Senin, 31 Maret 2014

Janji Kita

Semua orang pernah berjanji
Semua orang pernah berikrar
Semua orang ingin dipercaya
Semua orang ingin diangggap

Saat apa yang telah dijanjikan tak terwujud
Itu wajar karena terkadang apa yang kita inginkan tak selalu terwujud
Saat janji dia tak bisa ditepati
Setidaknya kita tak merusak janji kita ke dia

Soal terbalas atau tidak
Soal bermakna atau tidak
Soal berguna atau tidak
Bukan hal yang penting untuk dirisaukan

Sebuah janji yang dibuat beberapa kepala
Akan sangat sulit diwujudkan
Bila kendala itu datang dari mereka yang punya pikiran diatas
Mereka kunci penting dalam proses terwujudnya sebuah janji

Sejenak ku berfikir tentang masa depan dimasa ini
Dan masa ini diceritakan ulang di masa depan
Meski keadaan akan jauh berbeda
Bukanlah sebuah alasan untuk tak bisa kembali

Ntah apa yang membuatku merasa tak nyaman disini
Suasana yang mulai berbeda atau orangnya yang mulai berbeda
Apakah itu hanya menjadi obrolan sekilas angin lalu
Atau memang belum siap menunjukkan ucapannya

Berharap yang kedua adalah jawabannya
Saat mereka tak bisa memperbaiki
Setidaknya aku tidak merusak
Saat itu tak berguna untuk orang lain bukan berarti tak berguna untukku

Kita tak akan saling menghukum atas apa yang tidak sesuai
Kita punya pilihan dan hak progratif otoriter
Hanya saja hal itu masuk dipertimbangan
Dan akan menjadi wajib saat waktunya tiba

Kalian yang menginginkan
Kalian yang menentukan
Kalian yang menjalankan
Kalian juga yang membuktikan

Tulisan ini aku persembahkan buat kalian
Saat dimana hal itu kalian ucapkan
Ku tunggu hal itu terwujud dengan tangan kalian
Bukan waktu yang akan mewujudkan untuk kita semua

Jumat, 28 Maret 2014

Hujan (Lama Ndak Mampir)

Hujan adalah alasan dimana kita menanti
Bukan sengaja atau memilih
Tapi ini adalah paksaan bertahan
Dipaksa belajar kesabaran darinya

Hujan memang menyenangkan
Terkadang banyak juga yang memilih mengabaikan
Untuk menari bersama dengannya (bacanya hujan)
Ada juga yang segera pergi menghindarinya

Hujan memintamu bersabar disana
Bukan untuk menunggu dan meminta perhatianmu
Dia hanya ingin kita belajar kesabaran
Dan menikmati proses dalam bersabar

Arti sebuah penantian bukan tentang menunggu
Melainkan apa didapat dalam menunggu
Apa yang dilakukan saat kita tidak bisa kemana-mana
Pasti hanya pikiran yang kemana-mana


Tak lupa aku menyelipkan nama mu ketika berdoa di kala hujan ini
Aku menitipkan pesan kepada Tuhan bahwa aku telah tiba dan tak perlu engkau khawatir

Jikalau aku telah tiba kembali disini
Aku akan menghubungimu
Tak peduli selelah apa aku
Yang aku inginkan hanya mendengar suaramu

Mendengar ceritamu selama kutinggalkan
Lelahku hilang tak berbekas karenanya
Hujan membantuku memikirkan hal itu
Meski tak pernah ada yang tahu akan hal itu

Dia ternyata masih ada disana
Menanti dengan setia
Menunggu tetes terakhir yang turun
Menyelesaikan apa yang tak sempat selesai

Ditiap tetes yang terjatuh
Tiap moment juga mulai terlintas
Banyak hal yang dipikirkan
Seolah banyak hal yang tak sempat diselesaikan

Kamis, 27 Maret 2014

Ego Itu Bukan Tuhan

Terkadang kita sering disibukkan dengan hal yang tidak penting
Menjelaskan dan mencoba memahamkan seseorang
Sekalipun dia tak pernah mendengarkan
Namun rasa bersalah membuat kita melakukannya

Apa kita yang menyebabkan hal itu terjadi
Atau memang egonya yang menciptakannya
Rasa bersalah merupakan anugrah
Karena kita yang meminta maaf untuk dia yang bersalah

Dia yang mendadak datang dan masuk seenaknya dalam kamar meminta sebuah perhatian. Kubuatkan secangkir teh panas untuk membuat tubuhnya lebih mendingan lantas ku tinggal mandi karena memang sore itu aku baru pulang dari kampus jadi wajar butuh mandi. Setelah mandi, ku belikan makan untuknya juga unttukku karena memang dari siang ini perut belum bertemu dengan nasi. Maafkan aku perut karena memisahkanmu dengan dia yang menjadi kebutuhanmu. Tak ada yang kurasa aneh dari semua ini, aku hanya ingin membantunya sebagai anak rantau, berharap kelak aku atau anakku akan mendapat bantuan orang ditanah rantau jika lagi sakit dan jauh dari keluarga serta orang tua.

Apa yang ku lakukan bukan semata untukku
Bisa saja untuk orang disekitar ku
Bisa juga untuk anakku kelak
Yang jelas tak ada balasan yang ku inginkan

Hidup bukan hanya tentangku meski ini hidupku
Banyak orang yang ada disekitar kita
Berbagai macam bentuk mereka ada semua
Berbagai macam kepalsuan juga yang ditunjukkan

Jalan selalu ada selama kemauan itu ada
Namun terkadang jalan itu tak terlihat
Tertutup dengan pikiran-pikiran takut dan pesimis
Hingga kita merasa tak ada jalan yang bisa dilalui

Kondisinya mulai membaik sejak makan dan minuman hangat menjamah lambungnya, malam itu terasa nyaman hingga ia berkeluh kesah (kita sering menyebutnya curhat). Emang saat orang sakit, selalu ingin diperhatikan dan didengarkan apapun itu harus dipenuhi. Ntah pengaruh kekenyangan atau memang tubuh ini meminta haknya untuk beristirahat karena seharian sudah dipaksa bekerja layaknya kerja rodi jaman jepang. Ntah dimana dan sampai mana aku mulai tak sadar dengan semua itu, tak ada kesengajaan disana. Disaat aku mulai terbangun, aku tak lagi melihanya disampingku. Kucari didalam kamar, pindah ke kamar lain hingga aku temukan dirinya terbaring dikamarnya sendiri. Sedikit lega karena memang dia tidak hilang atau harus pindah ke RS saat aku tertidur.

Disinilah semua bermula, sikapnya yang berubah mejadi tak enak membuatku enggan untuk berada didekatnya meski kamar kami bersebelahan. Aku memang bukan tetangga kamar yang baik, aku tak bisa menjagamu macam suster di rumah sakit. Tapi kurasa hal itu berlebihan atas apa yang kamu lakukan terhadapku. Membanting pintu tepat didepan wajahku, seperti itukah kamu diajari oleh orang tuamu di rumah. Seperti itukah etika yang kamu pelajari selama hidupmu? Kasian sekali dirimu saudariku.

Egomu membuatmu ingin dibenarkan
Sekalipun yang dilakukan itu tak pantas
Aku tahu rasa marahmu sangat besar
Jauh sangat besar hingga tak bisa melihat hal lainnya

Teringat sebuah kalimat lama seseorang
Lebih baik menjadi lilin dikegelapan
Dari pada mengutuk kegelapan
Karena tak akan membuat kegelapan memudar karenanya

Aku tak akan mengemis maaf atas apa yang kulakukan
Aku adalah manusia sebagai gudang khilaf
Menerima sebuah rasa sakit memang tak mudah
Dan tubuh ini sudah kebal saudari untuk merasakannya

Dirimu yang baru kemarin ku kenal
Dirimu yang belum lama ku lihat
Tak mengenalmu bukanlah sebuah kesalahan
Bukan berarti itu sebuah kebenaran

Carilah dia yang baiknya kelihatan
Bukan dia yang kelihatannya baik
Karena kepalsuan selaluu ada ditiap bagian hidup
Tergantung dari mana mata ini melihat

Sayangnya, aku masih memiliki hati yang dipinjamkan TUHAN padaku. Aku tetap meminta maaf atas apa yang membuatmu terluka meski aku tak pernah tau bagian mana yang membuatmua terluka. Aku tak membutuhkan maafmu, aku hanya butuh kamu sadar bahwa ego bukanlah tuhan yang patut kamu ikuti keinginannya. Saat sadar itu mulai tiba, aku akan masih disebelah kamarmu untuk membukakan pintu saat ada yang mengetuk.

By : Fitri

Catatan Kawan Lama

Seolah tak pernah ada matinya
Meski energi kehidupan itu tak lagi ada
Hanya tersisa puing puing kenangan yang berserakan
Jauh dari keramaian dan jauh dari pandangan

Hal yang tak pernah bisa kubeli dengan uang
Hal yang hanya bisa didapatkan dengan pengorbanan
Hal yang tak bisa diperlihatkan karena tak berbentuk
Hal yang hanya bisa diceritakan karena hanya bisa dirasa

Jika kalian hidup sampai detik ini, pasti ada banyak hal yang kita dapatkan dan hal itu tak pernah bisa tergantikan dengan apa yang kita sebut uang. Kenangan tak bisa dibeli, hutang budi tak pernah bisa lunas dengan pembayaran dan cerita tak pernah bisa kita jual atau kita gadaikan. Hanya kita yang memilikinya dengan cara dan pengorbanan kita masing-masing. Kita pernah tertawa, suka cita, menangis, berduka, berjuang bersama hanya untuk menciptakan sebuah kenangan yang akan menjadi sebuah alasan kita bertahan pada apa yang kita yakini. Masa itu telah berkahir dan ntah akan ada masa-masa seperti itu lagi atau tidak dimasa yang akan datang dengan kondisi yang lebih baik namun canda tawa itu masih sama (catatan kawan lama)

Idealisku diuji dan dipertanyakan
Oleh mereka yang tak akan pernah mengerti
Karena meraka tak pernah merasakannya
Mereka hanya berargumen tanpa dasar

Hal paling berat dan terdalam
Hilangnya sebuah kepercayaan seseorang
Baik itu kepada kita
Atau kepada orang lain

Sebauh kepercayaan yang katanya mahal harganya
Sebuah hal tak berwujud yang tak bisa dibeli dengan uang
Hal itu yang kita percaya
Hal itu yang masih kita jaga

Segala yang bermula pasti akan berakhir ketempat semula seperti manusia yang berawal dari tanah akan berkahir dalam tanah juga. Dari orang asing menjadi teman, terkadang bisa menjadi sahabat dan berujung kembali sebagai orang asing. Aku tak sepenuhnya sepaham dengan teori itu, karena tak ada yang mutlak didunia ini kecuali kehendak TUHAN dan sisanya itu relatif yang menajdi kehendak kita sebagai makhluk ciptaan TUHAN. Menjadi berbeda itu pasti, membedakan diri itu pilihan begitu juga menyama-nyamakan apa yang memang berbeda itu juga pilihan. Tetaplah dijalur yang telah ada meski jalur tetangga lebih mulus dan mengkilat dari jalur kita.

Sekedar memastikan semua masih pada tempatnya
Tempat dimana semua pernah terjadi
Memastika apa merindukan hal yang pernah terjadi
Ntah mana yang pasti ingin melihat semua berulang

Kita memang pintar dalam mengoreksi keadaan seseorang
Tapi kita lemah dalam mengoreksi diri sendiri
Berharap kita bisa mengerti kondisi ini sebaik kita mengoreksi orang
Seiring berjalan waktu berharap hal itu segera terwujud

Jangan berharap banyak hal dalam satu permintaan
Semua akan terjadi satu persatu
Bukan langsung semua turun layaknya hujan
Tapi seperti air dilautan yang hanya bisa diambil sesuai besar tangan yang digunakan

Senin, 24 Maret 2014

Pilihan itu Benar ternyata

Sejenak ku berfikir tentang masa lalu
Mencoba mengira-ngira tentang apa yang ku pilih saat itu
Apakah itu memang yang terjadi
Atau hanya paksaan dari apa yang kita sebut keadaan

Malam ini tanggal 24 maret, tak dapat kesembunyikan rasa bahagiaku. Apapun yang kita pilih ternyata selalu benar, hanya masalah waktu yang akan memperlihatkan apa itu kebenaran sejati pada kita. Malam ini membuktikan kebenaran atas pilihan yang kuambil 6 bulan lalu, dimana aku memilih menunda studiku hanya untuk mengenal mereka yang tak pernah ku tahu bahwa mereka akan ada dan memiliki kespesialan yang unik.

Ku gadaikan waktuku untuk membeli apa yang tak pernah terlihat
Ku jual harga diriku untuk mengenal kalian wahai pendatang baru
Ku abaikan ejekan dan cemoohan orang yang tak tahu apa-apa
Ku anggap itu sesuatu yang harus ku tempuh untuk mengenal kalian

Pilihan itu antara benar sekarang dan benar nanti
Tidak ada pilihan yang salah
Karena kebenaran hanya menunda kedatangannya
Dan dia akan datang saat kita siap menerimanya

Bisa dibilang aku hanya main-main selama studi disini, keseriusan hanya habis untuk bermain dan mengenal orang tanpa pernah peduli dengan apa yang mereka sebut IP atau akademik. Disaat yang lain sibuk mengejar kelulusan (nggak cuma mereka sih yang punya planning), aku pun sama punya tanggungan buat ngebahagiakan orang tua dengan cara lulus cuma g terlalu nafsu sangat sih. Dan akhirnya aku bisa lulus dengan sedikit memaksa rasa malasku untuk diam sejenak dikala itu.

Terkadang menjadi malas itu menyenangkan
Tak perlu memusingkan apa yang tak terwujud
Tak terlalu mengambil hati atas apa yang tak diharapkan
Menerima dengan lapang dan sedikit acuh dengan itu

Memang bukan hal yang baik
Namun tak semuanya buruk
Tergantung dari mata mana kita melihatnya
Tergantung bagaimana  juga kita menyikapinya

Jika boleh berbicara tentang harusnya, mungkin aku bisa masuk studi kemarin bersama teman-temanku yang lama. Namun, aku bosan bersama dengan mereka yang hanya berkutat dengan buku dan terlalu kaku untuk sedikit menikmati hidup. Ntah apa yang mereka inginkan, apakah lulus duluan menjamin sukses duluan? Setahuku sih tidak tapi itu pilihan kok dan g ada yang salah dengan semua itu. Aku memilih menunda studiku dengan harapan aku punya teman dan keluarga baru (bukan berarti bosan dengan yang lama). Dan itu terjawab oleh waktu yang menunjukkan kebenarannya saat ini.

Bersama dengan kalian memang menyenangkan
Namun kita tak mungkin sampe mati bersama
Kita punya sayap masing-masing untuk terbang
Dan hidup kita tak semata hanya dengan sekitar ini

Aku memang bosan
Aku sudah mengenal kalian luar dalam
Meski tak 100% tapi cukup mewakili
Dan aku ingin mengenal kalian 1000% dengan cara yang lain

Kita bukan hidup didalam kolam
Yang hanya bisa berputar-putar didalam sana
Tapi kita hidup didunia nyata
Yang tak pernah kita tahu ada batasnya atau tidak

Jangan membatasi dirimu hanya karena nyaman
Kalian bukan ikan yang hidup di aquarium
Jangan bunuh diri kalian dengan rasa nyaman
Kalian bukan ikan yang hidup karena diberi makan oleh majikan

Memilihlah untuk apa yang kalian jalani
Dipilihkan tak selalu berdampak baik
Jangan taku salah, karena pilihan tak ada yang salah
Dia selalu benar, namun kapan ditunjukkannya adalah surprise
Dan itu yang membuatnya menarik dan istimewa

Minggu, 23 Maret 2014

Take 1 (Kali Kuning)

Gelap dalam kesunyian bukan sebuah hambatan untuk mereka. Sendiripun akan bias mereka hadapi, namun ada hal yang jauh lebih penting dalam benak mereka para makhluk tanpa batas pikiran. Kali ini mereka mengerjakan sebuah proyek kecil yang nantinya akan menjadi besar untuk salah satu diantara mereka. Dia yang memimpikan menjadi sebuah musisi yang tak mungkin ia dapatkan dijurusan yang ditempuhnya selama kuliah. Namanya roki, remaja umur 22 tahun dengan perawakan rambut cepak, tinggi, dengan kulit putih dank has bahasa sumatranya.

Aku yang tak lagi kuliah bersama mereka karena memang ternyata aku terdepak lebih awal dari perkuliahan yang tak pernah jelas sistem dan keinginannya apa untuk kami yang pernah belajar disana. Sedikit berbeda dengan mereka yang lebih beruntung untuk lebih lama bersama dikampus itu, si Djito yang memiliki jambang khas dengan bahasa sastranya, Arief yang kini telah berkeluarga juga masih bersama dengan mereka, begitu juga dengan Bala yang wajahnya macam kuli. Djito, Roki, Arief dan Bala yang lebih beruntung untuk lebih lama bersama dibandingkan denganku yang terdepak lebih awal meski kita dulu masuk ke tempat ini bersamaan.

Kesibukanku dengan mereka telah jauh berbeda, dan hanya dengan meluangkan sejam dua jam ditengah kesibukan untuk menghabiskan waktu ebrsama mereka adalah jalan terbaik yang bias kuambil saat ini. Harapan yang begitu besar kepada mereka semua yang kelak akan menjadi alasan mengapa aku harus menjadi sukses diluar sana selain untuk orang tua dan anak istriku.

Terkadang kita memang tak pernah mengerti
Mana itu kenyataan dan mana itu bayangan
Yang kita tahu semua nyata dimata ini
Dan kita merasa semua itu bayangan dipikiran ini

Saat dimana dimulai bersama
Bukan berarti akan berakhir bersama
Ditengah proses akan gugur satu persatu
Mereka yang pernah berikrar dan berkoar tentang hal ini

Sahabat adalah mereka yang datang dan tak pernah pergi meninggalkanmu
Sahabat adalah mereka yang ada disaat susahmu dan pergi disaat senangmu
Sahabat adalah mereka yang selalu bisa ada saat kamu membutuhkannya
Untuk sesaat sahabat membuatmu menjadi orang yang ketergantungan

Bergantung akan mereka yang selalu ada disampingmu
Tanpa pernah kita bisa membalas bahkan melakukan sebaliknya
Menjadi orang yang hanya hidup dengannya
Dan tak bisa menerima kehadiran orang lain

“Dia temanmu, berarti dia temanku juga” dan itu cara berteman kami dalam mencari seorang keluarga tanpa kepentingan. Cara barbar masih sering kita gunakan untuk mencari seorang teman bahkan pedagang asongan sering menjadi rekan ngupi kami dipinggir jalan hanya untuk sekedar mencari bahan diskusi ditengah jenuhnya kehidupan kampus yang menuntut kami menjadi makhluk penurut dan terdikte dengan keinginan seseorang. Padahal kami bukan orang yang mudah diatur dengan aturan yang nggak jelas maksud dan tujuannya.

Berharap tak aka nada yang berubah
Meski itu hal yang tidak mungkin
Harta, Tahta, Wanita adalah gejolak awal mula semuanya
Dan semua kan bergeser pada waktunya

Tak ada yang bisa kami lakukan selain melihat saat waktu itu tiba
Saat dimana semua yang terucap akan dipertanggung jawabkan
Waktu yang tak akan lama lagi
Waktu yang akan segera kembali

Pergi itu pasti
Tapi meninggalkan itu pilihan
Berpisah itu jelas
Tapi melupakan adalah kesalahan

Rabu, 19 Maret 2014

Disana pasti ada cerita

Terkadang kita berdoa untuk dia yang tak pernah tahu
Terkadang kita juga memikirkan dia yang tak pernah sadar
Hingga terkadang senyum-senyum sendiri g jelas
Semua itu masih wajar kok, tenang saja kawan

Dia yang memilih dimana dia tinggal
Namun terkadang takdir berkata lain
Pindah ketempat asing dimana semua bermula
Memulai untuk hal yang baru dengan semua hal yang baru

Hati ku sebenarnya disini
Tapi disana adalah tanggungjawabku
Dilema diantara dua pilihan
Sangat sering terjadi

Tuhan selalu punya rencana yang indah
Sekalipun itu tak sesuai dengan kehendak hati
Hati manusia memang peka
Tapi tidak sepeka kelihatannya

Tak ada yang peka dari diri manusia
Sekalipun dia bisa merasa lebih dari yang lain
Lebih mudah merasakan yang tidak dirasa orang
Lebih cepat memikirkan apa yang tidak dipikirkan orang

Tuhan jauh lebih mengerti dari apa yang kita inginkan
Sekalipun kita merasa ini yang terbaik
Atau itu yang paling baik untuk kita
Tapi bukan keduanya yang pasti

Kami tak pernah rela jika ada yang pergi
Tapi melepaskan dengan syarat
Tak ada yang berubah dan akan berubah
Semua kita tinggalkan ditempat dimana semua bermula

Mengenalmu adalah anugrah untuk kita
Melepasmu adalah musibah untuk kami
Dibalik musibah pasti ada hikmah
Setidaknya itu cukup menghibur kami saat ini

Tak ada yang bisa menggantikan posisimu disini
Sekalipun yang lain datang dengan cara yang sama
Tempat itu telah diisi meski yang isi tak lagi ada
Tak bisa diganti karena memang telah dimiliki

Akan ada cerita yang lebih indah untukmu disana
Jauh lebih indah jika dibanding bersama kami disini
Kami akan setia menunggu disini
Sebuah cahaya lama yang datang dari tempat yang baru

Selasa, 18 Maret 2014

Dia Hanya Minta Dipercaya

Terjebak atau tersesat
Ditempat yang aku inginkan
Salahkah dengan apa yang  kupilih
Atau belum benar saja untuk saat ini

Rasa sakit membuatku mengerti
Apa yang tak terlihat
Apa yang tak terdengar
Apa yang tak ku percaya

Teman
Keluarga
Dialah alasan aku disini
Alasan terbaik untuk bertahan

Aku pernah membencimu
Dalam waktu yang tidak sebentar
Saat dimana aku tak bisa menerima kenyataan
Saat dimana buram adalah yang terlihat

Saat aku mengabaikanmu
Justru engkau masih setia disana
Saat aku ingin membuangmu
Justru engkau malah menggenggam erat kakiku

Engkau memang tak bisa berbicara
Apa lagi menggambarkan keinginanmu
Engkau hanya ingin dipercaya
Bahwa engkau adalah yang terbaik untukku disaat itu

Engkau menunjukkan makna semua itu
Saat ini untuk yang kemarin
Engkau lukiskan sebuah kebaikan didalam keburukan
Seolah engkau pendam berlian didalam kulit kerang

Tak ada yang mengetahuinya disaat kita menyerah
Dan alasan itu yang membuatmu menggenggam kakiku
Engkau tak ingin aku menyerah disana
Karena engkau ingin aku percaya sekalipun itu sulit

Tak mudah untuk mempercayai hal itu
Tak mudah juga untuk bertahan disana
Hingga ia menunjukkan sebuah jawaban
Harapan yang tak akan meti meski telah redup

Kesalahanku tak pernah percaya padamu
Terlambat menyadari lebih baik daripada tidak sama sekali
Aku adalah sebuah kesalahan
Dan kalian belajar kebenaran dariku

Jumat, 14 Maret 2014

Efek Orang Sakit

Sakit itu g enak
Serius sakit itu g enak
Apapun penyebabnya
Yang jelas sakit itu g enak

Mendadak tersadar akan sebuah arti rasa sakit
Seperti inikah semua rasa sakit itu
Nggak enak men
Kalo bisa ku lepas pastilah ku buang jauh jauh

Terkadang aku terlalu egois untuk mengatkan maaf
Karena aku tak pernah tahu dimana salahku
Yang membuat seseorang katanya tersakiti secara tidak sadar
Kalo sadar mungkin keliatan tapi berbeda jika tidak disadari

Apa kita perlu meminta maaf atas apa yang tidak kita lakukan
Apa kita perlu mencari tahu yang tidak mungkin kita tahu karena kita tidak sadar
Dan sikap itulah yang membuat seseorang tersakiti tanpa kita sadari
Apa itu 100% kesalahan kita yang tak mungkin ditoleransi?

Tak ada yang disengaja
Tak ada yang dibuat buat
Begitulah adanya
Beginilah keadaannya


Tetapi yang lalu biarlah tetap disana
Jangan usik kebahagiaannya
Jangan usik rasa sakitnya
Jangan usik keterasingannya dalam pilihan hidupnya

Saat semua mulai membaik
Tetap saja tertinggal bekas yang jelas
Tak bisa dilihat karena tidak berdarah
Tak bisa dihapus karena tidak terlihat

Seperti itulah rasa sakit ku
Dia mengajarkan ku arti kuat
Usia bukan patokan rasa sakit
Rasa sakit tak mengenal usia

Saat seseorang jatuh sakit
Semua yang enak enak diambil dariku
Begitu juga dosa dan keburukanku
Tuhan menjaminnya dalam kitab suci

Tak ada yang kusesali
Semua sudah terjadi
Meski pernah ku ratapi
Bukan berarti aku mengerti

Jumat, 07 Maret 2014

Emang g Mudah

Sudah 2 minggu sejak kabar terakhir ku dengar
Tak ada lagi kabar yang mampir
Minimal sebuah kicauan bahwa semua baik-baik saja
Atau sekedar dua huruf yang bisa mewakilinya (OK tulisannya)

Apapun yang terjadi tetaplah seperti ini
Ku rasa hanya ada di negri dongeng hal itu
Tiap detik seseorang pasti berubah
Ntah pikiran atau yang dipikirkannya

Jalan yang dilalui memang berat
Memang bukan hal yang mudah
Tapi inilah takdir yang telah ditentukan
Kita ditakdirkan menjadi orang hebat

Tak ada orang hebat yang jalannya mulus macam jalan TOL
Semua pasti ada jurang dan tanjakan yang curam
Andai hal itu bisa ku tanyakan pada mereka yang telah tiada
90% pasti Iya jawaban mereka semua

Tak ada yang kusesali
Hanya sekedar mengeluh karena aku masih manusia
Tak ada yang ku benci
Hanya sekedar kurang respek karena hati belum sejalan

Satu yang kusadari adalah semua belum maksimal
Semua masih setengah setengah
Belum totalitas atau belum menaruh hati
Tak penting mana yang benar

Ibarat sebuah pendakian gunung
Jika ditapaki terus menerus juga akan sampai puncak
Tak peduli tapak itu besar atau kecil
Hanya masalah waktu dan kesiapan untuk pantas ada disana

Jangan tanya tentang kapan dan berapa lama lagi
Semua tergantung pada diri ini (nunjuk sendiri)
Jangan berfikir tentang mampu atau tidak
Karena tak ada takdir yang diberikan tanpa kemampuan bersamanya

Pasrahkan pada pemilik hidup jika memang tak mau
Kembalikan padanya jika memang tak menginginkannya
Apakah semudah itu?
Apakah segampang itu?

Apa mungkin kita kembalikan yang buruk dan menukar dengan yang baik
Hidup bukan toko bangunan yang bisa dikembalikan saat barang yang dibeli cacat
Semuanya baik kok pada dasarnya
Hanya cara membungkusnya yang membuat terlihat kurang baik

Selasa, 04 Maret 2014

Cermin Subyektif Ku

Mengenalmu membuatku menemukan apa yang tidak ada awalnya
Terpikirkan pun tidak pernah
Aku banyak belajar darimu
Meski umur kita tak jauh berbeda (Muda Aku pasti)

Hal hal yang tak terduga dihari kemarin
Bukanlah hal yang mstahil terjadi hari ini
Hingga tak sempat memikirkan kenapa bisa begitu
Kujalani hari ini tanpa pernah peduli akan esok hari

Kamu adalah hal yang tak bisa ku akhiri
Dan juga tak bisa ku lanjutkan
Perbedaan memang indah
Tapi tidak untuk yang terlalu jauh dan mencolok

Tetaplah seperti hujan
Yang siapapun bisa melihatmu dan bahagia karenamu
Tetaplah seperti batu
Yang siapapun akan menyerah saat mengahadapimu jika tak tulus

Dalam sekejap bisa menjelma jadi hujan
Yang menyamarkan keadaan
Dalam sekejap bisa membatu
Yang membutuhkan rayuan manja

Tanpa pernah disadarinya
Dia telah merubah keadaan disekitarnya
Dia telah menorehkan warna baru dalam kanvas
Meski tak banyak tulisan yang bisa dirubahnya

Jika kita berfikir bahwa menahannya adalah benar
Itu adalah kesalahan pertama yang kita buat
Jika kita memilihkan pilihan dalam hidupnya
Itu adalah kesalahan kedua yang terjadi

Tak akan ada habisnya mencari kesalahan diri ini
Karena sudah beralu maka dicukupkan saja salah itu
Pada dasarnya dia ituh istimewa
Kreativitasnya hanya tertimbun akan ketakutan

Bukan aku penyebabnya
Tapi aku adalah bagian dari alasannya
Bukan dia juga penyebabnya
Karena dia adalah korban dari alasannya

Dengan atau tanpa dia tahu
Dengan atau tanpa dia sadari
Dengan atau tanpa dia inginkan
Dia sudah menentukan tempatnya secara sepihak

Minggu, 02 Maret 2014

Dia (Lagi) Temanya

Teringat kata seorang kawan lama
Jika kamu berkata bahwa teringat kembali
Berarti pernah ada upaya untuk melupakan
Dan kamu gagal dalam melakukanya

Siang ini begitu cerah
Bisa dikatakan pake banget
Berharap akan ada yang istimewa
Dan pastinya lebih WEW dari kemarin

Aku tulis yang ingin ku tulis
Agar aku tak merlu merasa untuk bisa menulis
Aku tak pernah kehabisan bahasan
Hanya tekadang mood yang mengekang jemari

Aku hanya ingin berdoa hari ini
Untuk dia yang tak lagi ada wujudnya
Bukan berarti mati atau pindah alam
Hanya sejenak pergi dan tak tahu kemana

Sekedar mendeskripsikan DIA versi saya
Makhluk ciptaan Tuhan yang bernama
Dia yang katanya ditakdirkan untuk kita
Dia yang akan menjadi bagian hidup

Aku pun tak tahu Dia siapa
Yang ku tahu Dia itu ada
Bersama kita tapi ntah dimana
Bersama mereka tapi tak tahu yang mana

Tak perlu untuk di KEPOin siapa DIA
Kelak akan ada masa dimana DIA yang akan datang ke kalian
Mengenalkan dirinya secara lantang
Siapa DIA dan dari mana asalnya

Biarkan DIA pada tematnya saat ini
Biarkan juga DIA bersama siapa siang ini
Tak perlu risau dan cemas
Karena DIA tak akan tertukar dengan DIA yang lain

Terima saja apa yang diberikan hari ini
Agar lebih bisa menerima esok hari
Jangan berharap yang esok untuk hari ini
Hari ini akan terbuang sia sia

Efek Kereta Lewat

Dalam tiap detik berapa banyak yang lalu lalang
Terlalu cepat hingga tak bisa fokus dengan segera
Mungkin hanya bisa menatap satu atau dua hal
Yang paling bagus atau yang paling jelek diantaranya

Silau lampu kendaraan yang begitu terang
Tak berarti itu kendaraan seterang lampunya
Terpana dengan yang terlihat
Melupakan isi dan lainnya

Begitu juga dengan hidup
Kita hanya fokus dengan dua hal itu
Kalo nggak yang menyenangkan banget
Ya yang menyedihkan banget

Kenapa proses sering kali kita lupakan
Dan berpatokan pada hasil akhir yang telah berlalu
Menyalahkan keadaan yang telah terjadi
Dan terlalu mendramatisir keadaan seolah slowmotion

Terima saja lah dengan apa yang diberi
Mengutuk dengan apa yang diberikan bukanlah solusi
Apa kita bisa memegang apa yang lebih besar dari tangan mungil ini
Apa kita bisa menggunakannya dengan baik

Saat apa yang mulai terlupakan kian menjadi
Tradisi adalah harga mati untukku
Siapa lagi yang bakalan mengingatnya
Kalau bukan kita sendiri

Orang lain terlalu sibuk dengan hidupnya
Untuk sekedar mengingat siapa kita dimatanya
Siapa kalian dimatanya
Apa lagi proses yang sempat dilalui dimasanya

Ntah apa yang meracuni pikiran kita semua
Apa hanya pikiranku yang berbeda
Atau kalian memang berpikir dengan berbeda pula
Tak ada yang tahu karena lidah pun bisa kalian palsukan

Kita punya cara masing masing
Hidup masing masing
Mimpi masing masing
Takdir saja yang kebetulan membuat kita sama

Tak ada yang merencanakan bertemu dengan siapa
Tak ada yang bisa memilih terlahir seperti apa
Tak ada yang boleh menawar tentang kapan waktunya
Yang ada hanya mampu menjalani dengan baik untuk skenario ini