Dulu saat aku masih disana, aku dengan bangga menyebutkan siapa diriku, asal dan rumahku.
Tapi kenapa saat ini mereka yang menghuni rumahku justru terkesan hina untuk mengakuinya.
Apa rumah yang masih kurawat dan ku jaga hingga kini ternyata hanya kotak kardus usang tempat mereka berteduh. Segitu hinakah rumahku?
Tapi kenapa saat ini mereka yang menghuni rumahku justru terkesan hina untuk mengakuinya.
Apa rumah yang masih kurawat dan ku jaga hingga kini ternyata hanya kotak kardus usang tempat mereka berteduh. Segitu hinakah rumahku?
Secara akademis atau hitam diatas putih
Mungkin aku tidak memiliki nilai sebagus kalian
Tapi soal pengalaman ya jelas ndak kalah
Karena bagaimanapun aku lahir sebelum dirimu
Menggunakan baju yang sama
Menempati rumah yang sama
Berbahasa dnegan cara yang sama
Bertingkah mengikuti kebiasaan yang sama
Tak menjamin apapun akan dirimu
Justru hanya terkesan menjiplak
Ketidakpercayaan dirimu atas kemampuanmu
Membuatmu meniru seseorang yang keren dimatamu
Mengikuti dan meniru seseorang
Dari A sampai Z
Bahkan jauh lebih baik dari yang ditiru
Tidak akan membuatmu menjadi sepertinya
Sekeras apapun kamu mencoba
Sejauh apapun kamu mencoba
Semirip apapun kamu dengannya
Kamu tetaplah hanya peniru
Terjebak dalam ketidakmampuan dirimu
Memakai topeng orang lain untuk menunjukkan dirimu
Kenyamananmu akan hal itu membuatmu bertahan
Hingga kamu tak pernah tahu apa yang bisa dilakukan kecuali meniru
Orang lain hanya bisa melihat punggungmu
Tanpa pernah mereka tahu bagaimana wajahmu
Apapun yang kamu lakukan
Hanya akan mengingatkannya pada orang lain
Kebaikan yang kamu lakukan hanya akan berdampak pada dirimu
Namun tidak berlaku sebaliknya
Keburukan yang kamu lakukan tidak berdampak semata pada dirimu, melainkan dia yang kamu tiru juga akan merasakannya
Lantas apa yang ingin kamu tunjukkan dengan semua itu? Saat kamu gagal menirunya, lelah menjadi dirinya, lantas kamu membencinya karena dirimu tak mampu mendapatkan apa yang dimilikinya. Apa yang dimiliki orang lain terkadang memang menggiyurkan mata jika dibandingkan dengan apa yang kita miliki saat ini (*rumput tetangga selalu lebih hijau) karena kita tak bersyukur atas apa yang kita miliki.
Tetaplah jadi dirimu sendiri
Bukan meniru orang lain dengan caramu (Lantas bersorak its me)
Diriku adalah aku dengan keterbatasanku
Dirimu adalah kamu dengan kepalsuanmu (Setidaknya begitu)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar