Untuk kesekian kalinya
Apa yang terucap dimintai pertanggungjawaban
Saat berbenturan dengan apa yang diyakini
Bertabrakan dengan apa yang terjadi
Terlalu pelik untuk disederhanakan
Terlalu rumit untuk disegerakan
Terlalu banyak yang dipertimbangkan
Terlalu sedikit waktu yang diberikan
Semua ingin dilakukan
Semua ingin dbagikan
Berharap semua tak ada yang dirugikan
Terkecuali dirinya sendiri menjadi tumbal
Ntah apa yang ingin ditunjukkan
Ntah apa yang ingin diwujudkan
Semua hanya dibiarkan mengalir
Seolah semua akan berjalan sesuai inginnya
Apa yang terjadi padanya saat ini
Merupakan hasil dari apa yang dilewatinya dulu
Jangan salahkan dirinya
Karena dia juga dibentuk bukan membentuk
Dibentuk oleh keadaan
Dibentuk oleh didikan
Seperti itulah keadaan menerpanya
Begitu juga didikan yang pernah dirasanya
Lantas kenapa ia disalahkan atas dirinya sekarang?
Padahal seperti itulah didikan yang diterimanya dulu
Berkacalah sebelum mengatakan hal itu
Seolah melihat dirinya dibalik cermin
Siapa yang dijadikan kiblat
Seperti itulah dirinya
Jangan salahkan dirinya jika mirip denganmu
Karena dia terlahir dari didikanmu
Jika tak suka diperlakukan seperti itu
Jangan perlakukan orang lain seperti itu
Hanya karena lebih dulu bukan menjamin apapun
Hanya karena lebih tahu bukan berarti apapun
Masih jelas terekam dalam memori
Dirimu yang dulu adalah dirinya yang sekarang
Jika tidak terima dengan dirinya yang sekarang
Dirimu bukanlah apa-apa dimasa lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar