Sabtu, 26 April 2014

Rindu itu Boleh

Rindu atau kangenlah orang nyebutnya
Adalah tentang merasakan
Bukan tentang mengungkapkan
Dan hal itu yang membuatku ada disana

Aku memang mengistimewakan diriku
Atas apa yang terjadi padaku selama ini
Kalau bukan kita lantas siapa yag mengistimewakan kita
Apa kita akan mengemis untuk orang lain mengistimewakan kita

Merendahlah pada TUHAN
Dan mereka yang patut dihormati
Bukan mereka yang pleat-pleot
Mereka yang terjebak dalam imajin pribadi

Ada kala dimana kita semua merasa jenuh
Jenuh dengan kebersamaan
Jenuh dengan kesendirian
Jenuh dengan ketidakberdayaan

Sisi Pro dan sisi Kontra
Kedua sisi yang tak pernah sama
Namun selalu berdampingan
Kita belajar tidak egois darinya

Terkadang mendahulukan orang lain dan mengabaikan diri
Tak semulia menjalaninya
Ibarat memperindah rumah orang lain
 Dan menelantarkan rumah sendiri

Rasa ini kian ambigu atau abu-abu
Sakit atas apa yang tak terjadi padaku
Marah atas apa yang tak tertuju padaku
Apa kah merasakan apa yang dia rasakan adalah wujud egois manusia???

Apa yang dirasa saat ini
Adalah apa yang didapat saat lalu
Dan apa yang akan dikenang saat nanti
Dan belum tentu bisa diulang ataui dikembalikan

Dikala rembulan hanya sisa setengah untuk menerangi malam ini
Bukan berarti kesungguhannya hanya dihargai setengah
Apa yang diterlihat tidak mewakili yang dilakukannya
Dan bulan punya cara sendiri untuk menerangi malam (Teori Bulan)

Sebuah bunga juga akan layu pada akhirnya
Segera setelah mekar usai karena dia tidak hidup selamanya
Saat seseorang pergi dan tak kembali
Pasti akan ada penggantinya yang datang dan tak akan meninggalkan

Jangan membahas tentang apa yang sudah diberikan
Karena akan ada pamrih atas apa yang diucapkan
Tetaplah bersikap normal ala kadarnya
Karena apa yang ada itulah yang ditunjukkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar