Selasa, 02 April 2013

VIA namanya

"Apa kau pernah merasa sendiri dalam keramaian?" ia bertanya padaku
"Pernah" sambil mengangguk "kenapa emang??" tanyaku balik
"Gak pa pa, aku hanya merasa kesepian akhir-akhir ini" jelasnya ragu

Namanya Via, ia gadis dengan perawakan manis, ceria, hiperaktif dan suka menolong karena ia memang gadis yang baik. Aku Maky ntah nama apa yang diberikan orang tuaku hingga terkesan sedikit lain daripada umumnya orang-orang memiliki nama. Via adalah gadis yang suka menutupi kesedihannya dengan senyum dan tingkahnya yang mampu menipu semua orang hingga tak ada yang tau bahwa Via sedang bersedih. Aku dan anak-anak lainnya yang meski belum lama kenal dengannya namun kami tau apa yang ia rasakan. Mungkin karena kami memang terlahir lebih dahulu sehingga lebih berpengalaman dalam urusan menipu diri.

# Siang itu memang matahari lagi bermalas-malasan sehingga enggan mengeluarkan teriknya. Suasana menjadi teduh karena sang awan juga berpihak pada kami tuk menutupi matahari yang malas menyinari dunia. Aku dan anak-anak lain masih ditempat biasa kami nongkrong, meja semen bulat dengan beberapa tempat duduk rendah yang mengelilinginya. Gurauan dan sedikit ulasan agenda yang wajib dibahas karena hobi kita adalah nongkrong dan kumpul-kumpul meski aku sadar bahwa situasi ini tak akan lama lagi bertahan. Ini sudah mendekati tahun-tahun akhir buat kami meski kami belum menginginkan semua itu.

Waktu mengarahkan kita bersama
Waktu yang sama juga menggiring kita berpisah
Sekedar menumpang
Sejenak terdiam

# "G terasa ya, sudah tua kita dikampus" ujar Reno membuka forum hari itu serta membuyarkan lamunanku juga
"Hmmmm, mana da, aku masih muda cuma memang g terasa udah 3 tahun kita disini" jawab Beni
"Dan bentar lagi kita lulus dan berjuang sesuai keyakinan masing-masing" ujaar Reno lagi
" Hheheheh, waktu tak kan berasa lama jika kita menerimanya" aku mencoba menguasai alur forum
"HMM, " celetuk Beni dan Reno
Makin siang makin banyak yang berkumpul karena jam kuliah terakhir sebelum makan siang telah habis. Jadi memang makan siang bersama adalah bagian dari rutinitas dikampus bagi hari itu, dan ntah kenapa banyak hal yang ku pikirkan hingga harus mengabaikan mereka yang berforum di dekatku. Lagi mencoba menemukan maksud semua ini tiba-tiba Hp sejuta umatku bergetar karena memang jarang ku perdengarkan nada nya. Sebuah SMS singkat "kau dimana?" aku mengenal bentuk tulisan ini meski aku tak tahu siapa pengirimnya. "Dikantin sama anak-anak. kenapa?" balas ku singkat. "Ya udah gpp" balasnya singkat. 

# Aku tau itu nomor Via meski aku tak pernah menyimpan nomornya dan dari cara menulisnya juga benar. Apa yang ia rasakan hingga aku pun ikut merasakannya? Perasaan ini begitu aneh dan abstrak mencoba menelaah lebih lanjut dan gagal. "WOOOOOOOOOOOOOOOOYYYYYYYYYYYYYYYY SMS dari siapa sih sampe mlongo gitu" kata seorang temanku. Oh, nggak cuma kaget aja da bukan dari siapa-siapa kok. 

Mereka adalah orang yang tidak KEPO
Namun mau mendengar hingga akhir
Mereka bukan seorang rentenir
Takkan bertanya jika tak ingin bercerita

Tak ada yang kita tutupi
Berbagi sama rasa
Suka duka dihadapi bersama
Resiko kita tanggung bersama

# Mereka bukan orang yang bodoh, mereka akan tau meski tak perlu dikasih tau. Mereka bisa menjelaskan meski tak diberi bahan, dan mereka mampu menguasai keadaan meski tak diminta. Hari ini hanya dihabiskan untuk mengerti apa yang ku rasa, arti sebuah lamunan dan kegelisahan yang tak ada penyebab.

-bersambung-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar