Terlalu banyak wacana juga tak akan menuju sebuah rencana
Rencanakan apa yang telah diwacanakan
Bukan lagi mewacanakan hal yang akan direncanakan
Sebuah radio yang kau putar berulang kali
Sebuah kisah lama yang tak mungkin kembali
Sebauh alibi untuk pembenaran diri
Menganggap kami adalah orang jahatnya
Aku mendapatkan yang kuinginkan
Aku mendapat yang kuperlukan
Bukan dari pemberian orang tua
Bukan juga belas kasian orang lain
Dari tiap keringat yang dikeluarkan
Dari tiap kata yang diucapkan
Dari tiap sikap yang ditunjukkan
Bukti dari apa yang dikatakanlah yang menjadi ukuran
Sebesar apapun kita berbicara
Just nothing jika hanya bersembunyi dalam lisan
Apalah guna semua itu jika hanya dipendam sendiri
Menyalahkan keadaan dan membenarkan diri tanpa koreksi
Saat semua menjadi tak berarti
Jangan merasa menjadi bagian yang penting
Ada tidak adanya diri tetap semua masih berjalan
Berjalan dengan semestinya bukan seharusnya (versi manusia)
Belajarlah memberikan yang terbaik
Upayakan yang bisa kita berikan untuk sebuah moment yang ada
Moment tak akan terulang sekalipun kita mengulanginya
Moment datang diwaktu yang tepat
Batasan yang dulu kita buat sebagai jembatan
Sekarang berdiri menatang dengan kesombongannya
Jauh lebih tinggi dari yang seharusnya
Jauh lebih arogan dari yang semestinya
Sudah tak layak lagi berbicara soal hak
Karena tak ada kewajiban yang terlaksanakan
Tak ada kebenaran selain cerita karangan
Tak lebih dari pelarian untuk sebuah ketidakwarasan
"Semua mulai tumpul saat tak lagi digunakan.
Begitupun dengan lisan yang tak pernah diasah untuk kebenaran
tanpa ada embel-embel kepentingan pribadi"