Sabtu, 19 April 2014

Apa Apaan Ini

Malam ini adalah malam pertama untuknya bersamaku wahai rekanku yang baru, pendahulumu telah tak mampu menemaniku karena memang ak disangka usianya  telah berakhir. Banyak cerita yang telah kita buat bersama namun bukan jaminan dia akan bersamaku selamanya. Sejauh ini dia tak pernah mengeluh atas keterbatasanku namun justru sebaliknya dimana aku terus mengeluh akan keterbatasannya. Dia hanyalah benda mati namun keberadaannya jauh lebih berarti dibanding benda hidup dan pernah memilikinya merupakan sebuah anugrah.

Ku tahu rasa bosan melanda dirimu, namun bukan sebuah alasan menghabiskan kebosananmu dengan cara suram dimasa lalu mu kawan. Masa itu telah berlalu dan kita sepakat untuk mengubur dalam-dalam cara itu. Aku paham dengan yang dikau rasa (cieee dikau) karen akau telah melampauinya jauh sebelum kami merasakan kebosanan itu. Dan disaat rasa bosan datang ke kami juga hal yang sama yang ingin kami lakukan namun cara itu bukanlah sebuah solusi terbaik yang bisa kita lakukan. Kita telah menyepakatinya, ntah apa yang terjadi nanti, ntah apa yang akan kita hadapi. Disisa waktu kita yang tak lagi lama, disisa waktu inilah kita akan memberikan apa yang bisa diberikan dengan atau tanpa diminta selama hal itu bisa kita lakukan dengan tulus lah kalo kata orang baik.

Kini tak semua bisa berjalan dengan baik
Butuh sebuah pelicin atau aplah untuk mempermudah
Bisa dalam bentuk apa saja
Juga bisa dengan cara apa saja

Seseorang yang sedang tak mendengarkan orang lain
Mencari pembenaran sejati atas apa yang diucapkan
Adalah seseorang yang tak sadar dalam melakukannya
Tunggu sebentar dan bersabarlah hingga waktunya tiba

Hal yang paling ku takutkan
Adalah saat dimana hal yang tak kau inginkan menjadi kenyataan
Dan impianmu semakin jauh dari nyata
Dan tak ada yang bisa kau banggakan dengan semua itu

Saat dimana penyesalan adalah hal yang harus dilewati
Hal yang harus dinikmati perlahan
Hingga mulut tak mampu berkata
Pikiranpun tak mampu menalar kronologisnya

Aku pernah ada disana
Tempat dimana aku tak ingin kalian mampir dan berkunjung
Meski banyak pelajaran yang bisa didapat
Tempat dimana bisa merubah segalanya

Aku tak lebih tua dari mu
Aku juga mengalami hal yang tak berbeda darimu
Bisa aku yang lebih parah
Atau dikau yang lebih rumit

Memang tak sama persis
Memang tak serupa
Namun bukan disitu pointya
Bukan juga penjelasan kronologisnya

Hidup memang rumit, telusuri benang merah dari setiap kejadiannya. Memang memaksa kita untuk sedikit berfikir keras tapi otak kita baru digunkan 30% secara sadar dan masih tersisa banyak yang belum digunakan. Setiap masalah yang ada pasti disertai solusi disampingnya namun terkadang manusia menghindari masalah dimasa depan dengan menghindarinya dimasa sekarang seolah seperti itulah kejadiannya. Apa yang bisa diharapkan jika kita terlalu egois dengan hari ini hingga hari esok juga kita kerjakan hari ini? Salah satu nilai esensi orang hidup mulai tercurangi dengan persepsi pribadi, matilah dengan persepsi mutlakmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar