Saat semua menjadi seolah di DIKTE
Kemanakah sebuah kebebasan berfikir
Disinilah semua seolah dimatikan
Atau di non-aktifkan untuk beberapa waktu
Saat dimana kita telah mengetahui akan mendapatkannya
Apakah masih tersisa sebuah usaha untuk mengusahakannya
Apakah masih akan membuang waktu untuk memperjuangkannya
Hampir tak ada lagi yang bisa diupayakan
Lelah
Capek
Jenuh
Engkau bukan satu-satunya
Hindari mengistimewakan diri
Dengan mencari pembenaran atas sebuah kejadian
Hadapi dan akui semuanya menjadi sebuah pengakuan
Kelemahan manusia adalah mengakui kalao dia salah
Manusia tercipta dari tanah
Dengan berbagai macam unsur yang bersatu didalamnya
Air yang membuatnya mengalir
Udara yang membuatnya mampu bebas
Jangan pernah membandingkan yang dirasa
Jangan pernah memaksakan untuk merasa hal yang sama
Meski dengan bentuk dan kejadian yang sama
Semua bukan sebuah hal yang sama untuk dirasa
Bukan lagi tentang melupakan
Karena masa lalu adalah alasan kita ada di masa sekarang
Melepas dengan rela tanpa pernah mengungkit
Karena kebahagiaan saat ini sbanding dengan rasa sakit kemarin
Hidup ini singkat dan jangan buang-buang percuma
Memaksakan keinginan tak akan membuat kita berkembang
Bukan untuk menyia-nyiakan insting dan maksud hati
Sedikit rasional dan nyata dalam memandang segalanya
Aku masih menolak tunduk pada siapapun
Aku menerima karena memang ada tanggung jawab yang dititipkan
Bukan lagi sekedar melunturkan kewajiban
Tapi sejauh mana semua itu masih dalam kondisi normal
Menolak adalah keinginanku
Rasa tak seirama dan selaras dengan perasaan
Saat celah kepalsuan mulai terbuka
Disitulah hanya ada pilihan yang telah ditetapkan untuk digunakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar