Sabtu, 12 Januari 2013

SAHABAT (katanya)

Ia selalu melihat dunia ini hitam dan putih
Pada saat yang putih mnejadi kelabu
Ia menjadi amat kecewa
Seharusnya ia melihat isi dunia kelabu selalu

#Beberapa hari ini hujan turun g tentu, sebatas lewat namun cukup mebuat basah jalan raya. Angin berhembus keutara membawa banyak dari samudra hindia (pelajaran geografi klo g salah).
" Apa yang kau rasa hari ini?" tanyaku
" hahahhaha, tenang masih aman kok" jawabnya dengan unik
Semua orang pun tau bahwa itu bukan lah jawabannya, jawaban menghibur diri. Ntah apa yang mengganjal dipikirannya, jangan kan kita, dia sendiri aja belum tentu tau apa yang jadi pikirannya dia.
"Tuh anak kenapa? lagi kumat??" tanya ku pada salah satu orang lain di sekiitar kami
"Nggak kok, kayaknya. Tp g tau juga deng!" jawabnya meragukan
Bahkan seorang SAHABAT (katanya) yang hafal betul tingkah lakunya juga tidak menjamin bahwa dia juga tau apa yang difikirkan dan dirasakan sahabat (katanya) nya.

#Ntah kenapa akhir-akhir ini aku menjadi makhluk melankolis. Aku merasa settingan alam pun sama seolah mendukung hal itu terjadi. Terkadang alam pun mengerti gitu apa yang ku rasakan saat itu.

Bagai letusan merapi
Bnagun kan ku dari mimpi
Sudah waktunya berdiri
Mencari jawaban KEGELISAHAN HATI (Ost. Gie)

Lirik lagu cahaya bulan mengiringi kondisi itu disaat hujan turun (melow banget gue yah). Tak ape lah dalam kondisi hujan lagu yang didenger yang kurang rock dikit. Semua kembali berputar dalam porosnya begitupun otakku yang mencoba menelaah dengan cermat kelakuannya saat itu. Dan forum ritual pun kembali dibuka secara paksa
"itu makhluk kenapa e? masih dengan masalah kemarin po??" tanya ku memulai porum
"BIARLAH, cukup aku dan tuhan yang tau!!" jawab makluk yang lain saat itu
Sebenarnya g ada masalah berarti sih sampe ituh porum harus diungkit dan mencuat kepermukaan. Dunia bukanlah hitam dan putih saja, seprti itulah sekiranya di pikiranku. Masih ada abu-abu, masih ada merah menyala, masih ada hijaunya harapan, masih ada gelapnya jurang dll yg g bisa diperjelas karena bukan sub tema malam itu.

#Saya kecewa melihat pola-polanya
Mengapa tidak mau terus-terang?
Seorang manusia dinilai dari
Keterus-terangan dan moralnya

Kita harus menerimanya dan berusaha biasa dengan pola-pola seperti ini. Karena justru akan membelot jika harus dipertegas dan diperjelas. Kenapa harus dipersulit jika memang dasarnya dipermudah?? Itu lah SAHABAT (katanya) mengerti tanpa dijelasin, mendekat tanpa dipanggil, pergi tanpa ucapan good bye.

NB : Penggalan cerita ini hanyalah aliran emosi waktu luang yang mati. Jika ada kemiripan apapun g ada unsur snegaja dan g ada unsur menyengajakannya. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan karena saya hanya seonggok daging yang dikaruniai sepotong HATI oleh kanjeng gusti ALLAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar