Selasa, 25 Desember 2012

3676 mdpl (part 1)

Alhamdulillah puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas Ridho dan hidayah Nya saya dapat kembali mewujudkan mimpi sebagai seorang makhluk yang dibekali sebuah mimpi. Tak lupa Sholawat serta salam saya junjung untuk Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan jalur kemerdekaan untuk setipa umatnya.

Thanks to : Kedua orang tua yang selalu mendoakan apapun yang saya lakukan, Bang Arifin yang berkenan meminjamkan alat-alatnya, Bangkit dan Riko yang bersedia menjamin transportasi, Ichwan dan Nyonya Tuti yang membekali kamera sehingga banyak view dan moment terdokumentasi dengan baik. Bunda edny yang mendoakan selalu dan si Ndut yang selalu nanya posisi.

Gunung semeru yang memiliki 7 danau, 4 danau yang tersembunyi, ranu kumbolo dengan ke eksotisannya, jalur yang panjang dan memukau, Oro-oro ombo yang luas dengan padang lafender dan sabananya, puncak Mahameru tempat abadi para dewa. Mimpi ebelum lulus kuliah ya harus ke Rinjani dan semeru, alhamdulillah sudah kesampaian semuanya dan sekarang saatnya saya bercerita untuk perjalanan yang barusan dilalui dan mumpung masih anget nih

21-12-2012
Hanya tinggal menunggu dalam hitungan jam untuk mulai perjalanan. Sebenarnya 30 hari sebelum tangggal ini tuh ada sebuah jawaban yang saya tunggu, "eits" bukan apa2 lho cuma jawaban antara mau move on apa nggak. Mungkin memang g sesederhana milih karena merubah secara total, tapi min ada tindakan kecil mau berubah saja itu udah diluar harapan. Manusia sebenarnya bisa merubah banyak hal dengan tinggal mau gerak aja, sisanya juga ngikut.
Bermula dari nyari teman tuk perjalanan ternyata ada 1 orang anak UGM masih Studi di Pasca Sarjana Farmasi. Ngeliat dia tuh mirip banget seperti saya di pendakian sebelumnya yang cuma sendiri, jadi tau banget lah apa yang dia rasakan dan perjuangannya seperti apa. Thanks buat Rinjani yang sudah memberikan pelajaran ini sebelumnya, jadi ya karena saya tau rasanya so janganlah terjadi sama yang lain kalau bisa.

20.30
Perjalanan pun dimulai dari kost ke stasiun solojebres, karena keretanya (MATARMAJA) g lewat jogja jadi ya ke solojebres. Kereta ekonomi ke malang, biasa kan anak kost cari yang ekonomi sesuai kantong nah. Ntah perasaan apa inih, merasa ada yang menunggu disana meski g bisa dan sulit untuk dijelaskan secara nyata. Memang sih ada yang belum bisa berubah dan semua akan terlihat saat tiba waktunya

22.30
Sampai di stasiun solojebres, langsung makan di angkringan depan stasiun karena mang belum pada makan. Dan sayangnya saya lupa kalau besoknya (25-12) adalah hari IBU, anak macam apa saya nih, udah g pamitan malah bakal ngehilang 4 hari. Sumpah tekanan batin jadi buat kalian semua, kemanapun mau pergi saya REKOMENDASI untuk pamitan karena saya sudah sering pergi g pamit tuh ngeganjel lho. Sambil menunggu kereta datang jam 00.45 dini hari ya bisalah nulis2 dikit dikertas yang sengaja dibawa tuk mendokumentasikan setiap moment yang terjadi. Kebayang-bayang terus sosok Ibu yang ditinggal tanpa pamit (bukan karena hari IBU besoknya lho yah),

25-12-2012
00.45
Suara gemuruh kereta dari kejauhan mulai terdengar dan waktu yang memaksaku untuk melangkah pergi. Belum siap sebenarnya karena rasa bersalah telah menyembunyikan diri dari ibu. Ibu yang melahirkan kita dan kenapa kita harus pergi menjauh dan seolah bersembunyi darinya???

- to be continued -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar