Rabu, 20 November 2013

Hujan Itu Dijatuhkan Dari Atas

Hujan masih bersama kami
Para penghuni bumi yang disewakan Tuhan
Kita hanya menempati dan meminjam
Tak pantas jika berkeluh kesah dan meghujat pemiliknya

Kita punya apa untuk melakukan itu
Kita bisa ngapain untuk berlaku seperti itu
Kita itu siapa untuk ngelakuin itu
Jawabannya kita bukan apa apa

Mereka yang terlahir sudah kaya
Mereka yang terlahir sudah beruntung
Bukan berarti mereka bisa menjadi Tuhan
Bukan berarti mereka bisa melakukan apapun

Justru mereka terbatasi dengan semua itu
Tak bisa mengenal apa itu berjuang
Tak bisa mengerti apa itu usaha
Terlahir sudah nyaman bukan sebuah parameter bahagia

Hidup gak harus enak (Keadaannya) yang penting bisa dinikmati. (Roki_B)
Dan aku sepakat dengan kata-kata itu
Kita tak bisa memilih keadaan apa yang diberikan Tuhan
Kita hanya bisa menjalaninya sekalipun kita yang menciptakan sendiri rasa itu

Teringat sebuah majas yang memperhalus kalimat
Hiduplah untuk dirimu, bukan orang lain yang menghidupkanmu
Atau bisa menggunakan bahasa anarkis agar jelas
Kamu dilahirkan tuh buat apa?

Terdengar aneh jika terucap dari orang macam aku
Untung ada tulisan yang mampu mewakilinya
Padahal dalam Kitab juga jelas disebutkan
"Jangan lihat orangnya, tapi lihat apa yang diucapkannya"

Tapi itu sudah tidak berlaku bagi mereka (bacanya bukan semua)
Seseorang menilai dari cover, sampul atau apalah mereka menyebutnya
Jangan pedulikan hal nggak penting semacam itu
Meski niat baik tak jarang mendapatkan tanggapan yang tak baik

Tetaplah bertahan atas apa yang diyakini
Bukan mengikuti trend dan banyak tidaknya pengikut
Mereka tak bertanggung jawab juga saat kamu terjatuh
Mereka juga tak membuatkan monumen saat kamu mati

Bukan karena kita masuk suatu daerah
Maka kita diakui sebagai orang daerah
Tapi karena orang daerah mengakui kita
Maka kita bisa masuk ke suatu daerah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar