Kamis, 27 Desember 2012

3676 mdpl (part 2)

Malam itu,,,,
Suara gemuruh kereta menyadarkanku, bahwa waktu itu cepat dan tak akan mundur. Semua orang mengangkat tas bawaan dan bersiap naik, ntah apa yang maish membuatku menoleh kebelakang???

22-12-2012
Dini hari (Didalam kereta MATARMAJA)
Mencari tempat duduk sesuai tiket, sama dengan mencari tempat yang telah ditentukan. Kita lahir sudah karena ketentuan namun bukan berarti kita pasrah dengan keadaannya. Masih dengan problem yang sama, semalaman terfikir apa yang aku lakukan itu benar??? Berharap ada sedikit pencerahan dari langit malam yang terlintas disela-sela kaca jendela kereta api. Malam ini bulan muncul setengah, Angin g dingin seperti biasanya, Orang-orang mulai terlelap, Aku masih dengan kertas pena yang sengaja ku bawa di setiap perjalananku.

Cahaya Bulan Menusukku
Dengan ribuan pertanyaan
Yang takkan pernah kutau
Dimana jawaban itu (erros feat okta)

Lirik lagu yang terus berputar di playlist otak aku, berharap ada yang mengerti ke galauanku saat itu. Waktu terus berlalu seiring stasiun yang dilewati, sampai sang pagipun mulai menyapa dengan rasa hangat yang menyenggol badan ini untuk melihatnya datang.

05.00
Langitpun mualai murabah settingan warnanya, semua mulai terlihat jelas. Hamparan sawah yang luas, tanah basah bekas disiram hujan, orang-orang yang hendak pergi mencari nafkah. Berharap menjadi awal yang baik tuk hari ini, dengan mengucapkan bismillah kucoba mulai mengetik sms tuk ibu. "Bu, aku mau pamit. ada acara diluar kampus sekitar 5 hari dari 22-25. jadi mohon doa restunya" send message---> dag dig dug dihati mulai berdentang saat hp mulai berbunyi khas NOKIA TONE, :"yogi mau kemana??" singkat dan cepat dibalasnya. "Malang" jawabku. Dan saat itu sinyal mulai aneh dan g ada suara hp berbunyi tuk kedua kalinya. Hanya bisa berharap g ada keraguan lagi untuk terus berjalan dan g ada alasan untuk kembali sebelum waktu yang ditentukan.

07.45 (Stasiun Malang Kota Baru)
Untuk pertama kalinya kaki menapak di kota malang, jawa timur. Suasana yang berbeda, berasa asing dikota orang karena mang hanya beruda turun dari kereta karena rombongan yang lain tuh banyak orang e. Langsung cari angkot yang ke tumpang karena tempat taransit berikutnya ada disana. Hanya dengan gabung dengan rombongan lain agar dapat lebih terjangkau tarifnya, begitulah nasib pendaki yang cuma sedikit orangnya. Berat diongkos ceritanya nih, tapi ya sudahlah demi apa wes yang penting sampe tempat tujuan karena merasa ada yang menunggu disana. 15 menit mencari akhirnya dapat juga angkot tuk ke sana

09.00 (Terminal Tumpang)
Ternyata butuh satu jam untuk sampai sini meski nih angkot sudah pake jalur tidak resmi. Keliatan dari jalur tikus yang dilewati dan tidak adanya traffic light. G banyak yang bisa dibahas selama didalam angkot karena mang kita berdua dan mereka banyak jadi ya sebatas kenalan dan sisanya diem deh hehehhee.
Di tumpang baru sadar bahwa belum menyiapkan persyaratan sedikitpun karena mang ternyata saya lupa hehehhee panik nih sudah ceritanya. Persyaratannya tuh Surat Sehat terus foto copy KTP sama Materai 6000, ya udah langsung cari Surat Sehat dan untung ada calo yang sengaja menunggu disana jadi Surat Sehat aman. Foto copy KTP malah mati lampu nah lho terpaksa ninggalin KTP ntar nih *diotak lagi ngebayangin. Materai lagi nih buat pernyataan kalau cuma akan mendaki samapi Pos Kalimati dan jika melanggar resiko tanggung sendiri. (Merinding sih dengernya tp mau gimana lagi coba udah sampai sini). Anggap syarat beres terus nyari kendaraan buat ke basecamp karena mang medan khusus jadi butuh mobil khusus nih ceritanya

Mobil Jeep 4x4 WD dengan waktu tempuh 2 sampai 3 jam karena tracknya yang lumayan. Jalan menuju basecamp menjadi satu dengan ke bromo namun nantinya akan berpisah dipersimpangan diatas, jadi kalian bisa me;ihat gunung bromo dari semreu namun tidak sebaliknya hehehhee. Sepanjang jalan mata nih di manjakan dengan rumah warga dengan kebun apelnya di pekarangan rumah dan padang sabana di lereng gunung bromo yg kata teman aku mirip bukit TE:LETUBIES (klo masih ingat makhluk 4 yg g jelas bentuknya ituh)


Itu adalah sisi lain dari gunung bromo, makanya berbeda dengan apa yang teman2 sering lihat di film FTV di SCTV atau di RCTI bagi pecinta sinetron. Tapi tetap g kalah indah kok ciyus deh teman-teman.

12.00
Akhirnya sampai juga di Basecamp Ranu  Pani yang ternyata sudah masuk Kab. Lumajang dan bukan lagi masuk Kab. Malang. Pengurusan administrasi pun dimulai, style pndakian mulai di setting dengan assesoris masing-masing.

Masih teringat jelas saat pihak TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) mengatakan kami PENCURI. Dengan lantang dia mengejas "KALIAN MAU MUNCAK KAN?", suara lirih kami menjawab "insyaallah iya pak". Jadilah pencuri yang pintar, jangan maen ego biar g hilang seperti pendaki sebelumnya. Kuncinya itu kalian jangan sombong, kerja team, jangan dahulukan ego. Memang tidak direkomendasikan untuk ke puncak dalam kondisi cuaca yang tidak diprediksi seperti saat ini dan hanya diperbolehkan sampai ke Pos Kalimati itulah Surat Pernyataan yang kami harus tanda tangani dengan materai 6000 agar pihak TNBTS tidak dianggap lalai dan sebagai bukti bahwa telah mengingatkan para pendaki yang nekad berangkat.

Di part berikutnya perjalanan dimulai, g ada yang ditutupi dan g ada yang dibuat-buat. Aku hanya ingin berbagi atas apa yang aku alami karena ini cara aku membuka mata kalian bahwa kalian telah di borgol dengan sistem yang membuat kalian seperti ROBOT

- to bo continued -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar