Sabtu, 19 April 2014

Mulai Diam

Sudah lama rasanya tak bersenggama denganmu,
Lama nian terasa hingga lupa bahwa hidup bukan hanya tentangku
Hidup tentangmu, tentang mereka
Tentang kita dan kami yang tak pernah disadari

Rasa sakit membuatku mengerti tentang arti dirimu
Dirimu yang selalu ada pada awalnya
Lantas hilang dan bersembunyi tanpa sebuah pertanda
Tanpa pernah ku tahu maksud semua keinginanmu

Rasa sakitmu membuatku mengerti
Mati dan tenggelam dalam persepsi
Tanpa pernah ku tahu bahwa dirimu memendam rasa
Menahan rasa itu begitu dalam

Tersenyum dalam rasa sakit
Tertawa dalam kesedihan
Tanpa ada yang tahu
Sekalipun aku yang selalu dibuat bahagia karena mu

Aku memang orang asing bagimu
Aku memang bukan saudara sedarahmu
Aku juga bukan orang yang baik untukmu
Tapi aku adalah yang menemukanmu

Sendirian dipinggir jalan
Tanpa pernah tahu kenapa dan apa yang harus dilakukan
Ku sodorkan secangkir kopi hangat sebagai perkenalan
Berharap akan ada sepatah kata yang terucap dari mulutnya

Sebuah pertanda dia menerima kehadiran orang asing
Terlahir sendiri itu takdir tapi hidup sendiri itu pilihan
Namun orang asing tetaplah orang asing
Sekalipun tatapan itu seperti bukan tatapan orang asing

Apa yang dikatakan lewat tatapannya
Apa yang diinginkan lewat tatapannya
Hanya tetap menjadi praduga tak bersalah
Karena tak adaa yang protes jadi dianggap benar

Kini semua kembali sunyi
Pada akhirnya semua kan kembali pada titik
Akhir dari sebuah cerita
Akhir dari sebuah kalimat pula

Pelangi akan datang setelah hujan
Apakah kita menyalahkan hujan atas pelangi yang datang terlambat?
Penyesalan hanyalah sebuah sinonim
Dia ada hanya karena aku belum menerima
Dan masa itu telah lama berlalu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar