Jumat, 26 April 2013

Apa lagi yang kita inginkan
Demo atau diplomatik
Saat apa yang kita inginkan tak tercapai
Disitulah hati bergejolak

Sangat berbeda jika dibanding sebelumnya
Jauh dan bahkan tak sebanding
Butuh lebih dari sekedar teriakan
Sesuatu yang mampu menggugah

Singa kian lama tertidur
Digerogoti waktu dan zaman
Dibius kapitalis dan kepalsuan
Kampung halamanku kian memudar

Lebih baik makan gaplek
Tapi merdeka
Daripada makan biskuit
Tapi terjajah (Bung Karno)

# Bicara tentang merdeka (kebebasan) dan terjajah karena memang tadi pagi ada sedikit DEMO di km 0 Yogyakarta. Mereka menuntut agar BBM tidak dinaikan dengar berkoar-koar dijalan (bagi yang jalan) tapi ada yang berkoar dengan naik mobil. Disitulah semua bermula, mengapa mereka berdemo untuk menunjukan mereka tidak meyukainya?? "untuk menunjukkan bahwa segelintir orang tidak setuju". Mayoritas warga Indonesia telah padam semangatnya untuk menolak apa yang menindasnya dinegri mereka yang merdeka (katanya). Butuh sesuatu yang menggugah dan mengguncang semangat yang udah padam agar kembali berkobar seperti tahun 80-an. Saat dimana ultimatum yang keluar harus dipertanggung jawabkan secara serius bukan hanya sebagai wacana agar cepat selesai debat kusirnya. Sungguh ironi sekali negri ku.

Mungkin tidak semu
Tapi juga tidak sedikit
Semoga bukan kita diantaranya
Semoga kita tidak dijajah perasaan

Perasaan membutakan mata
Perasaan menulikan telinga
Perasaan membisukan lidah
Perasaan mematikan hati

-Saat semua telah mati-

Kamis, 25 April 2013

Sebuah Ironi

Kau mendekat dan Dia menjauh
Kau menjauh dan Dia mendekat
Ironi anak pantai
Menyukai tanpa berani menghadapi

4 makhluk kecil menari disana
Tempat dimana bahagia selalu ada
Mengabaikan hal kecil
Menghadapi hal besar

Hidup tersusun atas partikel kecil
Yang sempurna dan terkonsep
Bukan soal memilih atau dipilih
Ini bukan hanya tentang kita

Terpaku akan sebuah cerita fiksi
Sadar atau tidak sadar
Dia akan menarikmu
Membawamu kedalam dunianya

Karena sepanjang waktu
Sepanjang hari
Sepanjang musim
Sepanjang itu juga

Kau akan menjadi cerita itu
Kehilangan dirimu
Dan menjadi bukan kamu
Tiada yang paling menyedihkan selain kehilangan

Kamis, 18 April 2013

Saat Hujan Turun

Hujan terkadang datang disaat yang g tepat
Saat dimana kita mulai beranjak
Melangkah tuk mendekati impian
Dan hujan menunda sejenak waktu kita

Hujan memang tak memiliki perasaan
Tapi dia lebih peka dari manusia
Menunda apa yang tak siap kita lakukan
Meski tak semua berfikir demikian

Hujan juga memberikan jawaban
Atas apa yang tak di tanya
Atas apa yang telah dilakukan
Hingga kini banjir melanda

Saya tidak suka dengan air dalam jumlah besar
Bukan berarti mutlak membenci
Saya menyukai proses tiap tetesan yang berkumpul
Hingga bisa banyak selayak samudra

# Ada seorang anak manusia yang berteduh di emperan toko saat hujan turun sore ini. Dia hendak menemui seseorang yang di ketahui oleh hatinya telah membuatnya jatuh cinta. Meski gadis itu tak pernah tau apa yang Andri rasakan saat ini, hanyalah sebuah rasa nyaman dan aman yang mampu Andri berikan dan tunjukan karena memang perkenalan telah berlangsung lama dan pertemanan kian tebal dan rasa itu belum setebal pertemanan. Sebut saja gadis itu bernama Lily karena akan ada gadis lain yang masuk dalam kehidupan Andri saat ini kita sepakat menyebutnya Intan. 

Saya paling suka berbicara tentang cinta karena memang saya lebih suka di lapangan meski teorinya begitu abstrak dan sulit dijelaskan secara detail bersifat variasi. Kehidupan manusia sangatlah kompleks dan kita terlahir atas dasar pilihan salah satunya. Manusia memiliki beberapa kodrat dimana ada jiwa ada raga, dimana ada hati ada pikiran, dimana ada individu ada sosial, beberapa kodrat yang tidak mutlak namun berarti banyak dalam beberapa konteks hidup.

Ada yang bilang cinta itu memberi tanpa menerima, BOHONG itu. Ndak banyak orang mampu seperti itu dan nyaris TIDAK ADA, perbandingan yang sangat kecil untuk menemukan dan mungkin Andri adalah salah satu dari manusia yang nyaris tak ada menurut persepsi saya. Terkadang seseorang akan lebih mengenal saat teknis dilapangannya daripada terlalu banyak membaca buku teori yang akan membuatmu lemah nantinya saat teknis dilapangan. Buku teori melibatkan emosi dan imajinasi dalam membuatnya sedangkan dilapangan kenyataanlah yang berbicara dimana tak selalu sesuai dengan harapan, sakit yang begitu ada lah sebuah jawaban yang lama dinantikan seseorang.

Andri adalah tipe pejuang (warrior dalam game online), ia berusaha membuat Lily mengerti apa yang diberikan Andri. Seorang gadis memang lebih peka dari lawan jenis meski muka dan pikiran g mendukung tapi begitulah faktanya. Dan Lily menyadari sejak lama hal itu, dan saat ia terjebak didalam keadaan yang tak enak jika diteruskan dan tak pantas jika dihentikan. Disisi lain tanpa Lily ketahui, sosok Intan adalah gadis yang menyukai Andri. Apa yang Andri berikan ke Lily sama dengan apa yang Intan berikan ke Andri. Meski Andri tak mendapatkan apa yang ia dapatkan dari Lily seperti apa yang diberikan Intan kepadanya.

"Sangatlah ironi saat orang yang paling mengerti kita adalah orang yang kita abaikan"

Seorang pejuang akan memilih dengan berbagai konsekuensi dan resiko yang harus ia tanggung. Maaf untuk yang tak terbalas karena jika tidak disini maka di dunia lain akan dibalas apa yang dilakukan. Tak pernah meminta bukan berarti tak bertanggung jawab atas apa yang dilakukan orang lain.

Rabu, 17 April 2013

-efek g nonton konser-

Dinginnya udara masih berasa gigit
Tilas hujan juga masih sangat khas baunya
Sayang matahari pamit lebih awal
Pelangi tak mampu mendobrak gelapnya malam

Malam ini ada konser di kampus ku dimana ada salah satu produk minuman yang dengan strategi marketingnya mampu mengikat mahasiswa dikampus ku. Sangat miris sebenarnya melihat kondisi kawan-kawanku disini. Itung-itung sebagai hiburan untuk mereka yang selama ini hanya berkutat di lingkaran sistem yang menjadikan mereka seperti robot. Dan terlihat jelas yang mereka butuhkan bukan hanya materi kuliah yang harus dilewati, mereka butuh konsumsi nyata dan real bisa disentuh dan dijamah wujudnya.

Aku tak berminat dengan keramaian dan acara konser seperti itu meski aku menyukai musik. Bukan karena gratis, bukan karena habis hujan lantas becek lapangannya, bukan karena banyak orang berjualan disekitarnya tapi memang aku lagi malas aja. Aku lebih berminat menunggu keluaran komik anime terbaru dari pada menunggu bintang tamu bergantian menyanyikan lagu-lagunya diatas panggung sana. Ada Alexa, Ran, Calvin jeremy katanya yang aku sendiri g tau orangnya yang mana.

Kenapa kalo konser aja rame
Kenapa saat praktikum nggak
Kenapa saat kuliah juga nggak
Tak ada aura antusias yang terlihat

Kalian tak menggunakan hati
Kalian hanya menerima
Tanpa mengerti yang diberikan
Tanpa tau landasannya itu apa

Selasa, 16 April 2013

-Lama tak berjumpa-

Lama nian tak berjumpa
Lama kali tak bersua
Bukan maksud hati
Bukan ingin lari

Udah lama rasanya ingi ku bagi dengan kalian
Hanya saja kalian bukanlah tempat yang tepat
Masih ada dia yang setia menjadi pengganti
Bukan dia lebih dari kalian atau sebaliknya

Hanya saja saat kalian g ada
Dia selalu ada
Dan dia tak pernah menuntut
Dibalas, diberi, diayomi layaknya kalian

Aku hanya ingin pergi
Aku hanya ingin datang
Saat semua mendukung
Saat semua tak kontras

Menarikmu dalam hidupku
Adalah sebuah kesalahan
Tak ada yang siap tanpa adanya ujian
Tak ada yang layak tanpa adanya problematika

Kau bukan hanya menjalankan
Kau harus mengerti alasan
Tujuan tiap kau bergerak
Alasan kau disana

"Saat kalian tak dapat meyakinkan kami lantas siapa yang kalian ingin yakini??? Palsu jika kalian bisa meyakinkan orang yang mengerti. Kalian hanya bisa meyakinkan orang yang tak mengerti"

Sabtu, 13 April 2013

(Masih) VIA Namanya

Saat semua telah lewat
Saat semua tak bisa kembali
Hanya bisa dilihat 
Hanya bisa diratapi

Penyesalan memang ada diakhir
Agar kita mengenal resiko
Berteman dengan rasa sakit
Bersahabat dengan rasa kecewa

Karna tak semua akan sesuai
Karna tak semua akan sama
Sukai apa yang tidak disukai
Terima apa yang tidak bisa di terima

# Saat ku sendiri, menikmati makanan dan cemilan yang ku beli sendiri. Tak peduli dengan orang lain, aku hanya ingin santai disana. Sebuah spot dipojok yang dapat melihat ke segala arah lingkungan kampus, berharap menemukan sosok yang bisa digambarkan. Hobi ku adalah mengembangkan sebuah pernyataan dan menulisnya dalam secarik kertas. Kalo kata orang itu namanya REMAH ROTI, dan mengungkap semua dalam kertas itu. Terkadang aku lebih menghargai benda mati seperti kertas dari pada seonggok daging yang bernama manusia karena apa??

Kertas mampu mendengarkan keluhan kita hingga akhir tanpa pernah mau tau urusan kita. Sedangkan manusia hanya mau tau urusan kita tapi g bisa mendengarkan keluhan kita hingga akhir

Mungkin pernyataan ini bersifat subyektif tapi inilah alasan aku tak mudah percaya dengan orang lain kecuali mereka yang bisa memberikan feedback positif. Seseorang akan memperlakukan kita sesuai dengan kita memperlakukannya tapi jika kita memperlakukannya baik dan dia memperlakukan kita tidak baik yo buang aja jauh-jauh. 

" Gimana caranya ngomong yang enak??" sms masuk dari no tanpa nama meski ku tau itu no siapa
" Ngomong apa dulu nih?" balas ku singkat, membuyarkan semua lamunanku
" Apa harus ada yang pergi saat yang lain datang??" katanya
" Kalo ada pertemuan pasti ada perpisahan tapi kalo yang itu tergantung soal apa dulu?" berlaga g tau
" Hmmm, masa ndak tau!!! kau tuh tau sebenarnya" ujarnya
" Ya g harus sih, cuma pasti akan ada yang sakit atas ketidakadilan dari keadaan" jawabku
" Aku masih bisa baik kok pada keduanya" jawabnya
" Tak semudah itu sodari, buat kamu mungkin adil tapi untuk dia itu belum tentu adil lho" kataku
" Kenapa harus terjadi?? g bisa kah semua kembali normal?" tanya nya
" Bisa, tapi g senormal sebelumnya. Ibarat sebuah kayu yang ditancap paku pasti akan ada bekasnya" jawabku
" Terus aku harus gimana?" tanyanya
" Kau sih g pernah bisa bilang TIDAK, terjebak kan dalam kondisi yang tak pernah kau inginkan"
" Kalo dari aku sih ya tentuin pilihan aja sih karena memang pasti akan ada yang sakit, ntah itu kamu atau mereka atau kalian semua malah nantinya"
Ku harap dia tak pernah tau, aku tak ingin merusak semua yang telah ku jaga sampe saat ini. 


Sehari sebelumnya...
# Via bingung menghadapi Dani yang tiba-tiba mengungkapkan perasaannya pada Via. Dani adalah teman Via dan sering bersama karena memang kuliah ditempat yang sama, mungkin dari situlah benih itu muncul. Via baik dengan semuanya hingga pada orang yang tak dikenalnya, bukan salah Dani juga menyukainya karena kebaikannya dan Dani mengartikan dengan rasa yang lain yang ia definisikan SUKA. Padahal Via menyukai orang lain dan sembunyi dari dunia atas apa yang ia jalani, hingga membuat Dani memiliki peluang tuk mendapatkannya. Disinilah letak semua masalah itu datang,

Jika kau menyembunyikan siapa pemilikmu
Maka akan banyak yang datang padamu
Bukan salah yang datang
Bukan salah yang disembunyikan

Semua ada resikonya
Semua ada solusi
Terbaik bukan berarti tak sakit
Terburuk bukan berarti tak bisa

Semua bukan maksudmu
Semua bukan keinginanmu
Tapi semua karenamu
Pilihan yang kau pilih

# Via tak ingin menyakiti mereka yang baik padanya, mereka juga kan banyak berinteraksi selama dikuliah nantinya. Disatu sisi ingin mereka bisa bersikap seperti biasa, disisi lain ingin memberikan yang terbaik pada salah satunya karena emang Via menyukainya dan Via ingin itu berjalan beriringan. Ntah hingga kapan keyakinanya akan bisa bertahan dan bisa diterapin.

Saat apa yang diyakini tak lagi benar
Saat yang dipercaya tak lagi sama
Sikap apa yang ditentukan
Pilihan apa yang diterapkan

-bersambung-

Minggu, 07 April 2013

VIA (Lagi) Namanya

Matahari kian meninggi dan aku belum menemukan mood dikampus ini, heeeeeeeeeeeeeeeeeeh ntah apa yang ku rasakan, ntah apa juga yang kupikirkan. Semakin ku pikir maka semakin ku tak pernah mengerti apa yang ku pikirkan. Sama dengan mencari apa yang tak dimengerti, mana kuliahnya lagi boring lagi pas lah sudah. Mulai mengerti arti mengapa banyak mahasiswa yang hanya peduli absen dan mahasiswa yang mengejar nilai untuk ditunjukkan pada orang tuanya, meski mereka belum tentu bisa mempertanggung jawabkan nilai itu nantinya.

Allah akan mengangkat beberapa derajat orang-orang yang berilmu
Namun akan mengangkat lebih bagi yang mengaplikasikannya

Perut mulai berdering dengan irama nada handphone yang meminta untuk diisi, ku tengok arah jam dan terlihat jam kuliah tinggal 15 menit lagi. "Sabar yah, bukan km aja yg tersiksa, ane juga lapar om" ku serukan pada perutku. Mulai memikirkan menu makanan dan sama siapa yah?? masa ama cowok mulu, kayaknya sekali-klai perlulah sama cewek nih. Biar ndak dikira homo, ku ambil Hp dan ku cari siapa yang kira2nya bisa diajak makan, di random wae wes kalo gitu
"Posisi dimana??" SMS ku kirim
"Kost pie??"
"Kuliah jo"
"Rumah"
"Kantin, sini aja "
Variasi yah balasannya, dan yah kebetulan yang dikantin ada jadi ya bisalah buat temanin makan. Peduli orang ntar mau ngomong apa, aku dah lapar.

Akhirnya jam berakhir dan aku langsung menuju kantin, ntah perasaan aku aja apa memang hal ini benar. Via telah menunggu disana dan menatapku dengan senyum-senyum ndak jelas hingga saat aku mendekat maka semua mata penghuni kantin menatapnya hingga penjaga kantin pun ikutan. Serasa aneh aja gitu, ini orang kenapa??? batinku.
"G da kuliah po?? kok udah disini?" tanyaku
" Tadi udah kok tapi cuma bentar aja dan ntar lanjut lagi" jawab Via
"Oh, yo wes tak pesan makan, Kau dah makan belum?" mencoba menawarkan
"Udah kok, ini piringnya aja masih disini" tolaknya
Ada yang aneh padanya dan aku g peduli karena aku lapar jadi enggan berfikir lebih keras dari biasanya. Hanya seporsi nasi kuning dengan ayam dan es teh aja, menu sarapan siang hari ini, dan sesekali kulihat si Via yang senyum-senyum ndak jelas juga.
"Kamu kenapa toh?? kok senyam senyum ndak jelas gitu." lagi sakit po??" tanya ku
"Mana da orang sakit senyum-senyum, LALALALALALALALAL" jawabnya aneh
"Jatuh cinta po?? apa habis ditembak orang (dinyatakan cinta lho bukan di bedil)??" timpalku
"HAHAHHAHAA, ya begitulah. Dan orang itu ada disini!!!" jawabnya
"Mana-mana??*clingak-clinguk mencari sosok yang di maksud"
Nafsu makanku udah hilang tapi ku terusin aja makannya karena takut mubazir. Tak peduli apa yang dikatakannya karena memang bukan aku, tapi Dia yang disana yang ntah anak mana dan seperti apa rupanya. Jatuh cinta adalah proses mengenali wujud tulang rusuk yang Allah ambil dari kaum adam. Tak ada yang salah dengan proses itu. Namun, kenapa aku cemburu atas apa yang tak aku miliki??? Mungkinkah ini???

# 3 hari kemudian'
Malam yang tenang dengan hembusan angin sepoi-sepoi yang berubah sedikit saat kereta melintas didepan ku. Di samping rel kereta tua, tempat biasa ku habiskan penat, ku gantungkan masalah pada kereta yang melintas agar tersesat bersama kereta lewat. Atau ku lukis di langit malam agar segera menghilang saat pagi menjelang. Manusia tak pernah lepas dari masalah selama hidupnya, g tau juga saat ia mati karena aku belum pernah merasakan apa itu mati. Kupesan sebuah Kopi susu ABC (bukan promosi) karena pahit dan manis akan seimbang jika takarannya pas. tiba-tiba bermunculan SMS menanyakan lokasiku, 3 buah SMS menanyakan hal yang sama, salah satunya juga Via "Posisi dimana??". "Ngupi di rel" balasku singkat ke semuanya.

Tak ada alasan khusus
Tak ada tujuan modus
Untuk aku menyukai
Untuk aku merasa nyaman

Tak harus mewah
Tak harus besar
Tak harus mahal
Yang penting ikhlas

Ditempat ini 
Aku merasa kedamaian
Meski bukan hanya aku
Tapi ini adalah tempatku

Tempat aku mengenalmu
Tempat aku mengertimu
Tempat aku menggambarmu
Meski dalam sebuah kertas usang

Jika orang memaknai cinta adalah mendapatkan
Tapi untukku cinta adalah menyerahkan
Sampai kapan semua ini berjalan??
Saat dimana secercah cahaya tak kunjung datang meski titik jenuh kian melonjak semua batas

-untuk langit malam ini-

Aku memang g pandai dalam merangkai lisan, karena aku memang tak berbakat menjadi pembohong atau pengacara sekalipun. Saat puisi ini selesai ku tulis, merekapun datang merapat ada 8 orang jumlah kami dan menjadi pusat kegiatan disana. Orang-orang ajaib dengan kepribadian yang unik dan anehlah, mungkin memang kami yang bisa dikatakan gila untuk mahasiswa dengan jurusan SAINS. Kami tidak berpethok pada akademik karena "NILAI AKADEMIK AKAN BERBANDING TERBALIK DENGAN KENYAMANAN" dan kami memilih kenyamanan dulu baru nilai akademik jadi yah wajar kalo nilai kami tergolong pas-pas saja.
"Betah amat sendirian disini? g takut po klo ada bencongan lewat macam AIU lewat" tanya Rino
"Aku suka disini karena memang steril dari makhluk begituan apa lagi disini enak lihatin bulan kalo pas utuh" jawabku sekenanya
"Pesenin kopilah kalo gitu" kata Ari
"Ini duit, noh yang jualan kopi disitu" balasku
Forum bebas pun dimulai, dari apa yang tak ada menjadi ada, dari yang semula ada menjadi mengada ada. Belajar memaknai hidup dengan cara berbeda, dengan mencoba menelaah lebih dalam dari sudut pandang yang berbeda, dari waktu dan situasi yang berbeda. Topik yang menarik untuk di share adalah 

"DIbalik Pria Hebat PASTI Ada Wanita Hebat Dibelakangnya"

Yang jadi permasalahanya adalah bagaimana menentukannya?? Orang pandai menyebutnya dan hanya mengatakan jangan menyia-nyiakan wanita yang ada bersamamu. Itu terlalu jauh, kita perlu menentukan dahulu siapa wanitanya, mungkin buat yang baca tulisan ini bisa memberikan tanggapan karena kami membahas ini 4 jam namun belum mendapatkan argumen yang pas. Jadi mohon bantuannya yak....

-bersambung-

Selasa, 02 April 2013

VIA namanya

"Apa kau pernah merasa sendiri dalam keramaian?" ia bertanya padaku
"Pernah" sambil mengangguk "kenapa emang??" tanyaku balik
"Gak pa pa, aku hanya merasa kesepian akhir-akhir ini" jelasnya ragu

Namanya Via, ia gadis dengan perawakan manis, ceria, hiperaktif dan suka menolong karena ia memang gadis yang baik. Aku Maky ntah nama apa yang diberikan orang tuaku hingga terkesan sedikit lain daripada umumnya orang-orang memiliki nama. Via adalah gadis yang suka menutupi kesedihannya dengan senyum dan tingkahnya yang mampu menipu semua orang hingga tak ada yang tau bahwa Via sedang bersedih. Aku dan anak-anak lainnya yang meski belum lama kenal dengannya namun kami tau apa yang ia rasakan. Mungkin karena kami memang terlahir lebih dahulu sehingga lebih berpengalaman dalam urusan menipu diri.

# Siang itu memang matahari lagi bermalas-malasan sehingga enggan mengeluarkan teriknya. Suasana menjadi teduh karena sang awan juga berpihak pada kami tuk menutupi matahari yang malas menyinari dunia. Aku dan anak-anak lain masih ditempat biasa kami nongkrong, meja semen bulat dengan beberapa tempat duduk rendah yang mengelilinginya. Gurauan dan sedikit ulasan agenda yang wajib dibahas karena hobi kita adalah nongkrong dan kumpul-kumpul meski aku sadar bahwa situasi ini tak akan lama lagi bertahan. Ini sudah mendekati tahun-tahun akhir buat kami meski kami belum menginginkan semua itu.

Waktu mengarahkan kita bersama
Waktu yang sama juga menggiring kita berpisah
Sekedar menumpang
Sejenak terdiam

# "G terasa ya, sudah tua kita dikampus" ujar Reno membuka forum hari itu serta membuyarkan lamunanku juga
"Hmmmm, mana da, aku masih muda cuma memang g terasa udah 3 tahun kita disini" jawab Beni
"Dan bentar lagi kita lulus dan berjuang sesuai keyakinan masing-masing" ujaar Reno lagi
" Hheheheh, waktu tak kan berasa lama jika kita menerimanya" aku mencoba menguasai alur forum
"HMM, " celetuk Beni dan Reno
Makin siang makin banyak yang berkumpul karena jam kuliah terakhir sebelum makan siang telah habis. Jadi memang makan siang bersama adalah bagian dari rutinitas dikampus bagi hari itu, dan ntah kenapa banyak hal yang ku pikirkan hingga harus mengabaikan mereka yang berforum di dekatku. Lagi mencoba menemukan maksud semua ini tiba-tiba Hp sejuta umatku bergetar karena memang jarang ku perdengarkan nada nya. Sebuah SMS singkat "kau dimana?" aku mengenal bentuk tulisan ini meski aku tak tahu siapa pengirimnya. "Dikantin sama anak-anak. kenapa?" balas ku singkat. "Ya udah gpp" balasnya singkat. 

# Aku tau itu nomor Via meski aku tak pernah menyimpan nomornya dan dari cara menulisnya juga benar. Apa yang ia rasakan hingga aku pun ikut merasakannya? Perasaan ini begitu aneh dan abstrak mencoba menelaah lebih lanjut dan gagal. "WOOOOOOOOOOOOOOOOYYYYYYYYYYYYYYYY SMS dari siapa sih sampe mlongo gitu" kata seorang temanku. Oh, nggak cuma kaget aja da bukan dari siapa-siapa kok. 

Mereka adalah orang yang tidak KEPO
Namun mau mendengar hingga akhir
Mereka bukan seorang rentenir
Takkan bertanya jika tak ingin bercerita

Tak ada yang kita tutupi
Berbagi sama rasa
Suka duka dihadapi bersama
Resiko kita tanggung bersama

# Mereka bukan orang yang bodoh, mereka akan tau meski tak perlu dikasih tau. Mereka bisa menjelaskan meski tak diberi bahan, dan mereka mampu menguasai keadaan meski tak diminta. Hari ini hanya dihabiskan untuk mengerti apa yang ku rasa, arti sebuah lamunan dan kegelisahan yang tak ada penyebab.

-bersambung-