Kamis, 27 Maret 2014

Catatan Kawan Lama

Seolah tak pernah ada matinya
Meski energi kehidupan itu tak lagi ada
Hanya tersisa puing puing kenangan yang berserakan
Jauh dari keramaian dan jauh dari pandangan

Hal yang tak pernah bisa kubeli dengan uang
Hal yang hanya bisa didapatkan dengan pengorbanan
Hal yang tak bisa diperlihatkan karena tak berbentuk
Hal yang hanya bisa diceritakan karena hanya bisa dirasa

Jika kalian hidup sampai detik ini, pasti ada banyak hal yang kita dapatkan dan hal itu tak pernah bisa tergantikan dengan apa yang kita sebut uang. Kenangan tak bisa dibeli, hutang budi tak pernah bisa lunas dengan pembayaran dan cerita tak pernah bisa kita jual atau kita gadaikan. Hanya kita yang memilikinya dengan cara dan pengorbanan kita masing-masing. Kita pernah tertawa, suka cita, menangis, berduka, berjuang bersama hanya untuk menciptakan sebuah kenangan yang akan menjadi sebuah alasan kita bertahan pada apa yang kita yakini. Masa itu telah berkahir dan ntah akan ada masa-masa seperti itu lagi atau tidak dimasa yang akan datang dengan kondisi yang lebih baik namun canda tawa itu masih sama (catatan kawan lama)

Idealisku diuji dan dipertanyakan
Oleh mereka yang tak akan pernah mengerti
Karena meraka tak pernah merasakannya
Mereka hanya berargumen tanpa dasar

Hal paling berat dan terdalam
Hilangnya sebuah kepercayaan seseorang
Baik itu kepada kita
Atau kepada orang lain

Sebauh kepercayaan yang katanya mahal harganya
Sebuah hal tak berwujud yang tak bisa dibeli dengan uang
Hal itu yang kita percaya
Hal itu yang masih kita jaga

Segala yang bermula pasti akan berakhir ketempat semula seperti manusia yang berawal dari tanah akan berkahir dalam tanah juga. Dari orang asing menjadi teman, terkadang bisa menjadi sahabat dan berujung kembali sebagai orang asing. Aku tak sepenuhnya sepaham dengan teori itu, karena tak ada yang mutlak didunia ini kecuali kehendak TUHAN dan sisanya itu relatif yang menajdi kehendak kita sebagai makhluk ciptaan TUHAN. Menjadi berbeda itu pasti, membedakan diri itu pilihan begitu juga menyama-nyamakan apa yang memang berbeda itu juga pilihan. Tetaplah dijalur yang telah ada meski jalur tetangga lebih mulus dan mengkilat dari jalur kita.

Sekedar memastikan semua masih pada tempatnya
Tempat dimana semua pernah terjadi
Memastika apa merindukan hal yang pernah terjadi
Ntah mana yang pasti ingin melihat semua berulang

Kita memang pintar dalam mengoreksi keadaan seseorang
Tapi kita lemah dalam mengoreksi diri sendiri
Berharap kita bisa mengerti kondisi ini sebaik kita mengoreksi orang
Seiring berjalan waktu berharap hal itu segera terwujud

Jangan berharap banyak hal dalam satu permintaan
Semua akan terjadi satu persatu
Bukan langsung semua turun layaknya hujan
Tapi seperti air dilautan yang hanya bisa diambil sesuai besar tangan yang digunakan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar