkan niat untuk tidak pulang sebelum bertemu
dengannya. Tik tik tik tik, tetesan hujan mulai menetes diatap halte dan
hembusan angin mulai menjadi dingin. Beberapa bis telah lewat dan
berlalu begitu saja tapi laki-laki itu tak kunjung datang.
Putus
asa mulai menghantui, keraguan mulai memancing niken untuk meninggalkan
tempat itu. Dari kejauhan terlihat sosok seorang laki-laki yang berlari
menuju halte itu. Tak ada suara yang keluar dari bibir kedua anak adam
saat itu hingga angin berhembus lebih kencang dan niken merasa
kedinginan akibat itu. Laki-laki itu lalu memakaikan jaketnya padda
niken meski ia tak mengenalnya saat itu, "biar tidak kedinginan, mau
pulang kemana?" kalimat pertama yang keluar setelah sekian waktu. "ke
daerah stasiun lama" jawab niken. tak banyak yang bisa di ucapkan karena
ntah apa yang menahan bibir niken saat itu. Niken pun tak sanggup
mengatakan bahwa niken menunggu laki-laki itu disana.
Niken pun diantar pulang karena hari mulai gelap dan cuaca tak kunjung membaik hari itu.
Tapi
siapa yang menduga bahwa pertemuan itu menjadi yang pertama dan
terakhir untuk mereka berdua. Hari-hari berikutnya tak ada lagi
pertemuan karena niken dipindahkan ke kota lain oleh orang tuanya. Niken
yang tak sempat mengungkapkan apa yang dirasa, menjelaskan apa yang
dipikirkan, dan hanya jaket laki-laki itu yang ia simpan sampai saat
ini.
Terkadang kita sering berharap pada kesempatan kedua
Tanpa memaksimalkan kesempatan pertama
Mengabaikan kesempatan pertama
Seolah kesempatan kedua pasti ada
Tak ada yang bisa dilakukan saat semua terlambat
Tak ada yang bisa dirubah saat telah ditetapkan
Tak ada yang bisa ditarik saat telah dilepaskan
Tak ada yang bisa diperbaiki saat telah berlalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar