Kamis, 12 Desember 2013

Jangan Tanya Kenapa (Lagi)

Kamu mau meninggalkanku apa kamu minta aku pergi
Pertanyaan yang tak terjawab tapi tak boleh ditanyakan

Segelas kupi alfabet panas dan serepnya
Sebatang rokok jalang dan wadahnya
Segenap fasilitas online yang gratis
Suasana damai tanpa kebisingan kota

Bersiap membuang semua sampah yang tak berguna
Berharap pemulung jadi kayak saat mentari terbit esok
Hingga ia tak perlu memungut semua sampahku
Ia pun tak perlu berebut rejeki dengan waktu

Bukan tentang siapa yang datang
Bukan juga tentang siapa yang pergi
Bukan tentang siapa yang bertahan
Bukan juga tentang siapa yang menyerah

Semua hanyalah trik Tuhan
Semua bagian dari kejutan yang disiapka
Semua telah digariskan
Semua telah direlakan

Kita tak pernah punya alasan untuk datang
Kita juga tak punya jawaban untuk pergi
Kita hanya punya pilihan 
Untuk bertahan atau menyerah

Kita tak bisa memilih keduanya
Kita tak bisa menjalaninya bersamaan
Bertahan untuk menyerah dengan keadaan
Menyerah untuk bertahan dalam pilihan

Jangan serakah dan tamak saudaraku
Pilihlah satu dan lepaskan satu
Karena pilihan satunya ada untuk orang lain
Ia juga berhak atas pilihan yang diberikan untuk kita

Tidurlah dalam damaimu
Tanpa pernah berkata sedikitpun
Pilihan yang kau tentukan kau simpan layaknya harta
Seolah harta akan setia saat dirimu mati kelak

Rasa sakit tak lagi perlu pereda nyeri
Rasa dingin tak lagi perlu selimut tebal
Seolah mati rasa atau memang sudah biasa
Membiasakan diri atau tak ada lagi harapan

Saat dimana benda hidup tak menjalani kodratnya
Mereka yang menyebut dirinya makhluk sempurna
Padahal mereka kalah dengan benda mati (dalam urusan ini)
Saat kodrat tak dipenuhi maka kita bukanlah makhluk sempurna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar