Gelap dalam kesunyian bukan sebuah hambatan untuk mereka.
Sendiripun akan bias mereka hadapi, namun ada hal yang jauh lebih penting dalam
benak mereka para makhluk tanpa batas pikiran. Kali ini mereka mengerjakan
sebuah proyek kecil yang nantinya akan menjadi besar untuk salah satu diantara
mereka. Dia yang memimpikan menjadi sebuah musisi yang tak mungkin ia dapatkan
dijurusan yang ditempuhnya selama kuliah. Namanya roki, remaja umur 22 tahun
dengan perawakan rambut cepak, tinggi, dengan kulit putih dank has bahasa
sumatranya.
Aku yang tak lagi kuliah bersama mereka karena memang
ternyata aku terdepak lebih awal dari perkuliahan yang tak pernah jelas sistem dan
keinginannya apa untuk kami yang pernah belajar disana. Sedikit berbeda dengan
mereka yang lebih beruntung untuk lebih lama bersama dikampus itu, si Djito
yang memiliki jambang khas dengan bahasa sastranya, Arief yang kini telah
berkeluarga juga masih bersama dengan mereka, begitu juga dengan Bala yang
wajahnya macam kuli. Djito, Roki, Arief dan Bala yang lebih beruntung untuk
lebih lama bersama dibandingkan denganku yang terdepak lebih awal meski kita
dulu masuk ke tempat ini bersamaan.
Kesibukanku dengan mereka telah jauh berbeda, dan hanya
dengan meluangkan sejam dua jam ditengah kesibukan untuk menghabiskan waktu
ebrsama mereka adalah jalan terbaik yang bias kuambil saat ini. Harapan yang
begitu besar kepada mereka semua yang kelak akan menjadi alasan mengapa aku
harus menjadi sukses diluar sana selain untuk orang tua dan anak istriku.
Terkadang kita memang tak pernah mengerti
Mana itu kenyataan dan mana itu bayangan
Yang kita tahu semua nyata dimata ini
Dan kita merasa semua itu bayangan dipikiran ini
Saat dimana dimulai bersama
Bukan berarti akan berakhir bersama
Ditengah proses akan gugur satu persatu
Mereka yang pernah berikrar dan berkoar tentang hal ini
Sahabat adalah mereka yang datang dan tak pernah pergi
meninggalkanmu
Sahabat adalah mereka yang ada disaat susahmu dan pergi
disaat senangmu
Sahabat adalah mereka yang selalu bisa ada saat kamu
membutuhkannya
Untuk sesaat sahabat membuatmu menjadi orang yang
ketergantungan
Bergantung akan mereka yang selalu ada disampingmu
Tanpa pernah kita bisa membalas bahkan melakukan sebaliknya
Menjadi orang yang hanya hidup dengannya
Dan tak bisa menerima kehadiran orang lain
“Dia temanmu, berarti dia temanku juga” dan itu cara
berteman kami dalam mencari seorang keluarga tanpa kepentingan. Cara barbar
masih sering kita gunakan untuk mencari seorang teman bahkan pedagang asongan
sering menjadi rekan ngupi kami dipinggir jalan hanya untuk sekedar mencari
bahan diskusi ditengah jenuhnya kehidupan kampus yang menuntut kami menjadi
makhluk penurut dan terdikte dengan keinginan seseorang. Padahal kami bukan
orang yang mudah diatur dengan aturan yang nggak jelas maksud dan tujuannya.
Berharap tak aka nada yang berubah
Meski itu hal yang tidak mungkin
Harta, Tahta, Wanita adalah gejolak awal mula semuanya
Dan semua kan bergeser pada waktunya
Tak ada yang bisa kami lakukan selain melihat saat waktu itu
tiba
Saat dimana semua yang terucap akan dipertanggung jawabkan
Waktu yang tak akan lama lagi
Waktu yang akan segera kembali
Pergi itu pasti
Tapi meninggalkan itu pilihan
Berpisah itu jelas
Tapi melupakan adalah kesalahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar