Saat semua telah lewat
Saat semua tak bisa kembali
Hanya bisa dilihat
Hanya bisa diratapi
Penyesalan memang ada diakhir
Agar kita mengenal resiko
Berteman dengan rasa sakit
Bersahabat dengan rasa kecewa
Karna tak semua akan sesuai
Karna tak semua akan sama
Sukai apa yang tidak disukai
Terima apa yang tidak bisa di terima
# Saat ku sendiri, menikmati makanan dan cemilan yang ku beli sendiri. Tak peduli dengan orang lain, aku hanya ingin santai disana. Sebuah spot dipojok yang dapat melihat ke segala arah lingkungan kampus, berharap menemukan sosok yang bisa digambarkan. Hobi ku adalah mengembangkan sebuah pernyataan dan menulisnya dalam secarik kertas. Kalo kata orang itu namanya REMAH ROTI, dan mengungkap semua dalam kertas itu. Terkadang aku lebih menghargai benda mati seperti kertas dari pada seonggok daging yang bernama manusia karena apa??
Kertas mampu mendengarkan keluhan kita hingga akhir tanpa pernah mau tau urusan kita. Sedangkan manusia hanya mau tau urusan kita tapi g bisa mendengarkan keluhan kita hingga akhir
Mungkin pernyataan ini bersifat subyektif tapi inilah alasan aku tak mudah percaya dengan orang lain kecuali mereka yang bisa memberikan feedback positif. Seseorang akan memperlakukan kita sesuai dengan kita memperlakukannya tapi jika kita memperlakukannya baik dan dia memperlakukan kita tidak baik yo buang aja jauh-jauh.
" Gimana caranya ngomong yang enak??" sms masuk dari no tanpa nama meski ku tau itu no siapa
" Ngomong apa dulu nih?" balas ku singkat, membuyarkan semua lamunanku
" Apa harus ada yang pergi saat yang lain datang??" katanya
" Kalo ada pertemuan pasti ada perpisahan tapi kalo yang itu tergantung soal apa dulu?" berlaga g tau
" Hmmm, masa ndak tau!!! kau tuh tau sebenarnya" ujarnya
" Ya g harus sih, cuma pasti akan ada yang sakit atas ketidakadilan dari keadaan" jawabku
" Aku masih bisa baik kok pada keduanya" jawabnya
" Tak semudah itu sodari, buat kamu mungkin adil tapi untuk dia itu belum tentu adil lho" kataku
" Kenapa harus terjadi?? g bisa kah semua kembali normal?" tanya nya
" Bisa, tapi g senormal sebelumnya. Ibarat sebuah kayu yang ditancap paku pasti akan ada bekasnya" jawabku
" Terus aku harus gimana?" tanyanya
" Kau sih g pernah bisa bilang TIDAK, terjebak kan dalam kondisi yang tak pernah kau inginkan"
" Kalo dari aku sih ya tentuin pilihan aja sih karena memang pasti akan ada yang sakit, ntah itu kamu atau mereka atau kalian semua malah nantinya"
Ku harap dia tak pernah tau, aku tak ingin merusak semua yang telah ku jaga sampe saat ini.
Sehari sebelumnya...
# Via bingung menghadapi Dani yang tiba-tiba mengungkapkan perasaannya pada Via. Dani adalah teman Via dan sering bersama karena memang kuliah ditempat yang sama, mungkin dari situlah benih itu muncul. Via baik dengan semuanya hingga pada orang yang tak dikenalnya, bukan salah Dani juga menyukainya karena kebaikannya dan Dani mengartikan dengan rasa yang lain yang ia definisikan SUKA. Padahal Via menyukai orang lain dan sembunyi dari dunia atas apa yang ia jalani, hingga membuat Dani memiliki peluang tuk mendapatkannya. Disinilah letak semua masalah itu datang,
Jika kau menyembunyikan siapa pemilikmu
Maka akan banyak yang datang padamu
Bukan salah yang datang
Bukan salah yang disembunyikan
Semua ada resikonya
Semua ada solusi
Terbaik bukan berarti tak sakit
Terburuk bukan berarti tak bisa
Semua bukan maksudmu
Semua bukan keinginanmu
Tapi semua karenamu
Pilihan yang kau pilih
# Via tak ingin menyakiti mereka yang baik padanya, mereka juga kan banyak berinteraksi selama dikuliah nantinya. Disatu sisi ingin mereka bisa bersikap seperti biasa, disisi lain ingin memberikan yang terbaik pada salah satunya karena emang Via menyukainya dan Via ingin itu berjalan beriringan. Ntah hingga kapan keyakinanya akan bisa bertahan dan bisa diterapin.
Saat apa yang diyakini tak lagi benar
Saat yang dipercaya tak lagi sama
Sikap apa yang ditentukan
Pilihan apa yang diterapkan
-bersambung-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar