Apa yang aku mau
Apa yang aku rasa
Apa yang aku inginkan
Hanya aku yang tau
Meski banyak yang sok tau
Terkadang banyak yang sok ngerti
Tak jarang yang sok paham
Tapi itu bentuk kepedulian
Banyak hal sulit dihindari
Banyak hal susah dijauhi
Banyak yang memilih bertahan
Dalam lingkaran nyaman tanpa arti
#
Sedikit berbagi cerita tentang apa yang kami sebut Camping Ceria.
Terdiri dari 2 kata Camping (berkemah) dan Ceria (having fun) dan jika
digabung adalah hura-hura. Tak ada yang salah dengan pemilihan dan arti
kata itu, karena dalam tiap kata yang terucap itu mengandung arti yang
kita tentukan sendiri maknanya. Sengaja ku persiapkan selama 3 hari 2
malam karena aku ingin menikmati tiap hembusan nafas yang ku hirup, tiap
langkah yang ku layangkan dan tiapmiligram beban yang kubawa. Targetku
bukan puncak, bukan sunrise, bukan sunset melainkan sebuah rasa yang tak
bisa dijelaskan dengan kata-kata namun aku percaya. Kalian akan
mengerti saat kalian disampingku, dan melihatnya bersamaku. Bukan mau
sombong atau sok, aku sudah ke sini 5 kali dan tak ada rasa bosan untuk
kembali tapi aku tak akan mengganti kenanganku yang pertama dengan
kenanangan yang kedua atau yang lainnya akibat cara yang sama. Aku g
sampai ke puncak karena memang sengaja tak mengejar puncak karena apa??
"Kenangan yang pertama sangat indah dan aku tak ingin kenangan ku dirusak oleh kenangan-kenangan yang lain"
#
Banyak orang bangga dengan jalan yang lurus tanpa kelokan dihidupnya,
tanpa batu kerikil ditanahnya, tanpa tamparan di hembusan udaranya. Tapi
apa yang kita dapat dari kelancaran itu?? Sekedar hasil menurut saya.
Coba aja kamu tanya sama seseorang yang lancar-->
- gimana kemarin?? (lancar aja kok) udah kan, dan hanya berhenti disitu. MAu nambah nanya lagi
- terus gimana kondisi kemarin?? (ya lancar). Lak wagu to??
Aneh
dan membuat hasil menjadi sekedar akhir yang sedikit dan kurang kesan.
Cuma kalo jalannya nanjak juga pasti ngeluh karena kodrat manusia itu
tukang ngeluh pada dasarnya. Cuma pastilah ada sedikit perbedaan disana
kalau mata kita jelis melihatnya, telinga kita jernih mendengarnya, hati
kita peka merasakannya.
Apa yang sudah disana
Apa yang telah ditinggalkan
Biarlah damai pada tempatnya
Biarlah tetap di tempatnya
Kita boleh melihatnya
Kita boleh mengunjunginya
Kita boleh menyentuhnya
Tapi jangan menghapusnya
Jangan sekali-kali merubah kenangan
Takkan ada masa lalu
Takkan ada yang diingat
Karena kenangan yang membuat kita hidup
Hidup dimasa lalu sebagai kenangan
Hidup dimasa kini sebagai perjuangan
Hidup dimasa depan sebagai impian
Mengingat yang berlalu sebagai NOSTALGIA
#
Badai menyambutku sebagai ungkapan kasih sayang karena telah lama tak
berkunjung. Kabut datang memelukku begitu erat hingga sesak dada untuk
bernafas. Hujan mengguyurku begitu banyak hingga luntur semua
kotoran-kotoran duniawi yang kubawa. Tapi Alam memberikan jamuan hangat
ditengah sabana yang ditumbuhi edelwise, lampu perkotaan yang seolah
berkelip-kelip, sekumpulan api unggun, mp3, kopi dan jajarannya, tak
lupa 3 kali 5 letusan kembang api yang diluncurkan malam itu memberikan
tambahan warna tersendiri. Bukan maksud hati mendoakan agar tidak lancar
namun adanya ketidaklancaran secara tidak sadar membuatmu harus
memalampaui keterbatasanmu saat ini. Dan kita memiliki cerita lebih
banyak untuk dibagikan