Gagal itu memberiku kesempatan
Untuk meraih hal yang lebih besar
Dan membutuhkan perjuangan
Yang lebih besar juga dari sebelumnya
#Hanya suara gemuruh petir yang menandakan hujan akan tuurn siang ini. Tapi ntah kenapa hujan g turun-turun padahal aku berharap hujan turun sehingga aku bisa tidur. Pegel-pegel badan masih berasa hebat di kedua paha atas dan betis bawah. Diluar dugaan ternyata memang Te-O-Pe Be-Ge-Te, medan yang dilalui untuk bisa menemukan tempat yang indah. Teringat jelas tulisan SMS di hp yang bersua
"g usah pulang, km disitu aja" dengan intonasi yang bisa pake apa saja, dan kita semua tau arti dari sms itu. Sorry kawan, beginilah adanya. emang ada yang harus dikorbanin untuk mencapai sesuatu.
Diantara perasaan sedih dan senang
Sedih karena g ada yg peduli
Senang karena g ada yang ngelarang
Beruntunglah kawan karena ada yang memegang tanganmu ketika kau hendak pergi
Kemana pun kita pergi
Jauh, dekat, tinggi, rendah
Sama sama bisa merenggut nyawa
Dan g ada yang menginginkan hal itu
# Masih hangat dimemory, perjalanan kami ber 4 ke Gunung Slamet (3428 mdpl) gunung dengan mistis yang masih kental dan sekaligus gunung tertinggi di Jawa Tengah. Bermodalkan pengalaman gagal sebelumnya, ROP dan SOP untuk 2 hari 2 malam, kami berempat sepakat pergi kesana malam itu. Memang g bisa dipastkan berapa orang yang berangkat sebelumnya karena aku sendiri g bisa menjawab pertanyaan itu, aku capek berharap dan ngajak orang karena kondisinya yang g bisa jadi semacam trauma ngajak orang.
#Siang itu cuaca cerah namun segera berganti dengan hujan lebat, aku sengaja g bergeming dan g berfikir apapun. Berharap hujan berhenti pun nggak, karena aku yakin hujan akan berhenti sebelum kita berangkat. Alhamdulillah hujan benar-benar berhenti, tapi ritual kecilku terlewatkan. Dia g bisa ku temui meski hanya tuk berpamitan secara langsung dengan harapan saat aku g kembali, min dia melihatku terakhir kali dalam kondisi ingin meraih mimpi bukan untuk lari. Sepanjang jalan hanya itu yang sedikit ku keluhkan, berusaha mencari sampingan namun meski HANYA ritual kecil namun cukup berharga.
Gunung adalah tempat istimewa
Aku memposisikan diri siap
Siap untuk mati dan segala kemungkinan
Termasuk siap kembali
#Ini hanyalah pengantar pembuka kok, ceritanya masih chapter berikutnya. Ini aja kebetulan mood lagi dateng aja jadi langusng nari-nari deh ini tangan. Meski baru bisa memulai dengan beberapa kalimat saja
01-02-2013 (21.30)
Perjalanan kami mulai cus ke transit pertama di daerah Banjarnegara, disana ada POM Bensin besar dan bisa buat kita tidur sebelum paginya kita lanjut jalan ke basecamp. Malam hari ke basecamp sangatlah berbahaya karena memang jalannya yang sepi dan menanjak beud. Sepanjang jalan lamunanku g berubah, mengapa ritual kecilku g bisa kulakuin?? Berharap semua kan baik-baik saja. G ada hal buruk yang menimpa kami, mereka adalah rombongan ku, ini agenda ku dan aku bertanggung jawab atas mereka. Lamunan itu pudar sejenak saat memasuki daerah KLEDUNG (Kab. Wonosobo), melewati tengah tengah jalur Sindoro-Sumbing kemegahan mereka yang berdiri mebuatku merinding karena begitu megah dan bijak karena membiarkan kami lewat tanpa rasa dingin yang menusuk.
23.30
Beristirahat sejenak di kota wonosobo sebelum keluar mencapai Banjarnegara, mencari kehangatan dipinggir jalan. Cuaca yang berkabut, sepi, pant*t yang hot karena gesekan dengan sadel motor, sangatlah tepat jika sedikit peregangan dan streching ringan. Sepertinya aku belum ngenalin rombonganku yah,,,,? Mungkin sebagai pengantar aja yah kami ber-4 bagai F-4 (bukan kertas F4 lho), dari jurusan yang sama angkatan yang sama dan hobi yang sama, sama-sama suka jalan-jalan. Yang pertama aku kenalin tuh ada RIKO RIVA'I, dia tuh Rocker sebenarnya tapi ntah sejak kapan alih profesi (mungkin sudah dapat panggilan), dia juga yang alatnya paling komplit dan baru (baru diuji). Yang kedua ada si BANGKIT MARLANDA, dia pernah ada di rombonganku sebelumnya (chapter 3142 mpdl), dia juga yang tumben-tumbenan boleh berangkat karena biasanya birokrasinya ribet . Maklum keluarga dan bojo sama-sama stay dijogja. Yang ketiga ada AJI WULANTARA, kami g terlalu dekat namun aku juga g tau sejak kapan dia suka mendaki gunung dengan naik turun secepat mungkin, logistik minim, meski 2 minggu berturut sebelumnya dia naik gunung Andong dan Lawu, dia juga masih ikut berangkat. JEMPOL ^ dah buat kamu
02-02-2013 (00.30)
Akhirnya sampai juga di tempat transit pertama, lumayan untuk istirahat sebelum ke basecamp karena kita akan langsung naik setiba di basecamp (rencanya).
"kenapa g langsung ke basecamp aja gi?" suara tanya membuyarkan ku
"malam jo, resiko klo langsuung kesana. apa lagi dari sini butuh 2 jam" jawabku
"kan lebih enak klo sampe basecamp langsung tidur" ngeyel lagi
"Jauh-jauh kok numpang tidur"jawabanku terakhir meski dia tetap ngeyel kutinggal cuci muka terus tidur
Tak selalu yang burem itu buruk kawan
Manusia bersikap pasti dengan persiapan
Sekalipun persiapan itu tidak disadarinya
Teburu-buru hanyalah membuang kesempatan
Untuk mempersiapkan lebih baik
- to be continued -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar