Kamis, 14 November 2013

Katakan Selagi Sempat

Cinta itu buta karena tidak melihat dengan mata
Cinta itu tuli karena tidak medengar dengan teling
Cinta itu gila karena tidak berfikir dengan otak
Tapi itulah yang sering kita alami

Seseorang dengan hati sekeras batu
Seseorang dengan ego setegar karang
Seseorang dengan pikiran setinggi gunung
Tetap tak berdaya menghadapi cinta

Memang tidak adil saat kita mencintai
Yang dicintai mencintai yang lain
Yang lain juga mencintai yang lainnya
Lantas siapa yang salah dalam siklus ini?

Apa kita salah mecintainya?
Apa dia mencintai orang yang salah?
Apa yang lain salah karena memutuskan yang dicintai?
Itulah kehendak bebas

Sesuatu yang tak pernah bisa dipaksakan
Sesuatu yang tak pernah bisa ditebak
Sesuatu yang tak pernah bisa dinalar
Dengan kata tanya mengapa dan kok harus dia?

Dunia memang terkadang tidak adil, mengapa bahagia tak pernah datang padaku renung Niken dikala itu. Hujan masih jelas membasahi lingkugnan disekitarnya. Niken terlahir dikeluarga kaya raya tanpa sedikitpun merasa kurang dalam hal materi atau apapun yang dibutuhkan pasti bisa didapatkan. Namun, ada satu hal yang tak dapat diberikan keluarganya yang kaya raya itu, yakni kebahagiaan. Kesibukan kedua orang tua memaksanya untuk tinggal hanya bersama pengasuhnya yang malah menjadi ibu niken selama ini. Niken adalah anak tunggal dikeluarga ini, lengkaplah sudah makna kesepian dan rindu kebahagiaan keluarga utuh yang selalu dimimpikannya.

Kehidupan cinta juga tak berpihak kepadanya, semua laki-laki yang mendekatinya hanya tergiur pada harta yang dimilikinya. Cinta, sayang dan perhatian yang diumbar semata-mata hanya untuk harta. Memang tak dipungkiri dijaman sekarang bahwa uang berbicara dan semua akan mengalir begitu saja. Niken tak begitu menggubris semua itu, karena memang bukan itu yang ingin dia dapatkan selama ini. Hingga tuhan menjawab doa niken selama 16 tahun, seorang laki-laki yang jauh dari kaya dan berpenampilan biasa-biasa saja karena memang jam pulang sekolah sudah lama berakhir. Pertemuan pertama diterminal bus kecil dikala hujan rintik-rintik saat itu.

Setelah kejadian singkat itu, bisa dibilang 2/3 hati niken telah dimiliki laki-laki itu. Suatu kejadian yang tidak bisa dipercaya, banyak yang berasal dari golongan dan kasta yang sama. Lantas mengapa memilih kaum jelata? Itulah yang dipikirkan semua orang akan pilihan niken saat itu. Ingin mengulang kejadian yang sama maka setelah selesai sekolah, niken langsung menunggu ditempat dimana dia bertemu dengan laki-laki itu kemarin. dan memantapkan niat untuk tidak pulang sebelum bertemu dengannya. Tik tik tik tik, tetesan hujan mulai menetes diatap halte dan hembusan angin mulai menjadi dingin. Beberapa bis telah lewat dan berlalu begitu saja tapi laki-laki itu tak kunjung datang.

Putus asa mulai menghantui, keraguan mulai memancing niken untuk meninggalkan tempat itu. Dari kejauhan terlihat sosok seorang laki-laki yang berlari menuju halte itu. Tak ada suara yang keluar dari bibir kedua anak adam saat itu hingga angin berhembus lebih kencang dan niken merasa kedinginan akibat itu. Laki-laki itu lalu memakaikan jaketnya padda niken meski ia tak mengenalnya saat itu, "biar tidak kedinginan, mau pulang kemana?" kalimat pertama yang keluar setelah sekian waktu. "ke daerah stasiun lama" jawab niken. tak banyak yang bisa di ucapkan karena ntah apa yang menahan bibir niken saat itu. Niken pun tak sanggup mengatakan bahwa niken menunggu laki-laki itu disana.
Niken pun diantar pulang karena hari mulai gelap dan cuaca tak kunjung membaik hari itu.

Tapi siapa yang menduga bahwa pertemuan itu menjadi yang pertama dan terakhir untuk mereka berdua. Hari-hari berikutnya tak ada lagi pertemuan karena niken dipindahkan ke kota lain oleh orang tuanya. Niken yang tak sempat mengungkapkan apa yang dirasa, menjelaskan apa yang dipikirkan, dan hanya jaket laki-laki itu yang ia simpan sampai saat ini.

Terkadang kita sering berharap pada kesempatan kedua
Tanpa memaksimalkan kesempatan pertama
Mengabaikan kesempatan pertama
Seolah kesempatan kedua pasti ada

Tak ada yang bisa dilakukan saat semua terlambat
Tak ada yang bisa dirubah saat telah ditetapkan
Tak ada yang bisa ditarik saat telah dilepaskan
Tak ada yang bisa diperbaiki saat telah berlalu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar