Masih jelas terasa dipikiran kita semua
Terutama aku dia dan mereka
Yang berinteraksi secara langsung dikala itu
Saat dimana kita yang tak pernah bertemu dipertemukan
Dia yang tak pernah tau akan bertemu siapa
Aku yang tak pernah tau mengantar siapa
Dan mereka yang tak pernah tau akan bersama siapa
Yang kami tau hanyalah semua harus dijalani
Besar dijalan membuatku sadar
Rumah itu kecil sekalipun itu istana
Rumah tempat kita kembali
Bukan tempat kita pergi (bacanya dituju)
Apa yang kita dapat dirumah
Hanyalah pesan untuk bertahan diluar sana
Apa yang tak kita dapatkan dirumah
Berupa berbagai macam bentuk kebutuhan hidup
Kita tak akan berkembang jika hanya dirumah
Kita tak akan mengerti jika hanya disana
Tak ada yang bisa diukur
Tak ada yang bisa dibanggakan
Rumah bukan sebuah pembatas
Rumah bukan sebuah penjara
Rumah bukan sebuah gua
Rumah adalah tempat terbuka
Tempat dimana kita bisa melakukan apapun
Tempat dimana kita bisa mengekspresikan apa saja
Tanpa ada yang membatasi dan menyabotase
Tanpa ada yang mencibir dan memandang rendah
Apa yang membentuk dirimu
Adalah apa yang diberikan rumahmu
Segitulah bekalmu dan segitulah persiapanmu
Sisanya hanya tinggal dibeli (bacanya didapatkan) sambil jalan
Jika ada yang bilang bahwa dunia ini selebar daun kelor
Hanya orang yang tak ingin kemana-mana yang berkata demikian
Dunia ini begitu luas hingga mata tak akan sampai melihat ujungnya
Dunia ini begitu misteri hingga ada sejarah dan ramalan
Menjadi tidak peka itu takdir
Tapi menjadi tidak peduli itu pilihan
Aku memang tidak peka
Bukan berarti aku juga tidak peduli
Jangan tanya soal cara bicara
Jangan ungkit soal cara bersikap
Jangan pertanyakan apa itu benar atau tidak
Tentukan sendiri jawabnnya
Apa yang ditulis terkadang bukan apa yang dirasakan
Hanya mengalirkan apa yang tersumbat
Hanya menyampaikan yang diinginkan
Hanya sekedar menjalankan takdir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar