Dia terlahir didunia tanpa pernah mengenal siapa yang meninggalkannya
disana. Tanpa pernah mengerti mengapa ia ditinggalkan. Tanpa bisa
memilih tersenyum dalam dekapan hangat keluarga. Hujan baru saja
mengguyur kota tercinta ini, suasana dingin masih kerap terasa dalam
menusuk kulit setiap orang dikota ini. Kebanyakan mereka menghabiskan
waktu didekat perapian tanpa pernah peduli banyak yang kedinginan tanpa
atap dan hangat diluar sana. Dia ditinggalkan disana, sebuah yayasan
bagi mereka yang kelahirannya tidak dinginkan. Andai dia bisa memilih,
dia pun tidak ingin dilahirkan tanpa mengenal siapa ayah dan ibunya.
Bersyukurlah kita semua yang mengenal, mengerti, melihat dan bisa
menyentuh wajah kedua tuhan (bacanya ayah dan ibu) di muka bumi ini.
Dimana ada yang pergi, pasti ada yang datang untuk menggantikannya
begitulah alam menjawab.
Seorang wanita mendekat dan
menatap dengan hangat, seolah mengerti rasa yang tak pernah dialaminya.
Diangkat dan digendong anak itu dan dibawa jalan-jalan disekitar
yayasan. Timbul keinginan wanita itu untuk selalu bersama anak itu,
seolah ikatan itu terjalin begitu saja seperti ibu dan anak. Dengan
harap cemas wanita itu mengutarakan apa yang diinginkan kepada suaminya.
Tanpa sepengetahuan suami, wanita itu tiap hari datang dan mengunjungi
anak itu. Wanita itu menghabiskan waktunya bersama anak itu, dan
memperkenalkan diri sebagai ibunya dan suaminya sebagai ayahnya. Wanita
itu memberi anak itu nama "Gio". Apakah semua ini sebuah pertanda? Apa
yang Tuhan rahasiakan dibalik pertemuan wanita ini dengan Gio (nama yang
wanita itu berikan padanya)?
Beberapa bulan kemudian,
kejadian yang tidak pernah diinginkan terjadi pada wanita itu. Tuhan
memanggilnya lebih cepat dari usianya, wajahnya masih muda, kulitnya
belum keriput dan semua begitu cepat terjadi. Gio hanya bisa menangis
berhari-hari karena wanita itu tak lagi mengunjunginya. Wanita yang
setiap hari bermain bersamanya, wanita yang dipanggilnya "mama" dengan
belajar berbicara. Gio tak lagi ceria seperti biasanya semenjak wanita
itu tak lagi mengunjunginya, gio lebih memilih diam karena tenaganya
mulai habis. Tangisnya tak membuat wanita itu datang untuk saat ini.
Beberapa hari setelah kepergian wanita itu, sepucuk surat datang untuk suaminya dari yayasan yang sering dikunjungi wanita itu.
"Sebelum
istri anda meninggal, dia datang dan meminta saya untuk menuliskan
surat ini untuk anda. Dia ingin memberitahukan anda bahwa dia telah
mengangkat anak dan memberinya nama Gio. Mungkin dia tahu bahwa anda tak
pernah menyetujuinya, tapi tanpa anda tahu bahwa istri anda setiap hari
datang kemari dan bermain bersama gio. Istri anda berharap anda bisa
menerimanya seperti anda menerima anak kandung anda sendiri. Jika anda
mencintai istri anda maka anda juga mencintai gio karena istri anda
menaruh harapan besar pada gio"
Seakan tak percaya,
akan apa yang didengar dari surat yang dibuat oleh istrinya. Seolah
istrinya mengerti bahwa usianya tak lagi lama. Inikah alasan
perbincangan waktu itu. Dan Gio telah diadopsi orang lain setelah suami wanita itu mengetahui keinginan istrinya yang terkahir.
Menjadi ayah adalah takdir setiap laki-laki
Menjadi ayah bukanlah hal yang mudah
Menjadikan ayah dari anak adalah harapan seorang wanita
Menjadikan ayah dari anak bukan hal yang sepele
Kesempatan tak selalu datang dengan kejelasan
Kesempatan terkadang tak datang diwaktu yang tepat
Harapan tak selalu diucapkan diawal
Harapan terkadang hadir disaat tak terduga
Kita tak pernah tahu apa yang dilakukannya
Kita tak pernah mengerti apa yang diusahakannya
Kita hanya bisa menuntut tanpa mendengar
Kita hanya bisa meminta tanpa peduli
Beruntunglah kita masih bisa meminta
Beruntunglah kita masih bisa melihat
Beruntunglah kita masih bisa mendengar
Apa yang belum tentu dimiliki orang lain
Tunjukkan bahwa kita memang terlahir untuk berguna
Buktikan bahwa perjuangan mereka (ayah dan ibu) tidaklah sia-sia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar