Minggu, 24 Februari 2013

Lagu Lama

Hidupku akan lebih indah
Andai kau ada dalam setiap langkah
Iringi jiwaku yang hampa
Membawa berjuta makna

Dan arti yang bersejarah
Rasanya, aku tak kuasa
Tuk katakan bahwa sesungguhnya
Aku cinta (nama orang)

Di setiap rasa
Diriku Menginginkanmu
Tapi sering kali kau mencoba
Tuk pergi dariku

Seakan ku di takdirkan
Merelakan kepergianmu

# Lagu lama yang sering kita nyanyikan bersama, atau sendirian. Lirik sederhana dan apa adanya tuk mengungkap apa yang dirasakan tanpa ada orang yang tau. Sama seperti saat orang yang menangis dibawah hujan. Yang mereka tau aku hanya bernyanyi, meski suara bukan yang utama saat itu.

Sabtu, 23 Februari 2013

Efek Mati Lampu

Sedikit aja cahaya lilin
Mampu terangi kegelapan
Ndak penting mau banyak
Atau hanya sebuah titik

Langit pun merenungkanku
Segelas congklat panas
Secercah cahaya bulan
Kertas dan pena yang s'lalu bersama

Cinta atau sayang
Atau sebatas rasa yang lain
Ingin rasanya sekali tuk berarti
Setelah itu baru mati

Kamu ada didekatku
Tapi tak mungkin ku miliki
Ingin ku buat sebuah puisi
Namun, kusadar aku bukanlah orang yang pandai mencari pilihan kata yang baik

Aku bukan orang baik
Bukan berarti aku jahat
Aku g bisa menunggumu
Bukan merarti aku acuhkanmu

Banyak orang ingin pergi ke korea
Melihat artis pujaannya
Tapi aku ingin pergi di ketinggian
Hanya agar bisa melihatmu

Jalanmu, area gerakmu
Hanya sekedar memastikan
Kau akan baik-baik saja
Di bumi kau berpijak

Tak pernah ada yang dititipkan
Tak pernah ada yang dijanjikan
Tak pernah ada yang diharapkan
< 1% mampu mempengaruhi >99% lainnya

-efek mati lampu-

Jumat, 22 Februari 2013

PATRICIA XIII

Aku lupakan apa yang tak pernah ku rasakan
Aku sakit atas apa yang tak ku alami
Aku tinggalkan apa yang tak pernah ku miliki
Hingga terkesan aku yang ditinggalkan

# Nggak terasa, sudah sampe pada sini, angka 13 agak sedikit di keramatkan beberapa orang dan bukan saya salah satunya. Hanya kebetulan semata jika pada saat ini dia merasakan apa itu sakit, apa itu galau (kata anak muda jaman sekarang), apa itu ikhlas dan apa itu merelakan apa yang tidak sempat kita miliki. Takdir adalah sebuah misteri, yang tidak pernah tau surprise apa yang akan diberikannya. Kadang membuat kita senang atau justru sebaliknya menunda kesenangan itu. Hal itu juga berlaku padanya, dia masih sama seperti manusia yang lain. Memiliki hati, pikiran, perasaan dan cinta aseeeeeeeeeek.

# Dia  yang merasa takdir nya bukan seprti harapannya, dihentikan disana tempat dia bertahan. Ditinggalkannya semua mimpi, harapan, impiannya disana bersama ketidak pastian tempat itu. Melepas apa yang tak pernah di genggamnya, membuang kontrak lama yang tak pernah disepakatinya, dan digerakkan hingga tutup buku lebih awal. Apa yang ditanamnya belum sempat tumbuh dan harus diabaikan kehidupannya mungkin jauh lebih baik daripada tanaman itu tumbuh namun g tau harus diapakan. Semakin lama semakin besar dan berharap dari kepalsuan yang belum pernah ada titik terangnya.

# Apa yang salah dengan burung gagak??? Burung yanng mungkin kurang elok rupanya. Namun setidaknya dia bebas berekspresi tentang apa yang dirasakannya daripada burung cantik dalam sangkar yang terjebak dalam kepalsuan indahnya sangkar itu. Menggadaikan kebebasan hanya untuk tempat yang indah namun tidak menjanjikan kebahagiaan. Saat semua mulai terlihat jalannya, harus dia relakan apa yang dipercayainya dahulu, apa yang diyakininya dulu dan apa yang diperjuangkannya dahulu. Melupakan dan memulai dengan yang baru mungkin menjadi pilihan yang realistis baginya, setidaknya hidupmu harus bergerak karena dunia terus berputar begitupun sang waktu.

# Kata orang "semakin ingin dilupakan maka, semakin teringat-ingat". Aku tidak setuju dengan itu, mungkin orang yang gagal move on yang mampu berkata seperti itu. Cukup diabaikan, dianggap tidak pernah ada dan tidak harus dihapus dengan paksa. Cukup ditutup dan disimpan hingga waktu yang akan membukanya jikalau memang takdir berkehendak demikian. Yakinlah tetap bahwa semua tak sia-sia, mungkin bukan jalannya dan mungkin juga bukan waktu yang tepat jika diwujudkan saat ini.

"Menyayangi bukanlah bagaimana cara membuktikan untuk selalu bersamanya, tetapi bagaimana cara membuktikan agar dia merasa nyaman saat bersama kita.
  Bukan bagaimana cara membuktikan untuk menguasai pikirannya, tetapi bagaimana cara kita membuktikan untuk memahami jalan pikirannya.
Bukan bagaimana cara membuktikan untuk menaklukan hatinya, tetapi bagaimana cara membuktikan untuk mententramkan hati dan perasaanya" (Tiwi, 2013)

Bila cinta tak indah bagimu
Mengapa kau masih bertahan
Bila orang lain ingin pergi ke tempat2 indah
Tapi kau hanya ingin berada disisinya

Pergi lah jika ingin pergi
Tinggalkan apa yang mesti di tinggalkan
G ada yang berbeda
Hanya cara memandangnya dari tempat yang berbeda

Jangan pernah lupakan
Apa yang telah kau berikan padanya
Setidaknya kau pernah berusaha
Mengukir nama itu ditanah tertinggi

-the last of patricia-

Minggu, 17 Februari 2013

Setidaknya perasaan itu nyata dan ada.

Sejak awal bukan yang tersurat yang jadi tujuan
Tersirat itu jauh lebih bermakna
Meski sedikit sulit tuk memahaminya
Karena butuh kesungguhan

# Akhir-akhir ini aku kehabisan asupan inspirasi, ntah kenapa bisa terjadi. G ada yang spesial yang bisa kulakukan meski biasanya juga g ada yang spesial. Tidur pagi bangun siang, siklus hidupku seolah berubah hingga ku sadari ada 1 bagian kecil yang hilang. Mungkin emang < 1%, namun tetap aja g utuh jadinya. Tapi kita semua yakin, tubuh kita akan beradaptasi dengan segera saat kita siap.

Kita bagian kecil dari kehidupan
Saling berhubungan sebab akibat
Baik secara langsung atau tidak langsung
Dengan makhluk-makhluk yang lain

Kalian yang pernah baik
Kalian yang pernah simpati padaku
Tegakkan badan kalian, tatap lah langit sore
Karena akan ada mawar yang hidup di tegarnya karang

Kita g pernah tau kapan
Dimana, bagaimana
Kita pasti akan berpisah
Berdamailah dengan keadaan

Bukan takdir yang kejam
Bukan dunia yang g adil
Tapi kita lah yang terlalu bodoh
Kita g pernah tau dimana letak keadilan itu

# Sebelumnya aku menghujat dunia ini memang tidak adil kelihatannya. Karena otakku masihlah terbatas untuk mengerti dimana letak keadilan itu. Tapi aku ttp percaya ini adalah yang terbaik dan teradil yang Allah berikan untuk ku, untuk kamu, untuk kalian,untuk mereka, untuk semua orang. Mungkinkah itu alasannya masih tetap pada pilihan yang dipilihnya??
Kepastian adalah jawaban dan mewakili wujud pilihan yang telah ditentukan. Padahal yang pasti di dunia ini hanyalah KETIDAKPASTIAN itu sendiri. Mereka yang bertahan pada ketidak pastian bukanlah orang yang bodoh secara akademik, namun mereka yang kurang beruntung karena tidak menggunakan pikirannya lebih realistis saja. beruntunglah kalian yang memiliki pikiran dan di berdayakan secara maksimal.

Aku berusaha mengerti diammu
Air matamu
Garis topengmu
Senyum palsumu
Meski kau hanya mengerti tulisanku

Hanya tinggal menunggu
Sesuatu yang samar-samar
G mungkin jadi nyata
Meski sakit dan pedih
Setidaknya itulah yang kau ingat bahwa perasaan itu nyata dan ada.

Jumat, 15 Februari 2013

Cinta katanya minta diperjuangin tuh

 -edisi Valentine kemarin-
Meski ngawur bahasannya tapi tetap harus ikutin perkembangan zaman agar tetap selaras dan seimbang.

"Kau cantik hari ini" itu yang dikatakannya padamu. Bukan berarti sebelum-sebelumnya kau tidak cantik, kau hanya lebih cantik dari kemarin hingga ia berkata seperti itu. Ntah apa yang membuatmu berbeda hari ini??. Selamat buat yang kemarin merayakan Valentine day's, mereka yang merayakan tapa prnah tau makna dan arti sesungguhnya. Mereka yang terbawa arus dan bergerak karena gengsi dan paksaan duniawi. Kenapa hanya saat tanggal itu?? Rasa sayang yang harus ditunjukin dengan wow dalam berbagai cara agar orang lain tau. Kenapa g tiap hari?? NDREEEEETTTTTTT, NDEREEEEEET hp bergetar dan ada sms masuk.
"kamu g ngerayain valentine??" isi sms itu.
"nggak" balas ku singkat.
"kenapa??" balasnya.
"aku merasakan rasa sayang itu tiap hari, dan kenapa harus ku aku rayaan jika aku merasakannya tiap waktu??" ku jawab sedikit panjang.
"kenapa orang-orang merayakannya?" tanya nya lagi.
"itu urusan mereka"
Bukan percakapan yang enak meski hanya lewat SMS, rasa sayang pada seseorang bisa dalam bentuk apa saja.

Aku tak selalu ingin ada disampingmu
Tapi aku ingin menjadi pohon bagimu
Yang memberikanmu sandaran
Memberikan lebih dari apa yang kau inginkan

Terkadang aku ingin melakukan hal-hal gila
Hanya supaya membuatmu mau menyunggingkan senyum itu
Sampai kau ikhlas atas perbuatan ku itu
Aku rasa itu cukup bagiku

Kau tidak akan pernah tau betapa aku merindukanmu, betapa berat aku memikirkanmu, betapa menderita aku bersamamu, namun aku rela dan ikhlas melakukannya untukmu. Perasaan g jelas apa ini, memilikimu pun bukan prioritas namun membahagiakanmu adalah tujuan utama. Mungkin ini yang orang-orang tua sering bicarakan dan sering merasakan, C-I-N-T-A. Itu yang mereka sebut, itu yang mereka rasakan meski aku sendiri kesulitan dalam mengekpresikannya, mengejanya pun aku kesusahan.

Banyak orang mengatakan bahwa saya kalau cinta memang harus diperjuangkan. tinggal sebatas mana perjuangan itu dikatakan cukup. Manusia pada dasarnya tipikal pejuang, memperjuangkan apa yang dia inginkan. Cara dan prosesnyalah yang membedakan manusia yang satu dengan yang lain. Diatas itu adalah perjuangan cinta gue/ saya/ aku, beranikah kalian juga memperjuangkan cinta kalian??? bisa dikirim ke alamat Tuhan melalui Doa, Pesan Pribadi lewat SMS, atau langsung ke orangnya itu pilihan kalian semua.

Rabu, 13 Februari 2013

Memiliki bukanlah tujuan utama

Aku tak pandai merasakan
Bagiku cinta atau bukan cinta
Sama saja, asalkan ikhlas ngerasainnya
Itulah yang menjadi bumbu hati ini

Terlalu Dini
Terlalu Cepat
Terlalu Pintar
atau Terlalu Sering

# Hingga seseorang berani nge"CAP" dengan lantang sebuah perasaanbeserta urusan hati lainnya yang memiliki bentuk khusus, abstrak dan absolut, tidak di rekayasa dan tidak dibuat-buat (kecuali yang sengaja). Makhluk-makhluk sering beralibi "butuh 1 detik untuk menyukai, butuh 1 menit untuk menyayangi, butuh 1 jam untuk mencintai, dan butuh seumur hidup untuk melupakan". Aku tidak menyalahkan hal itu dan juga tidak terlalu setuju. Karena bagiku semua itu bersifat relatif, tergantung proses, kondisi dan moment terciptanya.

Disitulah letak kesalahannya (menurut analisa saya), terlalu cepat menyebabkan salah tafsir atau salah pengambilan keputusan. Hingga nanti hanya cukup sampe tengah jalan dan beralih ke yang lain lagi sehingga menimbulkan paradigma baru, menjadi sebuah penjajakan atau pencarian dimana-mana. Mungkin hal ini merupakan pembelaan dari seorang yang sering gonta-ganti pasangan. "wong cuma mengikuti perasaan" perasaan labil yang tidak bisa dibedakan

Dia yang tidak bisa mengerti rasa itu dengan segera
atau rasa itu yang sering datang tanpa gejala yang sama

Manusia diberikan akal dan hati, itulah yang membedakan kita (manusia) dengan mahkluk ciptaan Tuhan yang lainnya. Hati memang diberikan pada kita semua bagi yang mau menggunakannya dengan bijak
The herat is on the left buat always right
aku sepakat akan hal itu, hati terletak di sebelah kiri tapi selalu benar (right bukan berarti kanan). Kita berbicara hati dalam arti kalbu bukan organ hari/hepar yah dalam anatomi manusia. Kita g prenah tau nasehat mana yang akan meresap dalam pikiran dan hati pembaca. Dengan penderitaan yang Allah berikan padaku dulu, ku coba menelan dan mencernanya sebaik mungkin sebagai sebuah ketetapan dengan banyak hikmah dan tujuan yang baik dibalik itu semua.

Memiliki bukanlah tujuan utama, karena segala yang ada didunia hanyalah titipan dan semua milik Allah. Aku hanya inginmeminjamnya, paling tidak untuk mengembalikan senyumannya yang sudah lama tak pernah aku nikmati. Senyuman dapat mengeluarkan kita dari situasi sulit meski senyum itu palsu, mungkin itu yang dilakukannya sekarang. Ada baiknya menyembunyikan isi hati agar orang lain mengenal dirinya luarnya saja sebagai pribadi yang unik, selalu tersenyum dan ramah kepada siapapun. Tapi Ketersembunnyian bukan pilihan orang-orang yang tak ingin isi hatinya diketahui orang lain. Padahal itu adalah kemampuan menutup diri, menghibur orang lain agar orang tidak mengerti seperti apakah diri nya sebenarnya (Cukup tau aja)

Minggu, 10 Februari 2013

Hidupku bukan hidupmu

Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta
Masa yang lampau adalah berguna sekali 
Untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang (Sukarno)

#Saat dimana yang jauh tak pernah dekat, dan yang g pernah dekat menjadi jauh. Semua hanyalah Palsu karena memang kebenaran hanya ada dilangit dan hanya Tuhan yang memiliki kebenaran atas semua ini. Bertemankan sebuah milkcoffee, 2 batang rokok kretek, 2 batang hp meski g ada yg membuatnya berbunyi. Seperti sebelum-sebelumnya mungkin hanya mengulang dengan versi berbeda, mungkin jariku menari-nari seiring dengan apa yang diingatnya bukan apa yang diciptakannya.
Teringat wacana sebuah dosenku, aku membuat bangga siapapun kec ego diri ini. Kunikmati semua yang kujalani tanpa peduli dengan sekitarku. Egoisku tinggi, jauh lebih tinggi dari urusan hati. Mungkin itu alasan ku masih sendiri, aku g akan tega melihat dia merasakan kehidupanku saat ini kecuali dia memang bisa mengerti.

Masa lalu
Masa sekarang
Masa Depan
Masa antah berantah

Tiap masa kita lalui
Bagai proses dalam siklus
Dari lahir telah terikat
Mati pun tetap diikat

#Beruntunglah mereka yang mati muda, g perlu merasakan kepalsuan hidup lebih lama. Mereka yang mati tua juga beruntung, setidaknya merasakan tua yang g pernah dirasakan mereka yang mati muda. Mereka yang tidak pernah dilahirkan pun beruntung karena g perlu sedikitpun mengetahui arti kepalsuan itu apa.
"Nikmati aja hidup ini" suara yang kukenal menyadarkan lamunanku
"Apa yang bisa kamu harapkan dari hidup ini??" lihatlah dirimu sendiri yang g pernah tau hidupmu mau seperti apa" jawabku ketus
"Setidaknya aku menjalani dengan hati" ujarnya
"Hati hanya menuruti apa yang km percayai bukan apa yg kamu inginkan". Dia buta dengan masa depan, atas janji sakral yang ia sepakati dan tanda tangani sendiri tanpa ada pemberitahuan dari pihak ke dua. Mengukir-ukir gurat2an benda bagai anak kecil yang hanya memiliki itu barang untuk di sentuhnya.
"apa-apan itu, nggak yo, dia menjanjikanku jawaban tp g sekarang" katannya
"itu hanyalah pembelaan hatimu, tp kenyataannya lihatlah dirimu sekarang" Bahagiapun tidak, hanya memaki dan berharap dalam sosmed bukan doa kepada pemberi hidup.
"SSSSSSSSSSS"umpatnya dalam hati sambil pergi

#Seminggu berlalu tanpa pernah menanya kabar, sms pun hanya menjawwab dan bertanya seadanya. G ada perasaan ingin mencari dan mengetahui kondisinya disana, karena ku tau meski tidak persis kondisinya disana baik-baik saja. Ku ingin dia berkaca dari masa lalu untuk menjalani masa depan, masa lalu disiapkan dan di hadiahkan sebagai bekal untuk masa depan. G ada bagian masa lalu yang diambilnya, hanya janji buta yang g jelas yang memberikan dan bertahan hingga masa depan. Ibarat orang judi kau hanya membeli kucing dalam karung dengan taruhan seluruh hidupmu.
"Seorang pemuda pernah bertanya pada orang tua, apa kah hidup kita selalu seperti ini?? G pernah kelihatan ujung nya sebelum kaki ini menapakinya??? Sama dengan gambling dong??"
"Apa yang akan kamu lakukan setelah mengetahui ujungnya?? Apa kamu bisa menerimanya jika berakhir tragis dan tidak menyenangkan??" jawab orang tua itu
"Setidaknya aku tau mau kemana langkah ini kubawa untuk menghindarinya!"ujarnya
"Apa yang terlihat belum tentu berdampak buruk, dan berlaku sebaliknya. Jangan khawatir anak muda, apa yang kau tanam itulah yang kau panen nantinya. Kenalilah dirimu lebih jauh hingga kau bisa mengerti takdir tuhan yang ditujukan untukmu" jelas orang tua
"bagaimana aku mengenali diri ku lebih jauh?? aku pun g tau aku ini siapa dan mau apa hidup didunia. aku hany menjadi diriku tanpa menjadi orang lain dan menjalani hidupku seadanya. apakah itu cukup??" tanya pemuda itu
"belum, hidup itu ibarat sinetron yang telah ditentukan lur ceritanya. Kita aktornya dan kita berhak improvisasi dan menentukan jalan cerita meski akhir cerita g bisa kita yang tentukan. Itulah yang kau perlukan untuk siap menjalani hidup"

-Selamat menjalani hidup-

PATRICIA XII

Selamat pagi ku ucapkan meski matahari telah berangkat bekrja sejak beberapa jam yang lalu. Ntah kenapa badan ini sakit semua, nyeri dikaki tak kunjung sembuh meski, memar dipundak tak kunjung hilang sakitnya. Begitu juga euforianya masih berasa sangat melekat dalam memory. Sulit di ceritakan karena sesuatu yang di input mata tdk bisa 100% di output dalam lisan.

7 orang temanku brangkat mendaki Gunung Lawu di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan ketinggian 3265 mdpl. Berangkat jumat malam dan sempat nyasar karena jam 10 malam baru sampai sekitar solo baru, tapi semoga tetap pulang dengan selamat adalah harapan kita semua meski terkadang kalian naik g jelas SOP dan ROP nya. Tapi tetaplah selamat karena kalian berani keluar dari zona nyaman jurusan dan beralih kesesuatu yang berbeda dan bukan kalian banget pada awalnya
Berangsur-angsur menjadi nyata.
Potongan-potongan mulai terkumpul dan membentuk sebuah jawaban. 
Menerima nasib buruk sebagai takdir yang telah ditetapkan.
Kita g akan merasakan kebebasan tanpa adanya perlawanan.


#Teringat kejadian 2 bulan lalu, saat dimana Patricia dihadapkan dalam sebuah pilihan besar. Keluar atau Tinggal, awalnya sih memilih Keluar tapi aku yakin dia keluar untuk tinggal adalah yang dilakukannya. Dengan dalih g ingin ada yang terluka, g ingin ada yang sakit selain dirinya. Mungkin bosen juga karena tiap hari diceramahi dengan hal yang sama, binatang aja bakalan ngerti meski dnegan pecutan yang sama tiap hari. Masa dia yang manusia g ngerti sih, kan malu

Lebih baik terasingkan
Daripada menyerah pada kemunafikan
Jangan memilih apapun jika g mampu
Meski waktunya telah mendesak

Itu menjadikan mu orang yang g berharga
Karena prinsip dan kepolosanmu lah
Yang membuat dirimu berharga
Apa adanya dan bukan ada apanya

#Sebelumnya kamu lari dari kehidupan, ntah apa yang dirasakannya. Jawaban atas pertanyaan yang
 tak kunjung datang, Jawaban atas sikap yang dilakukan, Jawaban atas penantian yang tidak setitik pun cahaya terang mulai muncul dan kamu masih bertahan disana. Tempat yang hendak kau tinggalkan, tempat yang kau kutuk dan kau benci karena rasa sakit yang kau alami, tempat yang hanya menjadikan mu pilihan terakhir meski kamu lah yang terbaik diantara yang lain.

Kamu g pernah takut hidup sendirian di dunia dengan apa yang kamu yakini. Kamu lebih kuat dari superman tapi karena cewek mungkin WONDER WOMEN. Secara fisik mereka lebih kuat tapi soal hati kaulah pemenangnya. G akan ada mawar yang tumbuh di tegarnya karang (Tere-Liye), tapi aku g pernah setuju dengan itu. Bagiku kaulah mawar yang tumbuh di tegarnya karang. Memang aku percaya seorang wanita terlahir istimewa, mampu menahan rasa sakit jauh diatas ambang normal tanpa rasa emosi menjadi dominannya.

Manusia g akan mati
Meski hidup sendirian
Tapi manusia g akan berarti
Tanpa kenangan dalam dirinya

Sakit melihatmu terluka
Bahagia melihatmu tersenyum
Marah melihatmu tersakiti
Meski sebentar numpang di hidupmu

Cukupkah dengan melihat
Cukupkah dengan mendengar
Tanpa harus berkomentar
Karena kata tak lagi bermakna untuknya

#Hidupmu bukan lagi selebar kubangan, sendiri bukan berarti lemah, sendiri bukan berarti tak berdaya.
Kau mampu menaklukan dunia Patricia
Kau ibarat bunga Edelwise yang senantiasa melambangkan keabadian cintamu
Kau ibarat bunga Dandelion yang senantiasa berbagi kehidupan
Kau ibarat bunga Mawar yang hidup di tegarnya karang

Sabtu, 09 Februari 2013

Back to Slamet (part 4)

Alhamdulillah, nafas ini masih ada saat mata terbuka.
Alhamdulillah, rasa ini tetap utuh saat terakhir ku ingat
Mentari masih saja bersinar dengan teriknya hari ini
Ntah apa yang bunga tidur lakukan semalam, hingga aku terlalu lamban untuk menikmati indahnya dunia nyata. Habibie aja tidur 3 jam dalam sehari karena lebih memilih sakit didunia nyata daripada bahagia didunia mimpi. Tapi bukan itu yang akan kita masukin kali ini

# 03-02-2013 (03.00)
Rasa dingin yang menusuk tulang, kabut sisa-sisa hujan kamerin, rembulan yang kalah dengan kabut hingga bercaya bagai lampu neon 2,5 watt. Ritual kecil di lakukan bersama 3 orang pendaki lain dari jakarta. Bermodalkan bismillah, 3 botol air minum, secuil gula merah, kamera dan style masing-maing kami berangkat. Disisa-sisa kebakaran yang masih saja banyak terjadi akibat perluasan lahan dari orang-orang g bertanggung jawab. Kaki yang melangkah jauh lebih tinggi dari biasanya, tangan yang mengapai lebih kuat dari biasanya harus kita lewati.

(04.30) POS 7
Dishelter inilah, ternyata penghuninya udah pada ngilang semua g tau pada kemana. Ada teman yang bercerita disini, di POS ini. beberapa pendakian sebelumnya. Saat dia tiba di pos ini yang rencana untuk ngecamp, dibuka pintu selternya (karena kebetulan ada semacam gubuknya) ternyata ada sosok putih berdiri di pojokan ruangan. Sosok putih dengan kain kafan lengkap membungkus badannya. Siapa yang g takut, langusng dia lari dari sana dan memilih untuk turun ke POS 5 malam itu juga.
Disini sekitar 30 menit kita istirahat karena memang lapar dan dingin jadi istirahat dan g terlalu terburu-buru merupakan pilihan yang baik.
Mulai menjelang matahari terbit dan terlihat redup remang cahayanya membuat tak hentinya bibir bersuyukur. Diiringi Soundtrack -GIEi cahaya bulan dan satunya lupa membuat pas momentnya
"akan aku telusuri jalan yang setapak ini
Semoga ku temukan jawaban"
jawaban yang kucari tiap pendakianku,
jawaban yang kunanti atas pilihan meski g prnah terlihat ujungnya
Pilihan yang kuukir diatas puncak tiap gunung agar g ada yang mengubahnya kec. Aku dan Tuhan yang mengubahnya.


Menjelang jam 7, semua sudah sampai disini, puncak tertinggi di Jawa Tengah dengan berbagai macam kondisi. Sampai langsung cari lapak buat tidur
yang satunya tidur bersandar sebuah batu yang hanya erlihat kakinya difoto ini. Aku g bisa tidur dan buat apa-apa jauh jauh klo hanya numpang tidur. Diatas ku berfikir dari pada bengong
"apa jalanku hanya numpang lewat di jalanmu ?"
Aku datang dari NOL, aku mendekat hingga batas maksimal aku bisa sejajar denganmu meski g akan berpengaruh banyak kemudian perlahan-lahan pergi menjauh dan menghilang. Ada atau g ada, aku g akan merubah jalan hidupmu karena sebatas numpang lewat. Kurasa itulah jawabnmu dan thanks karena selama perjalananku yang melintas di hidupmu memberikan banyak keindahan, kebahagiaan yang g bisa di jelaskan karena tanpa alasan logis.
 Mendaki dengan hati, perjuangan tulus buat orang yang dicintainya. Dia pergi untuk dirinya dan pulang untuk orang yang dicintainya.
Meski sempat dilarang pulang sih, kebalikan dari bang toyib. Kalo bang toyib kan ditunggu kepulangannya, kalo dia "g usah pulang, tinggal disana aja km" kwkwkwkw






Berawal dari dia yang fluktuatif, naik turun disaat on fire. Hingga sosok GIE, sang demonstran sekaligus Pendiri Mapala UI, anak jurusan SASTRA UI. Jiwa kritisnya membuat banyak orang menelan ludah.
Hingga panggilan jjiwanya (RIKO ) datang  dan membeli beberapa alat pendakian standar yang berkualitas. Ceritanya ngetes alat nih, sebelum jiwanya terpanggil ke tempat lain hahahhaha













 Orang baru dalam rombonganku, 2 minggu sebelumnya dia bersamaku di Gunung Andong, 1 minggu sebelumnya dia prgi ke Gunung Lawu, dan minggu ini dia bersama kami disini, dipuncak Gunung Slamet. Wajah tanpa ekspresi dan terburu-buru dalam naik atau yang lain. Terkesan sedikit meanggap enteng tiap gunung. mungkin




Puncak dipunggungku
Beban sekaligus mimpiku
Kugendong dan ku bawa
Sampai pada tempat yang dijanjikan

Jawaban yang ku cari akhirnya ku temukan
Gunung memberikanku jawaban
Disaat KALIAN tidak dapat memberikan jawaban
Keyboard memberikanku tempat
Disaat KALIAN tidka dapat memberikan wadah tuk bercerita

Tugas membawa semua sampai ke puncak kini telah usai dan Membawa mereka pulang dengan selamat adalah tugas berikutnya. Selama kita hidup tugas dan kewajiban g akan pernah berhenti, satu selesai digantikan dengan yang lain. Kami berangkat ber 4, sampai puncak ber 4, dan harus pulang dengan ber 4, tanpa kurang 1 orang pun.


Jumat, 08 Februari 2013

back to Slamet (part 3)

Hari yang cerah, seperti biasa hujan kambali mengguyur kota perantauan aku tadi malam. Teringat kejaidan kemarin, seharian keluar mencari kecocokan suasana, berada ditempat bukan layaknya aku disana. Bukan tempat yang cocok untukku, pulang malam dan langsung pergi lagi setelah 1 jam maen game online karena memang malas di tempat. Jari ini pun enggan bergerak diatas key-board untuk mencurahkan keluhannya

Manusia selalu dibingungkan
Manusia selalu disesalkan
Manusia selalu dihakimi
Dengan rencana dan hukum langit

Semua yang ada di dunia adalah PALSU
KEBENARAN hanya ada dilangit (-GIE-)
Sementara itulah yang ku percaya
Begitu juga dengan hati ini

Perasaan ini palsu???
Apa hati ini sulit tuk pecaya
Cukup insting dan pikiranyang ku percaya
Sisanya hanyalah kepalsuan belaka dan g lebih

#02-02-2013 (11.00)
Semua sudah bersiap dengan kostum dan persiapannya masing-masing. Siap tuk melanjutkan perjalanan kembali meski sepanjang jalan di hantui dengan rasa pingin ketawa karena memang layak tuk ditertawakan

Style masing-masing karena takdir masing masing
Bukan alasan tuk tidak berjalan seiringan
Bukan alasan tidak terbuka dan membaru
Tombok hanyalah pembatas

Aku g pernah menjanjikan puncak pada kalian
Bersama kalian akan ku capai puncak itu
Puncak kalian raih dengan cara kalian sendiri
Aku hanya lah bagian iringan langkah kalian





Dekat belum berarti dekat
Cowok bukan berarti PRIA (ups)
Ini hanyalah fiktif belaka
Tidak untuk diperdagangkan
(beruntunglah kalian yang membaca blog ini)

Mereka memang dekat
Tapi jangan dipikir mereka sedekat itu
APa yang terlihat
Belum tentu sama dengan keliatannya




Sampai dipos 2, tempat terakhir aku berjalan di mpendakian sebelumnya. Niatku belum sekuat baja, kakiku tidak sekuat hati dan badanku tidak sekuat keinginanku. Kembali bercanda dan tertawa disini sekaligus makan siang dengan BUBUR AYAM (bukan H. Sulam ). Pendakian yang cukup menyenangkan lah intinya, sulit diungkap[kan karena bersifat subyektif
12.00 (at POS 2)
13.00-14.00 (POS 3)
Bertemu dengan rombongan dari manado yang lagi ngelakuin Ekspedisi Triple S (Sindoro-Sumbing-Slamet). Lumayan dapat stiker buat kenang-kenangan hahahhahaha, setelah ini mereka langsung balik ke manado (katanya). langsung jalan lagi deh kita nya
 
14.10-15.00 (POS 4)
POS Samaranthu (samar samar hantu) serius nyeremin inih pos, agak merinding  juga sih sebenarnya dari awal masuk pos ini. Berharap segera pergi aja dari ini pos, tapi apa mau dikata. Istirahat dan makan dulu rupanya mungkin bubur ayamnya kurang ampuh jadi g nahan lapar mereka, kalo saya memang sedikit makannya. Suasanya yang mencekam dengan bekas pohon terbakar dimana-mana, dengan suasanya  yang mendukung untuk seram. Di POS inilah banyak cerita para pendaki mengalami kejadian-kejadan aneh, ada yang waktu tidur orangnya jadi nambah 1, ada yang putih-putih suka loncat-loncat nongol, ada gdis diatas pohon lah dll. Itu alasan saya g mau ngecamp dimari

15.14-16.00 (POS 5)
AKhirnya sampai juga di POS mata air, sengaja bawa sedikit air jadi bisa ngisi disini nantinya. Untuk juga di Pondok ada ruang yaaa cukuplah buat tenda kami jadi g bakal kehujanan dan g terlalu angin karena berada di dalam pondok dalam ZSB pula kan, ayemmmmmmmm
Meski hujan dan kabut mulai turun sekitar jam 5 sore sampae jam 9 malam membuat suasana jadi dingin itu pasti dan menusuklah dalam tulang

- to be continued -

Rabu, 06 Februari 2013

Back to SLAMET (part 2)

Apa salah dunia kemarin hingga hari ini matahari begitu semangat hingga meningkatkan eksistensinya di dunia. Pergi ke kamar orang hanya tuk mencari suasana baru yang mungkin memang lagi ku butuhkan. 3,5 Tahun tinggal di kamar ukuran 3 x 3 ternyata bisa membuat bosan dan mungkin sekranglah puncak-puncaknya. Tapi itu bukan yang ingin ku ceritakan pada kalian semua hehehehehhe, woles saja kawan..........

# Mengapa kamu lakukan semua itu??/
Dia yang tidak pernah bisa mengerti arti kalimat itu. Bagitupun kita semua karena kita hanya membaca dan mencoba memahami bukan mengalami dan merasakannya sendiri. Begitulah realitanya, kita g pernah bisa mengerti 100% apa yang dilakukan seseorang untuk dirinya, orang lain, dan untuk diri kita.
"mengapa harus ke gunung??" tanya nya
"pergilah sendiri dan kau akan mengerti'
"cuaca lagi buruk, kalau kenapa-napa gimana?" tanya nya cemas
"aku selalu siap mati saat mendaki gunung"
"apa kamu lari dari kenyataan??" satu per satu pertanyaan mulai menghajar
"tidak, aku hanya ingin berkunjung"
"apa yang kau kunjungi??? hanya ada hutan, dingin, bahaya, capek dan letih yang kau rasakan!"
"sudahlah, jika memang aku kenapa-kenapa, kau tau apa yang harus kau lakukan!!' kusodorkan sebuah nomor telpon di secarik kertas dan pergi. Beberapa langkah baru berjalan dan tersandung hingga terjatuh, rasa sakit kian nyata hingga kusadari aku berada diatas kasur warisan didalam kamar yang gelap dan suara hujan masih merdu di depan pintu. 

Mimpi itu seolah nyata, apakah bunga tidur menunjukan yang kita inginkan atau mengganti apa yang tidak bisa kita wujudkan di dunia nyata. Mimpi ibarat misteri box yang kita g pernah bs milih mau mimpi apaan, dengan siapa dan mau apa. Selalu berdoa agar dimimpi mendapatkan obat pereda rasa kecewa saat dunia tidak lagi baik kepadanya, berandai andai dan terus berharap dalam indahnya mimpi saat kita tidur.

02-02-2013
08.00 (at basecamp bambangan, purbalingga)
Pagi yang cerah dengan aroma khas gunung dan sawah, tapi sayang kabut awan menutupi bagian dada Gunung Slamet yang seolah masinh berselimut karena dingin dan malu urat-urat usianya terlihat. Hanya bisa berdoa sebelum berangkat agar insiden sebelumnya tidak terulang, aku yang membawanya dan aku juga yang harus mengantarnya sampai puncak (*kutanamkan dalam tiap perjalananku). Terbayang perjalananku sebelumnya, yang masih sampai di pos 2 dan aku mutusin tuk turun. Aku merasa cukup dan sisanya bisa ku bayangin sendiri betapa indahnya diatas sana tapi ternyata apa yang ku bayangin dengan apa yang ku alami sendiri saat sampai diatas itu jauh berbeda.

Cukup, dan membayangkan sisanya dengan sehebat mungkin
Tuntas meski belum tentu sesuai harapan
2 pilihan yang sama -sama ku alamin
Keduanya benar dengan makna dan pemahaman yang berbeda

09.00
Dimulai dengan "Bismillahhirrohmanirrohim", langkah pertama pun mulai di patenkan untuk memulai perjalanan. Terlihat jelas batasan rumah penduduk, area persawahan, vegetasi hutan, puncak yang ditandai mulai bebatuan. Trek langsung menanjak tanpa kompromi, tanpa permisi dan tanpa mau tau kami datang pake motor atau angkutan yang lain. Berkali-kali papasan dengan warga lokal yang nyari rumput, burung, kayu untuk menyambung hidupnya, warga yang menopang hidup dari apa yang di sediakan gunug Slamet ini. Senyum ramah para warga yang berharap kami tidak akan merusak alam dan membakarnya terlihat dari sorot mata para warga

10.00 ( POS 1 )
Muka lelah tiada terlihat
Gurat-gurat kecewa tidak timbul
Beban hidup tidak dipikul
Karena menjalani dengan tulus dari hati

Gunung Slamet (3428 mdpl) memiliki 8 buah POS dengan 3 POS selther (semacam gubuk) sebelum sampai ke puncak. Ini masih awal namun tujuan awal kita puncak dan masih punya waktu sampai esok hari untuk sampai kepuncak jadi leha-leha sejanak disini. Jalan menuju POS berikutnya juga tidak kalah nge-TREK nya dan sampai di POS berikutnya aku berhenti pada perjalananku sebelumnya......

- to be continued -

Selasa, 05 Februari 2013

3428 mdpl (Season 2)

Gagal itu memberiku kesempatan
Untuk meraih hal yang lebih besar
Dan membutuhkan perjuangan
Yang lebih besar juga dari sebelumnya

#Hanya suara gemuruh petir yang menandakan hujan akan tuurn siang ini. Tapi ntah kenapa hujan g turun-turun padahal aku berharap hujan turun sehingga aku bisa tidur. Pegel-pegel badan masih berasa hebat di kedua paha atas dan betis bawah. Diluar dugaan ternyata memang Te-O-Pe Be-Ge-Te, medan yang dilalui untuk bisa menemukan tempat yang indah. Teringat jelas tulisan SMS di hp yang bersua
"g usah pulang, km disitu aja" dengan intonasi yang bisa pake apa saja, dan kita semua tau arti dari sms itu. Sorry kawan, beginilah adanya. emang ada yang harus dikorbanin untuk mencapai sesuatu.

Diantara perasaan sedih dan senang
Sedih karena g ada yg peduli
Senang karena g ada yang ngelarang
Beruntunglah kawan karena ada yang memegang tanganmu ketika kau hendak pergi

Kemana pun kita pergi
Jauh, dekat, tinggi, rendah
Sama sama bisa merenggut nyawa
Dan g ada yang menginginkan hal itu

# Masih hangat dimemory, perjalanan kami ber 4 ke Gunung Slamet (3428 mdpl) gunung dengan mistis yang masih kental dan sekaligus gunung tertinggi di Jawa Tengah. Bermodalkan pengalaman gagal sebelumnya, ROP dan SOP untuk 2 hari 2 malam, kami berempat sepakat pergi kesana malam itu. Memang g bisa dipastkan berapa orang yang berangkat sebelumnya karena aku sendiri g bisa menjawab pertanyaan itu, aku capek berharap dan ngajak orang karena kondisinya yang g bisa jadi semacam trauma ngajak orang.

#Siang itu cuaca cerah namun segera berganti dengan hujan lebat, aku sengaja g bergeming dan g berfikir apapun. Berharap hujan berhenti pun nggak, karena aku yakin hujan akan berhenti sebelum kita berangkat. Alhamdulillah hujan benar-benar berhenti, tapi ritual kecilku terlewatkan. Dia g bisa ku temui meski hanya tuk berpamitan secara langsung dengan harapan saat aku g kembali, min dia melihatku terakhir kali dalam kondisi ingin meraih mimpi bukan untuk lari. Sepanjang jalan hanya itu yang sedikit ku keluhkan, berusaha mencari sampingan namun meski HANYA ritual kecil namun cukup berharga.

Gunung adalah tempat istimewa
Aku memposisikan diri siap
Siap untuk mati dan segala kemungkinan
Termasuk siap kembali

#Ini hanyalah pengantar pembuka kok, ceritanya masih chapter berikutnya. Ini aja kebetulan mood lagi dateng aja jadi langusng nari-nari deh ini tangan. Meski baru bisa memulai dengan beberapa kalimat saja

01-02-2013 (21.30)
Perjalanan kami mulai cus ke transit pertama di daerah Banjarnegara, disana ada POM Bensin besar dan bisa buat kita tidur sebelum paginya kita lanjut jalan ke basecamp. Malam hari ke basecamp sangatlah berbahaya karena memang jalannya yang sepi dan menanjak beud. Sepanjang jalan lamunanku g berubah, mengapa ritual kecilku g bisa kulakuin?? Berharap semua kan baik-baik saja. G ada hal buruk yang menimpa kami, mereka adalah rombongan ku, ini agenda ku dan aku bertanggung jawab atas mereka. Lamunan itu pudar sejenak saat memasuki daerah KLEDUNG (Kab. Wonosobo), melewati tengah tengah jalur Sindoro-Sumbing kemegahan mereka yang berdiri mebuatku merinding karena begitu megah dan bijak karena membiarkan kami lewat tanpa rasa dingin yang menusuk.

23.30
Beristirahat sejenak di kota wonosobo sebelum keluar mencapai Banjarnegara, mencari kehangatan dipinggir jalan. Cuaca yang berkabut, sepi, pant*t yang hot karena gesekan dengan sadel motor, sangatlah tepat jika sedikit peregangan dan streching ringan. Sepertinya aku belum ngenalin rombonganku yah,,,,? Mungkin sebagai pengantar aja yah kami ber-4 bagai F-4 (bukan kertas F4 lho), dari jurusan yang sama angkatan yang sama dan hobi yang sama, sama-sama suka jalan-jalan. Yang pertama aku kenalin tuh ada RIKO RIVA'I, dia tuh Rocker sebenarnya tapi ntah sejak kapan alih profesi (mungkin sudah dapat panggilan), dia juga yang alatnya paling komplit dan baru (baru diuji). Yang kedua ada si BANGKIT MARLANDA, dia pernah ada di rombonganku sebelumnya (chapter 3142 mpdl), dia juga yang tumben-tumbenan boleh berangkat karena biasanya birokrasinya ribet . Maklum keluarga dan bojo sama-sama stay dijogja. Yang ketiga ada AJI WULANTARA, kami g terlalu dekat namun aku juga g tau sejak kapan dia suka mendaki gunung dengan naik turun secepat mungkin, logistik minim, meski 2 minggu berturut sebelumnya dia naik gunung Andong dan Lawu, dia juga masih ikut berangkat. JEMPOL ^ dah buat kamu

02-02-2013 (00.30)
Akhirnya sampai juga di tempat transit pertama, lumayan untuk istirahat sebelum ke basecamp karena kita akan langsung naik setiba di basecamp (rencanya).
"kenapa g langsung ke basecamp aja gi?" suara tanya membuyarkan ku
"malam jo, resiko klo langsuung kesana. apa lagi dari sini butuh 2 jam" jawabku
"kan lebih enak klo sampe basecamp langsung tidur" ngeyel lagi
"Jauh-jauh kok numpang tidur"jawabanku terakhir meski dia tetap ngeyel kutinggal cuci muka terus tidur

Tak selalu yang burem itu buruk kawan
Manusia bersikap pasti dengan persiapan
Sekalipun persiapan itu tidak disadarinya
Teburu-buru hanyalah membuang kesempatan
Untuk mempersiapkan lebih baik

- to be continued -