Selasa, 18 Desember 2012

Alasan Saya Sederhana

Mendaki gunung bukanlah sebuah hobi yang murah. Dibutuhkan panggilan jiwa dan suara dari hati. Bukan karena film atau dapatin foto ditempat yang keren. Kalo saya sorotin banyak yang menjadi pendaki dadakan karena habis nonton film "5 cm". Ciyus kok beneran deh sumpah. Bayangin aja orang habis ngomong keren terus pingin apa namanya klo bukan LATAH, butuh lebih dari sekedar pingen.

Semeru memang indah meski tanpa efek kamera dari film "5 cm" sekalipun. Tiap meter perjalananya bisa ninggalin moment yang berharga, bukan cuma semeru tapi SEMUA GUNUNG memiliki ciri khas yang berbeda dan memiliki tingkat moment yang sama sama istimewa.

Ntah sejak kapan ini jiwa terpanggil
Ntah sejak kapan hati ini jatuh cinta
Sosok yang membuat diri ini bersyukur
Kaki ini ingin terus mencapai tempat kediamanmu
Pendakian pertama di gunung merbabu 3142 mdpl

 PendakianGunung Lawu 3245 mdpl
 
Dari yang bisa dijangkau 
Sampai yang belum bisa dijangkau
Bukan karena tidak mau
Namun belum diijinkan untuk pergi 
Dan belum di kehendaki untuk berangkat
 Pendakian Gunung Sumbing 3371 mdpl

 




Terlahir rendah itu takdir
Mati diketinggian itu pilihan
Pergi untuk bersyukur
Bukan untuk membusungkan dada


 Pendakian Gunung Slamet 3428 mdpl



 Pendakian Gunung Rinjani 3726 mdpl

 

Begitu rendah kita dimata Sang Pencipta
Apa yang pantas kita banggakan??
 
 Pendakian Gunung Sindoro 3145 mdpl


Manusia merupakan tipikal makhluk yang tidak pernah puas, terus dan terus mencari. Kalau satu suda dipenuhi pasti minta yang lain. Dikasih Hati minta Jantung, dikasih Jantung minta Paru-Paru dan akan begitu setreusnya sampai g ada yang bisa diminta lagi. Tapi itu g salah kok jika yang diminta adalah yang baik dan membuatnya terus menjadi lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar