Tahun ini hampir tutup usia
Aku belum melakukan hal berguna
Berani melangkah pun tidak
Apalagi berjarap perubahan
Aku adalah makhluk minoritas
Berasa seperti monyet tua
Dalam sangkar besi
Terbengkalai dalam penjara
Terbelenggu bukan berarti diam
Yang dikekang itu raga
Bukan jiwa dan pikiranku
Sistem yang seperti sampah
Langit berwarna biru
Laut berwarna biri
Almamaterku pun biru
G ada yang bisa menahan kita
Saat langit dan laut mendukung kita
Banyak kenangan
Banyak cerita
Banyak suka
Banyak pula duka
Banyak hal ku lalui bersama kalian
Banyak cerita ku rangkai dengan kalian
Meski jalan masing-masing
Pasti ada titik temunya
Sekalipun hidupmu tampak penuh
Tetap tersedia tempat
Untuk secangkir kopi
Bersama orang yang disebut sahabat
Terkadang keyboard pun
Jauh lebih berharga
Bersama kertas dan pena
Yang sanggup menampung
Segala kegelisahan hati
Senin, 31 Desember 2012
Minggu, 30 Desember 2012
3676 mdpl (part 4)
Alhamdulillah
Mata masih bisa melihat
Tangan masih bisa menjabat
Lidah masih bisa berucap
Terkadang keyboard lebih bermakna dari sebuah sosok teman
23-12-2012 (Masih di Ranu Kumbolo)
Kebayang g gimana rasanya dingin yang WOW antara 0 sampai minus 20 derajat??? Kesini saat musim hujan dengan curah tinggi pasti ngalamin kok. Berharap dapatin sunrise namun apa daya karena kabut jadi
g kelihatan deh. Bangun dini hari karena mang suhu yang dengin menusuk hingga ketulang, kalo g salah saya bangun tuh jam 4.30 dan berharap sunrise itu muncul dengan sedikit membuat mnuman hangat. Matahari baru menampakan diri dan membuyarkan kabut mulai jam 7 pagi, rasa senang bercampur sedih. Senang karena paras cantik ranu kumbolo mulai terbuka dan sedih karena merasa diri ini g berguna. "AKU ADALAH SAMPAH,
SAMPAH ADALAH AKU"
Bagaimana tidak, aku juga salah satu makhluk penyebab ranu kumbolo menjadi tempat yang penuh dengan sampah. Bekas syuting film "5 CM" yang banyak orang agung2kan sampai pada latah semua dan Pendakian Massal dari salah satu merk alat outdoor memberikan dampak buruk pada tempat ini. Sisa-sisanya masih ada meski sebelumnya telah usai di observasi besar2an untuk libur panjang Natal dan Tahun Baru. Film yang kurang menyampaikan pesan morilnya dan hanya menjual keindahan gunung tanpa tau cara menjaganya. Film yang membuatnya mudah dicapai tanpa tau cara menghormatinya. Seperti itulah dampaknya kepada tempat ini.
Ditempat ini kutemukan damaiku tanpa melihat dari dampak kemarin, biarlah jadi masa lalu. Bukan cuma disini, disemua tempat juga harus dijaga agar kita selalu bersyukur karena ditunjukan kebesaran-NYA. Sebenarnya lumayan banyak sih foto ranu kumbolo karena memang rutenya yang muterin danau macam orang thawaf, jadi dapat spot hampir di semua sisi danau. Tapi biarlah jadi konsumsi pribadi saja, karena banyak keindahan alam yang g bisa diceritakan dengan kata-kata dan ilmu pengetahuan.
10.00
Matahari mulai meninggi dan biasanya kalau sore hujan turun, jadi untuk menghindari itu kita harus beranjak pergi meski berat tuk meninggalkannya tapi inilah pilihan.
Mata masih bisa melihat
Tangan masih bisa menjabat
Lidah masih bisa berucap
Terkadang keyboard lebih bermakna dari sebuah sosok teman
23-12-2012 (Masih di Ranu Kumbolo)
Kebayang g gimana rasanya dingin yang WOW antara 0 sampai minus 20 derajat??? Kesini saat musim hujan dengan curah tinggi pasti ngalamin kok. Berharap dapatin sunrise namun apa daya karena kabut jadi
g kelihatan deh. Bangun dini hari karena mang suhu yang dengin menusuk hingga ketulang, kalo g salah saya bangun tuh jam 4.30 dan berharap sunrise itu muncul dengan sedikit membuat mnuman hangat. Matahari baru menampakan diri dan membuyarkan kabut mulai jam 7 pagi, rasa senang bercampur sedih. Senang karena paras cantik ranu kumbolo mulai terbuka dan sedih karena merasa diri ini g berguna. "AKU ADALAH SAMPAH,
SAMPAH ADALAH AKU"
Bagaimana tidak, aku juga salah satu makhluk penyebab ranu kumbolo menjadi tempat yang penuh dengan sampah. Bekas syuting film "5 CM" yang banyak orang agung2kan sampai pada latah semua dan Pendakian Massal dari salah satu merk alat outdoor memberikan dampak buruk pada tempat ini. Sisa-sisanya masih ada meski sebelumnya telah usai di observasi besar2an untuk libur panjang Natal dan Tahun Baru. Film yang kurang menyampaikan pesan morilnya dan hanya menjual keindahan gunung tanpa tau cara menjaganya. Film yang membuatnya mudah dicapai tanpa tau cara menghormatinya. Seperti itulah dampaknya kepada tempat ini.
Ditempat ini kutemukan damaiku tanpa melihat dari dampak kemarin, biarlah jadi masa lalu. Bukan cuma disini, disemua tempat juga harus dijaga agar kita selalu bersyukur karena ditunjukan kebesaran-NYA. Sebenarnya lumayan banyak sih foto ranu kumbolo karena memang rutenya yang muterin danau macam orang thawaf, jadi dapat spot hampir di semua sisi danau. Tapi biarlah jadi konsumsi pribadi saja, karena banyak keindahan alam yang g bisa diceritakan dengan kata-kata dan ilmu pengetahuan.
10.00
Matahari mulai meninggi dan biasanya kalau sore hujan turun, jadi untuk menghindari itu kita harus beranjak pergi meski berat tuk meninggalkannya tapi inilah pilihan.
Dan pilihan kami adalah menggapai puncak itu.
10.30 (Tanjakan CINTA)
Biasanya apapun yang mengandung kata "cinta" tuh enak buat dibahas yah. Semeru memiliki mitos klasik yang sering terdengar dan jadi bahan obrolan para pendaki yakni Tanjakan Cinta.
MITOS
"Pikirkan orang yang kita saynagi selama melewatinya, Insyaallah akan menjadi jodoh.
Tapi dengan sayrat tidak boleh sekalipun menoleh kebelakang"
Itulah tanjakan cinta yang menjadi bahan obrolan ringan kami, tapi bisalah kita bahas dikit2 agar g salah kaprah kita memaknainya.
Yang pertama adalah tentang memikirkan "dia" yang mungkin diharapkan kita lebih semngat dalam melawati track ini dan mendapat energi ekstra untuk menjalaninya. Saya yakin mayoritas orang akan bersemangat bila diminta tolong oleh orang yang dicintainya. Meskipun itu berat juga bakal dilakoninya kan.
Yang kedua ituh berjalan dengan tidak menoleh kebelakang. kenapa g boleh??? Wong belakang itu ranu kumbolo kok, indah banget malah dari ketinggian.
Terkadang manusia selalu menoleh kebelakang dalam menatap kedepan.
Masih belum bisa meninggalkan masa lalu untuk menjalani masa depan.
Meski masa depan belum tentu seindah sebelumnya
Meski masa lalu tidak bisa tergantikan (kata yg g bs move on)
Tapi apa kita hidup akan terus di masa lalu?
Tapi apa kita hidup akan terus di masa lalu?
Menatap lempeng kedepan ituh memamng sulit kok, saya sendiri ngalamin soalnya. Saya juga mencoba inih mitos kok (g bermaksud musyrik lho yah). Saya juga mikirin si "dia" meski dia g mikirin saya. Hanya mikirin dia dengan kelakuan konyolnya yg ndak jelas bentuknya dan berdoa tentunya ma Sang pengatur pasangan saja. Dengan mikirin dia, saya bisa melewati tanjakan ituh tanpa menoleh ke ranu kumbolo yang indah nian. Ranu kumbolo yang ku tinggalkan untuk mencapai puncak.
Yakin lah seindah apapun masa lalumu
Pasti ada yang lebih indah menantimu didepan sana
Dengan bentuk yang berbeda
Dengan kondisi yang berbeda
Hidup lebih luas dari sekedar kubangan lumpur
- to be continued -
Sabtu, 29 Desember 2012
PATRICIA VII
Masih dengan gadis belia yang mencoba menaklukan dunia
Masih dengan tingkah lakunya yang khas
Masih dengan senyuman polos yang hangat
Masih dengan problematika masa lalu yang sama
Yang dia tau dunia penuh kasih sayang
Yang dia tau halus lebih baik daripada kasar
Kini semua telah berbeda
Karena apa yang terlihat belum tentu sama dengan yang sebenarnya
Kemarin dia harus memilih
Kemarin dia harus melangkah
Memilih dalam waktu singkat
Menentukan dalam tekanan
Bukanlah hal yang mudah
Bukan juga hal yang sepele
Banyak yang dikorbankan
Banyak yang direlakan
Kami g bisa memberikanmu kebahagiaan
Kami g bisa menjanjikanmu kesenangan
Kami hanya bisa membekalimu kasih sayang
Kami hanya bisa membuatmu siap tuk menghadapi dunia
Kami g perlu ada saat dia bahagia
Kami akan ada saat dia berduka
Karena itu tanggung jawab kami
Karena kami peduli
Kami g bisa selamanya disisimu
Waktu dan urusan kami tidak hanya untukmu
Tapi kami akan ada saat kamu terjatuh
Karena kami tidak pernah benar-benar melepaskanmu
Kami pergi untuk meninggalkan
Tapi bukan untuk melepaskan
Masih dengan tingkah lakunya yang khas
Masih dengan senyuman polos yang hangat
Masih dengan problematika masa lalu yang sama
Yang dia tau dunia penuh kasih sayang
Yang dia tau halus lebih baik daripada kasar
Kini semua telah berbeda
Karena apa yang terlihat belum tentu sama dengan yang sebenarnya
Kemarin dia harus memilih
Kemarin dia harus melangkah
Memilih dalam waktu singkat
Menentukan dalam tekanan
Bukanlah hal yang mudah
Bukan juga hal yang sepele
Banyak yang dikorbankan
Banyak yang direlakan
Kami g bisa memberikanmu kebahagiaan
Kami g bisa menjanjikanmu kesenangan
Kami hanya bisa membekalimu kasih sayang
Kami hanya bisa membuatmu siap tuk menghadapi dunia
Kami g perlu ada saat dia bahagia
Kami akan ada saat dia berduka
Karena itu tanggung jawab kami
Karena kami peduli
Kami g bisa selamanya disisimu
Waktu dan urusan kami tidak hanya untukmu
Tapi kami akan ada saat kamu terjatuh
Karena kami tidak pernah benar-benar melepaskanmu
Kami pergi untuk meninggalkan
Tapi bukan untuk melepaskan
Jumat, 28 Desember 2012
3676 mdpl (part 3)
Saya bukan Pecinta Alam karena membuang sampah sembarangan
Saya bukan Penggiat Alam Bebas karena saya belum bisa melakukan apapun untuk menjaga alam
Saya hanya Pendaki gunung karena saya bukan orang munafik
Yang tidak mengatakan bahwa saya tidak ikut menyumbang atas rusaknya alam ini (Monyet Gunung)
22-12-2012
13.00 (Basecamp Ranu Pani)
Sebelum dimulai alangkah baiknya kita kenalan dulu. Dari kiri ke kanan itu ada saya (farmasi UII 2009), Ari (Teknik Mesin UII 2010), Alip (Tekhnik Informasi ITS 2010), Deny ( ITS), Taufiq ( S2 Farmasi UGM). Kami bertemu di pasar tumpang dan gabung rombongan karena memang saya ma ari g pada bawa materai dan syarat-syarat lainnya. Jadi gabung rombongan agar dimudahin aja administrasinya, kan dilarang naik kalo tidak rombongan. "RITUAL KECIL" sebelum berangkat itu wajib, kita datang ber 5, kita naik ber 5, dan kita turun harus ber 5 juga. Berdoa meminta perlindungan, niat tulus dan hanya untuk menikmati anugrah Tuhan. Harapannya sih sampai puncak namun karena hanya diperbolehkan sampai pos Kalimati jadi sisanya yah faktor cuaca dan kehendak Tuhan aja sih.
Langkah pertama langsung disambut dengan hujan, type hujan di ON kan karena hujan bukan halangan untuk tidak melanjutkan perjalanan. Jalan dimulai dari jalan aspal sekitar 1 km dan berubah menjadi jalan masuk ke hutan tapi di paving sampai pos 2. Jarak Pos 1 ke Pos 2 sekitar 4 km yang ditempuh selama 2 jam perjalanan dan itupun dengan derasnya hujan jadi memperlambat langkah kami.
15.00 (Pos 1)
Hampir semua yang menempel dibadan tuh basah semua, mana Pos 1 nya penuh dengan pendaki lain karena mang yang naik itu banyak sekitar 100 orang sudah terhitung dari tadi pagi. Mencoba menghangatkan diri seadanya dan berharap itu hujan cepat kelar. Baru aja jalan udah ada yang bisikin di kuping, " bang, kita turun kapan bang??? aku rabu pagi responsi e bang!!" Waduh dalam hati nih critanya "naik aja belum kok udah mikir naik", kalo ada sinyal mau update status aku kemarin sayang g ada sinyal mas mbak bro. Tapi yo weslah mungkin memang ini di ujilah ditiap langkah kami berjalan, sebungkus coki-coki cukup memberikan refleksi otak dan sedikit nambah energi. Sebatang rokok kretek sudah habis dan kita putuskan untuk lanjut lagi meski nih hujan masih tetap setia nongkrongin kita semua dan itu semua g akan merubah ROP yang sudah dibikin, Kecuali Tuhan berkata lain nantinya
16.15 (Pos 2)
Jarak pos 1 ke pos 2 memang lebih dekat sekitar setengah jrak dari basecamp ke pos 1. Dipos 2 cuma ngehabisin sebatang coki-coki aja dan tumben saya makan coklat hehehehhe. Masih dengan pikiran yang sama namun badan udah dingin beud karena busana saya basah. G berani lama-lama karena matahari udah g berasa idung dimana jadi langsung jalan aja biar g tambah dingin plus cepat sampai ranu kumbolonya hehehhe
17.30 (Pos 3)
Shelternya udah ambruk ntar karena apaan jadi terakhir ngelihat ujung badan dari matahari ya disini. G banyak yang bisa diceritakan selain hujan yang setia banget temenin kami jalan nih. Masih terus berjalan aja nih yang bisa aku cerita sambil berharap melihat sosok ranu kumbolo yang cantik karena pas bulan lagi baek, jadi muncul dia bareng cahaya bulan. Ternyata jauh juga ituh danau yang letaknya dibalik beberapa bukit dan ditengah-tengah lembah. Meter demi meter dilalui dengan berharap mendengar suara riuh para pendaki yang sudah sampai ranu kumbolo duluan, ranu kumbolo mirip perkampungan pendaki. Dari jauh sudah terlihat rame dengan lampu emergency dan perapian disekitar tenda mereka. Kelihatannya dekat ternyata jauh juga e karena kita harus muterin itu danau mirip-mirip thawaf lah klo g salah namanya. Dan akhirnya kamipun menyentuh ranu kumbolo tuk pertama kalianya dimalam itu setelah jalan yang panjang.
20.00 (Pos 4 Ranu Kumbolo)
Hal pertama yang dilakukan orang saat melihat air banyak pasti nyemplung, begitu juga saya. Sampe disana langsung nyemplung deh meski sebatas lutut kebawah karena sepatu udah berlumpur jadi langsung bersih-bersih deh. Bersih-bersih udah, dirikan tenda langsung bikin makan malam karena terkahir makan tuh pagi waktu sebelum naik jeep.
Seperti inilah ranu kumbolo malam itu, tenda berbagai ukuran telah merapati bibir danau dengan harapan esok pagi dapat sunrise sempurna di ranu kumbolo. Setelah Carrier dilepas baru sadar ternyata pundak saya memar yang sebelah kiri hehhee dan sepertinya masih berasa merinding sampe sekarang. Selamat beristirahat di ranu kumbolo yang cantik dan pasti esok akan lebih baik. Dan percayalah Habis hujan tuh pasti ada pelangi, habis keguyur hujan dikasih pemandangan cantik
Saya bukan Penggiat Alam Bebas karena saya belum bisa melakukan apapun untuk menjaga alam
Saya hanya Pendaki gunung karena saya bukan orang munafik
Yang tidak mengatakan bahwa saya tidak ikut menyumbang atas rusaknya alam ini (Monyet Gunung)
22-12-2012
13.00 (Basecamp Ranu Pani)
Sebelum dimulai alangkah baiknya kita kenalan dulu. Dari kiri ke kanan itu ada saya (farmasi UII 2009), Ari (Teknik Mesin UII 2010), Alip (Tekhnik Informasi ITS 2010), Deny ( ITS), Taufiq ( S2 Farmasi UGM). Kami bertemu di pasar tumpang dan gabung rombongan karena memang saya ma ari g pada bawa materai dan syarat-syarat lainnya. Jadi gabung rombongan agar dimudahin aja administrasinya, kan dilarang naik kalo tidak rombongan. "RITUAL KECIL" sebelum berangkat itu wajib, kita datang ber 5, kita naik ber 5, dan kita turun harus ber 5 juga. Berdoa meminta perlindungan, niat tulus dan hanya untuk menikmati anugrah Tuhan. Harapannya sih sampai puncak namun karena hanya diperbolehkan sampai pos Kalimati jadi sisanya yah faktor cuaca dan kehendak Tuhan aja sih.
Langkah pertama langsung disambut dengan hujan, type hujan di ON kan karena hujan bukan halangan untuk tidak melanjutkan perjalanan. Jalan dimulai dari jalan aspal sekitar 1 km dan berubah menjadi jalan masuk ke hutan tapi di paving sampai pos 2. Jarak Pos 1 ke Pos 2 sekitar 4 km yang ditempuh selama 2 jam perjalanan dan itupun dengan derasnya hujan jadi memperlambat langkah kami.
15.00 (Pos 1)
Hampir semua yang menempel dibadan tuh basah semua, mana Pos 1 nya penuh dengan pendaki lain karena mang yang naik itu banyak sekitar 100 orang sudah terhitung dari tadi pagi. Mencoba menghangatkan diri seadanya dan berharap itu hujan cepat kelar. Baru aja jalan udah ada yang bisikin di kuping, " bang, kita turun kapan bang??? aku rabu pagi responsi e bang!!" Waduh dalam hati nih critanya "naik aja belum kok udah mikir naik", kalo ada sinyal mau update status aku kemarin sayang g ada sinyal mas mbak bro. Tapi yo weslah mungkin memang ini di ujilah ditiap langkah kami berjalan, sebungkus coki-coki cukup memberikan refleksi otak dan sedikit nambah energi. Sebatang rokok kretek sudah habis dan kita putuskan untuk lanjut lagi meski nih hujan masih tetap setia nongkrongin kita semua dan itu semua g akan merubah ROP yang sudah dibikin, Kecuali Tuhan berkata lain nantinya
16.15 (Pos 2)
Jarak pos 1 ke pos 2 memang lebih dekat sekitar setengah jrak dari basecamp ke pos 1. Dipos 2 cuma ngehabisin sebatang coki-coki aja dan tumben saya makan coklat hehehehhe. Masih dengan pikiran yang sama namun badan udah dingin beud karena busana saya basah. G berani lama-lama karena matahari udah g berasa idung dimana jadi langsung jalan aja biar g tambah dingin plus cepat sampai ranu kumbolonya hehehhe
17.30 (Pos 3)
Shelternya udah ambruk ntar karena apaan jadi terakhir ngelihat ujung badan dari matahari ya disini. G banyak yang bisa diceritakan selain hujan yang setia banget temenin kami jalan nih. Masih terus berjalan aja nih yang bisa aku cerita sambil berharap melihat sosok ranu kumbolo yang cantik karena pas bulan lagi baek, jadi muncul dia bareng cahaya bulan. Ternyata jauh juga ituh danau yang letaknya dibalik beberapa bukit dan ditengah-tengah lembah. Meter demi meter dilalui dengan berharap mendengar suara riuh para pendaki yang sudah sampai ranu kumbolo duluan, ranu kumbolo mirip perkampungan pendaki. Dari jauh sudah terlihat rame dengan lampu emergency dan perapian disekitar tenda mereka. Kelihatannya dekat ternyata jauh juga e karena kita harus muterin itu danau mirip-mirip thawaf lah klo g salah namanya. Dan akhirnya kamipun menyentuh ranu kumbolo tuk pertama kalianya dimalam itu setelah jalan yang panjang.
20.00 (Pos 4 Ranu Kumbolo)
Hal pertama yang dilakukan orang saat melihat air banyak pasti nyemplung, begitu juga saya. Sampe disana langsung nyemplung deh meski sebatas lutut kebawah karena sepatu udah berlumpur jadi langsung bersih-bersih deh. Bersih-bersih udah, dirikan tenda langsung bikin makan malam karena terkahir makan tuh pagi waktu sebelum naik jeep.
Seperti inilah ranu kumbolo malam itu, tenda berbagai ukuran telah merapati bibir danau dengan harapan esok pagi dapat sunrise sempurna di ranu kumbolo. Setelah Carrier dilepas baru sadar ternyata pundak saya memar yang sebelah kiri hehhee dan sepertinya masih berasa merinding sampe sekarang. Selamat beristirahat di ranu kumbolo yang cantik dan pasti esok akan lebih baik. Dan percayalah Habis hujan tuh pasti ada pelangi, habis keguyur hujan dikasih pemandangan cantik
- to be continue -
Kamis, 27 Desember 2012
3676 mdpl (part 2)
Malam itu,,,,
Suara gemuruh kereta menyadarkanku, bahwa waktu itu cepat dan tak akan mundur. Semua orang mengangkat tas bawaan dan bersiap naik, ntah apa yang maish membuatku menoleh kebelakang???
22-12-2012
Dini hari (Didalam kereta MATARMAJA)
Mencari tempat duduk sesuai tiket, sama dengan mencari tempat yang telah ditentukan. Kita lahir sudah karena ketentuan namun bukan berarti kita pasrah dengan keadaannya. Masih dengan problem yang sama, semalaman terfikir apa yang aku lakukan itu benar??? Berharap ada sedikit pencerahan dari langit malam yang terlintas disela-sela kaca jendela kereta api. Malam ini bulan muncul setengah, Angin g dingin seperti biasanya, Orang-orang mulai terlelap, Aku masih dengan kertas pena yang sengaja ku bawa di setiap perjalananku.
Cahaya Bulan Menusukku
Dengan ribuan pertanyaan
Yang takkan pernah kutau
Dimana jawaban itu (erros feat okta)
Lirik lagu yang terus berputar di playlist otak aku, berharap ada yang mengerti ke galauanku saat itu. Waktu terus berlalu seiring stasiun yang dilewati, sampai sang pagipun mulai menyapa dengan rasa hangat yang menyenggol badan ini untuk melihatnya datang.
05.00
Langitpun mualai murabah settingan warnanya, semua mulai terlihat jelas. Hamparan sawah yang luas, tanah basah bekas disiram hujan, orang-orang yang hendak pergi mencari nafkah. Berharap menjadi awal yang baik tuk hari ini, dengan mengucapkan bismillah kucoba mulai mengetik sms tuk ibu. "Bu, aku mau pamit. ada acara diluar kampus sekitar 5 hari dari 22-25. jadi mohon doa restunya" send message---> dag dig dug dihati mulai berdentang saat hp mulai berbunyi khas NOKIA TONE, :"yogi mau kemana??" singkat dan cepat dibalasnya. "Malang" jawabku. Dan saat itu sinyal mulai aneh dan g ada suara hp berbunyi tuk kedua kalinya. Hanya bisa berharap g ada keraguan lagi untuk terus berjalan dan g ada alasan untuk kembali sebelum waktu yang ditentukan.
07.45 (Stasiun Malang Kota Baru)
Untuk pertama kalinya kaki menapak di kota malang, jawa timur. Suasana yang berbeda, berasa asing dikota orang karena mang hanya beruda turun dari kereta karena rombongan yang lain tuh banyak orang e. Langsung cari angkot yang ke tumpang karena tempat taransit berikutnya ada disana. Hanya dengan gabung dengan rombongan lain agar dapat lebih terjangkau tarifnya, begitulah nasib pendaki yang cuma sedikit orangnya. Berat diongkos ceritanya nih, tapi ya sudahlah demi apa wes yang penting sampe tempat tujuan karena merasa ada yang menunggu disana. 15 menit mencari akhirnya dapat juga angkot tuk ke sana
09.00 (Terminal Tumpang)
Ternyata butuh satu jam untuk sampai sini meski nih angkot sudah pake jalur tidak resmi. Keliatan dari jalur tikus yang dilewati dan tidak adanya traffic light. G banyak yang bisa dibahas selama didalam angkot karena mang kita berdua dan mereka banyak jadi ya sebatas kenalan dan sisanya diem deh hehehhee.
Di tumpang baru sadar bahwa belum menyiapkan persyaratan sedikitpun karena mang ternyata saya lupa hehehhee panik nih sudah ceritanya. Persyaratannya tuh Surat Sehat terus foto copy KTP sama Materai 6000, ya udah langsung cari Surat Sehat dan untung ada calo yang sengaja menunggu disana jadi Surat Sehat aman. Foto copy KTP malah mati lampu nah lho terpaksa ninggalin KTP ntar nih *diotak lagi ngebayangin. Materai lagi nih buat pernyataan kalau cuma akan mendaki samapi Pos Kalimati dan jika melanggar resiko tanggung sendiri. (Merinding sih dengernya tp mau gimana lagi coba udah sampai sini). Anggap syarat beres terus nyari kendaraan buat ke basecamp karena mang medan khusus jadi butuh mobil khusus nih ceritanya
Mobil Jeep 4x4 WD dengan waktu tempuh 2 sampai 3 jam karena tracknya yang lumayan. Jalan menuju basecamp menjadi satu dengan ke bromo namun nantinya akan berpisah dipersimpangan diatas, jadi kalian bisa me;ihat gunung bromo dari semreu namun tidak sebaliknya hehehhee. Sepanjang jalan mata nih di manjakan dengan rumah warga dengan kebun apelnya di pekarangan rumah dan padang sabana di lereng gunung bromo yg kata teman aku mirip bukit TE:LETUBIES (klo masih ingat makhluk 4 yg g jelas bentuknya ituh)
Itu adalah sisi lain dari gunung bromo, makanya berbeda dengan apa yang teman2 sering lihat di film FTV di SCTV atau di RCTI bagi pecinta sinetron. Tapi tetap g kalah indah kok ciyus deh teman-teman.
12.00
Akhirnya sampai juga di Basecamp Ranu Pani yang ternyata sudah masuk Kab. Lumajang dan bukan lagi masuk Kab. Malang. Pengurusan administrasi pun dimulai, style pndakian mulai di setting dengan assesoris masing-masing.
Masih teringat jelas saat pihak TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) mengatakan kami PENCURI. Dengan lantang dia mengejas "KALIAN MAU MUNCAK KAN?", suara lirih kami menjawab "insyaallah iya pak". Jadilah pencuri yang pintar, jangan maen ego biar g hilang seperti pendaki sebelumnya. Kuncinya itu kalian jangan sombong, kerja team, jangan dahulukan ego. Memang tidak direkomendasikan untuk ke puncak dalam kondisi cuaca yang tidak diprediksi seperti saat ini dan hanya diperbolehkan sampai ke Pos Kalimati itulah Surat Pernyataan yang kami harus tanda tangani dengan materai 6000 agar pihak TNBTS tidak dianggap lalai dan sebagai bukti bahwa telah mengingatkan para pendaki yang nekad berangkat.
Di part berikutnya perjalanan dimulai, g ada yang ditutupi dan g ada yang dibuat-buat. Aku hanya ingin berbagi atas apa yang aku alami karena ini cara aku membuka mata kalian bahwa kalian telah di borgol dengan sistem yang membuat kalian seperti ROBOT
Suara gemuruh kereta menyadarkanku, bahwa waktu itu cepat dan tak akan mundur. Semua orang mengangkat tas bawaan dan bersiap naik, ntah apa yang maish membuatku menoleh kebelakang???
22-12-2012
Dini hari (Didalam kereta MATARMAJA)
Mencari tempat duduk sesuai tiket, sama dengan mencari tempat yang telah ditentukan. Kita lahir sudah karena ketentuan namun bukan berarti kita pasrah dengan keadaannya. Masih dengan problem yang sama, semalaman terfikir apa yang aku lakukan itu benar??? Berharap ada sedikit pencerahan dari langit malam yang terlintas disela-sela kaca jendela kereta api. Malam ini bulan muncul setengah, Angin g dingin seperti biasanya, Orang-orang mulai terlelap, Aku masih dengan kertas pena yang sengaja ku bawa di setiap perjalananku.
Cahaya Bulan Menusukku
Dengan ribuan pertanyaan
Yang takkan pernah kutau
Dimana jawaban itu (erros feat okta)
Lirik lagu yang terus berputar di playlist otak aku, berharap ada yang mengerti ke galauanku saat itu. Waktu terus berlalu seiring stasiun yang dilewati, sampai sang pagipun mulai menyapa dengan rasa hangat yang menyenggol badan ini untuk melihatnya datang.
05.00
Langitpun mualai murabah settingan warnanya, semua mulai terlihat jelas. Hamparan sawah yang luas, tanah basah bekas disiram hujan, orang-orang yang hendak pergi mencari nafkah. Berharap menjadi awal yang baik tuk hari ini, dengan mengucapkan bismillah kucoba mulai mengetik sms tuk ibu. "Bu, aku mau pamit. ada acara diluar kampus sekitar 5 hari dari 22-25. jadi mohon doa restunya" send message---> dag dig dug dihati mulai berdentang saat hp mulai berbunyi khas NOKIA TONE, :"yogi mau kemana??" singkat dan cepat dibalasnya. "Malang" jawabku. Dan saat itu sinyal mulai aneh dan g ada suara hp berbunyi tuk kedua kalinya. Hanya bisa berharap g ada keraguan lagi untuk terus berjalan dan g ada alasan untuk kembali sebelum waktu yang ditentukan.
07.45 (Stasiun Malang Kota Baru)
Untuk pertama kalinya kaki menapak di kota malang, jawa timur. Suasana yang berbeda, berasa asing dikota orang karena mang hanya beruda turun dari kereta karena rombongan yang lain tuh banyak orang e. Langsung cari angkot yang ke tumpang karena tempat taransit berikutnya ada disana. Hanya dengan gabung dengan rombongan lain agar dapat lebih terjangkau tarifnya, begitulah nasib pendaki yang cuma sedikit orangnya. Berat diongkos ceritanya nih, tapi ya sudahlah demi apa wes yang penting sampe tempat tujuan karena merasa ada yang menunggu disana. 15 menit mencari akhirnya dapat juga angkot tuk ke sana
09.00 (Terminal Tumpang)
Ternyata butuh satu jam untuk sampai sini meski nih angkot sudah pake jalur tidak resmi. Keliatan dari jalur tikus yang dilewati dan tidak adanya traffic light. G banyak yang bisa dibahas selama didalam angkot karena mang kita berdua dan mereka banyak jadi ya sebatas kenalan dan sisanya diem deh hehehhee.
Di tumpang baru sadar bahwa belum menyiapkan persyaratan sedikitpun karena mang ternyata saya lupa hehehhee panik nih sudah ceritanya. Persyaratannya tuh Surat Sehat terus foto copy KTP sama Materai 6000, ya udah langsung cari Surat Sehat dan untung ada calo yang sengaja menunggu disana jadi Surat Sehat aman. Foto copy KTP malah mati lampu nah lho terpaksa ninggalin KTP ntar nih *diotak lagi ngebayangin. Materai lagi nih buat pernyataan kalau cuma akan mendaki samapi Pos Kalimati dan jika melanggar resiko tanggung sendiri. (Merinding sih dengernya tp mau gimana lagi coba udah sampai sini). Anggap syarat beres terus nyari kendaraan buat ke basecamp karena mang medan khusus jadi butuh mobil khusus nih ceritanya
Mobil Jeep 4x4 WD dengan waktu tempuh 2 sampai 3 jam karena tracknya yang lumayan. Jalan menuju basecamp menjadi satu dengan ke bromo namun nantinya akan berpisah dipersimpangan diatas, jadi kalian bisa me;ihat gunung bromo dari semreu namun tidak sebaliknya hehehhee. Sepanjang jalan mata nih di manjakan dengan rumah warga dengan kebun apelnya di pekarangan rumah dan padang sabana di lereng gunung bromo yg kata teman aku mirip bukit TE:LETUBIES (klo masih ingat makhluk 4 yg g jelas bentuknya ituh)
Itu adalah sisi lain dari gunung bromo, makanya berbeda dengan apa yang teman2 sering lihat di film FTV di SCTV atau di RCTI bagi pecinta sinetron. Tapi tetap g kalah indah kok ciyus deh teman-teman.
12.00
Akhirnya sampai juga di Basecamp Ranu Pani yang ternyata sudah masuk Kab. Lumajang dan bukan lagi masuk Kab. Malang. Pengurusan administrasi pun dimulai, style pndakian mulai di setting dengan assesoris masing-masing.
Masih teringat jelas saat pihak TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) mengatakan kami PENCURI. Dengan lantang dia mengejas "KALIAN MAU MUNCAK KAN?", suara lirih kami menjawab "insyaallah iya pak". Jadilah pencuri yang pintar, jangan maen ego biar g hilang seperti pendaki sebelumnya. Kuncinya itu kalian jangan sombong, kerja team, jangan dahulukan ego. Memang tidak direkomendasikan untuk ke puncak dalam kondisi cuaca yang tidak diprediksi seperti saat ini dan hanya diperbolehkan sampai ke Pos Kalimati itulah Surat Pernyataan yang kami harus tanda tangani dengan materai 6000 agar pihak TNBTS tidak dianggap lalai dan sebagai bukti bahwa telah mengingatkan para pendaki yang nekad berangkat.
Di part berikutnya perjalanan dimulai, g ada yang ditutupi dan g ada yang dibuat-buat. Aku hanya ingin berbagi atas apa yang aku alami karena ini cara aku membuka mata kalian bahwa kalian telah di borgol dengan sistem yang membuat kalian seperti ROBOT
- to bo continued -
Rabu, 26 Desember 2012
Masih Hujan (Lagi)
Masih dalam kondisi yang sama
Masih ditempat yang sama
Masih dengan suasana yang sama
Hanya waktu yang berbeda tiap detiknya
Mencoba membuka otak
Mencoba membuka mata
Mencoba membuka organ dalam
Berharap ada yang bisa ditulis
Pernah sepertinya aku ngebahas takdir
Sering kalo bikin semua bosan
Lebih sering ngebuat semua jadi g guna
Saat rasa pasrah itu melanda
Bukan tentang apa yang telah dicapai
Bukan tentang apa yang telah diperoleh
Tapi tentang bagaimana kita mencapainya
Tapi tentang siapa yang membuatnya terwujud
Dibalik orang hebat
Pasti ada sosok hebat dibelakangnya
Dan terkadang waktu adalah sosok itu
Dia yang menutup mata dalam menunjukan arti
Dia yang menendangku untuk bergerak
Dia yang mendorongku untuk memulai
Dia yang memukulku untuk sadar
Dia juga menungguku untuk bercerita
Masih ditempat yang sama
Masih dengan suasana yang sama
Hanya waktu yang berbeda tiap detiknya
Mencoba membuka otak
Mencoba membuka mata
Mencoba membuka organ dalam
Berharap ada yang bisa ditulis
Pernah sepertinya aku ngebahas takdir
Sering kalo bikin semua bosan
Lebih sering ngebuat semua jadi g guna
Saat rasa pasrah itu melanda
Bukan tentang apa yang telah dicapai
Bukan tentang apa yang telah diperoleh
Tapi tentang bagaimana kita mencapainya
Tapi tentang siapa yang membuatnya terwujud
Dibalik orang hebat
Pasti ada sosok hebat dibelakangnya
Dan terkadang waktu adalah sosok itu
Dia yang menutup mata dalam menunjukan arti
Dia yang menendangku untuk bergerak
Dia yang mendorongku untuk memulai
Dia yang memukulku untuk sadar
Dia juga menungguku untuk bercerita
Selasa, 25 Desember 2012
3676 mdpl (part 1)
Alhamdulillah puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas Ridho dan hidayah Nya saya dapat kembali mewujudkan mimpi sebagai seorang makhluk yang dibekali sebuah mimpi. Tak lupa Sholawat serta salam saya junjung untuk Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan jalur kemerdekaan untuk setipa umatnya.
Thanks to : Kedua orang tua yang selalu mendoakan apapun yang saya lakukan, Bang Arifin yang berkenan meminjamkan alat-alatnya, Bangkit dan Riko yang bersedia menjamin transportasi, Ichwan dan Nyonya Tuti yang membekali kamera sehingga banyak view dan moment terdokumentasi dengan baik. Bunda edny yang mendoakan selalu dan si Ndut yang selalu nanya posisi.
Gunung semeru yang memiliki 7 danau, 4 danau yang tersembunyi, ranu kumbolo dengan ke eksotisannya, jalur yang panjang dan memukau, Oro-oro ombo yang luas dengan padang lafender dan sabananya, puncak Mahameru tempat abadi para dewa. Mimpi ebelum lulus kuliah ya harus ke Rinjani dan semeru, alhamdulillah sudah kesampaian semuanya dan sekarang saatnya saya bercerita untuk perjalanan yang barusan dilalui dan mumpung masih anget nih
21-12-2012
Hanya tinggal menunggu dalam hitungan jam untuk mulai perjalanan. Sebenarnya 30 hari sebelum tangggal ini tuh ada sebuah jawaban yang saya tunggu, "eits" bukan apa2 lho cuma jawaban antara mau move on apa nggak. Mungkin memang g sesederhana milih karena merubah secara total, tapi min ada tindakan kecil mau berubah saja itu udah diluar harapan. Manusia sebenarnya bisa merubah banyak hal dengan tinggal mau gerak aja, sisanya juga ngikut.
Bermula dari nyari teman tuk perjalanan ternyata ada 1 orang anak UGM masih Studi di Pasca Sarjana Farmasi. Ngeliat dia tuh mirip banget seperti saya di pendakian sebelumnya yang cuma sendiri, jadi tau banget lah apa yang dia rasakan dan perjuangannya seperti apa. Thanks buat Rinjani yang sudah memberikan pelajaran ini sebelumnya, jadi ya karena saya tau rasanya so janganlah terjadi sama yang lain kalau bisa.
20.30
Perjalanan pun dimulai dari kost ke stasiun solojebres, karena keretanya (MATARMAJA) g lewat jogja jadi ya ke solojebres. Kereta ekonomi ke malang, biasa kan anak kost cari yang ekonomi sesuai kantong nah. Ntah perasaan apa inih, merasa ada yang menunggu disana meski g bisa dan sulit untuk dijelaskan secara nyata. Memang sih ada yang belum bisa berubah dan semua akan terlihat saat tiba waktunya
22.30
Sampai di stasiun solojebres, langsung makan di angkringan depan stasiun karena mang belum pada makan. Dan sayangnya saya lupa kalau besoknya (25-12) adalah hari IBU, anak macam apa saya nih, udah g pamitan malah bakal ngehilang 4 hari. Sumpah tekanan batin jadi buat kalian semua, kemanapun mau pergi saya REKOMENDASI untuk pamitan karena saya sudah sering pergi g pamit tuh ngeganjel lho. Sambil menunggu kereta datang jam 00.45 dini hari ya bisalah nulis2 dikit dikertas yang sengaja dibawa tuk mendokumentasikan setiap moment yang terjadi. Kebayang-bayang terus sosok Ibu yang ditinggal tanpa pamit (bukan karena hari IBU besoknya lho yah),
25-12-2012
00.45
Suara gemuruh kereta dari kejauhan mulai terdengar dan waktu yang memaksaku untuk melangkah pergi. Belum siap sebenarnya karena rasa bersalah telah menyembunyikan diri dari ibu. Ibu yang melahirkan kita dan kenapa kita harus pergi menjauh dan seolah bersembunyi darinya???
Thanks to : Kedua orang tua yang selalu mendoakan apapun yang saya lakukan, Bang Arifin yang berkenan meminjamkan alat-alatnya, Bangkit dan Riko yang bersedia menjamin transportasi, Ichwan dan Nyonya Tuti yang membekali kamera sehingga banyak view dan moment terdokumentasi dengan baik. Bunda edny yang mendoakan selalu dan si Ndut yang selalu nanya posisi.
Gunung semeru yang memiliki 7 danau, 4 danau yang tersembunyi, ranu kumbolo dengan ke eksotisannya, jalur yang panjang dan memukau, Oro-oro ombo yang luas dengan padang lafender dan sabananya, puncak Mahameru tempat abadi para dewa. Mimpi ebelum lulus kuliah ya harus ke Rinjani dan semeru, alhamdulillah sudah kesampaian semuanya dan sekarang saatnya saya bercerita untuk perjalanan yang barusan dilalui dan mumpung masih anget nih
21-12-2012
Hanya tinggal menunggu dalam hitungan jam untuk mulai perjalanan. Sebenarnya 30 hari sebelum tangggal ini tuh ada sebuah jawaban yang saya tunggu, "eits" bukan apa2 lho cuma jawaban antara mau move on apa nggak. Mungkin memang g sesederhana milih karena merubah secara total, tapi min ada tindakan kecil mau berubah saja itu udah diluar harapan. Manusia sebenarnya bisa merubah banyak hal dengan tinggal mau gerak aja, sisanya juga ngikut.
Bermula dari nyari teman tuk perjalanan ternyata ada 1 orang anak UGM masih Studi di Pasca Sarjana Farmasi. Ngeliat dia tuh mirip banget seperti saya di pendakian sebelumnya yang cuma sendiri, jadi tau banget lah apa yang dia rasakan dan perjuangannya seperti apa. Thanks buat Rinjani yang sudah memberikan pelajaran ini sebelumnya, jadi ya karena saya tau rasanya so janganlah terjadi sama yang lain kalau bisa.
20.30
Perjalanan pun dimulai dari kost ke stasiun solojebres, karena keretanya (MATARMAJA) g lewat jogja jadi ya ke solojebres. Kereta ekonomi ke malang, biasa kan anak kost cari yang ekonomi sesuai kantong nah. Ntah perasaan apa inih, merasa ada yang menunggu disana meski g bisa dan sulit untuk dijelaskan secara nyata. Memang sih ada yang belum bisa berubah dan semua akan terlihat saat tiba waktunya
22.30
Sampai di stasiun solojebres, langsung makan di angkringan depan stasiun karena mang belum pada makan. Dan sayangnya saya lupa kalau besoknya (25-12) adalah hari IBU, anak macam apa saya nih, udah g pamitan malah bakal ngehilang 4 hari. Sumpah tekanan batin jadi buat kalian semua, kemanapun mau pergi saya REKOMENDASI untuk pamitan karena saya sudah sering pergi g pamit tuh ngeganjel lho. Sambil menunggu kereta datang jam 00.45 dini hari ya bisalah nulis2 dikit dikertas yang sengaja dibawa tuk mendokumentasikan setiap moment yang terjadi. Kebayang-bayang terus sosok Ibu yang ditinggal tanpa pamit (bukan karena hari IBU besoknya lho yah),
25-12-2012
00.45
Suara gemuruh kereta dari kejauhan mulai terdengar dan waktu yang memaksaku untuk melangkah pergi. Belum siap sebenarnya karena rasa bersalah telah menyembunyikan diri dari ibu. Ibu yang melahirkan kita dan kenapa kita harus pergi menjauh dan seolah bersembunyi darinya???
- to be continued -
Kamis, 20 Desember 2012
Merapi Pagi Ini
Banyak orang mengatakan bahwa pagi ini Merapi sangat cantik
Ntah mau pergi ke undangan yg mana dianya (20-12-2012)
Terlihat tenang dari kejauhan
Masih berdiri kokoh tertancap diatas bumi
Urat uratnya semakin jelas
Menandakan usia yang tak lagi muda
Sekian lama berdiri kokoh
Memberikan segala hal baik
Meksi dengan cara yang kurang baik
Kini dia lagi tertidur zzzzzzz
Kalau masih ingat dengan tragedi gempa bantul 2006 dan erupsi merapi 2010 yang menewaskan sang pahlawan merapi Mbah Maridjan selaku juru kunci merapi. Merapi seperti anak kecil yang menangis karena g pandang bulu baik lahar dinginnya, wedus gembelnya, pijar apinya. Caranya yang kurang pas namun tujuannya baik, banyak orang kehilangan tempat tinggal, sanak saudara, hewan ternak, harta dan sebagainya menjadi sebuah insiden yang tidak akan pernah terlupakan. Pasca erupsi banyak material merapi yang bisa dijual, dan mengingatkan semua manusia untuk tetap menjaga dan menghargai alam.
Merapi kini telah kehilangan puncak garudanya
Hanya untuk menegur kita semua
Merapi kini tidak sehijau dahulu
Hanya untuk menunjukan lukanya
Merapi tetap cantik dengan atau tanpa puncak garuda
Bukan fisik yang membuatmu istimewa
Keberadaanmu saja sudah istimewa
Itukah alasan mengapa jogja jadi Istimewa??
Tetaplah dengan keunikanmu
Tetaplah dengan kelakuanmu
Kalau masih ingat dengan tragedi gempa bantul 2006 dan erupsi merapi 2010 yang menewaskan sang pahlawan merapi Mbah Maridjan selaku juru kunci merapi. Merapi seperti anak kecil yang menangis karena g pandang bulu baik lahar dinginnya, wedus gembelnya, pijar apinya. Caranya yang kurang pas namun tujuannya baik, banyak orang kehilangan tempat tinggal, sanak saudara, hewan ternak, harta dan sebagainya menjadi sebuah insiden yang tidak akan pernah terlupakan. Pasca erupsi banyak material merapi yang bisa dijual, dan mengingatkan semua manusia untuk tetap menjaga dan menghargai alam.
Merapi kini telah kehilangan puncak garudanya
Hanya untuk menegur kita semua
Merapi kini tidak sehijau dahulu
Hanya untuk menunjukan lukanya
Merapi tetap cantik dengan atau tanpa puncak garuda
Bukan fisik yang membuatmu istimewa
Keberadaanmu saja sudah istimewa
Itukah alasan mengapa jogja jadi Istimewa??
Tetaplah dengan keunikanmu
Tetaplah dengan kelakuanmu
Rabu, 19 Desember 2012
PARTICIA VI
Masih dengan gadis belia yang mencoba menaklukan dunia
Ntah sampai kapan partnya akan berakhir
Hanya untuk membahas gadis inih
Selama dia masih bernafas mungkin partnya g akan berhenti
Kini dia telah memilih
Mengorbankan yang dirasa
Membuang yang dipunya
Keluar dari zona nyaman
2 kalimat klasik yang jadi alasan
G ingin dikasiani karena merasa bisa
Ntah apa yang ada dipikirannya
Hidup di dunia tidak sama dengan FTV
Pilihan telah ditetapkan
Ada hal yang tidak bisa dijelaskan
Ada hal yang belum bisa berubah
Dan g wajib untuk dirubah jika g mau
Kami g akan memaksa
Kami g akan merasuk
Kami g akan menentang
Apa yang menjadi pilihanmu
Apa yang baik dimata kami
Belum tentu baik dimata kamu
G mungkin kami tidak memberi yang terbaik
Meski bukan sesuatu yang bernilai mata uang
Sepertinya tugas kami dah selesai
Carilah kebahagiaan dari pilihan
Pergi bukan tuk meninggalkan
Kami pergi tuk membebaskan
Ntah sampai kapan partnya akan berakhir
Hanya untuk membahas gadis inih
Selama dia masih bernafas mungkin partnya g akan berhenti
Kini dia telah memilih
Mengorbankan yang dirasa
Membuang yang dipunya
Keluar dari zona nyaman
Apa yang dulu ia pertahankan ternyata hanyalah ilusi
"Biarlah sudah dunia mengatai saya bodoh"
"Yang bodoh saya kok kenapa kalian yang repot".2 kalimat klasik yang jadi alasan
G ingin dikasiani karena merasa bisa
Ntah apa yang ada dipikirannya
Hidup di dunia tidak sama dengan FTV
Meminta orang-orang yang sudah ada disisinya
Untuk tidak bosan untuk mengingatkan.
Pilihan telah ditetapkan
Ada hal yang tidak bisa dijelaskan
Ada hal yang belum bisa berubah
Dan g wajib untuk dirubah jika g mau
Kami g akan memaksa
Kami g akan merasuk
Kami g akan menentang
Apa yang menjadi pilihanmu
Apa yang baik dimata kami
Belum tentu baik dimata kamu
G mungkin kami tidak memberi yang terbaik
Meski bukan sesuatu yang bernilai mata uang
Sepertinya tugas kami dah selesai
Carilah kebahagiaan dari pilihan
Pergi bukan tuk meninggalkan
Kami pergi tuk membebaskan
Selasa, 18 Desember 2012
Alasan Saya Sederhana
Mendaki gunung bukanlah sebuah hobi yang murah. Dibutuhkan panggilan jiwa dan suara dari hati. Bukan karena film atau dapatin foto ditempat yang keren. Kalo saya sorotin banyak yang menjadi pendaki dadakan karena habis nonton film "5 cm". Ciyus kok beneran deh sumpah. Bayangin aja orang habis ngomong keren terus pingin apa namanya klo bukan LATAH, butuh lebih dari sekedar pingen.
Semeru memang indah meski tanpa efek kamera dari film "5 cm" sekalipun. Tiap meter perjalananya bisa ninggalin moment yang berharga, bukan cuma semeru tapi SEMUA GUNUNG memiliki ciri khas yang berbeda dan memiliki tingkat moment yang sama sama istimewa.
Ntah sejak kapan ini jiwa terpanggil
Ntah sejak kapan hati ini jatuh cinta
Sosok yang membuat diri ini bersyukur
Kaki ini ingin terus mencapai tempat kediamanmu
Sampai yang belum bisa dijangkau
Bukan karena tidak mau
Namun belum diijinkan untuk pergi
Dan belum di kehendaki untuk berangkat
Manusia merupakan tipikal makhluk yang tidak pernah puas, terus dan terus mencari. Kalau satu suda dipenuhi pasti minta yang lain. Dikasih Hati minta Jantung, dikasih Jantung minta Paru-Paru dan akan begitu setreusnya sampai g ada yang bisa diminta lagi. Tapi itu g salah kok jika yang diminta adalah yang baik dan membuatnya terus menjadi lebih baik.
Semeru memang indah meski tanpa efek kamera dari film "5 cm" sekalipun. Tiap meter perjalananya bisa ninggalin moment yang berharga, bukan cuma semeru tapi SEMUA GUNUNG memiliki ciri khas yang berbeda dan memiliki tingkat moment yang sama sama istimewa.
Ntah sejak kapan ini jiwa terpanggil
Ntah sejak kapan hati ini jatuh cinta
Sosok yang membuat diri ini bersyukur
Kaki ini ingin terus mencapai tempat kediamanmu
Pendakian pertama di gunung merbabu 3142 mdpl
PendakianGunung Lawu 3245 mdpl
Dari yang bisa dijangkau Sampai yang belum bisa dijangkau
Bukan karena tidak mau
Namun belum diijinkan untuk pergi
Dan belum di kehendaki untuk berangkat
Pendakian Gunung Sumbing 3371 mdpl
Terlahir rendah itu takdir
Mati diketinggian itu pilihan
Pergi untuk bersyukur
Bukan untuk membusungkan dada
Pendakian Gunung Slamet 3428 mdpl
Pendakian Gunung Rinjani 3726 mdpl
Begitu rendah kita dimata Sang Pencipta
Apa yang pantas kita banggakan??
Pendakian Gunung Sindoro 3145 mdpl
Manusia merupakan tipikal makhluk yang tidak pernah puas, terus dan terus mencari. Kalau satu suda dipenuhi pasti minta yang lain. Dikasih Hati minta Jantung, dikasih Jantung minta Paru-Paru dan akan begitu setreusnya sampai g ada yang bisa diminta lagi. Tapi itu g salah kok jika yang diminta adalah yang baik dan membuatnya terus menjadi lebih baik.
Senin, 17 Desember 2012
Aku dan Kamu
Ada yang pernah merasa
Dirinya yang paling sengsara
Dirinya yang paling dirugikan
Dirinya yang paling dikecewakan
Antri dulu sodara sodari
Masih ada langit diatas langit
Masih ada puncak di atas gunung
Masih ada samudra diujung laut
Apa guna merasa paling disengsarakan
Apa kita ingin dikasiani
Apa kita ingin diperhatiin
Itukah yang kita harapin
Dipedulikan karena kita mengenaskan
Atau
Dipedulikan karena kita mampu
Membungkam dunia dengan tangan ini
Dunia bukan tempat mengeluh
Dunia tempat berjuang
Berjuanglah demi apa yang diyakini
Meski itu membuatmu terasing
Hampir habis orang murni didunia ini
Termakan kepalsuan dan ketidak berhargaan
Saya g perlu jadi orang lain
Tuk bisa mendapatkan perhatian mu
Minggu, 16 Desember 2012
Saudara
Saudara lebih dari sekedar PLAT
Saudara tidak harus satu darah
Saudara tidak harus satu bapak
Saudara tidak harus satu Ibu
Saudara adalah KITA
Mata g sempat menatap
Mulut g sempat berucap
Tangan g sempat berjabat
Kaki g sempat melngkah
Takdir berkata lain
Inilah yang terbaik
Ceritamu didunia berhenti
Namun tidak di hati kami
Semua akan kembali kepadaNYA
Hanya tinggal menunggu waktu
Disini atau disana kita tetap saudara
Waktu g akan bisa memutuskan ikatan itu
Saudara tidak harus satu darah
Saudara tidak harus satu bapak
Saudara tidak harus satu Ibu
Saudara adalah KITA
Mata g sempat menatap
Mulut g sempat berucap
Tangan g sempat berjabat
Kaki g sempat melngkah
Takdir berkata lain
Inilah yang terbaik
Ceritamu didunia berhenti
Namun tidak di hati kami
Semua akan kembali kepadaNYA
Hanya tinggal menunggu waktu
Disini atau disana kita tetap saudara
Waktu g akan bisa memutuskan ikatan itu
Sabtu, 15 Desember 2012
Dari balik Jendela
Hujan membuat kita terjebak
Hujan membuat kita bertahan
Hanya ingin kita melihat
Bahwa hujan ingin kita perhatikan
Masih jelas terlihat dari kaca jendela
Hawa dingin yang damai
Tapi ku masih tertahan di kursi kayu
Tempat kuletakkan nampan ilmu
Awalnya mulai ditempat yang sama
Berpencar mencari jalan sendiri
Banyak jalan menuju ROMA
Alasan klasik untuk berpisah
Kita g saling melihat
Jalan mana yang ditempuh
Suka duka apa yang dialamin
Proses yang dilewatin
Saya belum lebih baik dari kalian
Saya masih belajar dalam segala hal
Tegurlah diri ini jika mencoba sombong
Karena apa yang enak dimulut
Belum tentu enak di dengar
Hujan membuat kita bertahan
Hanya ingin kita melihat
Bahwa hujan ingin kita perhatikan
Masih jelas terlihat dari kaca jendela
Hawa dingin yang damai
Tapi ku masih tertahan di kursi kayu
Tempat kuletakkan nampan ilmu
Awalnya mulai ditempat yang sama
Berpencar mencari jalan sendiri
Banyak jalan menuju ROMA
Alasan klasik untuk berpisah
Kita g saling melihat
Jalan mana yang ditempuh
Suka duka apa yang dialamin
Proses yang dilewatin
Saya belum lebih baik dari kalian
Saya masih belajar dalam segala hal
Tegurlah diri ini jika mencoba sombong
Karena apa yang enak dimulut
Belum tentu enak di dengar
Jumat, 14 Desember 2012
Sesuatu
Alhamdulillahhirobbil alamin Puji syukur buat Allah SWT karena atas rahmat serta hidayahnya saya bisa tetap menulis meski bukan dengan pena dan tinta lagi.
Jujur g nyanka aja kok tulisan ngasal inih ada juga yang mau ngelihat
Awalnya sih iseng dan mencoa mencari lahan bercerita
Disaat saya g percaya dengan siapapun
Disaat orang-orang g bisa ngasih solusi
Disaat waktu dan kondisi g bersahabat
Sedikit berbagi
Karena g punya banyak
Sedikit bersuara
Karena punya cerita
G ada maksud mengajari
Karena saya masih belajar
G ada maksud meremehkan
Karena belum tentu lebih baik
G ada maksud sok tau
Tapi saya memang tau
Kalo g suka ma tulisannnya
NGOMONG
Kalo g suka ma orangnya
NGANTRI dulu
Belum tentu yang menurut kita baik
Disambut dengan baik
Tak selalu yang berkilau itu indah
Tak selalu yang burem itu jelek
Jujur g nyanka aja kok tulisan ngasal inih ada juga yang mau ngelihat
Awalnya sih iseng dan mencoa mencari lahan bercerita
Disaat saya g percaya dengan siapapun
Disaat orang-orang g bisa ngasih solusi
Disaat waktu dan kondisi g bersahabat
Sedikit berbagi
Karena g punya banyak
Sedikit bersuara
Karena punya cerita
G ada maksud mengajari
Karena saya masih belajar
G ada maksud meremehkan
Karena belum tentu lebih baik
G ada maksud sok tau
Tapi saya memang tau
Kalo g suka ma tulisannnya
NGOMONG
Kalo g suka ma orangnya
NGANTRI dulu
Belum tentu yang menurut kita baik
Disambut dengan baik
Tak selalu yang berkilau itu indah
Tak selalu yang burem itu jelek
Masih Hujan
Masih bersama hujan yang selalu temani sore hari kita
Kalau teman-teman semua rutin membaca tulisan ngasal ini pasti pernah menemukan kalimat
Dimana hujan adalah saat yang paling ditunggu. Bukan karena enak buat tidur tp karena DIA bisa hadir macam hologram dalam tetesan hujan yang turun. CIeeeeeee pake "DIA" hahahhaha.
G penting dia mengingatmu atau tidak
G penting dia memikirkanmu atau tidak
G penting dia mengenalmu atau tidak
Karena g butuh proposal buat menCINTAi dia
Mungkin terlalu cepat buat mengakui CINta
Bisa saja itu hanya Kagum
Bisa saja itu hanya suka sedetik
Jangan terlalu cepat dipatenkan
hahahahhah
Menarik untuk dibahas
Tapi malu tuk dijabarkan
Panjang untuk dijelaskan
Tapi simple tuk disimpan
Cinta abadi yang terluka (kata Flanella)
Sambil dengerin lagu mellow
Berkhayal dikit
Melamun bentar
Ingin memberi meski belum pasti dibalas (Bukan ngarep imbalan lho yah)
Ingin membuatnya bahagia
Ingin memberi semuanya ke dia (Jangan ditelen mentah mentah)
KENAPA HARUS DIA???
Banyak orang disekitarmu (Ibu, Ayah, Sahabat, Keluarga)
Kenapa g memberi mereka
Kenapa g membahagiakan mereka
Please jadilah mereka prioritas pertama MU
Aku titipkan Indonesia kepadamu, jika engkau bisa menjaganya (Soekarno,1955)
Tuhan menitipkan mereka (Ibu, Ayah, Sahabat, Keluarga), jika engkau bisa menjaganya
Kalau teman-teman semua rutin membaca tulisan ngasal ini pasti pernah menemukan kalimat
Dimana hujan adalah saat yang paling ditunggu. Bukan karena enak buat tidur tp karena DIA bisa hadir macam hologram dalam tetesan hujan yang turun. CIeeeeeee pake "DIA" hahahhaha.
G penting dia mengingatmu atau tidak
G penting dia memikirkanmu atau tidak
G penting dia mengenalmu atau tidak
Karena g butuh proposal buat menCINTAi dia
Mungkin terlalu cepat buat mengakui CINta
Bisa saja itu hanya Kagum
Bisa saja itu hanya suka sedetik
Jangan terlalu cepat dipatenkan
hahahahhah
Menarik untuk dibahas
Tapi malu tuk dijabarkan
Panjang untuk dijelaskan
Tapi simple tuk disimpan
Cinta abadi yang terluka (kata Flanella)
Sambil dengerin lagu mellow
Berkhayal dikit
Melamun bentar
Ingin memberi meski belum pasti dibalas (Bukan ngarep imbalan lho yah)
Ingin membuatnya bahagia
Ingin memberi semuanya ke dia (Jangan ditelen mentah mentah)
KENAPA HARUS DIA???
Banyak orang disekitarmu (Ibu, Ayah, Sahabat, Keluarga)
Kenapa g memberi mereka
Kenapa g membahagiakan mereka
Please jadilah mereka prioritas pertama MU
Aku titipkan Indonesia kepadamu, jika engkau bisa menjaganya (Soekarno,1955)
Tuhan menitipkan mereka (Ibu, Ayah, Sahabat, Keluarga), jika engkau bisa menjaganya
Tentang Mimpi
Kembali lagi dengan mimpi
Masih sama seperti kemarin
Masih bertahan seperti kemarin
Dan semakin besar dari kemarin
Ibarat sebuah pohon
Makin tinggi dia
Makin besar anginnya
Ujiannya disini
Saat kamu yakin dengan mimpi
Pertahankanlah sampai mati
Selama kamu yakini
Selama kamu percayai
Kadang kamu lebih percaya orang lain
Mengubur diri dan menjadi orang lain
Mimpimu tergantikan dengan mimpi mereka
Tanpa mau melawan
Mimpi itu milikmu
Bukan mereka
Kamulah yang wujudkan
Bukan mereka
Masih sama seperti kemarin
Masih bertahan seperti kemarin
Dan semakin besar dari kemarin
Ibarat sebuah pohon
Makin tinggi dia
Makin besar anginnya
Ujiannya disini
Saat kamu yakin dengan mimpi
Pertahankanlah sampai mati
Selama kamu yakini
Selama kamu percayai
Kadang kamu lebih percaya orang lain
Mengubur diri dan menjadi orang lain
Mimpimu tergantikan dengan mimpi mereka
Tanpa mau melawan
Mimpi itu milikmu
Bukan mereka
Kamulah yang wujudkan
Bukan mereka
Kamis, 13 Desember 2012
Topeng
Buah tnagan dari sodari yang mrantau disana
Katanya biar selalu ingat bahwa dia sedang hidup di dunia baru yang terpisah
2 buah gambar toperng
1 untuk menutupi sakit kita
1 untuk menutupi sebuah jawaban
Yang pasti akan datang waktunya
Topeng punya waktu tuk dipakai
Topeng punya tempat tuk dipakai
Topeng punya alasan tuk dipake
Topeng punya jawaban tukalasan
Tanpa kita sadari
Kita pun sering menggunakan topeng
Karena kita g ingin orang lain tau
Karena kita merasa malu
Buka dulu topeng mu
Buka dulu topeng mu
Biarku lihat warna mu
Biarku lihat warna mu
Seperti itulah kalau kata ARIEL
Kalau saya
Bukalah topeng itu saat kalian siap
Pakailah topeng jika saatnya tepat
G penting orang bicara apa
G penting dunia berbuat apa
Selama kalian tidak hidup dalam topeng
Kalian g akan lupa siapa kalian
Kalian g akan lupa siapa mereka
Rabu, 12 Desember 2012
Tanggal itu Angka
Angka hanya lah simbol
Bukan untuk di puja
Bukan untuk di sembah
G berbeda dengan angka yang lain
Yang istimewa bukan tanggalnya
Yang unik bukan waktunya
Tapi kejadian dan moment
Yang kita buat saat waktu itu tiba
Kadang kita menunggu tanggal unik
Dengan alasan mudah diingat
Iya kalau enak yang diingat
Kalau yang g enak gmn??
Tangggal unik Hanyalah kebetulan
Bukan alasan buat menunda suatu moment
Semua angka sama saja
Andai bisa milih, angka 0 pun g mau di taruh didepan 1
Dia lebih memilih di tengah agar tidak kelihatan besar
Tapi tanpa 0 sadari, angka yang lain justru iri padanya
Karena diletakkan diawal dan bersifat fleksibel
Sama seperti moment
Kalau boleh milih dia juga bakal milih terjadi disaat yang pas
Bukan disaat yang membuat galau
Dan saling mengorbankan
Tapi moment terlahir dengan g pasti
G pasti kapan muncul
G pasti kapan datang
G pasti kapan pergi
Jadi buatlah tiap harimu penuh moment
Agar semua tanggal enak tuk diingat
Bukan untuk di puja
Bukan untuk di sembah
G berbeda dengan angka yang lain
Yang istimewa bukan tanggalnya
Yang unik bukan waktunya
Tapi kejadian dan moment
Yang kita buat saat waktu itu tiba
Kadang kita menunggu tanggal unik
Dengan alasan mudah diingat
Iya kalau enak yang diingat
Kalau yang g enak gmn??
Tangggal unik Hanyalah kebetulan
Bukan alasan buat menunda suatu moment
Semua angka sama saja
Andai bisa milih, angka 0 pun g mau di taruh didepan 1
Dia lebih memilih di tengah agar tidak kelihatan besar
Tapi tanpa 0 sadari, angka yang lain justru iri padanya
Karena diletakkan diawal dan bersifat fleksibel
Sama seperti moment
Kalau boleh milih dia juga bakal milih terjadi disaat yang pas
Bukan disaat yang membuat galau
Dan saling mengorbankan
Tapi moment terlahir dengan g pasti
G pasti kapan muncul
G pasti kapan datang
G pasti kapan pergi
Jadi buatlah tiap harimu penuh moment
Agar semua tanggal enak tuk diingat
Minggu, 09 Desember 2012
Skenario Tuhan
Waktu terus berputar
Berjalan ke depan
Berjalan juga kebelakang
Semakin lama kita hidup
Semakin berkurang masa hidup kita
Kita g bisa memutar waktu
Kita g bisa mengulang yang terlewat
Kita g bisa merubah yang telah terjadi
Kita hanya bisa memperbaikinya
Bukan kemarin tapi saat ini
Buatlah hidupmu berguna
Buatlah sisa hidupmu berwarna
Kemarin hanyalah mimpi
Bangun dan bersiaplah
Kita hidup didunia nyata
Bukan mimpi atau maya
Bukan pula film FTV
Yang berakhir happy ending
Bukan juga drama komedi
Yang berkahir dengan canda tawa
G ada yang tau endingnya apa
G ada yang tau jalur ceritanya kemana
G ada yang tausiapa aktrisnya
Tapi percayalah kawan
Cerita ini lah yang terbaik
Tuhan adalah sutradara
Sekaligus produsernya
Tapi kita aktornya
Kita yang improve ceritanya
Skenario telah ditentukan
Endingnya hidup kita yang tentukan
Berjalan ke depan
Berjalan juga kebelakang
Semakin lama kita hidup
Semakin berkurang masa hidup kita
Kita g bisa memutar waktu
Kita g bisa mengulang yang terlewat
Kita g bisa merubah yang telah terjadi
Kita hanya bisa memperbaikinya
Bukan kemarin tapi saat ini
Buatlah hidupmu berguna
Buatlah sisa hidupmu berwarna
Kemarin hanyalah mimpi
Bangun dan bersiaplah
Kita hidup didunia nyata
Bukan mimpi atau maya
Bukan pula film FTV
Yang berakhir happy ending
Bukan juga drama komedi
Yang berkahir dengan canda tawa
G ada yang tau endingnya apa
G ada yang tau jalur ceritanya kemana
G ada yang tausiapa aktrisnya
Tapi percayalah kawan
Cerita ini lah yang terbaik
Tuhan adalah sutradara
Sekaligus produsernya
Tapi kita aktornya
Kita yang improve ceritanya
Skenario telah ditentukan
Endingnya hidup kita yang tentukan
Sabtu, 08 Desember 2012
Cukupkah waktu kita
Dalamnya laut bisa diukur
Dalamnya hati siapa tau
Otakpun belum tentu tau
Mulutpun enggan mengaku
Diam seolah biasa
Diam seolah datar
Senyum seolah baik-baik saja
Senyum seolah g terjadi
Menyembunyikan masalah
Berharap mampu menyelesaikan
Menyembunyikan kesedihan
Berharap mampu menemukan
Waktu adalah misteri
Beruntung kita dikasih banyak
Cukupkah waktu kita itu
Untuk mengungkap semua
Kadang semua terungkap
Saat ia telah tiada
Kadang semua terjawab
Saat semua terlambat
Apa itu yang kamu inginkan
Apa itu yang aku inginkan
Apa itu yang mereka inginkan
Apa itu yang dia inginkan
Lama kita hidup telah ditentukan
Nggak ada yang tau kapan berakhir
Jangan tinggalkan penyesalan
Jangan tinggalkan urusan belum kelar
Dalamnya hati siapa tau
Otakpun belum tentu tau
Mulutpun enggan mengaku
Diam seolah biasa
Diam seolah datar
Senyum seolah baik-baik saja
Senyum seolah g terjadi
Menyembunyikan masalah
Berharap mampu menyelesaikan
Menyembunyikan kesedihan
Berharap mampu menemukan
Waktu adalah misteri
Beruntung kita dikasih banyak
Cukupkah waktu kita itu
Untuk mengungkap semua
Kadang semua terungkap
Saat ia telah tiada
Kadang semua terjawab
Saat semua terlambat
Apa itu yang kamu inginkan
Apa itu yang aku inginkan
Apa itu yang mereka inginkan
Apa itu yang dia inginkan
Lama kita hidup telah ditentukan
Nggak ada yang tau kapan berakhir
Jangan tinggalkan penyesalan
Jangan tinggalkan urusan belum kelar
ROP semeru 3676 mdpl
Semeru 3676 mdpl
21-25 des
perlengkapan alat : carrier, kompor, nasting, gas, SB, jaket, gether, sepatu, jas hujan, headlamp, sandal. google, masker, sarung tangan
barang bawaan (bersifat masing2 trgantung style):
baju lapangan, baju ganti, sarung pantai, celana panjang. celana pendek, obat2an pribadi
Logistik : min bisa untuk hidup 4 hari 3 malam / orang (disesuaikan dana yg ada), madu/coklat/gula merah/ permen, Air min 3 botol /orang, plasti kresek besar dan kecil (50 rb klo saya), BB (20 rb)
total = 70 rb
Keuangan
motoran jogja-solo PP (bensin 20 rb)
penitipan motor = 4 x 3rb = 12 rb
tiket kereta solo-malang = 41 rb (klo blm naik) x 2 = 82 rb
angkot stasiun kotalama-arjosari = 2500 x 2 = 5 rb
angkot arjosari-tumpang = 2500 x 2 = 5 rb
jeep/truk tumpang-ranupane = 450 rb/jeep x 2 = 100 rb
total = 224 rb (belum administrasi pendakian)
21 Des
19.30 berangkat dari jogja ke solo
23.00 Kereta berangkat dari solo jebres
22 des
07.00 Kereta sampai di stasiun kotalama
07.00-10.00 perjalanan sampai basecamp
(stasiun - tumpang - ranupane)
11.00 mulai jalan
17.00 Ranu kumbolo ( ngecamp I)
23 Des
09.00 Mulai mendaki lagi
12.00 kalimati ( makan siang)
13.00 mulai jalan lagi
17.00 Arcopodo ( ngecamp II)
24 des
03.00 summit attack
08.00 turun dari puncak
10.00 arcopodo (makan, packing )
12.00 turun
18.00 ranu kumbolo ( ngecamp III)
25 Des
07.00 bangun sarapan, packing
08.00 mulai jalan
13.00 sampai basecamp
15.00 kereta berangkat dari kotalama malang
23.00 sampai solo jebres
23.30 balik ke jogja
21-25 des
perlengkapan alat : carrier, kompor, nasting, gas, SB, jaket, gether, sepatu, jas hujan, headlamp, sandal. google, masker, sarung tangan
barang bawaan (bersifat masing2 trgantung style):
baju lapangan, baju ganti, sarung pantai, celana panjang. celana pendek, obat2an pribadi
Logistik : min bisa untuk hidup 4 hari 3 malam / orang (disesuaikan dana yg ada), madu/coklat/gula merah/ permen, Air min 3 botol /orang, plasti kresek besar dan kecil (50 rb klo saya), BB (20 rb)
total = 70 rb
Keuangan
motoran jogja-solo PP (bensin 20 rb)
penitipan motor = 4 x 3rb = 12 rb
tiket kereta solo-malang = 41 rb (klo blm naik) x 2 = 82 rb
angkot stasiun kotalama-arjosari = 2500 x 2 = 5 rb
angkot arjosari-tumpang = 2500 x 2 = 5 rb
jeep/truk tumpang-ranupane = 450 rb/jeep x 2 = 100 rb
total = 224 rb (belum administrasi pendakian)
21 Des
19.30 berangkat dari jogja ke solo
23.00 Kereta berangkat dari solo jebres
22 des
07.00 Kereta sampai di stasiun kotalama
07.00-10.00 perjalanan sampai basecamp
(stasiun - tumpang - ranupane)
11.00 mulai jalan
17.00 Ranu kumbolo ( ngecamp I)
23 Des
09.00 Mulai mendaki lagi
12.00 kalimati ( makan siang)
13.00 mulai jalan lagi
17.00 Arcopodo ( ngecamp II)
24 des
03.00 summit attack
08.00 turun dari puncak
10.00 arcopodo (makan, packing )
12.00 turun
18.00 ranu kumbolo ( ngecamp III)
25 Des
07.00 bangun sarapan, packing
08.00 mulai jalan
13.00 sampai basecamp
15.00 kereta berangkat dari kotalama malang
23.00 sampai solo jebres
23.30 balik ke jogja
Puncak Kesepakatan
Tiap tetes keringat
Tiap hembusan nafas yang keluar
Tiap detik perjuangan
G akan keluar dengan percuma
Faktor usia
Faktor kebiasaan
Faktor kepribadian
Bukan halangan untuk berjuang
Kita buktikan kita mampu
Kita buktikan kita bisa
Mempertahankan yang udah ditangan
Merebut apa yang belum diraih
Ini bukan akhir kebersamaan kita
Tapi ini awal kebersamaan kita
Kelak kita akan berpisah
Hidup ditempat yang berbeda
Apa yang bisa kita lakuin saat ini
Itulah prioritas kita
Apa yang bisa kita lakuin esok hari
Itulah bahasan kita
Tawa, canda, semangat, kebodohan
Kegilaan, Makian, kata-kata bodoh
Itulah yang membuat kita saling mengingat
Itulah yang membuat kita saling mengenal
G perlu saling telfon
G perlu saling SMS
G perlu saling BBM
Saling mendoakan dalam diam
Itulah puncak kesepakatan kita
Tiap hembusan nafas yang keluar
Tiap detik perjuangan
G akan keluar dengan percuma
Faktor usia
Faktor kebiasaan
Faktor kepribadian
Bukan halangan untuk berjuang
Kita buktikan kita mampu
Kita buktikan kita bisa
Mempertahankan yang udah ditangan
Merebut apa yang belum diraih
Ini bukan akhir kebersamaan kita
Tapi ini awal kebersamaan kita
Kelak kita akan berpisah
Hidup ditempat yang berbeda
Apa yang bisa kita lakuin saat ini
Itulah prioritas kita
Apa yang bisa kita lakuin esok hari
Itulah bahasan kita
Tawa, canda, semangat, kebodohan
Kegilaan, Makian, kata-kata bodoh
Itulah yang membuat kita saling mengingat
Itulah yang membuat kita saling mengenal
G perlu saling telfon
G perlu saling SMS
G perlu saling BBM
Saling mendoakan dalam diam
Itulah puncak kesepakatan kita
Jumat, 07 Desember 2012
PATRICIA V
Tuhan menciptakan kita
Dengan 1 Hati
Dengan 1 Cinta
Itulah yang ia percaya
Ibarat bunga dimusim semi
Banyak kumbang yang mendekat
Banyak lebah yang merapat
Bisa kah dia menolak???
Terlahir dengan kepolosan
Hidup dengan kesederhanaan
Berjalan dengan keceriaan
Itulah dirinya
Tau akan arti
Tau akan makna
Tau akan akibat
Namun g bisa tuk berbuat
Mencoba bertahan selama dia mampu
Mencoba berdiri selama dia kuat
Mencoba sembunyi selama dia mau
Topeng hanya lah ciptaan manusia
Itu g akan menahanmu lama
Waktunya akan datang
Saatnya akan tiba
Siap atau tidak
Mau atau tidak
Bisa atau tidak
Dia harus memilih
Dia harus menentukan
Karena dunia terus berubah
Karena dunia terus berputar
Benar atau salah
Baik atau buruk
Bukan alasan kami tuk ninggalin dia
Pilihan adalah proses menuju hasil
Dengan 1 Hati
Dengan 1 Cinta
Itulah yang ia percaya
Ibarat bunga dimusim semi
Banyak kumbang yang mendekat
Banyak lebah yang merapat
Bisa kah dia menolak???
Terlahir dengan kepolosan
Hidup dengan kesederhanaan
Berjalan dengan keceriaan
Itulah dirinya
Tau akan arti
Tau akan makna
Tau akan akibat
Namun g bisa tuk berbuat
Mencoba bertahan selama dia mampu
Mencoba berdiri selama dia kuat
Mencoba sembunyi selama dia mau
Topeng hanya lah ciptaan manusia
Itu g akan menahanmu lama
Waktunya akan datang
Saatnya akan tiba
Siap atau tidak
Mau atau tidak
Bisa atau tidak
Dia harus memilih
Dia harus menentukan
Karena dunia terus berubah
Karena dunia terus berputar
Benar atau salah
Baik atau buruk
Bukan alasan kami tuk ninggalin dia
Pilihan adalah proses menuju hasil
Kamis, 06 Desember 2012
Sepasang Tangan
Kita bukan yang pertama
Kita bukan yang menciptakan
Kita bukan yang menemukan
Kita bukan yang memikirkan
Kita terlahir tidak sekaligus
Kita terlahir tidak bersama
Kita terlahir dengan berbeda
Kita terlahir dengan ketidak berdayaan
Sepasang tangan meraihku
Sepasang tangan mendekapku
Sepasang tangan menuntunku
Ketulusan terasa dari nadinya
Dari belum bisa berjalan
Dari belum bisa berucap
Dari belum bisa meminta
Sampai detik ini juga
Tangan itu masih setia
tapi
Saat tangan itu mendekap
Saat tangan itu meraih
Saat tangan itu menuntun
Kita seolah malu tuk menerimanya
Kenapa kita lakukan itu??
Tangan yang memberi kasih sayang
Tangan yang mengulurkan cinta kasih
Tangan yang menerima ketidakberdayaan
Tangan yang tidak mengharap balasan
Pantaskah kita melakukan itu??
Sampah adalah dia yang melupakan dari mana dia berasal
Belum terlambat tuk merubahnya
Meski tangan itu tidak selembut saat pertama kita menyentuhnya
Makasih bu
Makasih bu
Makasih bu
Untuk dulu, sekarang, esok, selamanya
Kita bukan yang menciptakan
Kita bukan yang menemukan
Kita bukan yang memikirkan
Kita terlahir tidak sekaligus
Kita terlahir tidak bersama
Kita terlahir dengan berbeda
Kita terlahir dengan ketidak berdayaan
Sepasang tangan meraihku
Sepasang tangan mendekapku
Sepasang tangan menuntunku
Ketulusan terasa dari nadinya
Dari belum bisa berjalan
Dari belum bisa berucap
Dari belum bisa meminta
Sampai detik ini juga
Tangan itu masih setia
tapi
Saat tangan itu mendekap
Saat tangan itu meraih
Saat tangan itu menuntun
Kita seolah malu tuk menerimanya
Kenapa kita lakukan itu??
Tangan yang memberi kasih sayang
Tangan yang mengulurkan cinta kasih
Tangan yang menerima ketidakberdayaan
Tangan yang tidak mengharap balasan
Pantaskah kita melakukan itu??
Sampah adalah dia yang melupakan dari mana dia berasal
Belum terlambat tuk merubahnya
Meski tangan itu tidak selembut saat pertama kita menyentuhnya
Makasih bu
Makasih bu
Makasih bu
Untuk dulu, sekarang, esok, selamanya
Rabu, 05 Desember 2012
Mereka butuh kita
Ego adalah bagian dari hati
Nafsu adalah potongan pikiran
Serakah adalah serpihan tabiat
Itulahyang ada dalam diri kita
Kita terlena akan keadaan
Kita terbuai dalam kesenangan
Ingatkah kita dengan sekitar??
Ingatkah kita dengan mereka??
Senyum yang telah hilang
Keceriaan yang telah padam
Canda yang kian sirna
Yang tersisa hanya bekas
Masihkah mata ini melihat
Masihkah telinga ini mendengar
Masihkah hati ini merasakan
Gengsikah kita tuk mengakui
Kebahagian yang kita rasakan
Kesenangan yang kita dapatkan
Sebagian adalah milik mereka
Sebagian karena mereka
Bayangkan dan Rasakan
Mereka tersenyum saat melihat pelangi
Riuh suara canda manja mereka
Satu kata terucap dari bibirnya
"makasih" dan menatap ke arah kita
Jangan terlalu mencari teori untuk mereka
Sedikit bukti nyata jauh lebih bermakna
Sedikit rangkulan lebih menghangatkan
Sedikit senyum lebih mencerahkan
"Thanks buat semua yang merelakan waktu, tenaga, keluarga untuk mereka yang membutuhkan kita"
Hari Relawan Sedunia 5 Desember 2012
Nafsu adalah potongan pikiran
Serakah adalah serpihan tabiat
Itulahyang ada dalam diri kita
Kita terlena akan keadaan
Kita terbuai dalam kesenangan
Ingatkah kita dengan sekitar??
Ingatkah kita dengan mereka??
Senyum yang telah hilang
Keceriaan yang telah padam
Canda yang kian sirna
Yang tersisa hanya bekas
Masihkah mata ini melihat
Masihkah telinga ini mendengar
Masihkah hati ini merasakan
Gengsikah kita tuk mengakui
Kebahagian yang kita rasakan
Kesenangan yang kita dapatkan
Sebagian adalah milik mereka
Sebagian karena mereka
Bayangkan dan Rasakan
Mereka tersenyum saat melihat pelangi
Riuh suara canda manja mereka
Satu kata terucap dari bibirnya
"makasih" dan menatap ke arah kita
Jangan terlalu mencari teori untuk mereka
Sedikit bukti nyata jauh lebih bermakna
Sedikit rangkulan lebih menghangatkan
Sedikit senyum lebih mencerahkan
"Thanks buat semua yang merelakan waktu, tenaga, keluarga untuk mereka yang membutuhkan kita"
Hari Relawan Sedunia 5 Desember 2012
Senin, 03 Desember 2012
Merenung
Batu dengan kerasnya
Air dengan bentuknya
Angin dengan hembusannya
Pasir dengan ukurannya
Elemen tercipta dengan karakternya
Memiliki keunggulan
Memiliki kekurangan
Jika saling dibandingkan
Saling melengkapi
Saling memenuhi
Jika saling bersama
Tercipta untuk sesuatu
Terbentuk karena sesuatu
Terlahir bukan untuk sendiri
Sadarkah kita?
Kita terlalu arogan
Kita terlalu gengsi
Untuk mengakui
Untuk mengatakan
"aku butuh orang lain"
Tanpa orang lain
Kita bukan siapa-siapa
Kita bukan apa-apa
Apa lagi yg bisa dibanggakan?
Langganan:
Postingan (Atom)





