Rabu, 13 Februari 2013

Memiliki bukanlah tujuan utama

Aku tak pandai merasakan
Bagiku cinta atau bukan cinta
Sama saja, asalkan ikhlas ngerasainnya
Itulah yang menjadi bumbu hati ini

Terlalu Dini
Terlalu Cepat
Terlalu Pintar
atau Terlalu Sering

# Hingga seseorang berani nge"CAP" dengan lantang sebuah perasaanbeserta urusan hati lainnya yang memiliki bentuk khusus, abstrak dan absolut, tidak di rekayasa dan tidak dibuat-buat (kecuali yang sengaja). Makhluk-makhluk sering beralibi "butuh 1 detik untuk menyukai, butuh 1 menit untuk menyayangi, butuh 1 jam untuk mencintai, dan butuh seumur hidup untuk melupakan". Aku tidak menyalahkan hal itu dan juga tidak terlalu setuju. Karena bagiku semua itu bersifat relatif, tergantung proses, kondisi dan moment terciptanya.

Disitulah letak kesalahannya (menurut analisa saya), terlalu cepat menyebabkan salah tafsir atau salah pengambilan keputusan. Hingga nanti hanya cukup sampe tengah jalan dan beralih ke yang lain lagi sehingga menimbulkan paradigma baru, menjadi sebuah penjajakan atau pencarian dimana-mana. Mungkin hal ini merupakan pembelaan dari seorang yang sering gonta-ganti pasangan. "wong cuma mengikuti perasaan" perasaan labil yang tidak bisa dibedakan

Dia yang tidak bisa mengerti rasa itu dengan segera
atau rasa itu yang sering datang tanpa gejala yang sama

Manusia diberikan akal dan hati, itulah yang membedakan kita (manusia) dengan mahkluk ciptaan Tuhan yang lainnya. Hati memang diberikan pada kita semua bagi yang mau menggunakannya dengan bijak
The herat is on the left buat always right
aku sepakat akan hal itu, hati terletak di sebelah kiri tapi selalu benar (right bukan berarti kanan). Kita berbicara hati dalam arti kalbu bukan organ hari/hepar yah dalam anatomi manusia. Kita g prenah tau nasehat mana yang akan meresap dalam pikiran dan hati pembaca. Dengan penderitaan yang Allah berikan padaku dulu, ku coba menelan dan mencernanya sebaik mungkin sebagai sebuah ketetapan dengan banyak hikmah dan tujuan yang baik dibalik itu semua.

Memiliki bukanlah tujuan utama, karena segala yang ada didunia hanyalah titipan dan semua milik Allah. Aku hanya inginmeminjamnya, paling tidak untuk mengembalikan senyumannya yang sudah lama tak pernah aku nikmati. Senyuman dapat mengeluarkan kita dari situasi sulit meski senyum itu palsu, mungkin itu yang dilakukannya sekarang. Ada baiknya menyembunyikan isi hati agar orang lain mengenal dirinya luarnya saja sebagai pribadi yang unik, selalu tersenyum dan ramah kepada siapapun. Tapi Ketersembunnyian bukan pilihan orang-orang yang tak ingin isi hatinya diketahui orang lain. Padahal itu adalah kemampuan menutup diri, menghibur orang lain agar orang tidak mengerti seperti apakah diri nya sebenarnya (Cukup tau aja)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar