Minggu, 23 Maret 2014

Take 1 (Kali Kuning)

Gelap dalam kesunyian bukan sebuah hambatan untuk mereka. Sendiripun akan bias mereka hadapi, namun ada hal yang jauh lebih penting dalam benak mereka para makhluk tanpa batas pikiran. Kali ini mereka mengerjakan sebuah proyek kecil yang nantinya akan menjadi besar untuk salah satu diantara mereka. Dia yang memimpikan menjadi sebuah musisi yang tak mungkin ia dapatkan dijurusan yang ditempuhnya selama kuliah. Namanya roki, remaja umur 22 tahun dengan perawakan rambut cepak, tinggi, dengan kulit putih dank has bahasa sumatranya.

Aku yang tak lagi kuliah bersama mereka karena memang ternyata aku terdepak lebih awal dari perkuliahan yang tak pernah jelas sistem dan keinginannya apa untuk kami yang pernah belajar disana. Sedikit berbeda dengan mereka yang lebih beruntung untuk lebih lama bersama dikampus itu, si Djito yang memiliki jambang khas dengan bahasa sastranya, Arief yang kini telah berkeluarga juga masih bersama dengan mereka, begitu juga dengan Bala yang wajahnya macam kuli. Djito, Roki, Arief dan Bala yang lebih beruntung untuk lebih lama bersama dibandingkan denganku yang terdepak lebih awal meski kita dulu masuk ke tempat ini bersamaan.

Kesibukanku dengan mereka telah jauh berbeda, dan hanya dengan meluangkan sejam dua jam ditengah kesibukan untuk menghabiskan waktu ebrsama mereka adalah jalan terbaik yang bias kuambil saat ini. Harapan yang begitu besar kepada mereka semua yang kelak akan menjadi alasan mengapa aku harus menjadi sukses diluar sana selain untuk orang tua dan anak istriku.

Terkadang kita memang tak pernah mengerti
Mana itu kenyataan dan mana itu bayangan
Yang kita tahu semua nyata dimata ini
Dan kita merasa semua itu bayangan dipikiran ini

Saat dimana dimulai bersama
Bukan berarti akan berakhir bersama
Ditengah proses akan gugur satu persatu
Mereka yang pernah berikrar dan berkoar tentang hal ini

Sahabat adalah mereka yang datang dan tak pernah pergi meninggalkanmu
Sahabat adalah mereka yang ada disaat susahmu dan pergi disaat senangmu
Sahabat adalah mereka yang selalu bisa ada saat kamu membutuhkannya
Untuk sesaat sahabat membuatmu menjadi orang yang ketergantungan

Bergantung akan mereka yang selalu ada disampingmu
Tanpa pernah kita bisa membalas bahkan melakukan sebaliknya
Menjadi orang yang hanya hidup dengannya
Dan tak bisa menerima kehadiran orang lain

“Dia temanmu, berarti dia temanku juga” dan itu cara berteman kami dalam mencari seorang keluarga tanpa kepentingan. Cara barbar masih sering kita gunakan untuk mencari seorang teman bahkan pedagang asongan sering menjadi rekan ngupi kami dipinggir jalan hanya untuk sekedar mencari bahan diskusi ditengah jenuhnya kehidupan kampus yang menuntut kami menjadi makhluk penurut dan terdikte dengan keinginan seseorang. Padahal kami bukan orang yang mudah diatur dengan aturan yang nggak jelas maksud dan tujuannya.

Berharap tak aka nada yang berubah
Meski itu hal yang tidak mungkin
Harta, Tahta, Wanita adalah gejolak awal mula semuanya
Dan semua kan bergeser pada waktunya

Tak ada yang bisa kami lakukan selain melihat saat waktu itu tiba
Saat dimana semua yang terucap akan dipertanggung jawabkan
Waktu yang tak akan lama lagi
Waktu yang akan segera kembali

Pergi itu pasti
Tapi meninggalkan itu pilihan
Berpisah itu jelas
Tapi melupakan adalah kesalahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar