Selasa, 02 September 2014

Sudah Tiba Saatnya

Ku dongakkan kepalaku sedikit keatas
Lelah karena menunduk dan lama menatapnya
Kebiasaan memang sulit dihilangkan
Cara lama memang masih menjadi dewa baginya

Seolah hidup hanya akan berhenti
Saat dia menginginkannya
Saat dia menentukannya
Tapi semua hanya lah sebuah perkiraan

Siapa yang bertahan dialah yang pantas berbicara
Bukan dia yang pergi sambil berkomentar
Bukan lagi kita yang meninggalkan tanpa berkata "Selamat Tinggal"
Memang pantas dan bukan katanya sudah pantas

Disaat aku mulai berhenti melakukannya
Disaat itulah egoku mulai datang untuk dimanja
Bukan karena bosan atau pindah haluan
Mungkin memang disitulah tanda batasnya mulai muncul

Dia yang datang duluan bukan berarti dia yang terakhir
Dia yang datang terakhir juga bukan dia yang akan pergi duluan
Hanya saja apapun itu adalah sebuah bagian testimoni Tuhan untuk umatnya
Tuhan memiliki banyak cara untuk kita

Cara ku adalah bgaian dari sekian banyak cara yang Tuhan berikan
Mana saja yang ku pilih semua akan memberikan sebuah jawaban
Masalah terjawab atau tidak adalah beda persoalan
Setidaknya aku masih bisa bergerak atas keinginanku

Disaat mata mulai terpejam
Disaat itulah kejadian itu kembali terulang
Sangat jelas terasa
Dan seolah hal itu kembali nyata

Memang tak semua yang kita rasakan adalah sebuah kebaikan
Tapi keburukan tak selalu memberi dampak yang jelek
Ibarat warna hitam dan putih
Dimana tak akan pernah ada salah satunya jika tak ada bagian yang lain

Hitam tak akan ada tanpa ada putih
Putih tak akan terlihat berbeda tanpa ada hitam
Saat semua menjadi sama lantas apa yang mereka ingin tonjolkan
Saat tak ada yang menghargai sebuah perbedaan

Sia sia semua yang akan kau lakukan
Jika merasa mampu melakukan semua sendirian
Lihatlah dirimu yang bahkan tak berani menghirup udara dibalik jendela
Apa yang kau lakukan hanyalah sebuah pelarian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar