Tak ada unsur sengaja mencari
Tak ada niat mengorek
Tapi kenyataan akan berbicara
Dengan sendiri disaat yang tepat
Sebuah keajaiban datang, dimana aku tak berminat untuk kemana-mana. Hanya menghabiskan waktu luang menunggu jam 2 karena ada janji dengan someone ditempat yang tak jauh dari TKP. Awalnya hanya abdi dalem keraton yang melantunkan musik gamelan di sekitar pasar beringharjo, suara yang memikat fokus dan memaksa mata tuk mencari arah suara itu berasal. Merdu dengan seni tradisionalnya hingga hampir semua tukang becak ikutan menambah-nambah nada dengan memukul besi becaknya dengan sebuah kayu, min ikutan bunyi.
Awalnya emang polwan cantik lagi pawai dengan MOGEnya dan wew keren cuy, tapi apa mau dikata ternayata selang beberapa menit rombongan aksi dari berbagai kalangan mulai merapat menuju KM Nol kota ini. Ada dari mahasiswa, warga ntah sungguhan atau bohongan, ORMAS, dan beberapa aktivis wartawan juga ada. May Day atau lebih kita kenal dengan Hari Buruh, Hari dimana kelahiran kemerdekaan untuk Buruh itu ada. Tapi mengapa masih ada aksi?? Pastilah ada yang mengusik hati dan jiwa mereka hingga mereka terpaksa melakukan semua ini.
3 Hal yang mereka inginkan dari arti merdeka yang orang politik dengarkan lewat speaker.
- STOP penindasan terhadap rakyat kecil
# Rakyat kecil itu siapa? Kita g akan merasa karena kebutuhan kita dipenuhi oleh orang tua. Tapi mereka yang tertinda karena hanya mengikuti keinginan orang-orang yang meminta jabatan pada rakyat. Penipuan namanya ini, dan SAYA (bukan kita lho yah) sempat meneteskan air mata (karena debu), teringat sosok orang tua disana. Kebijakan-kebijakan (katanya) untuk kesejahterakan rakyat tapi mengapa rakyat yang jadi tumbalnya??? Saya sendiri masih g tau apa yang terjadi diatap pemerintahan sana
- Upah yang layak
# Upah Minimum Pegawai kalo g salah, masyarakat hanya meminta balasan yang layak atas apa yang ia berikan terhadap pekerjaannya. Ndak menuntut lebih, hanya meminta sesuatu yang di sebut layak. Karena upah kurang layak dan banyak anak putus sekolah karena biaya yang tinggi. Mereka lantas turun kejalan meminta-minta dan SATPOL PP meringkusnya, semua hanyalah akibat atas sebab (Kapitalisme) yang dipelihara.
- Keselamatan kerja bagi buruh perempuan
# Euforia hari kartini belum hilang lho, tapi masih aja ada wanita yang terdzalimin. Wanita memiliki keistimewaan baik bentuk, sifat, kodrat dan ketentuan yang sifatnya mutlak. Mengapa tidak disesuaikan porsinya?? Kalau dipukul rata apalah beda dengan Jepang dengan sistem Romusha dan Belanda dengan kerja RODInya??
Hanya sekedar membagi yang ada
G akan ku bagi apa yang tidak ada
Mau syukur
Nggak juga luweh
Saat kita lagi sibuk
Dengan urusan pribadi
Tak peduli dengan sekitar
Yang penting aku aman
Padahal nasib kita juga yang diperjuangkan
Mengapa kita terlalu acuh dengan realita
Terlalu fokus dengan dunia maya
Yang tak pernah menjadi nyata
-mari renungkan sejenak-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar