Selasa, 14 April 2015

Dikala Jenuh Menjadi Alibi



Kian hari kian menjadi
Kian hari kian terbukti
Apa yang menjadi harapan
Serta apa yang menjadi ketakutan

Kita tidak akan pernah kalah
Karena kita terlahir untuk menang
Kekalahan hanya untuk mereka yang menyerah terhadap keadaan
Tapi kita akan selalu maju meski kita tidak jarang menoleh kebelakang

Aku tidak menyesali
Aku tidak berharap lebih
Aku hanya mencoba percaya
Semua akan indah pada waktunya

Bersama mereka semua
Dengan semua yang kami punya
Semua akan baik-baik saja seperti kelihatannya
Semua akan berjalan sesuai irama dan ketukan tangan TUHAN

Adakah yang pernah merasakan takut
Adakah yang tak pernah merasa gentar
Tidak ada manusia yang seperti itu
Karena hati manusia terlalu lembut untuk menolak rasa itu

Tangan ini punya perasaan untuk mengangkat mereka
Kaki ini punya kehendak sendiri untuk melangkah bersama mereka
Telinga ini punya cara sendiri untuk mendekat di bibir mereka
Dan hati ini yang selalu terbuka untuk mereka

Aku kasian pada kalian
Yang tak memiliki kesempatan untuk merasakannya
Aku iba pada kalian
Yang hanya bisa belajar tanpa mengerti arti esensi sebuah profesi

Mungkin aku memang kaum minoritas disana
Tempat dimana kalian menjadi raja
Mungkin aku memang termarjinalkan disana
Tempat dimana kalian menjadi penguasa

Kini semua akan menjadi kebenaran
Kampus bukan tempat menjadi raja
Melainkan siapa yang akan menjadi robot terbaik
Yang hanya akan bergerak sesuai yang diinginkan oleh system

“aku terjajah karena keadaan
bukan berarti selamanya kan terjajah oleh keinginan kalian”

Senin, 13 April 2015

Sepertinya Memang Disini

Berawal dari keinginan hati
Meski kadang tidak ada yang mengerti
Meski kadang tidak ada yang percaya
Tapi itulah kenyataannya

Nusantara Sehat

Sebuah pilihan yang tak pernah ku tahu apa itu sebenarnya. Yang ku tahu itu adalah sesuatu yang membuat gejolak didalam hati ini. Inikah yang disebut panggilan jiwa?? Atau sebuah pelarian atas rasa bimbang yang tak pernah berujung akan kemana setelah menyelesaikan kuliahku.

NS adalah sebuah program dari KEMENKES dimana nantinya mereka yang bergabung akan ditempatkan didaera Terpencil/ Sangat Terpencil Perbatasan Kepalauan. Sebuah tempat diujung indonesia yang ntah seperti apa bentuknya dan mungkin tidak pernah tertulis secara jelas didalam peta indonesia sekalipun. Tak pernah kupercaya juga sebelumnya bahwa aku akan bergabung didalamnya, awalnya aku hanya iseng mengisi pendaftaran online yang diberikan dari kementrian. Mengisi seadanya dengan essay yang ku buat sesuai bahasa ku sendiri yang mungkin hanya aku yang mengerti dan mengenal maksud didalamnya dengan baik.

Tapi memang jalan yang kupilih bukanlah jalan yang banyak dipilih orang-orang. Ibarat jalan terjal yang menjulang penuh dengan ketidak pastian dan ancaman akan sebuah ketidakjelasan namun dibalik itu semua pastilah ada puncak yang senantiasa memberikan keindahan jawaban pada akhirnya. Tahap II seleksi dimana dari 6671 pendaftar terpilih 630 orang untuk melakukan psikotes dan FGD bersama 8 profesi lainnya.

Untuk pertama kali dimana kita berkolaborasi dengan profesi kesehatan lainnya yang mungkin hanya akan kita dengar dibangku kuliah. Dokter, Bidan, Perawat, Kesehatan Lingkugnan, Kesehatan Masyarakat, Ahli Gizi, Analis Kesehatan dan tentunya Farmasi itu sendiri. Kami digabung dalam 1 team yang ditempatkan dalam sebuah Unit Pelayanan Kesehatan Pertama di Satu Kabupaten yang telah ditentukan. Ntah apa jadinya nanti kita akan bersama dalam jangka waktu 2 tahun, apapun yang terjadi nanti biarlah semua mengalir seperti seharusnya.

Tapi beberapa hal yang pasti kurasakan saat ini adalah memang disini rupanya temapt yang tepat untukku. Tuhan memberikan ku waktu agak lama untuk mengerti bahwa yang kubutuhkan bukan disamping kalian wahai dunia lama ku tapi dunia baruku adalah yang kubutuhkan untuk sebuah perubahan dan balas dendam atas apa yang pernah kita rasakan bersama. Kita akan buktikan suatu hari nanti bahwa apa yang dunia ucapkan tentang kita adalah sebuah kesalahan dan aku akan membuat dunia menyadari bahwa dia salah besar tentang kita.

"Cintailah mereka seolah mereka adalah bagian dari tubuh kita.
Mulailah dari yang mereka miliki dan bukan memaksa mereka mencari yang tidak mereka miliki. Jangan paksakan apa yang kita inginkan
melainkan apa yang mereka butuhkan dari kita"

Senin, 06 April 2015

cahaya terang

akan ada masa dimana semua menjadi nyata
apa yang telah dikatakan
apa yang telah dipikirkan
apa yang telah dirasakan

bermimpilah setinggi-tingginya
jangan takut jatuh dan terpuruk rasa sakit
karena kau akan jatuh dalam bintang-bintang nantinya
bung karno pun berkata demikian

suasana ini semakin menjadi
rasa cinta ini bukan ilusi
keinginan ini telah lama dinanti
terwujud dalam ridho sang pemberi

demam yang kian meninggi
sesak selalu berasa tiap hembusan nafas
hingga kapan semua berakhir
berharap segera usai

disana kami berdiri
menatap langit yang sama
untuk sebuah kebanggaan
dari pilihan yang kami tentukan

jangan sampai kita kehilangan lagi
seseorang yang kita anggap saudara
hanya karena dia kehilangan hak
serta kemerdekaan didalam rumah sendiri

rasa ini bukan lagi sebuah pilihan
tapi kita yang membuatnya
kita yang menciptakannya
dengan dua buah tangan yang kita miliki

ibarat senja yang kembali keperaduan
memeluk erat kedua tangan
seolah penantian akan segera berakhir
dikala ia kembali dipagi hari

kini rasa yang hilang telah kembali
kutanggalkan semua kepalsuan semata
untuk sebuah kesejatian warga negara
berdiri dengan gagah jauh dari peradaban

aku tidak butuh dihormati hanya karena sebuah huruf
aku akan membangun dari mana bisa kulakukan
bukan sebuah kenyamanan yang kuinginkan
melainkan sebuah kebanggan dalam arti sebenarnya

"kita terlahir untuk memulai dan menyelesaikan, bukan mengakhiri tanpa kejelasan"