Senin, 05 Mei 2014

"Setidaknya kearoganan mereka menguntungkan ku"


"Setidaknya kearoganan mereka menguntungkan ku"

Aku bukan penemu layaknya orang hebat diluar sana
Aku hanya belajar memaknai apa yang mereka mau
Dari sudut pandang perspektifku
Dan tentu saja cara subyektifku

Terserah ingin disebut dengan apa
Hitam kah, Putih kah, Abu-abu kah
Sendiri itu bukan berarti sebatang kara
Bersama juga bukan berarti banyak orang

Jangan terlalu cepat memutuskan
Selalu ada jawaban bagi mereka yang bertanya
Selalu ada cahaya juga disetiap gelapnya malam
Selalu ada tangan yang siap mengangkatmu

Entah sejak kapan rasanya hingga hampir lupa
Namun semua terasa baru saat aku kembali mengingatnya
Syukur barang-barang peninggalannya tak lagi kugunakan
Hanya sisa buku kosong yang ia tinggalkan untukku

Keinginan itu kian anarkis
Kemauan itu kian brutal
Tapi tembok pembatas masih jelas tak mampu dilewatinya
Berteriaklah hingga keinginan itu tak lagi terdengar

Aku tahu ini salah
Tapi aku tak akan belajar benar tanpa adanya salah
Kesalahan bukan sebuah tulisan merah dirapot dikala aku SD
Dia adalah jalan benar yang tak sempat dibuktikan

Aku tak pernah mau kehilanganmu
Begitu juga dengan mereka yang tak ingin kehilangan perhatianmu
Aku tak bisa mengingat kapan tanggal bahagiamu
Bagimu bahagia bukan berarti tanpa ada duka yang datang bersamanya

Aku berharap hujan layaknya malam itu dipinggiran kota
Sangat deras hingga tak ada yang saling memperhatikan
Kecuali mereka yang saling berebut jalan untuk segera sampai kerumah
Tak akan ada yang memperhatikan tingkah lakumu

Hujan akan membersihkan darah akibat luka ini
Tanpa ada yang tahu bahwa air hujan telah tercemar
Mereka hanya melihat air hujan yang akan jatuh
Bukan tetesan hujan yang telah sampai dibumi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar