Saya bukan Penggiat Alam Bebas karena saya belum bisa melakukan apapun untuk menjaga alam
Saya hanya Pendaki gunung karena saya bukan orang munafik
Yang tidak mengatakan bahwa saya tidak ikut menyumbang atas rusaknya alam ini (Monyet Gunung)
22-12-2012
13.00 (Basecamp Ranu Pani)
Sebelum dimulai alangkah baiknya kita kenalan dulu. Dari kiri ke kanan itu ada saya (farmasi UII 2009), Ari (Teknik Mesin UII 2010), Alip (Tekhnik Informasi ITS 2010), Deny ( ITS), Taufiq ( S2 Farmasi UGM). Kami bertemu di pasar tumpang dan gabung rombongan karena memang saya ma ari g pada bawa materai dan syarat-syarat lainnya. Jadi gabung rombongan agar dimudahin aja administrasinya, kan dilarang naik kalo tidak rombongan. "RITUAL KECIL" sebelum berangkat itu wajib, kita datang ber 5, kita naik ber 5, dan kita turun harus ber 5 juga. Berdoa meminta perlindungan, niat tulus dan hanya untuk menikmati anugrah Tuhan. Harapannya sih sampai puncak namun karena hanya diperbolehkan sampai pos Kalimati jadi sisanya yah faktor cuaca dan kehendak Tuhan aja sih.
Langkah pertama langsung disambut dengan hujan, type hujan di ON kan karena hujan bukan halangan untuk tidak melanjutkan perjalanan. Jalan dimulai dari jalan aspal sekitar 1 km dan berubah menjadi jalan masuk ke hutan tapi di paving sampai pos 2. Jarak Pos 1 ke Pos 2 sekitar 4 km yang ditempuh selama 2 jam perjalanan dan itupun dengan derasnya hujan jadi memperlambat langkah kami.
15.00 (Pos 1)
Hampir semua yang menempel dibadan tuh basah semua, mana Pos 1 nya penuh dengan pendaki lain karena mang yang naik itu banyak sekitar 100 orang sudah terhitung dari tadi pagi. Mencoba menghangatkan diri seadanya dan berharap itu hujan cepat kelar. Baru aja jalan udah ada yang bisikin di kuping, " bang, kita turun kapan bang??? aku rabu pagi responsi e bang!!" Waduh dalam hati nih critanya "naik aja belum kok udah mikir naik", kalo ada sinyal mau update status aku kemarin sayang g ada sinyal mas mbak bro. Tapi yo weslah mungkin memang ini di ujilah ditiap langkah kami berjalan, sebungkus coki-coki cukup memberikan refleksi otak dan sedikit nambah energi. Sebatang rokok kretek sudah habis dan kita putuskan untuk lanjut lagi meski nih hujan masih tetap setia nongkrongin kita semua dan itu semua g akan merubah ROP yang sudah dibikin, Kecuali Tuhan berkata lain nantinya
16.15 (Pos 2)
Jarak pos 1 ke pos 2 memang lebih dekat sekitar setengah jrak dari basecamp ke pos 1. Dipos 2 cuma ngehabisin sebatang coki-coki aja dan tumben saya makan coklat hehehehhe. Masih dengan pikiran yang sama namun badan udah dingin beud karena busana saya basah. G berani lama-lama karena matahari udah g berasa idung dimana jadi langsung jalan aja biar g tambah dingin plus cepat sampai ranu kumbolonya hehehhe
17.30 (Pos 3)
Shelternya udah ambruk ntar karena apaan jadi terakhir ngelihat ujung badan dari matahari ya disini. G banyak yang bisa diceritakan selain hujan yang setia banget temenin kami jalan nih. Masih terus berjalan aja nih yang bisa aku cerita sambil berharap melihat sosok ranu kumbolo yang cantik karena pas bulan lagi baek, jadi muncul dia bareng cahaya bulan. Ternyata jauh juga ituh danau yang letaknya dibalik beberapa bukit dan ditengah-tengah lembah. Meter demi meter dilalui dengan berharap mendengar suara riuh para pendaki yang sudah sampai ranu kumbolo duluan, ranu kumbolo mirip perkampungan pendaki. Dari jauh sudah terlihat rame dengan lampu emergency dan perapian disekitar tenda mereka. Kelihatannya dekat ternyata jauh juga e karena kita harus muterin itu danau mirip-mirip thawaf lah klo g salah namanya. Dan akhirnya kamipun menyentuh ranu kumbolo tuk pertama kalianya dimalam itu setelah jalan yang panjang.
20.00 (Pos 4 Ranu Kumbolo)
Hal pertama yang dilakukan orang saat melihat air banyak pasti nyemplung, begitu juga saya. Sampe disana langsung nyemplung deh meski sebatas lutut kebawah karena sepatu udah berlumpur jadi langsung bersih-bersih deh. Bersih-bersih udah, dirikan tenda langsung bikin makan malam karena terkahir makan tuh pagi waktu sebelum naik jeep.
Seperti inilah ranu kumbolo malam itu, tenda berbagai ukuran telah merapati bibir danau dengan harapan esok pagi dapat sunrise sempurna di ranu kumbolo. Setelah Carrier dilepas baru sadar ternyata pundak saya memar yang sebelah kiri hehhee dan sepertinya masih berasa merinding sampe sekarang. Selamat beristirahat di ranu kumbolo yang cantik dan pasti esok akan lebih baik. Dan percayalah Habis hujan tuh pasti ada pelangi, habis keguyur hujan dikasih pemandangan cantik
- to be continue -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar