Jumat, 31 Oktober 2014

Jaminan Kesehatan Nasional



From the past, health is the problem was difficult to resolved so need to developed of policies to cover all the community. Ever happened where patient was returned home from the hospital forcefully because they do not have a fee for medical treatment. There are also the ignored patients in the hospital lobby was consequence the patient of among the poor people. Is it deliberate or a paid regulations of preferred their health. The most tragically is when grandmother who passed down in the middle of the street by one of the private hospital ambulance.
First we know the Health Insurance or HI, JAMSOSTEK and now began to apply NHI or National Helath Insurance where equalization of the all health care around in indonesia. It prepared to anticipate service and event like that will not be reoccured. Extent to which it was give effect to the poor people until today after the policy was issued. Is there anything else to spend money again for all the costs that should have been covered by government. How far the people understanding about the new health system.
NHI or National Helath Insurance is a helath system was adapted to severity of disease experienced of each diagnosis in determining the cost. If the current maintenance the cost needed exceed the cost of the covered government, the hospital should to bear the cost of NHI’s patient required. But if the patient were not covered by government then the patient must be pay the excess of the cost were charging. Sometimes, the public perception was claims about meaning of covering by government the all of payment in hosptal is free without discriminate and needed refrences from the PHS (Primary Helath Service)  where patient lived.
Patients who want to get in NHI, could ask for a referral letter from health center or a family doctor (level one PHS) to be treated at the Regional General Hospital (level two PHS). If the level two PHS has not been unable to cope, then can be referred to the more advanced of hospital (level three PHS). NHI simplify of the government service to reach people but it can be maximal without support and role of the community to maximal of the gocerment service in processto increase health quality in Indonesia.

Kamis, 30 Oktober 2014

They Need Us



Indonesia is a country with many of diversity of the island , the sea , the mountain , animals , plants , culture , religion and others. The diversity makes much the perception on a problems one is health. Health is the thing that can't be separated but still find it in the treatment or way which relies on many things are not rational as traditional healers or visit the grave. Indonesia including countries that had a lot of volcanoes at the risk of the mountain. It’s have many rivers with the threat of a big flood that luminance heavy rains down. It’s have a stretch of an ocean of laus with the potential tsunami and an earthquake that can come any time. Where disaster when it came then contemplated safety is no longer the health and that our role has been charged to exis.

The tsunami aceh in 2002 where the granting of antibiotics due to excessive where each one is sick are given an antibiotic indiscriminately. Some years later found the case known that many acehnese immune to antibiotics and requires the use of antibiotics levelnya with higher cost of more expensive. Whereas disaster if drugs can be managed with good then things like that can be avoided as well as reporting drug will regulations will be more clearly that reduce drugs unused. In any disaster medicines have not had experienced selection so that all direct they collected both requirements and not. When in the condition required things disaster and relief needed to make lessen the density and to increase security and convenient for disaster victims.

Earthquake that destroys jogja 2006 almost part of a city jogja and claimed many fatalities. Where there is no longer needed a blood relationship or not , brother or not , acquaintance or not , but a call people to go back there and help carry what they feel when it happen. See a family , kindred now lying lifeless in the street , see house to protect them from the weather is fused to the ground. As if no more hope for them but the role that we are as a fellow to there for her and helped him recuperate better off physically, emotional, traumatic and soul, because we not just a health workers but work in health.

Selasa, 28 Oktober 2014

Sorry TuT

Esok adalah hari dimana masa kuliahmu segera berakhir kawan
Apa yang kita inginkan sejak pertama menapakkan kaki disini
Sebuah alasan untuk bisa melewatinya bersama
Tapi sebuah jawaban yang datangnya berbeda

Sebuah kehormatan untuk meihatmu berjuang disana
Sebuah kemuliaan bisa mendampingimu kawan
Tapi apalah daya dimana tuntutan menjad rantai belenggu
Sebuah pemberontakan tak selalu berpihak pada yang benar

Memang tak selamanya semua akan berjalan sesuai keinginan
Tapi tetap ada batasan dimana semua itu harus dipaksakan
Sejauh mana itu hanya kita lah yang bisa memastikannya
Tapi tak ada yang bisa dipastikan hingga saatnya tiba nanti

Aku kurang beruntung karena melewatinya terlebih dahulu
Aku yang membenci mereka yang meninggalkan
Tapi aku yang terpaksa mengalaminya
Aku minta maaf akan semua kejadian yang telah ditakdirkan

Apapun yang terjadi esok adalah sebuah pembuktian
Apa yang kita sebut sebut jauh sebelum moment ini datang
Apa yang sering kita perdebatkan dikala bulan menjadi hakim saat itu
Semoga tak ada yang berubah setelah hari esok terlewati

Kau adalah tanggungan terakhir disisa sisa waktu kita dikampus
Semakin lega dan ringan untuk melankahkan kaki
Menuju tempat selanjutnya yang akan menjadi awal baru
Awal yang akan membuat mimpi kita terwujud satu demi satu

Maaf yo jo kalo apa yang terucap tak akan bisa dibuktikan
Karena lidah tak bertulang
Dia mengucapkan yang kita inginkan dan kita rasakan
Tanpa melihat masa depan yang akan terwujud apa nggak (karena g punya mata)

Aku terjebak dalam belenggu dimana kuncinya adalah mereka
Mereka yang sama sama terikat dalam satu rantai
Mereka yang berorientasi berbeda
Mereka yang mencari hal yang berbeda

Ada saatnya dimana kita ingin sendirian
Ada saatnya dimana kita ingin bersama
Merasakan sebuah moment bersamaan
Menikmatinya secara pribadi sebagai bagian dari mereka

Aku memang terkadang tak bisa bersamamu
Tapi aku tak pernah meninggalkanmu
Aku memang terkadang tak bisa menopangmu
Tapi aku tak pernah membiarkanmu terjatuh

Minggu, 26 Oktober 2014

Buang Buang Waktu

Waktu adalah benda yang terus berjalan
Tanpa pernah peduli kita menginginkannya
Atau kita membencinya sekalipun
Dia akan terus bergerak kearah dimana semua akan berlanjut

Menahanku disana untuk sebuah keadaan dan moment yang ingin dirasakan
Tapi semua bukanlah sebuah keinginan
Melainkan sebuah keterpaksaan atas kehendak orang lain
Mengikuti sistem dan memang seperti itu kondisinya

Kita tak bisa mutlak bergerak atas keinginan pribadi
Tanpa bernanung dalam sistem yang telah ada
Sekalipun kita menolak semua akan tetap ada sistemnya
Jangan menghindari dan berpaling seolah mampu berjalan tanpa sistem

Aku memang membenci sesuatu yang mengekang
Terlahir dengan hanya mengikuti alur bukanlah yang kuinginkan
Bukan juga sebuah kedewasaan yang ingin kutonjolkan
Aku hanya menginginkan sebuah kedamaian yang sulit ku jelaskan

Tidak semua akan mengerti
Banyak juga yang akan menolaknya
Tapi aku tidak peduli
Karen ini tentang cara dan hidupku

Aku tak peduli apa yang akan mereka katakan
Apa yang mereka keluhkan
Apa yang mereka lakukan
Yang aku pedulikan hanyalah semua berjalan sesuai keingina amsing-masing

Aku tak akan menghambat kalian saat aku tak bisa membantu kalian
Dan hal itu berlaku sebaliknya
Tak ada kompromi dan sebuah negosiasi
Dimana kita harus dimengerti tanpa mau mengerti orang lain

Akhir-akhir ini memang banyak waktu yang ku buang
Hanya untuk sekedar formalitas
Tanpa pernah aku merasa semua akan berguna
Setidaknya dengan begitu aku tidak menghambat mereka

Terkadang kita memang harus menjadi orang lain yang ada dalam diri
Hanya untuk menyenangkan orang lain
Inikah yang disebut pengorbanan
Atau ini yang disebut kepalsuan

Yang mana yang dipilih bukan lagi hal yang penting
Menjadi jahat untuk kebaikan
Atau menjadi baik untuk kejahatan
Keduanya juga akan dinilai buruk oleh mereka yang tak mengenal proses

Kita akan hidup bersama mereka yang akan selalu berkomentar
Hanya itu yang mampu mereka lakukan
Karena mereka hanya melihat apa yang terlihat
Bukan mengenal apa yang terjadi sebenarnya (Manusia Sampah)

Rabu, 22 Oktober 2014

Selalu Ada Alasan Untuk Begitu

Selalu ada alasan untuk duduk dan berbicara
Bukan menunggu ada masalah atau bahasan
Tapi hanya sekedar melepas rindu dan kembali
Mengulang apa yang pernah terjadi diwaktu itu

Semua akan kembali pada pemiliknya
Untuk didunia akan kembali pada pembuatnya
Apa yang kita buat itulah yang kita dapat
Apa yang kita tanam itu pula yang kita panen (HayDay)

Terima kasih untuk semua kesempatan yang diberikan
Baik yang terlewatkan atau dilewatkan
Karenamu aku belajar peka akan sekitar
Darimu aku belajar untuk menghargai meski sedikit

Kita tak pernah tahu mana yang sebenarnya baik atau buruk
Baik untuk kita tapi tidak kita sukai
Buruk untuk kita tapi kita nyaman dengan hal itu
Dan semua seolah hanya manipulasi semata

Sejenak aku teringat akan semua yang lama tersirat
Tetes hujan membuka sebuah cerita dikala itu
Dikala semua masih abu-abu dan tak pernah jelas
Warna yang selalu buram tanpa bisa dipastikan

Hidup memang seperti itukah
Berdiri dalam ketidakjelasan
Berjalan dalam ketidaktahuan
Dan menunggu dalam ketidakpastian

Apa yang ku genggam akan terlepas suatu hari nanti
Berpindah ke genggaman yang lain yang seolah berhak
Berhak menikmati atau sekedar memiliki tuk sementara
Apa yang pernah kualami akan mereka alami juga

Kisah kita memang tak mungkin serupa
Tapi nilai dan esensi yang dirasa tidaklah jauh berbeda
Sejauh mana kita memaknainya juga berbeda
Tapi disitulah semuanya bermula

Dikala senja tak lagi menjadi idaman
Tertutup dalam ruangan yang menjadikan kita bukan manusia
Menjadikan kita hanyalah seonggok daging yang bergerak sendiri
Tanpa rasa dan asa yang membuat kita berbeda dengan yang lain

Aku merindukan apa yang telah hilang untuk beberapa waktu ini
Kembali atau tidak setidaknya aku telah mengupayakannya
Terulang atau tidak setidaknya aku telah mencobanya
Terlewatkan kembali seprti biasa dikala ketidakpekaan menjadi naluri

Minggu, 19 Oktober 2014

Biarkan Mengalir

Saat semua menjadi seolah di DIKTE
Kemanakah sebuah kebebasan berfikir
Disinilah semua seolah dimatikan
Atau di non-aktifkan untuk beberapa waktu

Saat dimana kita telah mengetahui akan mendapatkannya
Apakah masih tersisa sebuah usaha untuk mengusahakannya
Apakah masih akan membuang waktu untuk memperjuangkannya
Hampir tak ada lagi yang bisa diupayakan

Lelah
Capek
Jenuh
Engkau bukan satu-satunya

Hindari mengistimewakan diri
Dengan mencari pembenaran atas sebuah kejadian
Hadapi dan akui semuanya menjadi sebuah pengakuan
Kelemahan manusia adalah mengakui kalao dia salah

Manusia tercipta dari tanah
Dengan berbagai macam unsur yang bersatu didalamnya
Air yang membuatnya mengalir
Udara yang membuatnya mampu bebas

Jangan pernah membandingkan yang dirasa
Jangan pernah memaksakan untuk merasa hal yang sama
Meski dengan bentuk dan kejadian yang sama
Semua bukan sebuah hal yang sama untuk dirasa

Bukan lagi tentang melupakan
Karena masa lalu adalah alasan kita ada di masa sekarang
Melepas dengan rela tanpa pernah mengungkit
Karena kebahagiaan saat ini sbanding dengan rasa sakit kemarin

Hidup ini singkat dan jangan buang-buang percuma
Memaksakan keinginan tak akan membuat kita berkembang
Bukan untuk menyia-nyiakan insting dan maksud hati
Sedikit rasional dan nyata dalam memandang segalanya

Aku masih menolak tunduk pada siapapun
Aku menerima karena memang ada tanggung jawab yang dititipkan
Bukan lagi sekedar melunturkan kewajiban
Tapi sejauh mana semua itu masih dalam kondisi normal

Menolak adalah keinginanku
Rasa tak seirama dan selaras dengan perasaan
Saat celah kepalsuan mulai terbuka
Disitulah hanya ada pilihan yang telah ditetapkan untuk digunakan

Senin, 13 Oktober 2014

Sepaham *hanya malam ini

Apa yang kita inginkan adalah apa yang kita perjuangkan
Meninggalkan ditengah usaha adalah sebuah pilihan
Dimana ending datang lebih cepat
Atau hasil akhir telah ditentukan sebelumnya

Mentari tetap akan bersinar sampai usianya benar benar berakhir
Meski dia tahu ending dari usahanya menyinari dunia
Gelap juga akan datang pada akhirnya
Lantas apakah dia menyerah?

Dia yang tahu akan akhir dari usahanya masih tetap berjuang hingga akhir
Hanya untuk sebuah kemungkinan yang nyaris tak mungkin didapat
Terkadang sebuah alasan menjadi jawaban atas hal ini
Dan itulah yang membuat semuanya terjadi

Tidak ada yang salah
Apalagi benar
Semua hanya bersifat relatif
Tergantung dari mana kita melihat

Matahari pasti akan padam
Terang akan berganti gelap
Gelap dalam arti sesungguhnya
Bukan gelap dalam makna kiasan

Dia masih terus menerangi meski nantinya akan gelap
Dia masih bertahan meski akan padam pada akhirnya
Semua hanya demi sebuah harapan
Harapan yang tertinggal dalam sebuah proses

Sesuatu akan ada saat yang lain telah tiada
Sesuatu akan datang saat yang lain telah pergi
Untuk malam ini aku sepaham dengan isi kepalaku
Dan ntah kenapa lain rasanya

Sudah lamakah bahwa kita tak jalan bersama
Meski berdampingan dan menuju tempat yang sama
Seolah tak saling kenal hanya karena berbeda
Cara dan yang terlihat meski bendanya sama

Seseorang hanya mampu melihat dan kita yang merasa
Tak ada yang perlu dirisaukan tentang mereka
Karena kita hidup bukan karena mereka
Kita juga tidak bergantung pada mereka

Sejenak ku berharap pada Tuhan tentang sebuah mimpi
Mimpi yang akan menjadi kenyataan suatu hari nanti
Meski bentuknya berbeda tapi itu adalah yang kita butuhkan
Jangan pernah ragukan yang dirimu inginkan

Minggu, 05 Oktober 2014

Pemeran Ketiga

Tidak ada yang bisa menghentikan sebuah pikiran
Mungkin memang ada yang bisa menahannya
Tapi sejauh apa mereka mampu menahannya
Sejauh itu pula semua akan merusaknya

Jiwaku adalah tulisanku
Keinginanku adalah coretan-coretanku
Tanpa ada embel-embel yang menyertainya
Spontan dari luapan hati dikala itu

Apa yang ku dapatkan dimasa lampau adalah semua bekal ternyata
Bekal untuk menghadapi apa yang akan terjadi esok hari
Seperti hari ini tentunya
Saat dimana selama 2 bulan aku akan berada disana

Sebuah jalan yang dinantikan sebuah panggilan jiwa
Sebuah bekal yang harus kudapatkan untuk sebuah impian
Sebuah cara untuk mampu merealisasikan semuanya
Sebuah alasan untuk tetap bertahan dalam sebuah keputusan

Dia yang dihadirkan oleh dia yang satu lagi
Dia yang selama ini kunantikan
Dia yang selama ini kuinginkan
Atau dia yang sengaja dimasukkan dalam cerita ini

Sosok pemeran ketiga terkadang menjadi dilema
Sebuah alur yang terpaksa harus diimprovisasi agar tetap selaras
Tidak kehilangan pemeran utama
Tidak juga kehlangan pemeran kedua

Kehadirannya membawa warna lain dalam cerita ini
Semua yang direncanakan akan segera diubah
Menyelaraskan semua menjadi satu
Bukan lagi memilah dan menyisihkan ketiganya

Entah apa yang dipikirkan semua akan tetap berjalan
Hanya masalah waktu hingga semua terjawab
Apa yang diinginkan dan apa yang diharapkan
Bukan lagi tentang kita atau mereka

Sejauh mana semua akan baik-baik saja
Sejauh itu pula kita akan membuat semuanya bersama
Bersama untuk waktu yang tak lagi lama
Hingga semua kembali ke dunia yang lama ditinggalkan

Untunglah semua yang tercipta adalah buatan TUHAN
Jika buatan cina tentulah semua akan rusak dalam waktu sekejap
Saat kita tak mampu melakukannya maka pasrahkan pada Pembuatnya
Kita tak pernah sendirian didunia ini, egolah yang memaksa kita berfikir bahwa kita itu SENDIRIAN