Rabu, 23 Januari 2013

- Sepenggal kisah untukmu disana -

Janganlah bersedih karena kau mati muda
Kamilah yang kurang beruntung
Kami kehilangamu disaat kami belum rela melepasmu
Kebahagiaan itu terlalu singkat untuk kami

#Masih teringat jelas dalam memory, bukan maksud untuk melepaskan dan melupakan karena memang bukan hal yang mudah saat itu. Senyum yang singkat itu membekas dihati, meski hari yang berat terus kamu lalui sepanjang usiamu. Perkenalan kita bukan di lingkungan yang baik, kebersamaan kita tuk keluar dari lingkungan itu
"kamu dimana e?? mending kamu pulang!" rasa khawatir kala itu
"g mau, biarin aku mati, g ada yg sayang ma aku. Ortuku aja g peduli knp km peduli??" jawabnya ketus
"tanpa km sadari banyak org yang sayang ma kamu, kamu terlalu fokus dengan rasa sakitmu hingga lupa dengan kebahagiaan disekitarmu" mencoba menenangkan
Malam itu akhirnya dia mau pulang dan kekhawatiran sejenak berakhir

Kami peduli meski kami tak dianggap
Kami datang meski tak diharap
Ibarat kertas kanvas dengan noda di tengah
Terfokus dengan noda dan lupa dengan bagian bersihnya

#Beberapa hari g ada suara hingga berfikir semua baik-baik saja. Diam itu "EMAS" katanya hingga g ingin merepotkan orang disekitar dan bisa melakukan semua sendiri. Kadang POLOS dengan BODOH tuh beda tipis dan banyak, Segala yang tersembunyi pasti akan ketahuan juga ntah bau atau bentuknya, Kabar tak sedap menghantam kuping kami. Dia masuk RS karena insiden tempo hari dan hampir merenggut nyawanya tuk kesekian kali rupanya. Ntah berapa banyak nyawa yang ia punya hingga berulang kali menyakiti diri hanya tuk mengalahkan rasa sakit dari luar.
"Mau sampe kapan km kayak gini?" tanya ku
g ada suara keluar dari bibirnya
"Inikah yang kamu mau?? berakhir dalam kesendirian?? terlahir sendiri itu takdir tp mati dalam kesendirian itu pilihan!" mulai berceramah lagi. Ntah sejak kapan saya menjadi penceramah ulung (katanya), kalo prilaku mungkin belum baik karena didikan liar dan hidup dijalan tapi apa yang kudapat dan baik itulah yang kubagi bukan yang g enaknya
"Mungkin kami memang g berharga karna kasta kita berbeda, dan kamu tau kemana harus mencari. Tangan kami g akan pernah tertutup untukmu" kalimat terakhir dan pergi menjauh
"Kalian g tau seberapa kalian berharga lebih dari sebuah keluarga untukkku saat ini, tapi maaf g ingin kalian sakit karena keluarga ku" ungkapan hatinya yang kita terima melalui sebuah pesan sms

Saat bibir tak sanggup berucap
Bukan alasan tidak menyampaikan maksud
Zaman telah berubah,
Bicara g akan membuatmu di tembak mati

#mungkin buat apa bilang semua itu secara jelas kepadaku atau kami semua. Karena belum tentu kami mengerti apa yang dirasakannya. Mungkin itu yang ia pikirkan, kami hanya bisa menerka dan mengira-ngira. Masih teringat jelas kata-kata terakhirmu, senyum, pesan, kelakuan terakhirmu
"Maaf yah jika selama ini hanya menyusahkan kalian semua. Aku akan hidup dihati kalian, kelak kita akan bertemu lagi. Dengan kondisi yang berbeda" seolah waktu berhenti dan bendungan retak hingga air mata menetes mendengar kalimat itu terucap darinya. Sebuah pertanda dan perasaan yang g enak merubah suasan disana, Kami g ingin hal itu terjadi, kami g ingin kejujuran itu menjadi penutup cerita kita, tangan lemahnya menyapu air yang menetes dan dengan senyum dia berkata "aku sayang kalian semua"

Kita g pernah tau kapan bahagia ini berakhir
Kita g pernah tau kapan perpisahan datang
Kita g pernah menduga apa yang akan terjadi
Kita g pernah menduga apa ending kisah kita

Kunci bahagia adalah menikmati kebahagiaan yang ada disekitar tanpa melupakan rasa sakit yang dialami
- Sepenggal kisah untukmu disana -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar