Jumat, 31 Mei 2013

Hari Anti Tembakau

31 Mei Diperingati semua orang tentang " Hari Anti Tembakau". Dimana banyak slogan-slogan tentang NO SMOKING dan segala macamnya. Disaat semua orang menentang dan menghujat mereka yang merokok dengan mengatas namakan Hak yang terambil oleh mereka yang perokok diluar sana.

Bukan dengan spanduk
Bukan dengan teriakan
Bukan dengan tulisan
Apa lagi dengan sindiran

Rokok adalah suram
Begitu dimata kalian
Begitu pun dimata kamu
Hanya saja kita dalam keadaan berbeda

Bukan hak kalian saja yang terdzalimi akibat rokok, kami pun sama. Hak kami direnggutnya juga kok dari materi, jasmani dan rohani. Lebih dari hak kalian yang hilang karena rokok dan kami masih menhargai "dia" karena "dia" lebih baik dari sisi sahabat. Dimana kalian saat kami membutuhkan kalian??? Bisakah kalian ada saat kami butuh bantuan??? Bisa kah kalian merelakan sedikit waktu untuk kami disaat kalian bersama kelompok kalian??? Ku sangsikan itu

Dia memang buruk
Dia memang dapat membunuh
Dia juga memiliki sisi baik
Dan memiliki sifat lembut

Kenapa harus menghindari dia
Hanya karena ia dapat membunuhmu
Tak ada kah cara lain untuk dapat bersama
Dalam sebuah perbedaan tanpa dasar

Jika saatnya mati ya mati aja
Tak perlu mengkambing htamkan "dia"
"Dia" terlahir dengan takdir itu
Tanpa bisa memilih takdir yang diinginkan

Jika boleh memilih dan menentukan
"Dia" ingin disukai semua orang
Tanpa ada yang dikorbankan
Tanpa ada yang di anak tirikan

Tapi ini lah hidup
Saat ada yang suka
Pasti ada yang g suka
Dan itu adalah takdir

-Selamat hari Anti Tembakau- bagi yang merayakannya

Kamis, 30 Mei 2013

Tentang Pagi


Kau awalnya tidak tahu apapun
Kau mulanya tak mengerti apapun
Berbicara seolah mengerti
Berlagak seolah paham

Hanya untuk menunjukan
Kau bisa
Kau mampu
Kau layak

Membantu dan menopangku
Membuatku merasa kau selalu ada
Meski hanya bayang-bayang
Dan akan tetap bayang-bayang

Di sisa musim kemarau
Yang panjang dan berlebihan
Langit seperti merindukan layang-layang
Mata beningmu mengandung hujan dan perang

Pada punggung malam
Kau ingin menyerahkan ke sedihan yang usang
Dan cinta yang terabaikan
Kau terlalu lelah untuk percaya iklan

Sekali lagi bermimpilah ,
Sekali lagi bermimpilah tentang pagi (by Tika)

Rabu, 29 Mei 2013

Untuk Patricia

Aku hanya mengenal sosokmu
Aku hanya mendengar suaramu
Aku hanya melihat tawamu
Dan hanya itu alasanku

Tak pernah ada sebuah alibi
Tak pernah berfikir pelarian
Tak pernah mencari alasan
Bukan sebuah rencana besar

Namun kini telah berbeda
Semua tak lagi sama
Semua tak lagi nyaman
Hanya tinggal menjalani

Kita pernah berdiri bersama
Kita pernah berjalan bersama
Kita pernah berlari bersama
Meski hanya sebatas bayangan

Normalku adalah tidak normal bagimu
Biasaku adalah tidak biasa bagimu
Beginilah aku dan begitulah dirimu
Kita memang berbeda dan sama secara bersamaan

Jangan cemburu pada keadaan
Karena banyak yang ku cintai
Bukan hanya dirimu dan topengmu
Hidup adalah tentang kebahagiaan

Jika kau mencintaiku
Cintailah aku dan ke egoisanku
Egois indah bagi makhluk seperti aku
Tak pernah peduli akan ganasnya dunia yang menentang

Aku mendekatimu dengan kebiasaanmu
Aku menggapaimu dengan caramu
Namun ditengah jalan aku tersadar
Aku belum siap membawamu

Duniaku terlalu suram untukmu
Kau tak akan mampu bertahan
Hanya akan menyiksamu
Hanya akan menyakitimu

Aku menganut azas kebebasan
Memaksamu kehidupku
Membawamu masuk kedalam
Ibarat membunuh kebebasanmu

Selasa, 28 Mei 2013

Mari Merenung

Disaat dia mampu memberi
Aku hanya mampu melihat
Disaat dia tak mampu memberi
Aku belum bisa menggantikannya

Sangat ironi
Melihat tanpa mampu membantu
Mendengar tanpa mampu berbuat
Mengucapkan tanpa mampu di dengar

Aku tahu kamu capek
Aku tahu kamu lelah
Aku tahu kamu sakit
Aku tahu kamu bosan

Keadaan tak akan berubah secara alami
Layaknya sebuah cuaca yang rutin berganti
Kita seorang manusia yang terlahir berbeda
Dibanding makhluk dan benda lain yang dicipta-Nya

Disaat waktuku telah habis
Disaat waktu kita telah lewat
Disaat waktumu dengannya tak kunjung datang
Disaat itulah jawaban atas pilihan diberikan

Bukan menyalahkan
Tidak juga menghakimi
Apa yang terjadi memang telah ditentukan
Namun kita berhak menentukan sebenarnya

-Tempat Itu-

Mencari ditempat yang sama
Bukan berarti menemukan hal yang sama
Bukan hal yang memalukan untuk mengulang
Tapi bukan alasan untuk kembali

Lama tak ku kunjungi
Lama tak ku datangi
Tak maksud melupakan
Tak maksud mengabaikan

Ku tengok sejenak ke belakang
Teringat kisah tempo dulu
Ku lihat lagi kedepan
Terlintas sebuah harapan masa depan

Itulah pilihan kita sebagai manusia
Itulah tuntutan kita karena hidup
Yang telah tertulis tak bisa dihapus
Hanya bisa diganti dengan yang lain

Kita diberikan pensil dan buku
Tanpa adanya penghapus atau tombol UNDO
Dan yang telah ditulis telah menjadi kisah
Hanya bisa diganti dilembaran yang lain

Langsung pergi saat tak bisa berkicau
Ditunggu sampai bisa berkicau
Diajari sampai bisa berkicau
Tergantung sejauh mana aku bertahan

Dulu aku mengajari
Dulu aku menunggu
Sampai masih menunggu
Dan kini aku pergi

Kau menolak diajari
Kau menepis tangan ini
Kau menganggap bisa
Padahal kau tak punya mata

Hati membatu yang kau punya
Beralasan ingin mandiri
Berargumen mampu berdiri
Dan kini tak menngerti apa yang terjadi

_tempat itu_

Senin, 27 Mei 2013

Kepedulian Sebelah Tangan

Saat kepedulian dihargai
Dari garis keturunan
Dari garis kekayaan
Dari garis jabatan

Bisa kah kita peduli
Saat kita sendiri belum nyaman
Dengan menunggu sebuah kenyamanan
Dengan menunggu sebuah keadaan

Saat dimana
Kondisi dan Dunia
Takluk dibawah kaki seorang manusia
Saat yang tak mungkin datang

Tak ada yang sepahit penyesalan
Tak ada yang semanis impian
Tak ada yang seabu-abu harapan
Tak ada yang tau kelanjutannya

Pemahaman memang dibutuhkan
Penjelasan terkadang diragukan
Arti sebuah makna yang tersirat
Tak terkuak karena enggan dicari

Apalah arti hidup bila tak berguna
Harta, jabatan, garis keturunan
Apakah akan menemani saat kita mati
Apa mereka mencari saat kita g ada


Senin, 20 Mei 2013

Camping season I

Apa yang aku mau
Apa yang aku rasa
Apa yang aku inginkan
Hanya aku yang tau

Meski banyak yang sok tau
Terkadang banyak yang sok ngerti
Tak jarang yang sok paham
Tapi itu bentuk kepedulian

Banyak hal sulit dihindari
Banyak hal susah dijauhi
Banyak yang memilih bertahan
Dalam lingkaran nyaman tanpa arti

# Sedikit berbagi cerita tentang apa yang kami sebut Camping Ceria. Terdiri dari 2 kata Camping (berkemah) dan Ceria (having fun) dan jika digabung adalah hura-hura. Tak ada yang salah dengan pemilihan dan arti kata itu, karena dalam tiap kata yang terucap itu mengandung arti yang kita tentukan sendiri maknanya. Sengaja ku persiapkan selama 3 hari 2 malam karena aku ingin menikmati tiap hembusan nafas yang ku hirup, tiap langkah yang ku layangkan dan tiapmiligram beban yang kubawa. Targetku bukan puncak, bukan sunrise, bukan sunset melainkan sebuah rasa yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata namun aku percaya. Kalian akan mengerti saat kalian disampingku, dan melihatnya bersamaku. Bukan mau sombong atau sok, aku sudah ke sini 5 kali dan tak ada rasa bosan untuk kembali tapi aku tak akan mengganti kenanganku yang pertama dengan kenanangan yang kedua atau yang lainnya akibat cara yang sama. Aku g sampai ke puncak karena memang sengaja tak mengejar puncak karena apa??

"Kenangan yang pertama sangat indah dan aku tak ingin kenangan ku dirusak oleh kenangan-kenangan yang lain"

# Banyak orang bangga dengan jalan yang lurus tanpa kelokan dihidupnya, tanpa batu kerikil ditanahnya, tanpa tamparan di hembusan udaranya. Tapi apa yang kita dapat dari kelancaran itu?? Sekedar hasil menurut saya. Coba aja kamu tanya sama seseorang yang lancar-->
- gimana kemarin?? (lancar aja kok) udah kan, dan hanya berhenti disitu. MAu nambah nanya lagi
- terus gimana kondisi kemarin?? (ya lancar). Lak wagu to??

Aneh dan membuat hasil menjadi sekedar akhir yang sedikit dan kurang kesan. Cuma kalo jalannya nanjak juga pasti ngeluh karena kodrat manusia itu tukang ngeluh pada dasarnya. Cuma pastilah ada sedikit perbedaan disana kalau mata kita jelis melihatnya, telinga kita jernih mendengarnya, hati kita peka merasakannya.

Apa yang sudah disana
Apa yang telah ditinggalkan
Biarlah damai pada tempatnya
Biarlah tetap di tempatnya

Kita boleh melihatnya
Kita boleh mengunjunginya
Kita boleh menyentuhnya
Tapi jangan menghapusnya

Jangan sekali-kali merubah kenangan
Takkan ada masa lalu
Takkan ada yang diingat
Karena kenangan yang membuat kita hidup

Hidup dimasa lalu sebagai kenangan
Hidup dimasa kini sebagai perjuangan
Hidup dimasa depan sebagai impian
Mengingat yang berlalu sebagai NOSTALGIA

# Badai menyambutku sebagai ungkapan kasih sayang karena telah lama tak berkunjung. Kabut datang memelukku begitu erat hingga sesak dada untuk bernafas. Hujan mengguyurku begitu banyak hingga luntur semua kotoran-kotoran duniawi yang kubawa. Tapi Alam memberikan jamuan hangat ditengah sabana yang ditumbuhi edelwise, lampu perkotaan yang seolah berkelip-kelip, sekumpulan api unggun, mp3, kopi dan jajarannya, tak lupa 3 kali 5 letusan kembang api yang diluncurkan malam itu memberikan tambahan warna tersendiri. Bukan maksud hati mendoakan agar tidak lancar namun adanya ketidaklancaran secara tidak sadar membuatmu harus memalampaui keterbatasanmu saat ini. Dan kita memiliki cerita lebih banyak untuk dibagikan

Rabu, 15 Mei 2013

-efek tidak ditentukan-

Tentukan dari awal
Jelaskan sejak pertama
Karena apa yang diketahui di depan
Terkadang menentukan hasil akhir

Aku tak ada masalah
Dan tidak mempermasalahkan
Apa yang telah terjadi
Dan apa yang tak jadi terjadi

Tak ada masalah jika lambat
Tak harus secepat kilat
Tak harus juga dengan berlari
Setidaknya kau tidak berhenti

Dulu kau berjalan sendiri
Atas apa yang kau yakini
Semua orang melecehkan
Semua orang menertawakan

Dan sekarang, saat ini
Saat dimana mereka semua
Harus menjilat apa yang mereka lontarkan dulu
Memungut biji yang mereka lempar kepadamu

Kau dulu adalah minoritas
Dan kini beberapa orang mengikuti jalanmu
Tapi mereka tak pernah tau
Alasan kau bertahan di jalan itu

Mereka hanya pengikut
Tanpa tau apa yang mereka ikuti
Mereka hanya berjalan
Tanpa tau mengapa harus berjalan

Apakah aku bertanggung jawab atas ini??
Mereka mengikuti jalan yang ku pilih
Tak pernah memaksa mereka tuk ikut
Tapi dosa mereka adalah karena ku

-efek tidak ditentukan-

Senin, 13 Mei 2013

-Sendiri adalah jawaban-

Disini dan masih ditempat yang sama
Tempat kau menemukanku berbaring
Berdiri dan duduk dengan ciri khas
Dengan kertas dan pena yang sama

Sendiri dan berteman sepi
Seseorang dengan banyak teman
Akan membagi jati dirinya
Untuk membahagiakan mereka

Aku memilih dan menentukan
Apa yang ku yakini dan kurasa
Bukan karena keadaan
Bukan karena harapan

Seseorang tak akan mengerti
Apa yang ku pilih dan tentukan
Jika tidak melihat dari tempatku
Jika tidak merasa dari lingkunganku

Tempat yang berbeda
Pandangan yang berbeda
Rasa yang berbeda
Alasan yang berbeda

Tak bisa disatukan
Tak bisa disandingkan
Hanya bisa disejajarkan
Dalam konteks setengah

Tak ada yang kusesalkan
Hanya dendam yang tersisa
Tak ada yang kusalahkan
Hanya kenangan yang diabaikan

-Sendiri adalah jawaban-

Minggu, 05 Mei 2013

2956 mdpl

Tetap ngelakuin meski g suka
Tetap berjalan meski g minat
Hanya demi pilihan
Hanya demi tanggung jawab

# Lama aku ndak bercerita tentang pendakian karena memang belum sempat mendaki gunung dalam waktu 3 bulan terakhir. Terakhir itu Gunung Slamet awal februari lalu. Dan kemarin aku berkesempatan buat berkunjung ke gunung, tempat dimana ku temukan sebuah jawaban dan hiburan dalam waktu bersamaan. Serius aku g nyanka emang karena pagi ituh sekitar jam 8 aku belum bangun dan ada yang ngajak naik. "Kapan?" balasku. "Sore jam 4" katanya, "Oh OK" balasku singkat dan aku balik tidur lagi.

Tak perlu waktu yang lama
Tak perlu menunggu siapa
Saat hati telah terukir sebuah nama
Kapan pun kau siap menghampirinya

Rindu kian memuncak
Baru rindu saja
Belum sisanya
Yang belum bisa dijelaskan

Haruskah menunggu sebuah panggilan
Ibarat sebuah adzan (kata ustad)
Ibarat sebuah antrian (kata penjaga loket)
Tak ada yang salah dengan persepsi

# Mungkin karena mendadak yah jadi g ada yang bisa ku ajak hari itu dan pesimis mulai melanda. Tak disangka ternyata yang ngajak bawa 15 orang. Jadi judulnya "Nemenin ank orang nih??". Agak ngeri juga sebenarnya, medan baru, musim baru, orang baru juga. Tapi dimulai dengan bismillah wae lah yuo. Saat 2 tangan harus mengemban 10 kali lipat dari yang seharusnya. Siapkah kita dengan itu?? Banyak hal yang otodidak kita pelajari dilapangan

Saat apa yang kau mau tak terwujud
Tapi diberi lebih dari harapan
Siapkah kita menerimanya
Tak pernah tau seberapa banyak yang kita terima

Tiap orang pasti punya moment
Dan pasti menunggu moment itu datang
Mulai dari sebelum sampe setelah
Dan menikmati setiap jengkal momentnya

Aku selalu merindu jika lama tak berjumpa
Dengan sesuatu yang ku cinta
Modalku hanyalah niat dan persiapan terbaik tuk menggapaimu
Tak pernah ada gagal karena yang ada hanyalah belum berhasil

Rabu, 01 Mei 2013

May Day 2013


Tak ada unsur sengaja mencari
Tak ada niat mengorek
Tapi kenyataan akan berbicara
Dengan sendiri disaat yang tepat

Sebuah keajaiban datang, dimana aku tak berminat untuk kemana-mana. Hanya menghabiskan waktu luang menunggu jam 2 karena ada janji dengan someone ditempat yang tak jauh dari TKP. Awalnya hanya abdi dalem keraton yang melantunkan musik gamelan di sekitar pasar beringharjo, suara yang memikat fokus dan memaksa mata tuk mencari arah suara itu berasal. Merdu dengan seni tradisionalnya hingga hampir semua tukang becak ikutan menambah-nambah nada dengan memukul besi becaknya dengan sebuah kayu, min ikutan bunyi.

Awalnya emang polwan cantik lagi pawai dengan MOGEnya dan wew keren cuy, tapi apa mau dikata ternayata selang beberapa menit rombongan aksi dari berbagai kalangan mulai merapat menuju KM Nol kota ini. Ada dari mahasiswa, warga ntah sungguhan atau bohongan, ORMAS, dan beberapa aktivis wartawan juga ada. May Day atau lebih kita kenal dengan Hari Buruh, Hari dimana kelahiran kemerdekaan untuk Buruh itu ada. Tapi mengapa masih ada aksi?? Pastilah ada yang mengusik hati dan jiwa mereka hingga mereka terpaksa melakukan semua ini.


3 Hal yang mereka inginkan dari arti merdeka yang orang politik dengarkan lewat speaker.
- STOP penindasan terhadap rakyat kecil
  # Rakyat kecil itu siapa? Kita g akan merasa karena kebutuhan kita dipenuhi oleh orang tua. Tapi mereka yang tertinda karena hanya mengikuti keinginan orang-orang yang meminta jabatan pada rakyat. Penipuan namanya ini, dan SAYA (bukan kita lho yah) sempat meneteskan air mata (karena debu), teringat sosok orang tua disana. Kebijakan-kebijakan (katanya) untuk kesejahterakan rakyat tapi mengapa rakyat yang jadi tumbalnya??? Saya sendiri masih g tau apa yang terjadi diatap pemerintahan sana
 
- Upah yang layak
  # Upah Minimum Pegawai kalo g salah, masyarakat hanya meminta balasan yang layak atas apa yang ia berikan terhadap pekerjaannya. Ndak menuntut lebih, hanya meminta sesuatu yang di sebut layak. Karena upah kurang layak dan banyak anak putus sekolah karena biaya yang tinggi. Mereka lantas turun kejalan meminta-minta dan SATPOL PP meringkusnya, semua hanyalah akibat atas sebab (Kapitalisme) yang dipelihara.

- Keselamatan kerja bagi buruh perempuan
  # Euforia hari kartini belum hilang lho, tapi masih aja ada wanita yang terdzalimin. Wanita memiliki keistimewaan baik bentuk, sifat, kodrat dan ketentuan yang sifatnya mutlak. Mengapa tidak disesuaikan porsinya?? Kalau dipukul rata apalah beda dengan Jepang dengan sistem Romusha dan Belanda dengan kerja RODInya??

Hanya sekedar membagi yang ada
G akan ku bagi apa yang tidak ada
Mau syukur
Nggak juga luweh

Saat kita lagi sibuk
Dengan urusan pribadi
Tak peduli dengan sekitar
Yang penting aku aman

Padahal nasib kita juga yang diperjuangkan
Mengapa kita terlalu acuh dengan realita
Terlalu fokus dengan dunia maya
Yang tak pernah menjadi nyata
 
-mari renungkan sejenak-