Minggu, 10 Februari 2013

Hidupku bukan hidupmu

Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta
Masa yang lampau adalah berguna sekali 
Untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang (Sukarno)

#Saat dimana yang jauh tak pernah dekat, dan yang g pernah dekat menjadi jauh. Semua hanyalah Palsu karena memang kebenaran hanya ada dilangit dan hanya Tuhan yang memiliki kebenaran atas semua ini. Bertemankan sebuah milkcoffee, 2 batang rokok kretek, 2 batang hp meski g ada yg membuatnya berbunyi. Seperti sebelum-sebelumnya mungkin hanya mengulang dengan versi berbeda, mungkin jariku menari-nari seiring dengan apa yang diingatnya bukan apa yang diciptakannya.
Teringat wacana sebuah dosenku, aku membuat bangga siapapun kec ego diri ini. Kunikmati semua yang kujalani tanpa peduli dengan sekitarku. Egoisku tinggi, jauh lebih tinggi dari urusan hati. Mungkin itu alasan ku masih sendiri, aku g akan tega melihat dia merasakan kehidupanku saat ini kecuali dia memang bisa mengerti.

Masa lalu
Masa sekarang
Masa Depan
Masa antah berantah

Tiap masa kita lalui
Bagai proses dalam siklus
Dari lahir telah terikat
Mati pun tetap diikat

#Beruntunglah mereka yang mati muda, g perlu merasakan kepalsuan hidup lebih lama. Mereka yang mati tua juga beruntung, setidaknya merasakan tua yang g pernah dirasakan mereka yang mati muda. Mereka yang tidak pernah dilahirkan pun beruntung karena g perlu sedikitpun mengetahui arti kepalsuan itu apa.
"Nikmati aja hidup ini" suara yang kukenal menyadarkan lamunanku
"Apa yang bisa kamu harapkan dari hidup ini??" lihatlah dirimu sendiri yang g pernah tau hidupmu mau seperti apa" jawabku ketus
"Setidaknya aku menjalani dengan hati" ujarnya
"Hati hanya menuruti apa yang km percayai bukan apa yg kamu inginkan". Dia buta dengan masa depan, atas janji sakral yang ia sepakati dan tanda tangani sendiri tanpa ada pemberitahuan dari pihak ke dua. Mengukir-ukir gurat2an benda bagai anak kecil yang hanya memiliki itu barang untuk di sentuhnya.
"apa-apan itu, nggak yo, dia menjanjikanku jawaban tp g sekarang" katannya
"itu hanyalah pembelaan hatimu, tp kenyataannya lihatlah dirimu sekarang" Bahagiapun tidak, hanya memaki dan berharap dalam sosmed bukan doa kepada pemberi hidup.
"SSSSSSSSSSS"umpatnya dalam hati sambil pergi

#Seminggu berlalu tanpa pernah menanya kabar, sms pun hanya menjawwab dan bertanya seadanya. G ada perasaan ingin mencari dan mengetahui kondisinya disana, karena ku tau meski tidak persis kondisinya disana baik-baik saja. Ku ingin dia berkaca dari masa lalu untuk menjalani masa depan, masa lalu disiapkan dan di hadiahkan sebagai bekal untuk masa depan. G ada bagian masa lalu yang diambilnya, hanya janji buta yang g jelas yang memberikan dan bertahan hingga masa depan. Ibarat orang judi kau hanya membeli kucing dalam karung dengan taruhan seluruh hidupmu.
"Seorang pemuda pernah bertanya pada orang tua, apa kah hidup kita selalu seperti ini?? G pernah kelihatan ujung nya sebelum kaki ini menapakinya??? Sama dengan gambling dong??"
"Apa yang akan kamu lakukan setelah mengetahui ujungnya?? Apa kamu bisa menerimanya jika berakhir tragis dan tidak menyenangkan??" jawab orang tua itu
"Setidaknya aku tau mau kemana langkah ini kubawa untuk menghindarinya!"ujarnya
"Apa yang terlihat belum tentu berdampak buruk, dan berlaku sebaliknya. Jangan khawatir anak muda, apa yang kau tanam itulah yang kau panen nantinya. Kenalilah dirimu lebih jauh hingga kau bisa mengerti takdir tuhan yang ditujukan untukmu" jelas orang tua
"bagaimana aku mengenali diri ku lebih jauh?? aku pun g tau aku ini siapa dan mau apa hidup didunia. aku hany menjadi diriku tanpa menjadi orang lain dan menjalani hidupku seadanya. apakah itu cukup??" tanya pemuda itu
"belum, hidup itu ibarat sinetron yang telah ditentukan lur ceritanya. Kita aktornya dan kita berhak improvisasi dan menentukan jalan cerita meski akhir cerita g bisa kita yang tentukan. Itulah yang kau perlukan untuk siap menjalani hidup"

-Selamat menjalani hidup-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar