Alhamdulillah, akhirnya buku ini jadi juga. Dia adalah alasan buku ini ada menjadi tema untuk tulisan pertama di bulan ramadhan ini. Semua bisa menjadi dia, semua bisa menjadi Patricianya masing-masing. Buku ini berisikan tentang dia yang tak bisa kuceritakan melalui lisan karena mungkin perdebatan hanya akan membaa petaka segala umat. Karena tak semua bisa diterima dengan baik, tidak semua bisa dicerna dengan mudah dan tidak semua bisa dikatakan dengan benar. Aku hanya bisa menceritakan lewat sini dan aku merekamnya dengan ini. Kalian (Pembaca) insyaallah akan mengerti tanpa perlu mengalami, dan maaf juga buku ini tidak dijual dimanapun karena aku tak punya biaya untuk mencetak dan menitipkannya ditoko-toko buku terdekat. Aku memasukkannya di online shop www.nulisbuku.com, disana aku menitipkannya. Laku tidak laku bukan hal yang penting lagi, bisa berwujud buku aja alhamdulillah banget.
Dia adalah alasan buku ini ada, aku memang mendedikasikan untuk dia. Dia yang pernah ada sekaligus tak pernah bisa ada dulu. Pikiran perlu disiapkan karena tidak semua alasan akan bisa dinalar dan diterima otak dengan baik. Mental juga perlu ditata karena kamu harus siap menerima bahwa kabar itu benar adanya. Tak banyak yang bisa ku kupas dari buku ini karena alur ceritanya maju mundur, sehingga akan sangat panjang jika harus diceritakan detailnya. Intinya hanyalah dia melakukan apa yang hatinya katakan tak peduli teman-temannya, sahabatnya bahkan dunia menentangnya. Dia tetap akan melakukan apa yang diyakininya meski dia akan tersingkir dan terlupakan. Sedikit perjalanan menemukan jawaban, efek falling in love darinya yang membuat cerita ini hidup dan bersanding dengan kenyataan pada umumnya.
Kita yang menentukan hidup akan menjadi seperti apa dan akan kearah mana. Tuhan memberikan kita pilihan dan tidak akan merubah keadaan suatu kaum jika kaum itu tidak merubahnya. Jangan pernah takut atas apa yang telah dipilih, tidak ada pilihan yang salah, semua benar jika kita berani menghadapinya. Dan akan menjadi salah jika kita menyalahkan keadaan dan mengabaikan resiko dan tidak menghadapinya. Membuat semua menjadi tidak jelas dan tidak tau nasib pilihan yang ditentukan, lari dari masalah bukan sebuah solusi. Kami hanya memberikan solusi yang terbaik menurut kami dan dirimulah yang menentukan yang paling tepat diantara yang terbaik untuk menjadikannya yang terbaik.
Seorang teman ndak perlu banyak karena kita tidak butuh untuk tawuran atau menghancurkan berhala, sedikit asal memang bisa diandalkan saat kita kesusahan. Dia yang bisa ada dan bisa tidak saat kita susah tapi ada saat kita susah. Itulah yang perlu kita pertahankan. Bukan mereka yang hanya ada saat kita senang dan menghilang saat kita susah (efek jalan-jalan men).
*mungkin itu yang bisa kuceritakan sedikit tentang buku ini. Sisanya bisa dibeli untuk mengetahui kisahnya dan kemungkinan lanjutannya akan menyusul.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar