Senin, 29 September 2014

HBD buat kita

24 September 1991......
Selasa pagi tepat 23 tahun yang lalu, saat dimana aku dilahirkan dari rahim seorang Tuhan yang ada di bumi. Seolah tak diinginkan tapi begitulah hidup, dimana apa yang diinginkan tak selalu menjadi harapan yang menjadi kenyataan. Dengan tangisan yang memecah ruangan mewakilkan kehadiranku didunia ini, isak tangisku menjadi bahagia mereka. Butuh beberapa hari yang tak sebentar untuk mencerna semua.

Saat dimana semua mengingatku
Apakah semua juga mengingatmu ?
Saat semua berdoa untukku
Apakah semua berdoa untukmu ?

24 September 2008
Rabu pagi saat usiaku mencapai 17 tahun, dia juga dilahirkan disuatu tempat sana hingga takdir yang akan menunjukkan kemana kita akan bertemu suatu hari nanti. Terlahir ditanggal dan bulan yang sama apakah sebuah kebetulan akan sifat dan karakter yang sama? Apa itu berarti karakter dan sifat seseorang hanya ada sejumlah hari yang ada dalam 1 tahun?

Perasaan tak adil mungkin adalah rasa yang sama
Rasa yang pernah kita hujatkan pada NYA
Rasa yang pernah kita tuntut keadilannya
Saat dimana keadaan tak lagi berbaik pada kita

Semua memang adalah sebuah proses
Dan jalan yang kita lalui adalah jalan yang terjal
Karena kita adalah kaum minoritas
Yang mampu melewati jalan itu

Ntah kapan dan dimana
Seperti apa keadaannya
Bagaimana wujudnya
Tetap akan menjadi sebuah alasan untuk menunggu

Janji yang telah dibuat akan tetap dipegang
Karena kita sama sama membenci penantian yang tak berguna
Karena kita juga sama sama memiliki cara yang sama
Percayalah dan teruslah percaya

Karena hanya dengan percaya maka semua akan mungkin
Karena hanya itu modal yang kita butuhkan untuk menjaha
Dan juga hanya itu yang bisa kita lakukan untuk saat ini
Hingga saat yang telah ditentukan suatu hari nanti

Happy Birthday For me, For You and For us (24 September)

Rabu, 10 September 2014

Bebasku adalah Bahagiaku

Saat senja berlalu seolah dia memang berjalan meski tak menginginkannya
Saat itulah semua rutinitas mulai membatu dalam hati
Tak ada yang ingin dihentikan atau diteruskan karena memang harus berjalan
Ntah itu berjalan kedepan, kebelakang atau kemana saja

Terlalu lama di suatu tempat memang tidak tepat untukku
Ibarat sebuah wadah yang memiliki batas untuk menerima
Seperti itulah wadah yang membatasiku
Sebesar apapun tempatnya, sebesar itu pula wadahnya

Bicara soal kebebasan yang tak pernah bisa dibendung
Bertindak sesuka hati adalah cara menjalani
Toleransi tetap wajib dijunjung tinggi
Bagi mereka yang berani berkata untuk protes

Kebenaranku adalah mutlak untukku pribadi
Bukan untuk orang lain apalagi untuk TUHAN
Tuhan telah menetapkan semua termasuk yang akan ku terima
Aku hanya memilih mana yang telah dirancang Tuhan untukku

Bentar lagi dia bertambah usia
Apa yang akan terjadi saat waktu hidupnya berkurang setahun lagi
Apa yang bisa ia berikan
Apa yang bisa ia tinggalkan

Kenangan atau Kebencian
Kesan atau Peran
Suka atau Luka
Semua itulah yang membuatku hidup hingga hari ini

Banyak yang ditinggalkan memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan
Tapi bertahan dengan kejenuhan bukan lagi sebuah pilihan bijak
Semua itu hanya titipan dan hadiah dari Tuhan
Ibarat kado untuk hari Ulang tahunnya

Disaat yang mulai meragukan keberadaannya
Aku adalah orang yang akan tetap mempercayainya
Meski tak pernah mengucapkan
Meski tak pernah mendengarkan

Aku tak pernah sanggup memberi tarif kebebasanku
Karena bahagiaku adalah kebebasanku
Saat aku tak mendapatkannya
Merubah sudut pandangnya atau meninggalkannya

Bahagia itu sederhana
Sesederhana aku bisa bernafas dengan bebas
Sesederhana aku berhak menentukan kemana aku berjalan
Dan dengan siapa aku menjalaninya

Selasa, 02 September 2014

Sudah Tiba Saatnya

Ku dongakkan kepalaku sedikit keatas
Lelah karena menunduk dan lama menatapnya
Kebiasaan memang sulit dihilangkan
Cara lama memang masih menjadi dewa baginya

Seolah hidup hanya akan berhenti
Saat dia menginginkannya
Saat dia menentukannya
Tapi semua hanya lah sebuah perkiraan

Siapa yang bertahan dialah yang pantas berbicara
Bukan dia yang pergi sambil berkomentar
Bukan lagi kita yang meninggalkan tanpa berkata "Selamat Tinggal"
Memang pantas dan bukan katanya sudah pantas

Disaat aku mulai berhenti melakukannya
Disaat itulah egoku mulai datang untuk dimanja
Bukan karena bosan atau pindah haluan
Mungkin memang disitulah tanda batasnya mulai muncul

Dia yang datang duluan bukan berarti dia yang terakhir
Dia yang datang terakhir juga bukan dia yang akan pergi duluan
Hanya saja apapun itu adalah sebuah bagian testimoni Tuhan untuk umatnya
Tuhan memiliki banyak cara untuk kita

Cara ku adalah bgaian dari sekian banyak cara yang Tuhan berikan
Mana saja yang ku pilih semua akan memberikan sebuah jawaban
Masalah terjawab atau tidak adalah beda persoalan
Setidaknya aku masih bisa bergerak atas keinginanku

Disaat mata mulai terpejam
Disaat itulah kejadian itu kembali terulang
Sangat jelas terasa
Dan seolah hal itu kembali nyata

Memang tak semua yang kita rasakan adalah sebuah kebaikan
Tapi keburukan tak selalu memberi dampak yang jelek
Ibarat warna hitam dan putih
Dimana tak akan pernah ada salah satunya jika tak ada bagian yang lain

Hitam tak akan ada tanpa ada putih
Putih tak akan terlihat berbeda tanpa ada hitam
Saat semua menjadi sama lantas apa yang mereka ingin tonjolkan
Saat tak ada yang menghargai sebuah perbedaan

Sia sia semua yang akan kau lakukan
Jika merasa mampu melakukan semua sendirian
Lihatlah dirimu yang bahkan tak berani menghirup udara dibalik jendela
Apa yang kau lakukan hanyalah sebuah pelarian